Cooking Panda, Yummy Nummy in to the Tummy

Cooking Panda 1

Sebenarnya sudah sejak tahun lalu saya sering melewati sebuat restoran yang bernama Cooking Panda, namun baru sekitar awal tahun ini saya mencicipi Cooking Panda. Restoran bertagline yummy nummy in to the tummy ini terletak di lantai LG Kota Kasablanka, Jalan Casablanka raya Kav 88, Jakarta Selatan. Saya lihat tempatnya nampak luat dan nyaman, ada indoor dan outdoornya segala. Dekorasi Cooking Panda didominasi warna kuning dan gambar panda. Di sana terpampang cerita tentang si panda yang bisa masak, oooooo jadi ni resto yang masak panda yak? ūüėõ sopasti bukan hehee.

Cooking Panda 3

Dongen Si Panda

Cooking Panda 4

Dekorasi dalam Restoran

Nama, tempat dan tampilannya sudah ok namun sayang tidak terpampang jelas masakan apa yang dijual di Cooking Panda, mungkin itulah yang membuat saya enggan mampir pada awalnya. Setelah ada voucher diskon di disdus, barulah saya tertarik untuk mencicipi. Oooooh ternyata yang dijual itu semacam Japanese rice bowl, mirip Yoshinoya tapi menu Cooking Panda lebih variatif.

Cooking Panda 11

Pesan Yukkk

Pada dasarnya Cooking Panda menyajikan Panda Bowl, Panda Curry, Panda Combo & Sidedish. Panda Bowl merupakan jenis menu Cooking Panda yang hadir dalam bentuk semangkuk nasi hangat dengan daging sapi/ayam dan aneka bumbu di atasnya seperti Tokyo Beef, Juicy Chicken Teriyaki, Wonder Beef Yakiniku, Chicken Volcano & Black Thunder Beef. Tokyo Beef terdiri dari semangkuk nasi, potongan tipis daging sapi, bawang bombay & taburan saus yang rasanya agak sedikit manis, agak tawar, standar. Juicy Chicken Teriyaki terdiri dari semangkuk nasi, potongan ayam goreng tepung, aneka sayuran & taburan saus yang sedikit manis. Wonder Beef Yakiniku terdiri dari semangkuk nasi, potongan tipis daging sapi & bumbu yang terasa gurih. Chicken Volcano terdiri dari semangkuk nasi, potongan ayam goreng tepung, aneka sayuran & taburan saus merah yang manis pedas, tapi kadar pedasnya sedikit yaaaa, lumayan, not bad. Black Thunder Beef terdiri dari semangkuk nasi, potongan tipis daging sapi & taburan saus lada hitam, namun sayang rasa lada hitamnya kurang tajam.

Cooking Panda 7

Black Thunder Beef

Cooking Panda 8

Tokyo Beef

Cooking Panda 9

Chicken Volcano

Panda Curry tidak hadir dalam bentuk mangkok, tapi dalam bentuk piring yang bentuknya agak memanjang dimana di dalamnya terdapat nasi dan daging ayam/sapi yang sudah disiram dengan bumbu kari ala Cooking Panda. Contoh menu Panda Curry adalah Merry-Go-Curry Beef yang menggunakan potongan tipis daging sapi, dan Sexy-Curry-Chicken Katsu yang menggunakan daging ayam goreng tepung. Paduan rasa Panda Curry cukup gurih namun tidak terlalu spesial :).

Cooking Panda 13

Merry-Go-Curry Beef

Panda Combo merupakan jenis menu spesial untuk orang lapar hehee, kenapa saya bilang begitu? Karena porsinya relatif besar yaa, jadi Panda Combo hadir dalam bentuk piring yang memanjang seperti Panda Curry, dibagian tengah ada nasi, naaah di bagian kiri & kanan nasi terdapat topping dari Panda Bowl yang kita pilih, jadi bisa kombinasi antara Chicken Volcano dengan Black Thunder Beef atau kombinasi antara Tokyo Beef dengan Juicy Chicken Teriyaki dan lain-lain tergantung kita maunya yang mana ;).

Terakhir, Sidedish adalah menu gorengan dari Cooking Panda. Ada Fried Num Num, Nummy Nugget, Crunchy Munchy Chicken & Mix Sidedish. Rasanya … yaaaaa seperti gorengan heheheh bukan gorengan gerobak tapinya, yaa levelnya di atas itulaah ;).

Cooking Panda 6

Fried Num Num

Cooking Panda 12

Mix Sidedish

Cooking Panda 10

Crunchy Munchy Chicken

Rasanya kurang lengkap kalau makan makanan Jepang tanpa miso soup, selama di Jepang pun, saya lihat orang-orang Jepang setiap makan pasti ada  miso soup. Rasa aneka menu di Cooking Panda pun terasa lebih enak bila ditemani oleh miso soup, yummmmm :).

Cooking Panda 2
Pada dasarnya Cooking Panda memiliki tempat yang lebih nyaman dan jenis menu yang lebih variatif & kreatif dibandingkan Yoshinoya, pesaing terbesarnya saat ini. Namun kalau soal rasa, sorry to say, Yoshinoya masih sedikit unggul. Olehkarena itulah Cooking Panda layak mendapat nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Maskotnya lucu, tempatnya nyaman, Cooking Panda memang yummy nummy in to the tummy :).

**************************************Update05/04/2018**************************************
Sudah tutup

Iklan

Warung Makan Bu Ugi, Jawaranya Panganan di Tawangmangu

Bu Ugi 1

Berapa minggu yang lalu, saya berlibur ke Tawangmangu. Kalau orang Jakarta punya Puncak, nah orang Solo punya Tawangmangu. Setelah jalan-jalan sampai Sarangan, saya putar balik lagi ke Tawangmangu dan mampir di sebuah rumah makan yang konon sudah sejak lama menjadi jawara kuliner di Tawangmangu. Rumah makan tersebut bernama Warung Makan Bu Ugi. Waeung tersebut terletak di Jalan Raya Lawu, Tawangmangu, Solo, letaknya di sebelah timur Pasar Tawangmangu. Kalau dari arah bawah kita akan menemui Pasar Tawangmangu dahulu, barulah Warung Makan Bu Ugi kita temui.

Bu Ugi 2

Bagian dalam Warung

Warung Makan Bu Ugi memiliki spesialisasi pada hidangan pecel dan sop buntut. Pada sekitar tahun 1930-an, awalnya Warung Makan Bu Ugi hanya menjual pecel saja, kemudian mulai sekitar tahun 1980-an Warung Makan Bu Ugi mulai menyajikan sop buntut dan laris manis di pasaran :).

Sop Buntut Bu Ugi disajikan dengan menggunakan kuah bening yang . . . ajibbb enak sekali, rasanya gurih, aroma & rasa daging sapinya benar-benar terasa :). Di dalam kuah yang nikmat tersebut, terdapat potongan kentang, wortel, taburan daun bawang dan potongan daging yang empuk. Waaah, sop buntutnya Bu Ugi memang benar-benar sop buntut jawara, apalagi ketika saya melahapnya di tengah-tengah kawasan Gunung Lawu yang dingin, yuummmmm, nagihhh.

Bu Ugi 3

Sop Buntut

Sebenarnya selain pecel & sop buntut, Warung Makan Bu Ugi juga menyajikan menu lain seperti sop iga & garang asem. Garang asemnya disajikan di dalam bungkusan daun yang cukup besar & tebal. Ketika daun tersebut dibuka, terdapat potongan belimbing wuluh, cabai & daging ayam yang berenang di dalam kuah keabu-abuan. Daging ayamnya terasa empuk dan dipotong dalam potongan yang cukup besar. Ketika daging tersebut dipadukan dengan bahan-bahan lain, saya tidak mersakan rasa gurih, tapi agak asam yang menyegarkan, lumayan okelaaah tapi tetap saja jauuh lebih enak sop buntutnya ; ).

Bu Ugi 5

Garang Asem

Oh yaaa, di setiap meja, terdapat piring yang berisi gorengan tahu & tempe, tidak bervariasi & rasanya juga biasa saja, kalaupun dimakan bersama-sama sop buntut, tidak terlalu pas.

Bu Ugi 4

Aneka Gorengan

Tempat yang bersih, pelayanan yang cepat & harga yang relatif murah, menurut saya pribadi yang asal Jakarta yaa, menjadi faktor tambahan kenapa Warung Makan Bu Ugi layak mendapat nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak”. Sudah 2 kali saya pergi ke Tawangmangu, kalau soal panganan alias makan, Warung Makan Bu Ugi yang paling enak di sana :D.

Ngeteh di Kebun Tehnya Ndoro Donker

Ndoro Donker 7

Ketika saya berlibur ke Solo beberawa waktu yang lalu, saya menyempatkan diri untuk pergi agak keluar kota Solo sejenak, mengunjungi Ndoro Donker, sebuah tempat yang direkomendasikan oleh … istri saya sendiri hehee. Sebenarnya Ndoro Donker itu apa ya? Ndoro Donker adalah restoran dengan konsep ngeteh di perkebunan teh, restoran ini terletak di¬†Jl. Afdeling Kemuning No. 18, Karanganyar, Solo. Kalau dari arah Solo, di persimpangan antara ke arah Tawangmangu dan ke arah Candi Sukuh, pilih belokan ke kiri yang menuju ke arah Candi Sukuh sebab Ndoro Donker terletak sekitar 3 km dari Candi Sukuh.

Lokasi Ndoro Donker berdiri di tengahh-tengah perkebunan teh yang terletak di sisi barat Gunung Lawu, suasananya bagus untuk kumpul-kumpul, unik. Area indoor restoran Ndoro Donker sendiri sebenarnya merupakan rumah kepala perkebunan teh Belandayang sudah berdiri sejak tahun 1700-an, zaman ketika negri kita dijajah Belanda. Bangunnya masih berbentuk bangunan Belanda zaman dahulu dengan sedikit modifikasi.

Ndoro Donker 6

Bagian Depan Ndoro Donker

Ndoro Donker 5

Bagian Dalam Ndoro Donker

Menu utama di Ndoro Donker tak lain adalah teh :), restoran ini sebenarnya lebih tepat disebut sebagai rumah teh. Ndoro Donker menyajikan aneka teh mulai dari teh oolong, teh tung ting, teh tarik, teh lawu, teh serai, teh hijau, teh hitam, teh radja, teh mint, teh earl gray, teh lady gray, teh passion fruit, teh forest, teh camomile sampai teh putih yang langka. Banyak sekali yaaaa, saya pribadi sering minum teh tapi bukan penggemar berat teh & tidak dapat membedakan rasa antara teh 1 dengan teh lainnya, meskipun patut diakui saya merasakan manfaat dari teh, berat badan saya turun semenjak rutin minum teh oolong, hohohoho. Bapak saya pasti senang sekali mampir di tempat ini, beliau senang minum teh :).

Ndoro Donker 4

Aneka Teh & Gula

Ndoro Donker 1

Gerai Teh

 

Selain teh, Ndoro Donker menyajikan menu makanan untuk menemani acara ngeteh para pengunjung, makanannya tidaklah berat, ringan-ringan semua kok :). Makanan yang disajikan Ndoro Donker adalah makanan masa lampau ala Eropa dan Jawa seperti kentang ongloc donker, pisang panggang, ketela lumur madu, timus batang keju, tahu donker, ubi jalar towo, ayam bakar, iga bakar, soup iga & lain-lain. Dari berbagai hidangan tersebut, saya baru sempat mencicipi timus batang keju & kentang ongloc donker. Timus batang keju merupakan parutan ubi yang rasanya manis, lumayan enak ketika dipadukan dengan cocolan sambal :D. Kentang ongloc donker adalah parutan ketang jenis ongloc yang digoreng dan dibubuhi keju, rasanya agak manis & rasa kejunya cukup dominan.

Ndoro Donker 2

Kentang Ongloc Donker

Ndoro Donker 3

Timus Batang Keju

Menyantap hidangan ala Ndoro Donker & teh di tengah perkebunan teh memberikan perasaan yang berbeda, tempat ini memang cocok untuk dijadikan tempat berkumpul. Bagi pengunjung yang narsis, bagus juga untuk foto-foto, hehehehe. Tidak hanya teh atau makanan, Ndoro Donker juga menjual suasana. Menurut saya, Ndoro Donker layak mendapat nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Ngeteh yuuuukkk ;).

Maem Bakmi Ketoprak Yunani yang Unik

Bakmi Toprak Yu Nani 1

Beberapa minggu lalu yang lalu, saya mencicipi salah satu masakan tradisional Solo yang baru saya dengan namanya, Bakmi Ketoprak Yunani. Wew, mie di campur ketoprak asal Yunani? Ternyata Yunani di sini adalah Yu Nani, nama pendiri warung Bakmi Ketoprak Yunani yang sudah sejak 1960-an berdiri tegak di Jl. Pandu Dewanata, daerah Kartopuran, Solo. Sebelum tiba ke warung Yu Nani yang asli, saya melihat banyak warung-warung bakmi ketoprak lain yang menggunakan nama Yunani, yaaaa Yunani KW-laaahh, hehehehe.

Warung Bakmi Ketoprak Yu Nani terbilang sederhana, bentuknya seperti warung tenda, hanya terdapat 2 meja panjang di dalam warung tersebut. Bakmi Ketoprak Yu Nani selalu ramai dipadati pengunjung yang sebagian besar adalah penduduk asli Solo, tidak seperti pengunjung Soto Gading 1 yang sudah punya nama, pengunjung Soto Gading 1 terlihat dari berbagai daerah.

Bakmi Toprak Yu Nani 2

Sebenarnya apa sih Bakmi Ketoprak Yu Nani itu? Bakmi Ketoprak Yu Nani terdiri dari potongan daging sapi, mie kuning, bihun, rambak, tahu, tempe, cakwe, kubis, touge, kacang merah, potongan sosis solo & taburan bawang goreng yang bernang & menyelam di dalam semangkuk kuah kaldu sapi yang hangat, yuuummmm, penampilan luarnya menggugah selera :).  Daging sapi yang dipergunakan Yu Nani, direbus lama di atas arang sehingga memiliki aroma khas yang lumayan ok. Sebelum menyantap daging sapi dan aneka bahan-bahan lain yang ada di dalam bakmi ketoprak, saya menambahkan irisan cabai, kecap dan jeruk nipis yang sudah disediakan di meja. Selain itu ada aneka hidangan tambahan lain tersedia di atas meja seperti lento, krupuk, lumpia, sosis solo dan lain-lain.

Bakmi Toprak Yu Nani 3 Bakmi Toprak Yu Nani 4

Rasa Bakmi Ketoprak Yu Nani sendiri terasa lumayan enak, bahan-bahan yang beraneka ragam menghasilkan kombinasi yang cukup harmonis, aroma daging sapinya cukup terasa & berhasil membangkitkan selera makan saya, slluuurp! :D. Oleh karena itu Bakmi Ketoprak Yu Nani layak mendapat nilai 3 dari skala maksimal 5 yang artinya “Lumayan”.¬†Bakmi Ketoprak Yu Nani adalah hidangan Solo yang layak dikunjungi, baik nama maupun komposisi bahan sajian yang satu ini agak unik, ada kacang merahnya segala, inilah hal yang tidak saya temui di Jakarta :).

Kue Leker Gajahan Pak Fathoni yang Super Joss

Kue Leker Gajahan 1

Kali ini saya akan membahas jajaran kota Solo yang kurang nyaring terdengar suaranya di tempat saya tinggal, kue leker namanya. Leker atau lecker atau lekker, dalam bahasa Belanda berarti sesuatu yang enak, mungkin inilah asal muasal nama kue leker, kue enak :D.

Saya sendiri baru mengetahui keberradaan kue leker sejak beberapa minggu yang lalu, entah pedagang kue leker mana yang enak dan terbenar terkenal. Keluarga istri saya yang sudah bertahun-tahun tinggal di Solo merekomendasikan Toko Kue Leker Gajahan milik Pak Fathoni yang terletak di Jl. Padmonegoro, daerah Gajahan, Solo, letaknya tidak jauh dari gapura yang ada patung gajahnya. Konon Toko Kue Leker Gajahan ini sudah ada sejak tahun 1980, sudah lama juga yah bukanya. Wujud Toko Kue Leker Gajahan sendiri sangat sederhana, hanya terdiri dari gerobak, tungku pembakaran arang, tenda dan sedikit bangku. Nampaknya hampir semua pengunjung membeli kue leker untuk dibawa pulang.

Kue Leker Gajahan 2 Kue Leker Gajahan 3

Kue leker Gajahan sendiri terbuat dari adonan tepung beras & tepung terigu yang dipanaskan dengan arang, nah di atas adonan ini diberikan topping pisang coklat atau pisang coklat keju atau pisang coklat keju susu atau aneka rasa buah. Kemudian adonan yang sudah ditaburi topping ini dilipat menjadi separuh lingkaran. Bagian ujung kue leker sangat renyah, sementara itu semakin ke tengah, ke bagian pusat lipatan kue leker, rasanya semakin lembut, tebal & terasa rasa topping-nya. Kalau saya amati, kue Leker yang dijual di sana bentuknya sangat mirip dengan crepes. Hanya saja gerai-gerai crepes yang ada di Jakarta tidak hadir sejak 1980-an seperti kue Leker Gajahan :).

Kue Leker Gajahan 5

Kue Leker Gajahan 4

Saya suka crepes dan Kue Leker Gajahan memiliki rasa yang sangat mirip namun topping-nya lebih sederhana & harganya jauuuuuuhhhh lebih murah, nahhh itu dia yang paling saya sukai, faktor harga yang murahh hohohohoho. Saya mengambil kesimpulan bahwa kue leker Gajahan layak mendapat nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Kue Leker Gajahan Pak Fathoni memang super joss, terutama harganya, hehehe :D.

Maem Wedangan yang Bagus, Bersih, Nyaman & Enak di Cafe 3 Tjeret Solo

Cafe Tiga Tjeret 1

Ketika masih kuliah di Semarang dulu, saya & kawan sekosan saya kadang pergi makan kucingan di malam hari. Di Solo, kucingan dikenal dengan nama hik atau wedangan. Kucingan atau wedangan yang saya tahu, hadir dalam bentuk gerobak dagangan sederhana dimana kita dapat membeli aneka makan dalam porsi yang mungil di dalam gerobak tersebut. Mungkin karena porsinya yang mungil, orang Semarang menyebutnya kucingan, porsinya porsi kucing hehehe.

Ketika pergi ke Solo beberapa minggu yang lalu, saya direkomendasikan oleh kakak ipar saya untuk mengunjungi wedangan yang bernama Cafe Tiga Tjeret. Cafe Tiga Tjeret terletak di Ngarsopuro, seberang Pura Mangkunegaran, tepatnya di jalan Ronggowarsito No. 97, Solo. Ketika tiba di Cafe Tiga Tjeret, saya tidak menemukan gerobak atau tikar lesehan, namun sebuah cafe yang cukup besar dengan dekorasi bergaya urban, gaya anak mudalaah. Tata cara pemesanan di Cafe Tiga Tjeret tidak terlalu berbeda dengan warung kucingan yang biasa saya santap di Semarang. Kita tidak memilih makan dari gerobak, namun dari deretan meja-meja yang ada di dalam Cafe Tiga Tjeret. Kemudian kita dapat meminta petugas Cafe Tiga Tjeret untuk menghangatkan hidangan yang sudah dipilih dengan menggunakan pembakaran. Setelah membayar menu yang sudah kita pilih, kiata dapat memilih tempat duduk untuk menanti hidangan selesai dihangatkan. Sambil menunggu, kita dapat internetan menggunakan wifi gratisan dari Cafe Tiga Tjeret. Saya sendiri tidak sempat memanfaatkan fasilitas ini karena hidangan yang saya pesan cukup cepat proses penyejiannya, baru duduk sebentar, eeee makanannya sudah diantar ke hadapan saya, yummm.

Cafe Tiga Tjeret 3

Antrian Memilih Makanan

Cafe Tiga Tjeret 4

Pembakaran

Cafe Tiga Tjeret 7

Hidangan Sampai di Meja ūüôā

Makanan yang tersedia di Cafe Tiga Tjeret antara lain berupa nasi & lauk pauk. Untuk menu nasinya berupa bungkusan daun pisang yang tentunya berisi nasi, mulai dari nasi oseng, nasi bandeng, nasi oseng, nasi terik, nasi teri hingga nasi granat yang kata super pedas tapi … well menurut saya tidak terlalu pedas :P. Lauk pauknya sendiri memiliki varian yang sangaaaaat banyak, yaitui botok telur asin, pisang goreng, ceker ayam, roti bakar, sosis solo, perkedel, tahu bacem, sate hati ayam, sate telur puyuh, sate brutu, sate usus ayam, sate kulit ayam, sate kikil, sate koyor, sate kikil, martabak, telur dadar, tempe mendoan, pepes ayam pepes ikan dan lain-lain, wuuuaaahh macem-macem yaaa, jauh lebih banyak daripada wedangan pada umumnya. Saya pribadi paling suka dengan aneka sate jeroannya, sosis solonya juga oceh, wuuaaah aneka masakan di Cafe Tiga Tjeret terasa gurih manis dan cucok dengan lidah saya :). Hidangan tersebut ditemani sambal yang menurut saya pribadi tidak terlalu pedas sehingga cocok bagi rekan-rekan yang tidak tahan pedas.

Cafe Tiga Tjeret 2

Aneka Nasi

Cafe Tiga Tjeret 5

Aneka Lauk Pauk

Makanan yang disajikan memang memiliki porsi yang mungil tapi ukurannya tetap relatif lebih besar ketimbang porsi di warung kucingan dekat rumah saya di Jakarta sana :D. Selain itu makanan yang disajikan tentunya lebih bersih dan higienis . . . plus murahhh sekali bagi saya pribadi, seorang turis lokal asal Jakarta hohohoho.

Sementara itu untuk minuman, kita dapat memesan minuman yang dapat menghangatkan badan seperti jahe kecik, wedang bandrek, wedang cokelat jahe, wedang jahe kecik, wedang beras kencur, wedang jeruk tape dan lain-lain. Selain minuman hangat, Cafe Tiga Tjeret juga menyajikan minuman yang menyegarkan seperti es puter durian. Minumannya tidak terlalu istimewa, yaa standar-standar saja.

Cafe Tiga Tjeret 6

Wedang Jahe

Cafe Tiga Tjeret menampilkan atmosfer yang nyaman dan enak untuk berkumpul bersama teman atau keluarga, dekorasinya nampak lebih bagus di malam hari. Pelayanannya juga cukup memuaskan :D.¬†Secara keseluruhan, Cafe Tiga Tjeret pantas mendapat nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak”. Cafe Tiga Tjeret merupakan solusi bagi penggemar wedangan yang menginginkan tempat makan wedangan yang bagus, bersih, enak & nyaman :).

Mencicipi Sedapnya Soto Gading 1 Solo

Setiap singgah ke kota Solo, eyang saya pasti mampir ke cabang Soto Gading yang pertama yaitu Soto Gading 1. Restoran tersebut terletak di dekat kraton, tepatnya di Jl. Brigjen Sudiarto No. 75, Gading, Solo. Entah kenapa harus ke cabang yang itu. Sebenarnya Soto Gading sudah memiliki cabang lain, kalau tidak salah :). Meski cabangnya banyak, namun konon rasanya lebih enak di cabang yang pertama yaitu yang terletak di Jl. Brigjen Sudiarto itu. Entah benar atau tidak, tapi saya sendiri hanya pernah mampir ke cabang Soto Gading yang pertama saja, belum pernah ke cabang lainnya :).

Restoran Soto Gading 1 terlihat selalu penuh, apalagi pada waktu tanggal merah, om saya sempat tidak dapat tempat duduk, beliau terpaksa beli dibungkus untuk dimakan di rumah. Bentuk restoran Soto Gading 1 termasuk sederhana tapi bersih. Di bagian muka terdapat petugas peracik soto dan di sekitarnya terdapat meja dan bangku kayu.

Soto Gading 6

Pada setiap meja, terdapat piring plastik berisi aneka hidangan tambahan yang beranekaragam, seperti tempe, sosis solo, sate udang, tahu, empal, sate daging sapi, sate uritan, sate brutu, perkedel, sate kerang, galantin, sate usus, bakwan dan lain-lain. Wuuahh banyak juga yaaa jenisnya :). Hidangan ini dimaksudkan untuk menemani soto gading khas kota Solo yang terkenal sampai ke kuping saya.

Soto Gading 2 Soto Gading 3 Soto Gading 5

Sebagai menu utama di restoran ini, soto gading dapat disajikan secara terpisah dari nasi atau tercampur dengan nasi, tergantung selera pengunjung :). Soto gading terdiri dari irisan daging ayam, soun, potongan kentang, potongan tomat yang ditaburi oleh seledri, hhmmm sederhana sekali isinya. Kuah dari soto gading sendiri berwarna bening, rasanya agak seperti kaldu ayam, tidak terlalu gurih, ringan. Sejujurnya rasa soto gading terasa kurang berbumbu bagi lidah saya sehingga saya harus menambahkan garam, kecap manis dan sambal ke mangkok saya. Namun hal ini agak sedikit terobati sebab soto gading terasa lumayan enak ketika dimakan dengan aneka lauk pauk yang tersedia di setiap meja, not bad laah :D.

Soto Gading 4 Soto Gading 1

Secara keseluruhan, Soto Gading 1 layak mendapat nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Hangatnya soto gading semakin nikmat ketika dimakan pada waktu hujan, slurrppp hhmmmm.