Fast & Furious: Hobbs & Shaw (2019)

Tak terasa franchise Fast & Furous sudah menelurkan lebih dari 8 film. Pada tahun 2019, franchase ini menelurkan spin-off pertama mereka Fast & Furious: Hobbs & Shaw (2019). Jangan harap Vin Diesel akan muncul pada film ini karena sesuai judulnya, Lucas Rebecca “Luke” Hobbs (Dwayne Johnson) dan Deckard Shaw (Jason Statham) akan menjadi bintang utamanya.

Hal ini tentunya menarik sebab Deckard Shaw adalah karakter antagonis utama pada Furious 7 (2015), film ketujuh dari franchise Fast & Furious. Pada film tersebut pun Hobbs hadir sebagai pihak yang berseberangan dengan Shaw. Bagaimana keduanya dapat bekerja sama? Konflik antara Hobbs dan Shaw berhasil diramu dengan baik hingga menghasilkan kelucuan dimana-mana. Sayangnya, sepertinya hanya inilah keunggulan dari Fast & Furious: Hobbs & Shaw (2019). Kedua karakter utama berhasil memberikan suasana yang menyenangkan, tapi hanya sampai di sana saja.

Jalan cerita yang hanya begitu-begitu saja, aksi yang juga begitu-begitu saja, tidak memberikan nilai tambah lagi bagi film ini. Sudah dapat ditebak, Hobbs & Shaw harus menyelamatkan Bumi dari sebuah virus yang hendak dicuri oleh Brixton Lore (Idris Elba) dan kawan-kawan. Karena ini merupakan spin-off dari Fast & Furious, tentunya terdapat barbagai aksi yang melibatkan mobil, motor dan bahkan helikopter. Well, bagia saya pribadi, tidak ada yang “wah” disana.

Tapi ya Fast & Furious: Hobbs & Shaw (2019) tetap berhasil menyuguhkan sebuah tontonan yang menyenangkan. Maka, film ini masih layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”

Sumber: http://www.hobbsandshaw.com

The Jungle Book (2016)

jungle7

Saya mengenal The Jungle Book sebagai film kartunnya Walt Disney yang mengisahkan kehidupan Mowgli di hutan belantara, yaaaah semacam kawe satunya Tarzan laaahh. Maklum, keduanya sama-sama hidup di hutan sebatang kara, dibesarkan oleh hewan dan mampu berkomunikasi dengan hewan. Namun Tarzan memang lebih populer dibandingkan Mowgli-nya The Jungle Book, jelas saja saya menganggap bahwa Tarzan lebih dulu hadir daripada Mowgli. Ternyata saya salah besar . . .

Tarzan pertama kali hadir pada novel karangan Edgar Rice Burroughs, Tarzan of the Apes, pada 1914. Sedangkan Mowgli hadir pada buku karangan Rudyard Kipling, The Jungle Book, pada 1894. What?? Mowgli ternyata hadir lebih dahulu dibandingkan Tarzan. Biasa jadi justru Tarzan-lah yang merupakan Mowgli kawe 1. Apakah keduanya merupakan tokoh yang sama? Ooo tentu tidak, Tarzan adalah keturunan Inggris, sedangkan Mowgli adalah keturunan Asia Tengah. Tarzan dibesarkan oleh kera, sedangkan Mowgli dibesarkan oleh serigala. Tarzan tinggal di tengah-tengah hutan Afrika, sedangkan Mowgli tinggal di tengah-tengah hutan India. Aaahhh, serupa tapi tak sana.

Lucunya, pada tahun 2016 lalu, baik Tarzan maupun Mowgli hadir ke layar lebar. Tarzan hadir lebih dahulu di pertengahan tahun melalui The Legend of Tarzan (2016) yang pernah saya bahas beberapa bulan yang lalu pada blog ini. Mowgli hadir menjelang akhir tahun melalui The Jungle Book (2016). Mana yang lebih unggul?

Pada The Jungle Book (2016) dikisahkan bahwa hiduplah seorang anak kecil, Mowgli (Neel Sethi), hidup di tengah-tengah hutan India pada era kolonial dimana wilayah India masih dikuasai Inggris. Mowgli dibesarkan oleh kawanan serigala dan mampu berkomunikasi dengan seluruh hewan penghuni hutan. Kehadiran Mowgli sebagai satu-satunya manusia di tengah hutan tersebut, tidak disukai oleh Shere Khan (Idris Elba) sang harimau. Mowgli tidak pernah melukai Shere Khan, namun Shere Khan memang memiliki dendam pribadi terhadap manusia.

jungle2

Ketidaksukaan ini memicu pertikaian antara Shere Khan dengan kawanan serigala yang sudah menganggap Mowgli sebagai keluarga. Merasae jadi beban bagi kawanan serigala, Mowgli akhirnya memutuskan untuk pergi ke ujung hutan untuk masuk ke dalam perkampungan manusia. Ia merasa bahwa mungkin tempatnya bukanlah di hutan, melainkan di perkampungan manusia bersama-sama dengan manusia lainnya. Dalam perjalanannya Mowgli ditemani oleh Bagheera (Ben Kingsley), seekor panther yang sejak Mowgli kecil sudah mengajarkan Mowgli bagaimana hidup di hutan. Bagheera pada awalnya berniat untuk mengantarkan Mowgli sampai ke perkampungan manusia, namun akibat berbagai rintangan yang datang, terkadang Bagheera dan Mowgli terpisah sehingga Mowgli harus menghadapi bahaya sendirian. Beruntung tidak semua mahluk yang Mowgli temui berniat jahat, taruhlah Baloo (Bill Murray), seekor beruang oportunis yang Mowgli temui. Baloo menjadi sahabat baru Mowgli yang kemudian ikut memani Mowgli.

jungle6

jungle8

jungle3

jungle9

Ketika Mowgli sudah dekaaat sekali dengan perkampungan manusia, ia justru mendapatkan kabar bahwa Shera Khan membunuh pemimpin kawanan serigala. Seketika itu juga Mowgli berniat untuk membalas dendam dengan berbekal . . . akal manusia. Bagaimanapun juga, Mowgli adalah manusia yang dikaruniai akal pikiran. Ia menggunakan akalnya tidak hanya untuk melawan Shera Khan, melainkan untuk menolong hewan yang membutuhkan pertolongan.

jungle5

Film ini memang sudah dapat ditebak akhirnya, tapi saya tetap suka dengan bagaimana The Jungle Book (2016) mengisahkan perjalanan Mowgli, ceritanya menghibur dan sarat akan pesan moral yang baik bagi kita semua. Berbeda dengan The Legend of Tarzan (2016) yang lebih banyak adegan aksinya tapi pesan moralnya minim sekali.

Baik The Jungle Book (2016), maupun  The Legend of Tarzan (2016), sama-sama mampu memberikan visual yang bagus terkait hutan dan hewan-hewan penghuninya, tapi rasanya penampilan hewan-hewan pada The Jungle Book (2016) nampak lebih cantik dan lucu :).

jungle1Jelas sudah bagi saya pribadi, The Jungle Book (2016) lebih unggul dibandingkan The Legend of Tarzan (2016). The Jungle Book (2016) sudah sepantasnya untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”.

Sumber: thelawofthejungle.com

Star Trek Beyond (2016)

Star Trek Beyond 1

Pada 2016 ini, awak kapak pesawat penjelajah USS Enterprise yang dipimpin oleh Kapten James Tiberius Kirk (Chris Pine), kembali hadir ke layar lebar pada Star Trek Beyond (2016). Kapten Kirk kembali didampingi oleh Komandan Spock (Zachary Quinto), LetKol Leonard “Bones” McCoy (Karl Urban), Letnan Nyota Uhura (Zoe Saldana), LetKol Montgomery Scott (Simon Pegg), Pavel Chekov (Anton Yelchin) dan Hikaru Solo (John Cho). Sebagai bagian dari United Federation of Planets (UFP), USS Enterprise melakukan penjelajahan terus menerus menuju titik-titik terluar angkasa raya yang belum terpetakan. Dalam perjalanannya, Kirk dan kawan-kawan pergi menyelamatkan awak kapal yang terdampar.

Star Trek Beyond 13

Tanpa diduga, ternyata hal ini adalah jebakan yang Krall (Idris Elba) pasang untuk mengambil artefak kuno yang terdapat di dalam USS Enterprise. Karena USS Enterprise bukanlah pesawat perang, maka armada perang Krall berhasil menghancurkan USS Enterprise dan menawan sebagian besar awaknya. Kirk, Spock, Bones, Chekov dan Scott berhasil melarikan diri dan terdampar di sebuah planet. Di sana, mereka bertemu dengan Jaylah (Sofia Boutella) yang mampu memberikan secercah harapan untuk menggagalkan rencana jahat yang Krall rancang.

Star Trek Beyond 8

Star Trek Beyond 11

Star Trek Beyond 17

Star Trek Beyond 14

Star Trek Beyond 19

Star Trek Beyond 18

Star Trek Beyond 12

Star Trek Beyond 15

Star Trek Beyond 4

Apa rencana Krall? Siapakah Krall itu? Krall adalah mahluk misterius yang asal muasalnya ternyata sangat berhubungan dengan UFP. Ia hendak melancarkan sebuah serangan dengan bantuan artefak kuno yang Kirk simpan di dalam USS Enterprise. Untuk melakukan rencananya, Krall dibantu oleh tangan kanannya, Menes, yang Joe Taslim perankan. Sayang porsi Joe Taslim sebagai perwakilan Indonesia tidak trerlalu banyak. Riasan yang harus Joe gunakan pun membuat wajahnya tidak terlihat jelas. Namun bagaimanapun juga patut saya akui bahwa kostum dan riasan pada Star Trek Beyond (2016) terbilang keren sehingga Joe tampil seperti ras mahluk asing yang misterius, tidak seperti aktor yang menggunakan topeng karet.

Star Trek Beyond 2

Star Trek Beyond 5

Star Trek Beyond (2016) memang bukan film murahan, special effect yang disajikan pun terbilang bagus dan halus. Gambaran akan planet, pesawat luar angkasa dan pertempuran luar angkasa mampu mendukung jalan cerita yang lumayan ok. Jalan cerita Star Trek Beyond (2016) memang tidak terlalu spesial tapi paling tidak mampu menghibur. Tidak hanya adengan aksi dan perang-perangan saja yang Star Trek Beyond (2016) tampilkan loh, disana terdapat pula kelucuan-kelucuan yang terkadang mampu membuat saya tertawa :D. Entah bagaimana, Bones menjadi karakter favorit saya pada film Star Trek kali ini. Saya lihat di sana terdapat pengurangan porsi “drama” pada hubungan antara Kirk dan Spock yang mendominasi 2 film Star Trek sebelumnya.

Star Trek Beyond 16

Star Trek Beyond 3

Star Trek Beyond 6

Star Trek Beyond 7

Secara keseluruhan, Star Trek Beyond (2016) termasuk film yang layak untuk ditonton di bioskop dan mampu memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan” :). Ohh yaa, Star Trek Beyond (2016) dapat dikatakan sebagai film terakhir Anton Yelchin sebagai Pavel Chekov sebab Anton meninggal dunia pada sebuah kecelakaan mobil sekitar sebulan sebelum Star Trek Beyond (2016) hadir di bioskop-bioskop Indonesia. Film Star Trek berikutnya akan kehilangan Pavel Chekov yang selalu menjawab perintah Kirk dengan semangat :’).

Sumber: www.startrekmovie.com