Spesialnya Special Nasi Tumpang Mbok Nah

Pada saat saya dan keluarga dalam perjalanan menuju Semarang kemarin, kami terjebak macet cukup parah di daerah Ampel. Untuk melepas penat dan mengisi tenaga, kami mampir ke Special Nasi Tumpang Mbok Nah yang terletak di Jalan Raya Ampel Nomor 145, Kalitengah, Ampel, Boyolali, Jawa Tengah. Warung yang konon sudah berdiri sejak 1973 tersebut, menyajikan nasi tumpang lengkap dengan sambalnya yang khas.

Saya yang sehari-hari tinggal di Jakarta sebenarnya agak asing dengan nasi tumpang. Nasi tumpang ternyata merupakan nasi dengan siraman sambal tumpang di atasnya. Sambal tumpang atau sambal lethok biasanya dibuat dari tempe bosok, santan, bawang, kencur, serai, daun jeruk, daun salam dan bumbu rempah lainnya.

Nasi tumpang yang saya santap di Special Nasi Tumpang Mbok Nah terdiri dari nasi, tahu, sayur dan guyuran sambal plus lauk pilihan lain sesuai selera. Di sana pengunjung dapat menambahkan lauk daging, telur, babat dan lain-lain. Paduan rasanya agak pedas-pedas manis dengan aroma harum yang khas. Keunggulan dari hidangan ini adalah di sambalnya, selain itu tidak ada yang terlalu spesial. Saya pribadi lebih senang menambahkan babat ke dalam nasi tumpang yang saya pesan, takstur babat terasa pas ketika bertemu dengan sambal tumpang.

Secara keseluruhan, Special Nasi Tumpang Mbok Nah dapat dijadikan pilihan mengisi perut yang lumayan ok di daerah Boyolali, walaupun konon bagi warga sekitar harganya sedikit mahal. Warung ini masih layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”.

Iklan

Mblusuk-Mblusuk di Warung Selat Mbak Lies

Walaupun terletak tak jauh dari rumah mertua saya, baru sekitar bulan lalu saya mampir ke Warung Selat Mbak Lies. Warung ini sudah beberapa kali diliput oleh Stasiun TV dan direkomendasikan oleh Om saya yang pernah tinggal di Solo. Lokasinya ternyata agak “ngumpet” di sebuah jalan kecil, Jalan Veteran, Gang II, Nomor 42, Serengan, Solo.

Bentuk warung yang sudah berdiri sejak 1987 ini, memang agak unik. Seluruh warung dipenuhi oleh -koleksi-koleksi keramik milik Ibu Wulandari Kusmadyaningrum atau Mbak Lies. Pada beberapa bagian keramik, terdapat tanda tangan beberapa artis yang pernah berkunjung. Bagi beberapa pengunjung, dekorasi Warung Selat Mbak Lies dijadikan tempat foto-foto karena keunikannya tersebut.

Bagaimana dengan hidangannya? Sesuai judulnya, pengunjung memiliki selat sebagai hidangan andalannya. Selat berasal dari kata slaatje atau salad, hidangan yang biasa disantap orang-orang Belanda di masa penjajahan. Warga pribumi, ingin meniru hidangan tersebut tapi disesuaikan dengan lidah pribumi sehingga jadilah selat yang berkembang saat ini.

Warung Selat Mbak Lies sendiri menyajikan 2 jenis selat yaitu selat bestik dan selat gelatine. Berdasarkan rekomendasi dari famili saya, pada kunjungan pertama saya, saya mencicipi selat gelatine kuah segar. Hidangan ini terdiri dari potongan wortel, buncis, kentang, telur pindang, rolade daging, mustard, bawang dan selada. Kalau digabung, rasanya agak flat dengan sedikit rasa manis dan gurih di sana. Rolade dagingnya terasa agak dominan dengan rasa gurih yang lumayan enak, selain itu tidak ada yang terlalu spesial di sana. Lidah Jakarta saya mungkin tidak terlalu cocok dengan hidangan khas Jawa Tengah ini :’D.

Mungkin lain kali saya akan kembali ke sana untuk mencici menu lainnya. Sementara ini, saya rasa Warung Selat Mbak Lies layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Not bad-laaaah :).

Ayam Bakar Arto Moro Tembalang

Artomoro

Satu lagi kuliner Semarang yang dulu sering saya kunjungi ketika kuliah di sana, Ayam Bakar Arto Moro. Ayam Bakar Arto Moro terletak di Jl. Ngesrep Timur V No. 45B, Sumurboto, Tembalang, Semarang Selatan. Dulu, makan di rumah makan ini terbilang lumayan mahal bagi anak kos seperti saya. Saya hanya datang ke sana disaat uang bulanan masih terasa tebal :’D.

Peta Artomoro

Peta Artomoro

Bertahun-tahun tidak singgah di Ayam Bakar Arto Moro, akhirnya momen lebaran kemarin saya manfaatkan untuk makan siang di sana. Kondisi rumah makan tersebut sama sekali tidak berubah. Rumah makan yang dulu nampak lumayan mentereng sudah tidak nampak mentereng lagi, terkubur oleh bangunan-bangunan baru di sekitar daerah Ngesrep.

Artomoro

Bagian Dalam Artomoro

Bagaimana dengan makanannya? Masih sama, menu unggulan Ayam Bakar Arto Moro tak lain yaaaa ayam bakar hehehehe. Ada ayam bakar yang menggunakan bumbu manis, dan ada yang bumbunya bumbu pedas. Ayam dibakar dan dicelupkan ke dalam bumbu manis atau pedas yang melimpah. Inilah yang saya suka dari Ayam Bakar Arto Moro, tidak pelit bumbu ;).

Artomoro

Ayam Bakar Manis

Artomoro

Ayam Bakar Pedas

Ayam bakar dengan bumbu manis terasa manis-manis gurih, sedangkan ayam bakar dengan bumbu pedas terasa manis pedas dab guruh. Bumbu pedas yang dipergunakan sebenarnya merupakan bumbu manis yang ditambahkan cabai sehingga ada rasa pedas yang memperkaya rasa keseluruhan. Saya pribadi lebih suka dengan ayam bakar bumbu pedasnya. Walaupun menggunakan cabai, ayam bakar bumbu pedasnya tidak terasa pedas sekali kok, cukup bersahabat bagi lambung teman-teman yang tidak tahan pedas :). Lumuran kedua jenis bumbu tersebut mampu menyatu bersama daging ayam yang empuk. Sekilas tercium pula aroma bakaran yang harum ketika hidiangan ini sedang ada di dalam rongga mulut saya, yuummmm, enak.

Ayam bakar yang empuk dengan lumuran bumbu yang enak dan melimpah, tetap mampu menjadi daya tarik Ayam Bakar Arto Moro. Rasanya rumah makan ini masih layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak”.

Menyantap Hidangan Timur Tengah di Marakez Cafe

Marakez1

Setelah istri saya melahirkan di Solo, otomatis istri dan anak saya yang baru lahir akan tinggal di Solo untuk beberapa bulan. Dengan demikian saya pun sering bolak balik Jakarta-Solo untuk menengok mereka. Nah ketika saya sedang di Solo kemarin, saya singgah di Marakez Cafe, sebuah restoran Timur Tengah yang terletak di Jl. Untung Surapati No. 76, Solo, Jawa Tengah. Restorannya nyaman dengan menyediakan ruangan VIP, ruangan biasa dan taman. Pengunjung dapat memilih mau makan di mana.

Bagian Dalam Marakez

Bagian Dalam Marakez

Hidangan yang Marakez sajikan antara lain adalah nasi goreng kambing, nasi mahdi, mugalgal kambing, shish tawook dan lain-lain. Untuk minuman, terdapat aneka minuman dengan nama yang unik seperti sunset in kashmir, baghdad in love dan lain-lain.

Nasi goreng kambingnya Marakez menggunakan daging kambing yang lumayan banyak dan empuk. Minyak saminnya terasa sekali, mantabbbb. Rasanya ini termasuk salah satu nasi goreng kambing paling enak yang pernah saya makan ;).

Nasi Goreng Kambing

Nasi Goreng Kambing

Nasi mahdinya Marakez memiliki aroma tomat yang harum di dalam rongga mulut saya. Rasanya sendiri gurih-gurih lembut dan terasa lebih enak lagi ketika dipadukan dengan kambing bakar yang empuk dan enaaaaak.

Nasi Mahdi

Nasi Mahdi

Mugalgal kambing merupakan hidangan yang baru pertama kali saya cicipi. Hidangan ini terdiri tumisan bawang, tomat, paprika, daging kambing, merica dan bumbu lainnya. Sebagai pendampingnya, tak lupa terdapat roti bundar yang agak kenyal tapi terasa lembut. Paduan rasanya lumayan enak, rasanya agak sedikit pedas, pedasnya merica bukan cabai.

Mugagal Kambing

Mugalgal Kambing

Shish tawook merupakan jenis kebab yang disajikan dengan tusukan seperti sate. Tusukan kebab tersebut terdiri dari daging kambing, paprika, tomat, bawang dan lain-lain. Seperti mugalgal kambing, shish tawook ditemani pula oleh roti yang bundar dan putih. Kemudian terdapat nanas, timun dan bumbu putih yang diletakkan terpisah dari tusukan kebab dan roti. Penampilannya cantik dan menggugah selera, tapi bagaimana cara memakannya? Waduuuh, saya juga tidak tahu. Yang tempo lalu saya lakukan adalah mengambil bagian dari sate kebab dan roti untuk kemudian digabungkan dengan nanas, timun dan bumbu putuh satu per satu menggunakan tangan. Salah? Aaahhh cuek saja, rasanya tetap enaaaak kok. Kekenyalan roti menyatu dengan baik ketika bertemu dengan kambing bakar yang harum dan empuk. Tak lupa bumbu putih, entah namanya apa, memberikan rasa yang semakin enak. Sayuran dan potongan buah yang ada pun terasa enak ketika bertemu dengan roti dan bumbu putih tersebut. Saya tidak menyesal mencicipi shish tawook di Marakez, rasanya memuaskan ;).

Shish Tawook

Shish Tawook

Minuman baghdad in love merupakan campuran antara yogurd dan strawberry dengan buah cerry diatasnya. Rasanya asam-asam segar. Saya pribadi kurang suka sih heheheh.

Minuman sunset in kashmir terdiri dari tiramisu, whipcream, coklat dan buah cerry. Rasa manis whipcream, aroma kopi ringannya tiramisu beserta rasa coklat terasa pas sekali. Wwwuuuiiihhh rasanya cocok bagi saya dan istri saya, inilah minumam favorit kami di Marakez :).

Sunset in Kashmir & Baghdad in Love

Sunset in Kashmir & Baghdad in Love

Secara keseluruhan, saya puas dengan beberapa kunjungan saya ke Marakez. Tempatnya nyaman dan makanannya enak. Marakez layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak” :).

Hangat Segar Timlo Sastro, Hidangan Khas Solo

Timlo Sastro 1

Setelah menemani istri saya melahirkan di Jebres, Surakarta, saya mampir ke salah satu warung yang menyajikan kuliner khas Solo, Timlo Sastro. Timlo Sastro atau kadang disebut juga Timlo Balong, didirikan oleh Pak Sastro pada tahun 1950-an di belakang Pasar Gede Solo, Kampung Balong. Sampai saat ini Timlo Sastro dapat ditemui di:

  • Pasar Gede Timur No. 1-2, Balong, Solo, Jawa Tengah.
  • Jl. Dr. Wahidin 3 No. 5, Penumping, Solo, Jawa Tengah.

Warung Timlo Sastro tidak berbentuk seperti restoran mewah, melainkan warung sederhana yang cukup bersih. Hal ini tidak masalah bagi banyak orang karena kenikmatan Timlo Sastro cukup terkenal di sekitar Solo.

Timlo Sastro 7

Timlo Sastro 6

Saya pribadi baru kemarin mencicipi hidangan yang namanya timlo, namanya saja agak asing di kuping saya. Seperti apa Timlo Sastro itu? Sekilas Timlo Sastro mirip sup atau soto bening. Ati ampela, daging ayam, semur telur bebek dan sosis dimasukkan ke dalam semangkuk kuah kaldu ayam yang telah dicampur dengan bawang, pala dan lada. Paduan rasanya mampu memberikan sensasi gurih-gurih segar yang enak, ternyata timlo mantab juga rasanya, cocok dengan lidah saya. Ati ampela yang berenang di dalam kuah timlo tidak terasa amis tapi bagi teman-teman yang kurang suka ati ampela dapat memesan timlo tanpa ati ampela lhoo. Saya kemarin sendiri memilih untuk memesan timlo komplit. Saran saya, jangan pesan timlo tanpa sosis karena sosisnya Timlo Sastro beda, bukan sosis daging pada umumnya. Sosisnya Timlo Sastro berupa suwiran dada ayam yang dibungkus oleh semacam lapisan tepung loempia, layak dicoba ;).

Timlo Sastro 4

Untuk menemani timlo, terdapat hidangan tambahan lain seperti pangsit, tahu, sosis solo dan lain-lain. Saya pribadi lebih senang dengan sosis solo karena rasanya dapat menyatu dengan baik dan membuat timlo semakin nikmat di lidah yummmmm.

Timlo Sastro 2

Timlo Sastro 3

Timlo Sastro 5

Pengalaman saya di Timlo Sastro kemarin membuat saya ketagihan dan memasukkan Timlo Sastro sebagai salah satu makanan favorit saya di Solo. Timlo Sasto memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak” :).

Bakso Alex, Bakso Sapi Asli dari Solo

Bakso Alex 1

Satu lagi kuliner Solo yang sempat saya cicipi beberapa minggu yang lalu, Bakso Alex. Bakso memang bukanlah hidangan khas kota Solo, tapi berdasarkan rekomendasi temannya istri sepupu saya, akhirnya saya dan keluarga mampir ke salah satu cabang Bakso Alex yang ada di Solo. Bakso Alex sendiri sebenarnya sudah memiliki  4 cabang yaitu:

  1. Jl. Gajah Mada No. 62, Solo. Tlp. 081567800004.
  2. Jl. Yosodipuro No. 12B, Solo. Tlp. 087836300004.
  3. Jl. Sidoluhur,Cemani, Sukoharjo. Tlp. 087836300004.
  4. Timur “Monumen Pancasila”, Karanganyar. Tlp. 08122988575.

Hidangan yang ditawarkan Bakso Alex tidak beraneka ragam, hanya bakso halus dan bakso urat. Rasa baksonya sendiri lumayan enak, rasa daging sapinya cukup terasa tanpa menghadirkan aroma sapi yang terlalu menyengat. Banyak pengunjung yang memesan bakso uratnya, tidak heran kalau saya sering kehabisan bakso urat ketika berkunjung ke Bakso Alex.

Bakso-bakso tersebut tidak berenang sendirian di dalam kuah lutut sapi yang hangat & gurih, tapi ditemani pula oleh mie, bihun dan pangsit goreng. Sementara itu daun sawi yang biasanya disajikan di dalam kuah, justru disajikan terpisah di atas pisin kecil. Ada beberapa pengunjung yang menyantap bakso dengan nasi putih, mungkin supaya lebih kenyang hehehehe.

Bakso Alex 2

Bakso Halus

Kombinasi rasa bakso khas Bakso Alex dengan berbagai bahan lain yang disajikan, terasa pas dan lumayan enak. Olehkarena itulah Bakso Alex layak mendapat nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”.

Segarnya Dawet Telasih Bu Dermi

Dawet Bu Dermi

Beberapa hari yang lalu, saya mampir ke Pasar Gede Solo untuk membelikan beberapa bumbu masakan titipan tante saya. Di tengah-tengah pasar yang penuh dan panas, saya lihat ada beberapa lapak dawet telasih. Mereka ada di suatu area yang berdekatan dan menggunakan papan nama berupa spanduk besar dan tulisan yang menyala. Nah, jangan tertipu atau salah lapak, dawet yang terkenal di Pasar Gede Solo adalah Dawet Telasih Bu Dermi. Meskipun papan namanya relatif kecil, Dawet Telasih Bu Dermi selalu dipadati oleh banyak pengunjung. Saya pun tahu tentang Dawet Selasih Bu Dermi dari istri saya yang memang orang Solo, kalau tidak saya pasti sudah nyasar ke lapak dawet lain.

Meskipun penuh sesak, saya rela mengantri demi dawet yang konon mampu bertahan hingga 3 generasi. Banyak pengunjung yang rela menikmati kesegaran dawetnya Bu Dermi sambil berdiri. Makluuum, tempat duduknya sedikit sekali. Jangan harap untuk memperoleh kenyamanan di lapak yang sempit tersebut.

Dari penampilannya, Dawet Telasih Bu Dermi kurang menarik, sekilas terlihat hanya berupa mangkuk kecil berisi air dingin berwarna putih. Air tersebut adalah santan cair dan santan kental. Di dalamnya terdapat biji telasih, bubur ketan hitam, bubur sumsum, tape ketan dan cendol. Bahan-bahan yang dipergunakan menggunakan bahan natural, bahkan hijaunya cendol diperoleh dari perasan daun suji.

Dawet Bu Dermi 2

Dawet Bu Dermi 3

Penampilan Dawet Telasih Bu Dermi bertolak belakang dengan rasanya. Dawet ini adalah dawet terenak & tersegar yang pernah lidah saya cicipi. Bahan-bahannya terasa lembut. Rasa segar dan rasa manis yang passs dari air santan putihnya semakin membuat saya ketagihan. Waaah pantas saja banyak pengunjung pasar yang rela berdesak-desakan di depan lapaknya Dawet Telasih Bu Dermi :).

Bagi yang kurang senang dengan suasana pasar, dapat mengunjungi cabang lain Dawet Telasih Bu Dermi yang ada di Monumen Pers, Jl. Ir. Djuanda, Beteng/PGS, Wedangan Pak Gendut Solo Baru dan Festival Kuliner Mall Solo. Semuanya ada di Solo, bukan Jakarta apalagi Bekasi :’P. Bagi yang mau memesan Dawet Telasih Bu Dermi dalam jumlah besar, dapat menghubungi 0271-665493, 0271-622552, 08122650302. Harga yang murah dan kombinasi rasa yang mantab membuat saya ikhlas untuk memberikan Dawet Telasih Bu Dermi nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak”. Recommended pokoke ; ).