Bakso Alex, Bakso Sapi Asli dari Solo

Bakso Alex 1

Satu lagi kuliner Solo yang sempat saya cicipi beberapa minggu yang lalu, Bakso Alex. Bakso memang bukanlah hidangan khas kota Solo, tapi berdasarkan rekomendasi temannya istri sepupu saya, akhirnya saya dan keluarga mampir ke salah satu cabang Bakso Alex yang ada di Solo. Bakso Alex sendiri sebenarnya sudah memiliki  4 cabang yaitu:

  1. Jl. Gajah Mada No. 62, Solo. Tlp. 081567800004.
  2. Jl. Yosodipuro No. 12B, Solo. Tlp. 087836300004.
  3. Jl. Sidoluhur,Cemani, Sukoharjo. Tlp. 087836300004.
  4. Timur “Monumen Pancasila”, Karanganyar. Tlp. 08122988575.

Hidangan yang ditawarkan Bakso Alex tidak beraneka ragam, hanya bakso halus dan bakso urat. Rasa baksonya sendiri lumayan enak, rasa daging sapinya cukup terasa tanpa menghadirkan aroma sapi yang terlalu menyengat. Banyak pengunjung yang memesan bakso uratnya, tidak heran kalau saya sering kehabisan bakso urat ketika berkunjung ke Bakso Alex.

Bakso-bakso tersebut tidak berenang sendirian di dalam kuah lutut sapi yang hangat & gurih, tapi ditemani pula oleh mie, bihun dan pangsit goreng. Sementara itu daun sawi yang biasanya disajikan di dalam kuah, justru disajikan terpisah di atas pisin kecil. Ada beberapa pengunjung yang menyantap bakso dengan nasi putih, mungkin supaya lebih kenyang hehehehe.

Bakso Alex 2

Bakso Halus

Kombinasi rasa bakso khas Bakso Alex dengan berbagai bahan lain yang disajikan, terasa pas dan lumayan enak. Olehkarena itulah Bakso Alex layak mendapat nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”.

Warung Makan Bu Ugi, Jawaranya Panganan di Tawangmangu

Bu Ugi 1

Berapa minggu yang lalu, saya berlibur ke Tawangmangu. Kalau orang Jakarta punya Puncak, nah orang Solo punya Tawangmangu. Setelah jalan-jalan sampai Sarangan, saya putar balik lagi ke Tawangmangu dan mampir di sebuah rumah makan yang konon sudah sejak lama menjadi jawara kuliner di Tawangmangu. Rumah makan tersebut bernama Warung Makan Bu Ugi. Waeung tersebut terletak di Jalan Raya Lawu, Tawangmangu, Solo, letaknya di sebelah timur Pasar Tawangmangu. Kalau dari arah bawah kita akan menemui Pasar Tawangmangu dahulu, barulah Warung Makan Bu Ugi kita temui.

Bu Ugi 2

Bagian dalam Warung

Warung Makan Bu Ugi memiliki spesialisasi pada hidangan pecel dan sop buntut. Pada sekitar tahun 1930-an, awalnya Warung Makan Bu Ugi hanya menjual pecel saja, kemudian mulai sekitar tahun 1980-an Warung Makan Bu Ugi mulai menyajikan sop buntut dan laris manis di pasaran :).

Sop Buntut Bu Ugi disajikan dengan menggunakan kuah bening yang . . . ajibbb enak sekali, rasanya gurih, aroma & rasa daging sapinya benar-benar terasa :). Di dalam kuah yang nikmat tersebut, terdapat potongan kentang, wortel, taburan daun bawang dan potongan daging yang empuk. Waaah, sop buntutnya Bu Ugi memang benar-benar sop buntut jawara, apalagi ketika saya melahapnya di tengah-tengah kawasan Gunung Lawu yang dingin, yuummmmm, nagihhh.

Bu Ugi 3

Sop Buntut

Sebenarnya selain pecel & sop buntut, Warung Makan Bu Ugi juga menyajikan menu lain seperti sop iga & garang asem. Garang asemnya disajikan di dalam bungkusan daun yang cukup besar & tebal. Ketika daun tersebut dibuka, terdapat potongan belimbing wuluh, cabai & daging ayam yang berenang di dalam kuah keabu-abuan. Daging ayamnya terasa empuk dan dipotong dalam potongan yang cukup besar. Ketika daging tersebut dipadukan dengan bahan-bahan lain, saya tidak mersakan rasa gurih, tapi agak asam yang menyegarkan, lumayan okelaaah tapi tetap saja jauuh lebih enak sop buntutnya ; ).

Bu Ugi 5

Garang Asem

Oh yaaa, di setiap meja, terdapat piring yang berisi gorengan tahu & tempe, tidak bervariasi & rasanya juga biasa saja, kalaupun dimakan bersama-sama sop buntut, tidak terlalu pas.

Bu Ugi 4

Aneka Gorengan

Tempat yang bersih, pelayanan yang cepat & harga yang relatif murah, menurut saya pribadi yang asal Jakarta yaa, menjadi faktor tambahan kenapa Warung Makan Bu Ugi layak mendapat nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak”. Sudah 2 kali saya pergi ke Tawangmangu, kalau soal panganan alias makan, Warung Makan Bu Ugi yang paling enak di sana :D.

Ngeteh di Kebun Tehnya Ndoro Donker

Ndoro Donker 7

Ketika saya berlibur ke Solo beberawa waktu yang lalu, saya menyempatkan diri untuk pergi agak keluar kota Solo sejenak, mengunjungi Ndoro Donker, sebuah tempat yang direkomendasikan oleh … istri saya sendiri hehee. Sebenarnya Ndoro Donker itu apa ya? Ndoro Donker adalah restoran dengan konsep ngeteh di perkebunan teh, restoran ini terletak di Jl. Afdeling Kemuning No. 18, Karanganyar, Solo. Kalau dari arah Solo, di persimpangan antara ke arah Tawangmangu dan ke arah Candi Sukuh, pilih belokan ke kiri yang menuju ke arah Candi Sukuh sebab Ndoro Donker terletak sekitar 3 km dari Candi Sukuh.

Lokasi Ndoro Donker berdiri di tengahh-tengah perkebunan teh yang terletak di sisi barat Gunung Lawu, suasananya bagus untuk kumpul-kumpul, unik. Area indoor restoran Ndoro Donker sendiri sebenarnya merupakan rumah kepala perkebunan teh Belandayang sudah berdiri sejak tahun 1700-an, zaman ketika negri kita dijajah Belanda. Bangunnya masih berbentuk bangunan Belanda zaman dahulu dengan sedikit modifikasi.

Ndoro Donker 6

Bagian Depan Ndoro Donker

Ndoro Donker 5

Bagian Dalam Ndoro Donker

Menu utama di Ndoro Donker tak lain adalah teh :), restoran ini sebenarnya lebih tepat disebut sebagai rumah teh. Ndoro Donker menyajikan aneka teh mulai dari teh oolong, teh tung ting, teh tarik, teh lawu, teh serai, teh hijau, teh hitam, teh radja, teh mint, teh earl gray, teh lady gray, teh passion fruit, teh forest, teh camomile sampai teh putih yang langka. Banyak sekali yaaaa, saya pribadi sering minum teh tapi bukan penggemar berat teh & tidak dapat membedakan rasa antara teh 1 dengan teh lainnya, meskipun patut diakui saya merasakan manfaat dari teh, berat badan saya turun semenjak rutin minum teh oolong, hohohoho. Bapak saya pasti senang sekali mampir di tempat ini, beliau senang minum teh :).

Ndoro Donker 4

Aneka Teh & Gula

Ndoro Donker 1

Gerai Teh

 

Selain teh, Ndoro Donker menyajikan menu makanan untuk menemani acara ngeteh para pengunjung, makanannya tidaklah berat, ringan-ringan semua kok :). Makanan yang disajikan Ndoro Donker adalah makanan masa lampau ala Eropa dan Jawa seperti kentang ongloc donker, pisang panggang, ketela lumur madu, timus batang keju, tahu donker, ubi jalar towo, ayam bakar, iga bakar, soup iga & lain-lain. Dari berbagai hidangan tersebut, saya baru sempat mencicipi timus batang keju & kentang ongloc donker. Timus batang keju merupakan parutan ubi yang rasanya manis, lumayan enak ketika dipadukan dengan cocolan sambal :D. Kentang ongloc donker adalah parutan ketang jenis ongloc yang digoreng dan dibubuhi keju, rasanya agak manis & rasa kejunya cukup dominan.

Ndoro Donker 2

Kentang Ongloc Donker

Ndoro Donker 3

Timus Batang Keju

Menyantap hidangan ala Ndoro Donker & teh di tengah perkebunan teh memberikan perasaan yang berbeda, tempat ini memang cocok untuk dijadikan tempat berkumpul. Bagi pengunjung yang narsis, bagus juga untuk foto-foto, hehehehe. Tidak hanya teh atau makanan, Ndoro Donker juga menjual suasana. Menurut saya, Ndoro Donker layak mendapat nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Ngeteh yuuuukkk ;).