Serial The Amazing World of Gumball

Serial The Amazing World of Gumball atau sering disingkat Gumball saja, mengisahkan Gumball Watterson (Jacob Hopkins) lengkap dengan dunianya yang agak absurd. Gumball sendiri adalah seekor anak kucing yang berwarna biru. Ia sangat dekat dengan adik angkatnya yang merupakan seekor ikan mas, Darwin Watterson (Terrell Ransom Jr.). Mana ada kucing berwarna biru? Ikan mas kok punya kaki? Jangan pikirkan itu, karena akan banyak hal-hal yang jauh dari akal sehat pada serial ini.

Anehnya, keabsurdan dunia Gumball bukanlah merupakan sebuah keburukan. Serial ini berhasil menampilkan sebuah dunia yang menggabungkan berbagai gaya dan desain dari berbagai objek. Mulai dari stop motion, puppet CGI, animasi Adobe Flash, animasi tradisional sampai live action. Gaya animasi nano-nano ala Gumball ini memikat dan menjadi salah satu keunggulan serial tersebut.

Gaya animasi yang unik tersebut disertai dengan cerita yang absurd tapi lucu :’D. Komedi memang menjadi daya tarik Gumball. Terkadang terdapat komedi gelap dan sarkasme di sana, bukan hanya drama komedi saja. Semuanya menarik untuk ditonton sehingga penonton dewasa pun masih dapat menikmati serial ini.

Apakah Gumball hanya bercerita mengenai komedi dengan grafis dan gaya yang unik saja? Dibalik semua itu, sebenarnya Gumball mampu mengangkat topik yang cukup serius seperti cyber bullying, kesehatan mental, pernikahan, filosofi, toleransi, politik dan lain-lain. Topik-topik tersebut memang ditampilkan dengan halus, tapi tetap saja harus ada orang dewasa yang mendampingi penonton cilik ketika menonton serial ini.

Biasanya saya kurang suka dengan film yang absurd, agak aneh dan tidak jelas arahnya. Tapi kali ini, Gumball berhasil menarik perhatian saya. Serial ini pun pantas untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya ‘Bagus”.

Sumber: gumball.cartoonnetworkasia.com