Mechanic: Ressurection (2016)

Ketika Mechanic: Ressurection (2016) dirilis, saya sepertinya agak familiar dengan judul film ini, sepertinya dulu pernah ada film seperti ini. Aaahhh ternyata Mechanic: Ressurection (2016) merupakan sekuel dari The Mechanic (2011), hanya saja Mechanic: Ressurection (2016) tidak menggunakan angka 2 di judulnya :’D. The Mechanic (2011) adalah remake dari The Mechanic (1972) yang dibintangi Eyang Charles Bronson. Mengikuti alur The Mechanic (1972), The Mechanic (2011) mengisahkan petualangan Arthur Bishop (Jason Statham), seorang pembunuh bayaran handal yang biasa membuat korbannya nampak tewas kerena kecelakaan atau sebab alami. Setelah lama hidup dan bekerja sendirian, ia akhirnya mengangkat anak dari salah satu korbannya sebagai murid. Si murid sendiri tidak tahu bahwa Arthur-lah yang membunuh ayahnya. Sebuah film dengan latar belakang yang menjanjikan tapi hanya menghasilkan cerita yang klise dan standard. Hal ini mungkin terjadi karena The Mechanic (2011) terlalu setia mengikuti alur The Mechanic (1972) yang sudah agak usang bagi penonton abad 21. Saya sendiri heran kenapa kok film se-standard ini bisa ada sekuelnya? Ternyata walaupun kurang sukses di bioskop, permintaaan video on demand dan home video untuk The Mechanic (2011) cukup tinggi sehingga hadirlah sekuelnya, engg ing eeeng.

Karena The Mechanic (1972) tidak memiliki sekuel, maka saya harap Mechanic: Ressurection (2016) akan memiliki alur cerita sendiri yang lebih segar dan berbeda. Masih mengisahkan mengenai Arthur, kali ini Arthur dikisahkan sudah menyepi sendirian dan menolak berbagai tugas yang ditawarkan. Sampai pada akhirnya ia terpaksa menerima tugas dari Crain (Sam Hazeldine) setelah Crain menyandera Gina (Jessica Alba). Gina merupakan wanita yang baru saja Arthur kenal, tapi berhasil menarik hari Arthur. Demi Gina, Arthur harus membunuh 3 pemimpin organisasi kriminal dengan cara yang biasa Arthur lakukan di masa lalu, mati dengan sebab alami atau kecelakaan.

Sekilas, Mechanic: Ressurection (2016) nampak lebih klise dan tidak menjanjikan dibandingan The Machanic (2011). Yaa ampun, menyelamatkan gadis pujaan hati dengan melakukan tugas tertentu. Itu sudah banyak digunakan oleh film-film lain. Saya sama sekali tidak tertarik untuk menonton Mechanic: Ressurection (2016) di bioskop. Saya baru menontonnya di Catch Play setelah mendapatkan promo Unlimited Moviegoers :’D.

Diluar dugaan, ternyata Mechanic: Ressurection (2016) mampu memberikan adegan aksi yang keren. Di sana Arthur melakukan aksinya dengan taktik dan cara yang menyenangkan untuk ditonton. Tanpa melihat cerita dan latar belakang yang itu-itu saja, Mechanic: Ressurection (2016) mampu menghadirkan tontonan yang segar dan tidak membosankan.

Saya rasa Mechanic: Ressurection (2016) layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Kalau teman-teman mencari film aksi bodoh yang keren, maka film inilah yang pantas untuk ditonton.

Sumber: www.mechanic.movie

Iklan

Furious 7 (2015)

Furious7 4

Setelah pada Furious 6 (2013) Dominic “Dom” Toretto, Brian O’Conner (Paul Walker), Letty Ortiz (Michelle Rodriguez), Roman Pearce (Tyrese Gibson), Tej Parker (Chris Bridges), Han (Sung Kang) dan  Luke Hobbs (Dwayne Johnson) berhasil menggagalkan rencana Owen Shaw (Luke Evans), Dom dan kawan-kawan hidup damai tanpa menyadari bahaya yang datang. Pada Furious 7 (2015), dikisahkan bahwa ternyata Owen memiliki seorang kakak yang sangat berbahaya, Deckard Shaw (Jason Statham). Deckard adalah sebuah mesin pembunuh yang dulunya berkerja bagi pemerintah, sekarang pemerintah tidak dapat mengendalikan Deckard lagi, tak ada yang mampu mengendalikannya. Melihat adiknya terbaring tak berdaya di rumah sakit, Deckard bertekad untuk membalaskan kekalahan adiknya kepada Dom dan kawan-kawan.

Furious7 12

Operasi balas dendam Deckard diawali dengan membunuh Han, menyerbu kantor Luke Hobbs dan membom rumah keluarga Dom. Dalam upaya pemboman, keponakan Dom sekaligus anak dari Brian nyaris menjadi korban. Decker telah benar-benar membawa hawa peperangan ke dalam kehidupan Dom dan kawan-kawan. Deckard hadir sebagai sosok jagoan yang sulit diduga dan sulit dikalahkan, entah bagaimana cara Dom menyingkirkan mahluk satu itu. Dom dan kawan-kawan tidak bisa berdiam diri menunggu Deckard hadir dan membunuh mereka seperti Deckard membunuh Han. Pihak yang diburu harus mampu membalikkan keadaan menjadi pihak yang memburu.

Furious7 1

Furious7 8

Tiba-tiba hadir seorang misterius yang diperankan oleh Kurt Rusell datang menawarkan solusi bagi Dom. Sebuah perangkat canggih yang bernama God’s Eye telah hilang dan pemerintah membutuhkannya kembali sebelum God’s Eye dipergunakan oleh teroris. God’s Eye dapat menemukan siapapun, di manapun dengan menghimpun semua data yang terkumpul dari perangkat elektronik yang ada di dunia tanpa izin dari si pemilik perangkat-perangkat tersebut. Apabila Dom dan kawan-kawan berhasil menemukan dan merebut kembali God’s Eye, pemerintah akan membantu Dom untuk memburu Deckard dengan menggunakan God’s Eye.

Furious7 7

Furious7 6

Furious7 9

Aaahhh sebenarnya konsep perangkat semacam God’s Eye sudah sering diangkat pada film-film Amerika, tidak ada yang baru di sana. Yang baru adalah adegan aksi yang melibatkan mobil-mobil melompat beterbangan di angkasa, memang terlihat keren tapi agak mustahil sebenarnya hohohoho. Seperti film-film Fast & Furious sebelum Furious 7 (2015), Furious 7 (2015) menampilkan banyak aksi akrobatik yang melibatkan mobil. Tapi menurut saya, lama kelamaan film-film Fast & Furious bergeser dari film tentang balapan jalanan menjadi film tentang sekelompok mantan kriminal yang bersatu menjalankan sebuah misi bersama dengan menggunakan kemampuan mereka mengendalikan mobil. 2 Fast 2 Furious (2003), film kedua Fast & Furious, tetap menjadi film Fast & Furious favorit saya karena di sana masih ada kisah balapan jalanan yang detail beserta mobil-mobil yang nampak keren di eranya :).

Fast And Furious 6

Furious7 2

Furious7 5

Furious7 10

Furious7 3

Beruntung adegan aksi pada Furious 7 (2015) masih dibumbui oleh kekonyolan Roman Pierce yang kadang mampu membuat saya tertawa. Selain itu terdapat jalan cerita yang tidak terlalu mudah ditebak sehingga Furious 7 (2015) tidak terlalu menjemukan.

Rasaya, film terakhir Paul Walker ini layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Pada bagian akhir film ini terdapat persembahan khusus bagi Paul Walker yang tewas pada kecelakaan mobil sebelum Furious 7 (2015) dirilis ke pasaran. Saudara laki-laki Paul dan dengan dibantu oleh special effect diipergunakan untuk menyelesaikan Furious 7 (2015). Bagian akhir tersebut cukup menyedihkan mengingat Paul Walker selalu hadir pada film-film Fast & Furious sejak film pertama sampai ketujuh. Well sepertinya Paul akan absen pada Furious 8 yang mungkin akan hadir pada April tahun depan.

Furious7 13

Sumber: www.furious7.com

Spy (2015)

Spy 1

Film Spy (2015) bercerita mengenai kegiatan mata-mata atau espionase yang dilakukan oleh Susan Cooper (Melissa McCarthy), analis CIA yang menjadi mata-mata dadakan. Susan sehari-hari bekerja di belakang meja, memberikan dukungan bagi mata-mata yang bekerja di lapangan.

Spy 13

Dunia Susan berubah 180 derajat ketika CIA harus menemukan sebuah bom nuklir yang akan diperjualbelikan oleh Rayna Boyanov (Rose Byrne). CIA tidak dapat mengirim agen mata-mata andalannya karena Rayna sudah memperoleh bocoran terkait data-data agen rahasia CIA. Bahkan Bradley Fine (Jude Law), salah satu mata-mata andalan CIA, tewas di tangan Rayna. CIA harus mengirimkan seorang mata-mata yang sudah pasti tak akan Rayna kenali. Akhirnya, Susan-lah yang ditugaskan untuk melacak Rayna. Mengapa Susan? Sebenarnya Susan dulu sudah pernah lulus persyaratan untuk menjadi mata-mata CIA, namun Susan memutuskan untuk bekerja di belakang meja saja.

Spy 2

Susan mengawali misinya dengan rasa kurang percaya diri, gagap dan sedikit ketakutan. Penampilan Susan memang terbilang biasa, tidak seperti mata-mata CIA lain yang terlihat keren.

Spy 4

Spy 3

Spy 15

Tapi lama kelamaan Susan mampu menunjukkan kepada semua orang bahwa wanita tambun berpenampilan rata-rata sepertinya, mampu menjadi mata-mata sekelas James Bond. Susan bertransformasi menjadi mata-mata yang ahli berkelahi, mampu mengemudikan pesawat, agresif dan kasar. Sangat berbeda dengan Susan yang bekerja di belakang meja. Sayang karakter Susan hasil transformasi tersebut sama persis dengan karakter Mullins pada film The Heat (2013) yang juga diperankan oleh Melissa McCarthy, aktris yang sama. Jadi, saya melihat beberapa lelucon kasar yang mirip dengan yang Melissa pertontonkan pada The Heat (2013).

Spy 6

Spy 14

Spy 11

Spy 7

Spy 12

Spy 9

Untunglah terdapat beberapa lelucon segar yang membuat saya tertawa sebab jalan cerita Spy (2015) lumayan menarik dan tidak membosankan. Hal ini dapat disebabkan karena sepanjang film berlangsung, Susan didukung pula oleh teman-temannya yang abnormal seperti Rick Ford (Jason Statham), Aldo (Peter Serafinowicz) dan Nancy (Miranda Hart). Nancy adalah rekan sekantor Susan berfantasi menjadi mata-mata tetapi pada kenyataannya ia mudah panik dan agak konyol. Rick adalah mata-mata CIA yang agak bodoh dan sering mengumbar cerita-cerita kepahlawannya dengan cara yang “super lebay” x__x. Naaah kalau Aldo adalah mata-mata cabul yang selalu . . . cabuuuul @__@.

Spy 5

Spy 8

Akhir kata, Spy (2015) layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Walaupun menghibur dan bergenre komedi aksi, Spy (2015) bukanlah film yang cocok untuk ditonton anak-anak, leluconnya lelucon dewasa.

Sumber: http://www.foxmovies.com/movies/spy

The Expendables 3 (2014)

Expendables 01

Melanjutkan kisah sukses The Expendables (2010) & The Expendables 2 (2012), Barney Ross (Sylvester Stallone) dan kawan-kawan kembali hadir dalam The Expendables 3 (2014). Sebagaimana pernah dikisahkan pada 2 film sebelumnya, The Expendables 3 (2014) masih mengisahkan petualangan sekelompok tentara bayaran, The Expendables, yang dipimpin oleh Barney. Kali ini The Expendables mendapat tugas dari seorang agen CIA, Max Drummer (Harrison Ford), untuk memburu dan menangkap hidup-hidup Conrad Stonebanks (Mel Gibson). Siapakah Stonebanks itu? Ia adalah seorang pedagang senjata yang dikenal sadis dan merupakan penjahat perang, CIA ingin mengadili Stonebanks di pengadilan internasional.

Expendables 14

Tidak mau melihat teman-teman seperjuangannya tewas, Barney memutuskan untuk memberhentikan anggota The Expendables yang lama dan merekrut anggota-anggota baru yang lebih muda. Menurut Barney, sudah saatnya anggota-anggota lama The Expendables berhenti melakukan pekerjaan yang berbahaya. Semua ada batasannya, mau sampai kapan mereka hidup menantang maut sebagai tentara bayaran?

Expendables 7 Expendables 6 Expendables 5 Expendables 4 Expendables 3 Expendables 1

Barney akhirnya merekruit beberapa anggota baru yang memiliki berbagai keahlian tertentu, namun sayangnya tokoh-tokoh baru ini diperankan oleh orang-orang yang namanya kurang terkenal bagi saya pribadi :P. Barney dan The Expendables baru ini berangkat untuk menangkap Stonebanks hidup-hidup, sebuah misi yang sudah pasti gagal, hehehe jagoan ya pasti kalah dulu :P. Semua anggota The Expendables baru tertangkap, beruntung Barney dapat lolos dan kembali ke Amerika.

Expendables 13

Bukannya kapok, Barney justru semakin termotivasi untuk menangkap Stonebanks, apalagi Stonebanks menyandera semua anggota The Expendables baru. Barney merasa bahwa ia memiliki tanggung jawab moral untuk menyelamatkan sekelompok anak muda yang baru ia rekruit. Misi penyelamatan sekaligus penangkapan yang akan Barney lakukan ini melibatkan anggota-anggota The Expendables senior seperti Lee Christmas (Jason Statham), Doctor Death (Wesley Snipes), Gunner Jensen (Dolph Lundgren) dan Toll Road (Randy Couture). Selain itu, Barney juga dibantu oleh mantan teman seperjuangannya yaitu Trench Mauser (Arnold Schwarzenegger) dan Yin Yang (Jet Lee). Max Drummer juga ikut serta membantu Barney pada misi ini karena ia memiliki dendam pribadi dengan Stonebanks. Terakhir, Barney mendapat bantuan pula dari seorang tentara bayaran yang kehilangan hampir semua teman-temannya, Galgo (Antonio Banderas).

BRAY_20130905_EXP3_09112.dng EXP3_20130919_13327.jpg Expendables 11 Expendables 10 Expendables 9 Expendables 2

Mirip seperti The Expendables (2010) dan The Expendables 2 (2012), The Expendables 3 (2014) menghadirkan sebuah suguhan yang seru dengan menampilkan beberapa aktor film action yang sempat populer di era 90-an. Ketika menonton The Expendables 3 (2014), saya menemukan momen “wow keren”, lebay & lucu. Atribut serba hitam dan gaya/teknik tempur di film ini memang keren, meskipun saya masih melihat aksi-aksi lebay ala film action tahun 90-an dimana si jagoan dapat berdiri dan berlari sambil menembak ke segala arah tanpa terluka sedikitpun padahal tokoh-tokoh antagonisnya memiliki kesempatan yang cukup besar untuk melukai si jagoan. Syukurlah aksi lebay seperti itu porsinya relatif sedikit, saya hanya sekilas melihatnya. Yang saya paling suka dari The Expendables 3 (2014) adalah hadirnya beberapa momen lucu yang diakibatkan oleh “kegilaan” para kru The Expendables sehingga film ini tidak monoton, sesekali saya bisa tertawa lebar terutama ketika melihat tingkah stres Galgo yang diperankan dengan baik sekali oleh Antonio Banderas :D.

Expendables 8The Expendables 3 (2014) berhasil menghibur saya dan layak mendapat nilai 5 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus Sekali”. Sayangnya film ini sedang tersangkut kasus pembajakan sehingga peringkat Box Office-nya kurang baik. Beberapa minggu sebelum The Expendables 3 (2014) mulai tayang di bioskop, film ini sudah beredar di internet. Parahnya lagi, yang beredar di internet adalah file film dengan resolusi yang sangat bagus sekelas DVDRip, bukan kelas bawah seperti Cam. Entah Mas Stallone rugi berapa, semoga kasus ini tidak menghambat atau membatalkan pembuatan The Expendables 4 yang kabarnya akan menghadirkan pegulat WCW idola saya ketika masih SD, Hulk Hogan, hohohoho, semakin bisa ditebak nih sekitar berapa umur saya sekarang :P.

Sumber: www.theexpendables3film.com

The Expendables 2 (2012)

Di era tahun 80-an & 90-an film-film action seperti Rocky, Rambo, Terminator, Once Upon Time in China dan lain-lain cukup populer. Pada film-film tersebut, jagoan-jagoannya seperti tahan pukul & tidak mati-mati walau sudah ditembaki orang sekampung x_x. Lama-kelamaan tipe film action yang seperti itu semakin tergeser oleh film-film action dimana jagoannya adalah superhero atau memiliki kekuatan tertentu atau dibantu oleh peralatan yang canggih, mungkin agar lebih masuk akal. Rasanya memang kurang masuk akal jika ada 1 orang dapat mengalahkan ratusan tentara hanya dengan bermodal senapan, pisau & panah.

Sylvester Stallone adalah aktor yang cukup populer melalui film-film action di era 80-an & 90-an. Dia mengumpulkan aktor-aktor film action untuk bermain dalam 1 film, The Expendables. Di dalam film ini tidak ada satupun tokoh yang memiliki kekuatan super atau dibantu oleh peralatan canggih, back to basic. Nama-nama yang menjadi pemain di film ini juga cukup fantastis, banyak nama-nama terkenal ikut serta dalam film ini, meski kebanyakan sudah agak tua X’D. The Expendables meraih box office & sukses di pasaran sehingga Stallone dan kawan-kawan membuat sekuel dari The Expendables yang saat ini sudah hadir di bioskop-bioskop 21, entah kenapa di Blitz tidak ada.

The Expendables 2 diawali dengan adegan action yang menurut saya cukup “wah” bagus. Barney Ross (Sylvester Stallone), Lee Christmas (Jason Statham), Yin Yang (Jet Lee), Gunner Jensen (Dolph Lundgren), Hale Caesar (Terry Crews), Toll Road (Randy Couture) & Bill The Kid (Liam Hemsworth) menerobos benteng pertahanan yang dijaga oleh pasukan bersenjata untuk menyelamatkan Trench (Arnold Schwarzenegger) & seorang milyuner asal Cina. Setelah misi tersebut selesai, Barney dihubungi oleh Mr. Church (Bruce Willis) untuk mengambil suatu peta yang berisi informasi posisi tambang plutonium berada. Misi yang seharusnya mudah ini ternyata menjadi sulit karena Barney dan kawan-kawan berhasil dikalahkan oleh sekelompok tentara bayaran bernama The Sang yang dipimpin oleh Jean Vilain (Jean-Claude Van Damme). Bill The Kid bahkan tewas dalam pertempuran melawan The Shang. Barney bertekad untuk membalas dendam & menghabisi The Sang yang telah membunuh Bill The Kid. Pasukan Barney mendapat bantuan yang semakin menambah daftar artis-artis populer sebagai pendukung film ini. Untuk mengalahkan The Sang, Barney dibantu oleh Lee Christmas, Gunner Jensen, Hale Caesar, Toll Road, Mr. Church, Trench, Maggie (Nan Yu) & Booker (Chuck Norris). Akhir dari ceritanya bisa ditebak, jagoannya pasti menang. 😛

The Expendables 2 berhasil menampilkan adegan peperangan & perkelahian yang seru & realistis tanpa menayangkan tontonan yang terlampau sadis. Walau film action, The Expendables 2 bisa membuat penontonnya tertawa, ada dialog & situasi yang menurut saya cukup lucu :D. Adegan action yang spektakuler ditambah sedikit bumbu humor yang menghibur, membuat saya betah duduk di kursi bioskop selama 103 menit. Menurut saya The Expendables 2 layak untuk mendapat nilai 5 dari skala maksimal 5 yang artinya “Bagus Sekali”. Saya yakin banyak juga yang tidak sependapat dengan saya, terutama yang kurang suka dengan film action, apa yang ada di blog ini hanyalah pendapat pribadi saya seorang saja, jadi maaf kalau berbeda hehee. Saya sendiri merasa tidak menyesal tadi menonton film ini di bioskop, layarnya besar, suara juga bagus, pokoke top dah 🙂

Sumber: http://http://www.theexpendables2film.com