Captain Marvel (2019)

Wonder Woman (2017) dapat dikatakan sebagai film superhero wanita milik DC Comics yang sukses di pasaran. Bagaimana dengan Marvel Comics? Setelah sukses dengan film-film superhero-nya, kini Marvel merilis film solo superhero wanita pertama mereka, Captain Marvel (2019). Jauh berbeda dengan Wonder Woman yang sudah punya nama, Tokoh Captain Marvel ini terasa asing di telinga saya :’D. Siapa sih Captain Marvel itu?

Pertanyaan tersebut akan terjawab setelah kita menonton Captain Marvel (2019). Film ini mengisahkan asal mula bagaimana Carol Danvers (Brie Larson) berubah menjadi Vars atau Captain Marvel, beserta konsekuensi dari kekuatan super yang Danvers terima.

Sekilas Captain Marvel (2019) memang seperti kisah from zero to hero seorang Carol Danvers saja. Tapi percayalah, film ini berhasil menyajikan semuanya dengan cara yang segar dan berbeda. Saya melihat beberapa alur maju-mundur yang menarik dan mudah dipahami pada Captain Marvel (2019) :). Kekuatan Captain Marvel pun nampak dahsyat dengan dukungan special affect yang mumpuni. Kalau saya perhatikan, kekuatan Captain Marvel ini dapat disetarakan dengan kekuatan Phoenix-nya X-Men atau Supergirl-nya DC Comics.

Akibat kekuatan yang Carol peroleh, ia terjebak di tengah-tengah pertikaian antara bangsa Kree dan Skrull. Semua membawa Carol kembali ke Bumi, tempat dimana ia dulu bekerja sebagai pilot pesawat. Di sana, Carol dibantu oleh
Nick Fury (Samuel L. Jackson) yang masih muda dan belum kehilangan salah satu matanya. Loh kok bisa? Captain Marvel (2019) memang mengambil latar belakang tahun 90-an, jauuuuh sebelum semua kejadian pada film-film Marvel Cinematic Universe lainnya terjadi.

Olehkarena itulah beberapa adegan pada film ini menggunakan lagu-lagu yang populer di era 90-an. Berhubung saya tumbuh di era 90-an, hal ini menjadi nilai plus tersendiri. Nuansa tahun 90-an sungguh terasa pada film Marvel yang satu ini.

Diluar dugaan, saya menikmati film superhero tak dikenal ini. Captain Marvel (2019) layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”. Cara penyajian yang tepat menjadi nilai plus utama film ini. Saya rasa, Captain Marvel (2019) akan terasa hambar andaikata cara penceritaannya dibuat dengan alur maju yang bisa dipergunakan oleh film-film sejenis.

Sumber: http://www.marvel.com/movies/captain-marvel

Iklan

Fury (2014)

Fury 1

Ketika melihat judul Fury (2014), yang saya ingat adalah karakter Fury, pimpinan SHIELD dari dunia fantasi penuh superhero-nya Marvel. Ternyata Fury (2014) adalah film mengenai kisah para prajurit divisi tank tentara Amerika Serikat di perang dunia kedua. Pada tahun 1945, Jerman mulai terdesak, mereka harus mempertahankan tanah air mereka dari serbuan tentara sekutu. Diantara tentara-tentara sekutu yang menginvasi Jerman, ada sekelompok tentara Amerika divisi Tank yang dipimpin oleh Don “Wardaddy” Collier (Brad Pitt) dengan anggota kru Boyd “Bible” Swan (Shia LaBeouf), Grady “Coon-Ass” Travis (Jon Bernthal), Trini “Gordo” Garcia (Michael Peña) dan Norman Ellison (Logan Lerman). Mereka adalah tim yang mengoperasikan sebuah Tank M4A3E8 Sherman yang dijuluki Fury. Semua tank pada waktu itu memiliki julukan yang unik termasuk Tank yang Don dan kawan-kawan gunakan dan anggap sebagai rumah kedua mereka.

Fury 3

1231428 - FURY

Fury 12

Fury 2 Fury 5

Tidak seperti tank jaman sekarang, Tank M4A3E8 Sherman biasa dioperasikan oleh 5 orang dengan tugas yang berbeda yaitu pengemudi, penembak, mekanik, petugas peluru dan pemimpin tim. Pada suatu hari, Don mendapatkan misi untuk mempertahankan sebuah persimpangan jalan dari serbuan tentara Jerman. Kalau tentara Jerman sampai berhasil menembus persimpangan jalan tersebut dengan mudah, makan akan timbul banyak korban karena pada persimpangan jalan tersebut terdapat jalan yang menuju pusat suplay dan obat-obatan tentara sekutu. Selain memimpin awak Tank Fury, Don juga memimpin beberapa Tank lain, Don bertugas sebagai kepala Platoon Tank. Perjalanan menuju persimpangan jalan tersebut tidaklah mudah dan pada akhirnya hanya Fury yang berhasil mencapai persimpangan jalan dalam keadaan luka parah. Sementara itu ratusan tentara Jerman terus berjalan menuju persimpangan jalan tersebut. Mampukah 5 tentara Amerika dalam sebuah Tank mengalahkan ratusan tentara Jerman?

Fury 15 Fury 6 Fury 16

Brad Pitt;Shia LaBeouf;Logan Lerman;Michael Pena

Fury 9

Tenaaaang, Fury (2014) bukan film Rambo, jadi kisah pada Fury (2014) terlihat relatif realistis. Fury (2014) tidak hanya mengisahkan kepahlawanan, tapi film ini mengisahkan pula betapa kejamnya perang. Kejahatan dan kekejaman tidak hanya dilakukan oleh tentara Jerman, tentara Amerika termasuk para kru Tank Fury pun bukan orang suci. Tidak semua orang Jerman jahat dan tidak semua orang Amerika baik, perang dapat mengubah semuanya. Alur cerita dan pesan moral dari Fury (2014) nampak jelas dan itu merupakan nilai plus dari Fury (2014).

Dari segi hiburan, saya hanya menyukai bagian dimana terjadi perang strategi antara beberapa Tank, kereen, jarang-jarang ada film perang bertemakan Tank yang saya tonton. Mayoritas film perang yang pernah saya tonton pastilah tentang tentara angkatan datar dengan senapan dan pistolnya, bukan pasukan dari divisi Tank. Sayang ada beberapa bagian dari Fury (2014) yang sedikit membosankan, porsi drama kemanusiaannya lumayan banyak juga.

Fury 8

Fury 13 Fury 11

1231428 - FURY

Fury 4

Olehkarena itulah saya merasa bahwa Fury (2014) layak mendapat nilai 3 dari skala maksimum 5 artinya “Lumayan'”. Cukup ok untuk dijadikan tontonan akhur pekan, tapi kurang cocok kalau dijadikan tontonan bersama pasangan, ada adegan sadisnya.

Sumber: http://furymovie.tumblr.com/all#all