Despicable Me 3 (2017)

Despicable Me

Beberapa minggu terakhir, anak saya selalu menperoleh mainan minions dari Happy Meal McDonald’s. Pada waktu itu saya langsung menduga bahwa sebentar lagi akan ada film Despicable Me atau Minions di Bioskop. Aahh benar saja, tak lama, Despicable Me 3 (2017) hadir di bioskop. Akhirnya saya bersama dengan keluarga pergi menontonnya. Semoga filmnya bisa sebaik film yang pertama yaaa :).

Kali ini Felonious Gru (Steve Carell) dan kawan-kawan harus berhadapan dengan Balthazar Bratt (Trey Parker). Bratt merupakan mantan bintang film yang beralih profesi menjadi penjahat. Ia terobsesi dengan tokoh jahat yang ia perankan dahulu kala. Mirip seperti lawan-lawan Gru pada film Despicable Me sebelumnya, Bratt dilengkapi oleh berbagai teknologi canggih. Gru dan Lucy Wilde (Kristen Wiig) saja sampai harus kehilangan pekerjaan akibat dianggap gagal menangkap Bratt. Gru bertekad untuk melakukan segala cara untuk menangkap Bratt dan memperoleh pekerjaannya kembali sebagai agen AVL (Anti Villain League).

Despicable Me

Despicable Me

Demi menangkap Bratt, Gru pun akhirnya memperalat Dru (Trey Parker), saudara kembar Gru yang ingin sekali berkarier di dalam dunia kriminal seperti Gru dahulu kala. Dengan alasan ingin mengajarkan bagaimana menjadi penjahat yang handal, Gru menggunakan fasilitas yang Dru miliki untuk mengambil kembali permata yang Bratt curi, sekaligus menangkap Bratt.

Despicable Me

Despicable Me

Despicable Me

Despicable Me

Despicable Me

Sebelum bergabung dengan AVL, Gru memang seorang penjahat ternama. Gru selalu didukung oleh mahluk kuning yang disebut minions. Secara natural, minions memang selalu tertarik dengan tokoh-tokoh kriminal. Alih profesi yang Gru lakukan membuat minions kecewa dan berhenti mendukung Gru. Para minions pun keluar untuk mencari majikan baru yang mereka anggap cukup jahat untuk menjadi majikan mereka.

Despicable Me

Nah, lalu apa hubungan minions dengan Dru dan Bratt? Pada akhirnya ada sih, walaupun sedikit. Saya lihat Despicable Me 3 (2017) memiliki beberapa karakter dengan kisahnya masing-masing yang terasa tetap terpisah, bukan merupakan kesatuan dengan hubungan yang kuat dan utuh.

Coba tengok saja beberapa masalah sampingan lain yang semakin membuat terpecah-pecahnya kisah pada film ini. Ada masalah Lucy yang sedang belajar menjadi ibu, ada masalah anak-anak Gru yang berburu unicorn dan ada masalah anak sulung Gru yang dilamar seorang pemuda. Aww apa-apaan ini? Begitu banyak yang mau dikisahkan, sampai-sampai lalai terhadap kualitas dari jalan cerita secara keseluruhan.

Memang sih tingkah minions tetap lucu. Tokoh kuning yang agak gila ini memang telah lama menjadi tokoh favorit saya. Tap kok ya rasanya pada film ini relatif tidak ada hal baru yang minions tampilkan. Semua jadi terasa hambar dan agak membosankan.

Despicable Me

Despicable Me

Despicable Me 3 (2017) gagal menyamai kesuksesan Despicable Me (2010)). Saya sendiri hanya dapat memberikan nilai 2 dari skala maksimum 5 yang artinya “Kurang Bagus”. Bagian akhir Despicable Me 3 (2017) menunjukkan bahwa akan ada film keempat, sebuah film yang sepertinya tidak akan saya tonton di bioskop, yaaah tunggu versi Blue Ray atau DVD nya sajalah.

Sumber: http://www.despicable.me

Iklan

Planet Hulk (2010)

Setelah tampil pada beberapa film layar lebar The Avengers, saya mendengar bahwa Marvel akan menghadirkan film solo Hulk kembali. Film tersebut kemungkinan akan mengambil cerita komik Planet Hulk sebagai latar belakangnya. Namun berita tersebut menghilang dengan sendirinya dan proyek film Hulk semakin hari semakin menghilang, terkubur dengan proyek-proyek film superhero Marvel lainnya seperti Captain America, Guardians of the Galaxy, Black Panther, Thor dan lain-lain. Menjelang rilis Thor: Ragnarok (2017), kata-kata Planet Hulk kembali menggema. Banyak yang meramalkan bahwa cerita Thor: Ragnarok (2017) akan seperti Planet Hulk. Planet Hulk lagi, Planet Hulk lagi, cerita tentang apa itu?

Akhirnya saya memilih untuk menonton Planet Hulk (2010), sebuah film animasi Marvel yang dibuat berdasarkan komik Planet Hulk. Di sana dikisahkan bahwa Hulk (Rick D. Wasserman) diasingkan oleh Iron Man (Marc Worden) dan kawan-kawan karena Hulk dianggap terlalu berbahaya bagi penduduk Bumi. Hulk memang sangat kuat terutama disaat ia sedang marah sekali, nah amarah itulah yang terkadang membuat Hulk hilang kendali.

Pesawat luar angkasa yang mengantarkan Hulk menuju pengasingan, gagal menahan Hulk. Dengan penuh amarah, Hulk mampu merobek-robek pesawat tersebut hingga akhirnya ia terdampar di planer Sakaar. Planet Sakaar sedang dikuasai oleh Red King (Mark Hildreth), seorang raja yang menggunakan pertarungan ala gladiator sebagai hiburannya. Pasukan sang raja menangkap Hulk dan menjadikan Hulk sebagai gladiator di arena berdarah milik Red King. Dengan kekuatan Hulk yang amat besar, sudah dapat ditebak bahwa kemenangan akan selalu memihak Hulk. Tapi ternyata ada karakter dari komik Thor yang terdampar pula di sana. Seorang lawan yang dapat menyamai Hulk.

Di luar arena gladiator, praktis tak ada yang dapat menghalangi Hulk selain Caiera (Lisa Ann Beley). Sayang Caiera berada di pihak Red King. Kenapa kok karakter yang satu ini mampu menandingi Hulk, tidak terlalu dijelaskan padahal dia bukanlah tokoh yang terkenal di dunia Marvel, saya sendiri baru kali ini mengetahui keberadaan Caiera. Pada perkembangan cerita selanjutnya, Caiera melakukan perpindahan dukungan dan pergeseran hubungan dengan Hulk. Perubahan keberpihakan Caiera dapat saya pahami, jelas alasannya. Nah kalau perubahan hubungannya dengan Hulk, itu agak aneh, terlalu instan dan terkesan dipaksakan. Mungkin durasi filmnya kurang lama yah hehehe.

Terlepas dari kelemahan di atas, saya tetap dapat menikmati film ini. Melihat Hulk melawan lawannya satu per satu, tetap mampu memberikan hiburan yang lumayan bagus :D. Memang sih sudah hampir dipastikan Hulk akan menang, tapi proses dan alurnya tidak membosankan untuk dilihat.

Secara keseluruhan, rasanya Planet Hulk (2010) masih layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Menonton film ini dapat dikatakan sebagai solusi tepat bagi yang ingin mengetahui mengenai Planet Hulk tanpa harus membaca serial komiknya satu per satu ;).

Sumber: marvel.com/movies/movie/140/planet_hulk

Justice League: The Flashpoint Paradox (2013)

Melihat pembahasan mengenai film seri The Flash musim kedua, saya sering mendengar kata-kata Flashpoint Paradox, aaahhh ternyata itu judul seri komik dan film animasi DC Comics yang cukup populer dengan Flash sebagai tokoh sentralnya, tumben bukan Superman atau Batman hehehe. Biasanya film-film animasi DC didominasi oleh 2 nama tersebut.

Pada Justice League: The Flashpoint Paradox (2013), Batman dan Superman tetap ada kok, judulnya saja mengandung kata-kata Justice League. Tak hanya Flash alias Barry Allen (Justin Chambers), Superman alias Clark Kent (Sam Daly) dan Batman alias Bruce Wayne (Kevin Conroy), hadir pula Wonder Woman alias Diana (Vanessa Marshall), Aquaman alias Arthur Curry (Cary Elwes), Cyborg alias Victor Stone (Michael B. Jordan) dan Green Lantern alias Hal Jordan (Nathan Fillion), wah lengkap juga yahhh. Dikisahkan bahwa Flash dengan dibantu Justice League, berhasil menangkap Professor Eobard “Zoom” Thawne atau Reverse-Flash (C. Thomas Howell) dan beberapa supervillain lain yang ikut mengeroyok Flash. Baik di komik maupun di film, Zoom sering hadir sebagai musuh besar Flash, tak terkecuali pada Justice League: The Flashpoint Paradox (2013).

Setelah Zoom tertangkap, Barry Allen beristirahat dan kemudian terbangun dari tidur pendeknya. Setelah Barry bangun, ia menemukan dirinya berada di dunia yang berbeda. Barry mendadak kehilangan kekuatannya dan semua anggota Justice League mengalami takdir yang berbeda sehingga mereka pun bukan superhero yang Barry kenal. Batman bukanlah Bruce Wayne, Superman tidak dibesarkan oleh keluarga Kent, Hal Jordan tidak terpilih menjadi Green Lantern dan Cyborg menjadi tangan kanan presiden Amerika. Bagaimana dengan Wonder Woman dan Aquaman? Keduanya terlibat cinta segitiga dan perselingkuhan yang mengakibatkan perang besar antara bangsa Amazon dan Atlantis. Dunia yang satu ini diambang kehancuran akibat perseteruan antara kedua bangsa super tersebut. Manusia biasa hanya dapat menonton dan pasrah sebab superhero lain nampak tak berdaya. Di tengah-tengah kebingungan ini, Barry melihat ibunya yang seharusnya sudah meninggal. Pada dunia ini, ibu Barry ternyata masih hidup, aaah ada secercah kebahagiaan di sana.

Bagaimana semua ini bisa terjadi? Barry yakin bahwa Zoom telah pergi ke masa lalu dan mengubah masa lampau sehingga dunia menjadi sekacau ini. Dengan dibantu Batman, Barry berusaha mereplikasi kecelakaan yang merubah Barry menjadi Flash. Barry harus berlari sekencang mungkin, menembus kecepatan cahaya untuk pergi ke masa lalu untuk memperbaiki ini semua. Rencana hanyalah rencana, hal itu tak mudah diraih. Dalam perjalanannya, banyak tokoh-tokoh superhero yang tewas. Beberapa adegannya agak sadis ya bagi anak-anak. Justice League: The Flashpoint Paradox (2013) lebih cocok untuk ditonton oleh orang dewasa meskipun berwujud film animasi atau kartun.

Perbedaan akan nasib para superhero dan supervillain menarik untuk diikuti, beberapa bahkan mencengangkan untuk dilihat. Saya lihat terdapat kesedihan pada hubungan antara Flash dengan ibunya dan hubungan antara Bruce Wayne dengan keluarganya. Jadi film ini bukan hanya film kartun yang sarat adegan pukul-pukulan atau tembak-tembakan saja :). Apalagi terdapat sedikit kejutan pahit pada bagian akhir film ini, asalkan teman-teman tidak membaca sinopsis di beberapa tulisan yang tidak bertanggung jawab yaa. Entah kenapa untuk film yang satu ini, banyak orang memasukkan spoiler ke dalam sinopsis mereka. Sesuatu yang harusnya terungkap di akhir film justru diumbar di sinopsis :P.

Saya rasa Justice League: The Flashpoint Paradox (2013) layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”. Ternyata, walaupun sejauh ini film-film DC Comics di layar lebar relatif kalah dibandingkan film-filmnya Marvel, DC Comics mampu menelurkan film animasi yang berkualitas. Ahhh kenapa yang seperti ini tidak saya lihat pada film-film bioskop DC Comics terbaru? ;’)

Sumber: http://www.dccomics.com/movies/justice-league-the-flashpoint-paradox-2013

The Boss Baby (2017)

Memiliki adik kecil terkadang bukanlah suatu hal yang disukai oleh si kakak. Si kakak bisa saja menganggap bahwa adik kecil akan merebut semua kasih sayang orang tuanya. Hal itulah yang dirasakan oleh Tim Templeton (Miles Christopher Bakshi) ketika pada suatu pagi, Theodore “The Boss Baby” Templeton (Alec Baldwin) hadi di tengah-tengah kehidupan keluarga Templeton.

Tim yang tadinya merupakan anak tunggal dan memperoleh 100% perhatian orang tuanya, sekarang harus membagi perhatian tersebut dengan Theodore yang masih bayi. Merasa kesal dan cemburu, Tim merasa bahwa Theodore alias Boss Baby adalah saingan dalam memperebutkan kasih sayang orang tua mereka. Sampai sini saya dapat menebak arah cerita The Boss Baby (2017), yaaa pastilah perseteruan antara Tim dan Boss Baby akan berakhir baik dimana keduanya akan semakin kompak sebagai kakak-adik. Bagus juga nih bagi anak-anak, ada nilai-nilai positif yang dapat dipetik :). Tapi apakah ini hanya kisah mengenai perseteruan kakak-adik saja? Apa bedanya The Boss Baby (2017) dengan film lain dengan tema serupa?

Sesuai judulnya, Boss Baby adalah faktorp pembedanuaya, ia ternyata bukanlah bayi biasa. Boss Baby adalah bayi yang bekerja di Baby Corp, sebuah perusahaan yang berisikan bayi. Jadi, bayi-bayi yang dihasilkan oleh Baby Corp diseleksi apakah bayi tersebut akan dikirim kepada keluarga atau masuk ke dalam manajemen Baby Corp. Bayi yang masuk ke dalam manajemen seperti Boss Baby, memiliki pengetahian dan tingkah laku seperti orang dewasa meskipun wujudnya tetap bayi.

Di sini Boss Baby dikirim menyamar ke dalam keluarga Theodore untuk menghentikan Puppy Corp merusak kelangsungan Baby Corp. Puppy Corp akan meluncurkan produk anak anjing jenis baru yang akan meningkatkan popularitas anak anjing sehingga masyarakat akan memilih anak anjing ketimbang bayi. Sebagai produsen dan distributor bayi, Baby Corp akan hancur apabila Puppy Corp berhasil.

Ok, kisah soal Boss Baby yang bertingkah seperti orang dewasa plus perseteruannya dengan Tim, memang lumayan lucu dan enak untuk diikuti. Tapi ketika Baby Corp dan Puppy Corp hadir, film animasi yang satu ini kok agak aneh yaaa. Selain itu banyak sekali adegan yang terlalu “menggampangkan” sehingga kurang seru.

Sorry to say tapi saya rasa The Boss Baby (2017) masih beberapa langkah di belakang Moana (2016) atau Zootopia (2016). The Boss Baby (2017) hanya mampu memperoleh nilai 2 dari skala maksimum 5 yang artinya “Kurang Bagus”.

Sumber: http://www.dreamworks.com/thebossbaby/

Zootopia (2016)

zootopia1

Zootopia (2016) adalah film animasinya Walt Disney yang bercerita mengenai kota Zootopia. Apa istimewanya Zootopia? Kota tersebut dihuni oleh berbagai hewan, mulai dari yang mungil sampai yang besar, mulai dari herbivora sampai karnivora. Divergensi merupakan daya tarik Zootopia, semua dapat menjadi apapun. Setidaknya itulah yang Judy Hopps (Ginnifer Goodwin) percaya sejak kecil.

zootopia11

Jody merupakan seekor kelinci yang tumbuh dipeternakan wortel milik keluarganya. Sejak kecil ia bercita-cita untuk menjadi polisi, sebuah pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh hewan-hewan bertubuh besar seperti gajah, banteng, macan dan lain-lain. Setelah melalui berbagai rintangan, akhirnya Judy berhasil menjadi kelinci pertama yang menjadi polisi dan ditugaskan di kepolisian Zootopia. Sayang karena tubuhnya yang mungil dan stigma bahwa kelinci itu “imut” dan kurang “garang”, maka iapun disepelekan dan diberikan tugas sebagai penjaga parkir oleh atasannya.

zootopia10

zootopia9

zootopia7

zootopia6

Apakah Judy menerima nasibnya begitu saja? Tentu tidak. Pada suatu kesempatan, Judy berhasil mendesak atasannya agar Judy ditugaskan untuk mencari hewan yang hilang, sebuah tugas yang lebih serius dan dapat dijadikan ajang pembuktian.

zootopia4

zootopia8

Untuk melacak hewan yang hilang, Judy bekerjasama dengan Nicholas P. “Nick” Wilde (Jason Bateman), seekor rubah yang berprofesi sebagai penipu karena stigma di masyarakat yang menganggap bahwa rubah merupakan hewan cedik namun licik, tidak dapat dipercaya. Hey bukankah di Zootopia kabarnya semua dapat menjadi segalanya? Aahhh slogan, hanyalah slogan. Stigma masyarakat terhadap hewan tertentu terus menempel walaupun cap tersebut belum tentu benar.

zootopia3

zootopia5

zootopia2

Di sini Judy dan Nick harus dapat membuktikan bahwa cap masyarakat terhadap suatu jenis hewan tertentu tidaklah tepat. Judy yang dimasa kecilnya pernah berselisih dengan rubah, harus dapat bekerjasama dengan rubah lain yang sifatnya belum tentu sama dengan rubah yang Judy temui saat ia masih kecil dulu.

Saya lihat Zootopia (2016) berhasil memberikan cerita dengan pesan moral yang baik dengan balutan humor dan gambar yang bagus pula. Ceritanya memang tidak terlalu lucu, tapi unsur misterinya relatif terlihat meskipun saya sudah dapat menebak siapa penjahat sesungguhnya di pertengahan cerita. Jarang-jarang nih ada film detektif seperti Zootopia (2016).

Akhir kata, Zootopia (2016) sekali lagi menunjukkan kepada saya bahwa Walt Disney masih mampu membuat film yang bagus di tengah-tengah persaingan yang sengit. Lihat saja tahun 2016 ini ada berapa film animasi yang masuk bioskop. Saya rasa Zootopia (2016) layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”.



Sumber: http://www.disneyanimation.com/projects/zootopia

Moana (2016)

moana1

Moana (2016) merupakan film pertama yang anak saya tonton di bioskop. Terus terang awalnya saya pesimis anak saya yang baru berumur 14 bulan bisa diajak menonton film di dalam bioskop tanpa menangis. Saya dan istri memutuskan untuk mencoba mengajak anak saya tersebut untuk menonton Moana (2016) bukan karena judul film Moana (2016) sangat mirip dengan nama istri saya yaa :P, tapi karena film tersebut merupakan film animasi terbaru Walt Disney yang menuai banyak pujian dan trailer-nya menunjukan gambar-gambar yang bagus dan menarik bagi anak-anak.

Di awal film, anak saya terpukau dan senang melihat gambaran kehidupan sebuah suku di kepulauan polinesia yang damai, tentram dan bahagia. Wha saya juga cukup terpukau melihat animasi Moana (2016) yang terbilang cantik. Lautannya nampak indah dan halus, jadi ingin berlibur ke pantai nih hehehehe. Selanjutnya,..  ..  ..  untunglah anak saya tetap bisa bertahan di dalam gedung bioskop tanpa menangis sampai film habis walaupun ia hanya semangat menonton Moana (2016) di bagian awalnya saja.

moana10

moana6

moana5

Apakah bagian tengah dan akhirnya membosankan? Menurut saya sih tidak yaa. Moana (2016) memang diawali dengan keadaan sebuah suku di pulau Motunui yang bahagia karena hasil pertanian dan tangkapan ikan yang melimpah. Namun sayang kebahagiaan tersebut tidak bertahan lama karena tangkapan ikan tiba-tiba menurun drastis dan hasil pertanian pulau semakin memburuk.

Konon peristiwa buruk ini disebabkan karena pencurian yang dilakukan oleh manusia separuh dewa, Maui (Dwayne Johnson). Apa yang Maui lakukan? Ia mencuri hati Te Fiti untuk diberikan kepada umat manusia. Sayang apa yang Maui lakukan justru membawa kutukan sebab setelah Maui mencuri hati Te Fiti, ia dihadang oleh raksasa lava, Te Ka. Maui kalah dan terpaksa kehilangan senjata pusakanya dan hati Te Fiti. Senjata Maui dan hati Te Fiti hilang dilautan hingga pada suatu hari, lautan memilih seorang gadis cilik untuk memperoleh hati Te Fiti yang berbentuk batu hijau dengan ukiran lambang Te Fiti pada permukaannya. Gadis yang terpilih itu adalah Moana Waialiki (Auli’i Cravalho) anak kepala suku pulau Motunui.

Lama kelamaan segala jenis kehidupan di pulai Motunui memang akan terpengaruh oleh hilangnya hati Te Fiti sebab Te Fiti merupakan dewi kehidupan. Konon dahulu kala di dunia ini hanya ada lautan saja. Kemudian hadirlah dewi Te Fiti yang mmberikan kehidupan bagi umat manusia. Tanpa hatinya, Te Fiti menjadi lumpuh dan keseimbangan dunia terancam.

Apa yang harus Moana lakukan? Ia harus menemukan Maui dan membawa Maui beserta hati Te Fiti kembali kepada Te Fiti. Bagaimanapun juga, Maui bukanlah mahluk setengah dewa yang jahat. Moana membutuhkan bantuan Maui untuk dapat melewati Te Ka yang berada sangat dekat dengan tempat dewi Te Fiti tidur. Dalam perjalanannya saya melihat berbagai hal lucu yang jauh dari kata membosankan. Mulai dari tingkah ayam peliharaan Moana, kenarsisan Maui sampai tingkah tato Maui yang memiliki kehendak sendiri :D.

moana3

moana2 moana4

 

moana9

Tak lupa Moana (2016) pun memperdengarkan lagu-lagu sepanjang petualangan Moana berlangsung. Lagu-lagunya cepat sekali akrab di kuping saya walaupun baru pertama kali saya dengar, baik lagu dalam bahasa Inggris maupun lagu dalam bahasa asli polinesia. Semuanya mampu memberikan nilai tambah bagi Moana (2016) secara keseluruhan sebab cerita Moana (2016) menjadi semakin hidup, tidak semakin membosankan seperti beberapa film musikal yang pernah saya tonton.

Tak heran anak saya yang sebenarnya belum 100% paham akan kisah Moana (2016) bisa betah menonton film tersebut. Saya sendiri betah kok menonton Moana (2016). Dengan cerita yang bagus, animasi yang cantik, lagu yang mendukung tema cerita dan pesan moral akan keteguhan hati, saya rasa Moana (2016) layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yamg artinya “Bagus”. Recommended untuk ditonton bersama keluarga :).

Sumber: movies.disney.com/moana

Trolls (2016)

trolls-1

Ketika saya masih kecil, saya pernah melihat beberapa kawan saya memiliki mainan boneka Troll yang bentuknya menyerupai kurcaci tapi memiliki rambut panjang ke atas dengan beraneka warna. Terus terang saya sama sekali tidak tertarik dengan boneka tersebut sebab mainan tersebut tidak populer di lingkungan saya, masih kalah pamor dibandingkan mainan Transformer dan Silverhawk :). Ketika versi filmnya muncul pada bulan November inipun, saya tidak terlalu “ngeh” sampai istri  mengajak saya menontonnya, dengar-dengar sih bagus :).

Trolls (2016) mengisahkan bahwa pada suatu daerah, hidup bangsa Troll yang selalu ceria dan penuh kegembiraan. Kegiatan Troll sehari-hari dipenuhi dengan kegiatan bernyanyi, menari dan berpelukan. Troll yang nampak bahagia ternyata membawa petaka bagi mereka sebab menjadi bahagia ternyata tidaklah mudah bagi seluruh mahluk.

Bangsa Bergen merupakan bangsa yang ukuran tubuhnya jauh lebih besar daripada Troll namun selalu murung. Bangsa Bergen menjalani hidup dengan muram dan penuh kesedihan. Melihat kebahagian bangsa Troll, bangsa Bergen ingin menjadi bahagia seperti bangsa Troll. Para tetua bangsa Bergen berpendapat bahwa seorang Bergen akan menjadi bahagia bila ia memakan Troll.

trolls-6

Kisah mengenai bangsa Bergen inilah yang membuat Branch (Justin Timberlake) selalu menolak untuk ikut bersenang-senang bersama para Troll lainnya. Menurut Branch, bangsa Troll harusnya warpada dan berhati-hati agar lokasi desa Troll tetap tidak diketahui oleh bangsa Bergen. Sayangnya semua mengabaikan saran Branch dan justru melakukan sebuah pesta super heboh yang secara tidak sengaja memberitahukan kepada bangsa Bergen di mana lokasi desa Troll berada.

trolls-7

trolls-2

trolls-5

Bencana datang ketika koki dari sebuah kerajaan Bergen datang dan menculik sebagian besar penghuni desa Troll. Putri Poppy (Anna Kendrick) merupakan salah satu Troll yang selamat dan merasa bertanggung jawab atas datangnya bangsa Bergen ke desa mereka. Poppy mengajak dan membujuk Branch untuk memulai perjalanan menuju kerajaan bangsa Bergen untuk menyelamatkan teman-teman mereka. Di sini 2 karakter dengan sifat yang belawanan terpaksa bekerjasama untuk mencapai 1 tujuan yang sama. Poppy yang periang dan optimis harus bekerjasama dengan Branch yang muram, pesimistis dan sangat berhati-hati. Mampukan mereka berhasil?

trolls-9

trolls-10

trolls-11

trolls-4

trolls-12

Yang namanya film animasi ya sudah pasti bisa ditebak akhirnya. Berhubung Trolls (2016) merupakan film segala umur yang dimaksudkan terutama untuk anak-anak, yaa pasti akhirnya bahagia. Tapi bukan berarti film ini tidak menarik lho, sebab saya melihat sebuah pelajaran pesan moral yang bagus terkait kebahagian pada film ini. Kebahagiaan terdapat pada semua orang, namun terkadang kita membutuhkan orang lain untuk memunculkan kebahagian. Dari kebahagiaan akan muncul rasa optimis dan percaya diri dalam menjalani hidup yang tidak mudah. Pesan moral tersebut dikemas dengan apik dalam wujud film animasi yang penuh warna dan nyanyian.

Warna dunia Troll pada Trolls (2016) penuh dengan warna yang menyala. Ditambah dengan karakter yang bentuk dan tingkahnya lucu, anak-anak pasti senang menonton film ini, bioskop tempat saya menonton Trolls (2016) kemarin saja dipadati anak-anak :D.

trolls-8

Film ini memang film segala umur yang cenderung lebih ke arah film anak-anak, tapi bukan berarti orang dewasa tidak akan ikut terhibur lho. Kebapa? Sebab nyanyian yang muncul pada Trolls (2016) cenderung bersahabat bagi telinga saya. Biasanya saya paling tidak suka dengan film yang banyak acara nyanyi-nyanyinya. Tapi kali ini, lagu-lagunya relatif saya kenal dan enak didengar :).

Akhir kata Trolls (2016) merupakan film segala umur dengan pesan moral yang baik dan dikemas sedemikian rupa sehingga penonton dari segala umur betah menontonya. Saya rasa Trolls (2016) masih layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”.



Sumber: www.dreamworks.com/trolls