Justice League: The Flashpoint Paradox (2013)

Melihat pembahasan mengenai film seri The Flash musim kedua, saya sering mendengar kata-kata Flashpoint Paradox, aaahhh ternyata itu judul seri komik dan film animasi DC Comics yang cukup populer dengan Flash sebagai tokoh sentralnya, tumben bukan Superman atau Batman hehehe. Biasanya film-film animasi DC didominasi oleh 2 nama tersebut.

Pada Justice League: The Flashpoint Paradox (2013), Batman dan Superman tetap ada kok, judulnya saja mengandung kata-kata Justice League. Tak hanya Flash alias Barry Allen (Justin Chambers), Superman alias Clark Kent (Sam Daly) dan Batman alias Bruce Wayne (Kevin Conroy), hadir pula Wonder Woman alias Diana (Vanessa Marshall), Aquaman alias Arthur Curry (Cary Elwes), Cyborg alias Victor Stone (Michael B. Jordan) dan Green Lantern alias Hal Jordan (Nathan Fillion), wah lengkap juga yahhh. Dikisahkan bahwa Flash dengan dibantu Justice League, berhasil menangkap Professor Eobard “Zoom” Thawne atau Reverse-Flash (C. Thomas Howell) dan beberapa supervillain lain yang ikut mengeroyok Flash. Baik di komik maupun di film, Zoom sering hadir sebagai musuh besar Flash, tak terkecuali pada Justice League: The Flashpoint Paradox (2013).

Setelah Zoom tertangkap, Barry Allen beristirahat dan kemudian terbangun dari tidur pendeknya. Setelah Barry bangun, ia menemukan dirinya berada di dunia yang berbeda. Barry mendadak kehilangan kekuatannya dan semua anggota Justice League mengalami takdir yang berbeda sehingga mereka pun bukan superhero yang Barry kenal. Batman bukanlah Bruce Wayne, Superman tidak dibesarkan oleh keluarga Kent, Hal Jordan tidak terpilih menjadi Green Lantern dan Cyborg menjadi tangan kanan presiden Amerika. Bagaimana dengan Wonder Woman dan Aquaman? Keduanya terlibat cinta segitiga dan perselingkuhan yang mengakibatkan perang besar antara bangsa Amazon dan Atlantis. Dunia yang satu ini diambang kehancuran akibat perseteruan antara kedua bangsa super tersebut. Manusia biasa hanya dapat menonton dan pasrah sebab superhero lain nampak tak berdaya. Di tengah-tengah kebingungan ini, Barry melihat ibunya yang seharusnya sudah meninggal. Pada dunia ini, ibu Barry ternyata masih hidup, aaah ada secercah kebahagiaan di sana.

Bagaimana semua ini bisa terjadi? Barry yakin bahwa Zoom telah pergi ke masa lalu dan mengubah masa lampau sehingga dunia menjadi sekacau ini. Dengan dibantu Batman, Barry berusaha mereplikasi kecelakaan yang merubah Barry menjadi Flash. Barry harus berlari sekencang mungkin, menembus kecepatan cahaya untuk pergi ke masa lalu untuk memperbaiki ini semua. Rencana hanyalah rencana, hal itu tak mudah diraih. Dalam perjalanannya, banyak tokoh-tokoh superhero yang tewas. Beberapa adegannya agak sadis ya bagi anak-anak. Justice League: The Flashpoint Paradox (2013) lebih cocok untuk ditonton oleh orang dewasa meskipun berwujud film animasi atau kartun.

Perbedaan akan nasib para superhero dan supervillain menarik untuk diikuti, beberapa bahkan mencengangkan untuk dilihat. Saya lihat terdapat kesedihan pada hubungan antara Flash dengan ibunya dan hubungan antara Bruce Wayne dengan keluarganya. Jadi film ini bukan hanya film kartun yang sarat adegan pukul-pukulan atau tembak-tembakan saja :). Apalagi terdapat sedikit kejutan pahit pada bagian akhir film ini, asalkan teman-teman tidak membaca sinopsis di beberapa tulisan yang tidak bertanggung jawab yaa. Entah kenapa untuk film yang satu ini, banyak orang memasukkan spoiler ke dalam sinopsis mereka. Sesuatu yang harusnya terungkap di akhir film justru diumbar di sinopsis :P.

Saya rasa Justice League: The Flashpoint Paradox (2013) layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”. Ternyata, walaupun sejauh ini film-film DC Comics di layar lebar relatif kalah dibandingkan film-filmnya Marvel, DC Comics mampu menelurkan film animasi yang berkualitas. Ahhh kenapa yang seperti ini tidak saya lihat pada film-film bioskop DC Comics terbaru? ;’)

Sumber: http://www.dccomics.com/movies/justice-league-the-flashpoint-paradox-2013

Iklan

The Boss Baby (2017)

Memiliki adik kecil terkadang bukanlah suatu hal yang disukai oleh si kakak. Si kakak bisa saja menganggap bahwa adik kecil akan merebut semua kasih sayang orang tuanya. Hal itulah yang dirasakan oleh Tim Templeton (Miles Christopher Bakshi) ketika pada suatu pagi, Theodore “The Boss Baby” Templeton (Alec Baldwin) hadi di tengah-tengah kehidupan keluarga Templeton.

Tim yang tadinya merupakan anak tunggal dan memperoleh 100% perhatian orang tuanya, sekarang harus membagi perhatian tersebut dengan Theodore yang masih bayi. Merasa kesal dan cemburu, Tim merasa bahwa Theodore alias Boss Baby adalah saingan dalam memperebutkan kasih sayang orang tua mereka. Sampai sini saya dapat menebak arah cerita The Boss Baby (2017), yaaa pastilah perseteruan antara Tim dan Boss Baby akan berakhir baik dimana keduanya akan semakin kompak sebagai kakak-adik. Bagus juga nih bagi anak-anak, ada nilai-nilai positif yang dapat dipetik :). Tapi apakah ini hanya kisah mengenai perseteruan kakak-adik saja? Apa bedanya The Boss Baby (2017) dengan film lain dengan tema serupa?

Sesuai judulnya, Boss Baby adalah faktorp pembedanuaya, ia ternyata bukanlah bayi biasa. Boss Baby adalah bayi yang bekerja di Baby Corp, sebuah perusahaan yang berisikan bayi. Jadi, bayi-bayi yang dihasilkan oleh Baby Corp diseleksi apakah bayi tersebut akan dikirim kepada keluarga atau masuk ke dalam manajemen Baby Corp. Bayi yang masuk ke dalam manajemen seperti Boss Baby, memiliki pengetahian dan tingkah laku seperti orang dewasa meskipun wujudnya tetap bayi.

Di sini Boss Baby dikirim menyamar ke dalam keluarga Theodore untuk menghentikan Puppy Corp merusak kelangsungan Baby Corp. Puppy Corp akan meluncurkan produk anak anjing jenis baru yang akan meningkatkan popularitas anak anjing sehingga masyarakat akan memilih anak anjing ketimbang bayi. Sebagai produsen dan distributor bayi, Baby Corp akan hancur apabila Puppy Corp berhasil.

Ok, kisah soal Boss Baby yang bertingkah seperti orang dewasa plus perseteruannya dengan Tim, memang lumayan lucu dan enak untuk diikuti. Tapi ketika Baby Corp dan Puppy Corp hadir, film animasi yang satu ini kok agak aneh yaaa. Selain itu banyak sekali adegan yang terlalu “menggampangkan” sehingga kurang seru.

Sorry to say tapi saya rasa The Boss Baby (2017) masih beberapa langkah di belakang Moana (2016) atau Zootopia (2016). The Boss Baby (2017) hanya mampu memperoleh nilai 2 dari skala maksimum 5 yang artinya “Kurang Bagus”.

Sumber: http://www.dreamworks.com/thebossbaby/

Zootopia (2016)

zootopia1

Zootopia (2016) adalah film animasinya Walt Disney yang bercerita mengenai kota Zootopia. Apa istimewanya Zootopia? Kota tersebut dihuni oleh berbagai hewan, mulai dari yang mungil sampai yang besar, mulai dari herbivora sampai karnivora. Divergensi merupakan daya tarik Zootopia, semua dapat menjadi apapun. Setidaknya itulah yang Judy Hopps (Ginnifer Goodwin) percaya sejak kecil.

zootopia11

Jody merupakan seekor kelinci yang tumbuh dipeternakan wortel milik keluarganya. Sejak kecil ia bercita-cita untuk menjadi polisi, sebuah pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh hewan-hewan bertubuh besar seperti gajah, banteng, macan dan lain-lain. Setelah melalui berbagai rintangan, akhirnya Judy berhasil menjadi kelinci pertama yang menjadi polisi dan ditugaskan di kepolisian Zootopia. Sayang karena tubuhnya yang mungil dan stigma bahwa kelinci itu “imut” dan kurang “garang”, maka iapun disepelekan dan diberikan tugas sebagai penjaga parkir oleh atasannya.

zootopia10

zootopia9

zootopia7

zootopia6

Apakah Judy menerima nasibnya begitu saja? Tentu tidak. Pada suatu kesempatan, Judy berhasil mendesak atasannya agar Judy ditugaskan untuk mencari hewan yang hilang, sebuah tugas yang lebih serius dan dapat dijadikan ajang pembuktian.

zootopia4

zootopia8

Untuk melacak hewan yang hilang, Judy bekerjasama dengan Nicholas P. “Nick” Wilde (Jason Bateman), seekor rubah yang berprofesi sebagai penipu karena stigma di masyarakat yang menganggap bahwa rubah merupakan hewan cedik namun licik, tidak dapat dipercaya. Hey bukankah di Zootopia kabarnya semua dapat menjadi segalanya? Aahhh slogan, hanyalah slogan. Stigma masyarakat terhadap hewan tertentu terus menempel walaupun cap tersebut belum tentu benar.

zootopia3

zootopia5

zootopia2

Di sini Judy dan Nick harus dapat membuktikan bahwa cap masyarakat terhadap suatu jenis hewan tertentu tidaklah tepat. Judy yang dimasa kecilnya pernah berselisih dengan rubah, harus dapat bekerjasama dengan rubah lain yang sifatnya belum tentu sama dengan rubah yang Judy temui saat ia masih kecil dulu.

Saya lihat Zootopia (2016) berhasil memberikan cerita dengan pesan moral yang baik dengan balutan humor dan gambar yang bagus pula. Ceritanya memang tidak terlalu lucu, tapi unsur misterinya relatif terlihat meskipun saya sudah dapat menebak siapa penjahat sesungguhnya di pertengahan cerita. Jarang-jarang nih ada film detektif seperti Zootopia (2016).

Akhir kata, Zootopia (2016) sekali lagi menunjukkan kepada saya bahwa Walt Disney masih mampu membuat film yang bagus di tengah-tengah persaingan yang sengit. Lihat saja tahun 2016 ini ada berapa film animasi yang masuk bioskop. Saya rasa Zootopia (2016) layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”.



Sumber: http://www.disneyanimation.com/projects/zootopia

Moana (2016)

moana1

Moana (2016) merupakan film pertama yang anak saya tonton di bioskop. Terus terang awalnya saya pesimis anak saya yang baru berumur 14 bulan bisa diajak menonton film di dalam bioskop tanpa menangis. Saya dan istri memutuskan untuk mencoba mengajak anak saya tersebut untuk menonton Moana (2016) bukan karena judul film Moana (2016) sangat mirip dengan nama istri saya yaa :P, tapi karena film tersebut merupakan film animasi terbaru Walt Disney yang menuai banyak pujian dan trailer-nya menunjukan gambar-gambar yang bagus dan menarik bagi anak-anak.

Di awal film, anak saya terpukau dan senang melihat gambaran kehidupan sebuah suku di kepulauan polinesia yang damai, tentram dan bahagia. Wha saya juga cukup terpukau melihat animasi Moana (2016) yang terbilang cantik. Lautannya nampak indah dan halus, jadi ingin berlibur ke pantai nih hehehehe. Selanjutnya,..  ..  ..  untunglah anak saya tetap bisa bertahan di dalam gedung bioskop tanpa menangis sampai film habis walaupun ia hanya semangat menonton Moana (2016) di bagian awalnya saja.

moana10

moana6

moana5

Apakah bagian tengah dan akhirnya membosankan? Menurut saya sih tidak yaa. Moana (2016) memang diawali dengan keadaan sebuah suku di pulau Motunui yang bahagia karena hasil pertanian dan tangkapan ikan yang melimpah. Namun sayang kebahagiaan tersebut tidak bertahan lama karena tangkapan ikan tiba-tiba menurun drastis dan hasil pertanian pulau semakin memburuk.

Konon peristiwa buruk ini disebabkan karena pencurian yang dilakukan oleh manusia separuh dewa, Maui (Dwayne Johnson). Apa yang Maui lakukan? Ia mencuri hati Te Fiti untuk diberikan kepada umat manusia. Sayang apa yang Maui lakukan justru membawa kutukan sebab setelah Maui mencuri hati Te Fiti, ia dihadang oleh raksasa lava, Te Ka. Maui kalah dan terpaksa kehilangan senjata pusakanya dan hati Te Fiti. Senjata Maui dan hati Te Fiti hilang dilautan hingga pada suatu hari, lautan memilih seorang gadis cilik untuk memperoleh hati Te Fiti yang berbentuk batu hijau dengan ukiran lambang Te Fiti pada permukaannya. Gadis yang terpilih itu adalah Moana Waialiki (Auli’i Cravalho) anak kepala suku pulau Motunui.

Lama kelamaan segala jenis kehidupan di pulai Motunui memang akan terpengaruh oleh hilangnya hati Te Fiti sebab Te Fiti merupakan dewi kehidupan. Konon dahulu kala di dunia ini hanya ada lautan saja. Kemudian hadirlah dewi Te Fiti yang mmberikan kehidupan bagi umat manusia. Tanpa hatinya, Te Fiti menjadi lumpuh dan keseimbangan dunia terancam.

Apa yang harus Moana lakukan? Ia harus menemukan Maui dan membawa Maui beserta hati Te Fiti kembali kepada Te Fiti. Bagaimanapun juga, Maui bukanlah mahluk setengah dewa yang jahat. Moana membutuhkan bantuan Maui untuk dapat melewati Te Ka yang berada sangat dekat dengan tempat dewi Te Fiti tidur. Dalam perjalanannya saya melihat berbagai hal lucu yang jauh dari kata membosankan. Mulai dari tingkah ayam peliharaan Moana, kenarsisan Maui sampai tingkah tato Maui yang memiliki kehendak sendiri :D.

moana3

moana2 moana4

 

moana9

Tak lupa Moana (2016) pun memperdengarkan lagu-lagu sepanjang petualangan Moana berlangsung. Lagu-lagunya cepat sekali akrab di kuping saya walaupun baru pertama kali saya dengar, baik lagu dalam bahasa Inggris maupun lagu dalam bahasa asli polinesia. Semuanya mampu memberikan nilai tambah bagi Moana (2016) secara keseluruhan sebab cerita Moana (2016) menjadi semakin hidup, tidak semakin membosankan seperti beberapa film musikal yang pernah saya tonton.

Tak heran anak saya yang sebenarnya belum 100% paham akan kisah Moana (2016) bisa betah menonton film tersebut. Saya sendiri betah kok menonton Moana (2016). Dengan cerita yang bagus, animasi yang cantik, lagu yang mendukung tema cerita dan pesan moral akan keteguhan hati, saya rasa Moana (2016) layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yamg artinya “Bagus”. Recommended untuk ditonton bersama keluarga :).

Sumber: movies.disney.com/moana

Trolls (2016)

trolls-1

Ketika saya masih kecil, saya pernah melihat beberapa kawan saya memiliki mainan boneka Troll yang bentuknya menyerupai kurcaci tapi memiliki rambut panjang ke atas dengan beraneka warna. Terus terang saya sama sekali tidak tertarik dengan boneka tersebut sebab mainan tersebut tidak populer di lingkungan saya, masih kalah pamor dibandingkan mainan Transformer dan Silverhawk :). Ketika versi filmnya muncul pada bulan November inipun, saya tidak terlalu “ngeh” sampai istri  mengajak saya menontonnya, dengar-dengar sih bagus :).

Trolls (2016) mengisahkan bahwa pada suatu daerah, hidup bangsa Troll yang selalu ceria dan penuh kegembiraan. Kegiatan Troll sehari-hari dipenuhi dengan kegiatan bernyanyi, menari dan berpelukan. Troll yang nampak bahagia ternyata membawa petaka bagi mereka sebab menjadi bahagia ternyata tidaklah mudah bagi seluruh mahluk.

Bangsa Bergen merupakan bangsa yang ukuran tubuhnya jauh lebih besar daripada Troll namun selalu murung. Bangsa Bergen menjalani hidup dengan muram dan penuh kesedihan. Melihat kebahagian bangsa Troll, bangsa Bergen ingin menjadi bahagia seperti bangsa Troll. Para tetua bangsa Bergen berpendapat bahwa seorang Bergen akan menjadi bahagia bila ia memakan Troll.

trolls-6

Kisah mengenai bangsa Bergen inilah yang membuat Branch (Justin Timberlake) selalu menolak untuk ikut bersenang-senang bersama para Troll lainnya. Menurut Branch, bangsa Troll harusnya warpada dan berhati-hati agar lokasi desa Troll tetap tidak diketahui oleh bangsa Bergen. Sayangnya semua mengabaikan saran Branch dan justru melakukan sebuah pesta super heboh yang secara tidak sengaja memberitahukan kepada bangsa Bergen di mana lokasi desa Troll berada.

trolls-7

trolls-2

trolls-5

Bencana datang ketika koki dari sebuah kerajaan Bergen datang dan menculik sebagian besar penghuni desa Troll. Putri Poppy (Anna Kendrick) merupakan salah satu Troll yang selamat dan merasa bertanggung jawab atas datangnya bangsa Bergen ke desa mereka. Poppy mengajak dan membujuk Branch untuk memulai perjalanan menuju kerajaan bangsa Bergen untuk menyelamatkan teman-teman mereka. Di sini 2 karakter dengan sifat yang belawanan terpaksa bekerjasama untuk mencapai 1 tujuan yang sama. Poppy yang periang dan optimis harus bekerjasama dengan Branch yang muram, pesimistis dan sangat berhati-hati. Mampukan mereka berhasil?

trolls-9

trolls-10

trolls-11

trolls-4

trolls-12

Yang namanya film animasi ya sudah pasti bisa ditebak akhirnya. Berhubung Trolls (2016) merupakan film segala umur yang dimaksudkan terutama untuk anak-anak, yaa pasti akhirnya bahagia. Tapi bukan berarti film ini tidak menarik lho, sebab saya melihat sebuah pelajaran pesan moral yang bagus terkait kebahagian pada film ini. Kebahagiaan terdapat pada semua orang, namun terkadang kita membutuhkan orang lain untuk memunculkan kebahagian. Dari kebahagiaan akan muncul rasa optimis dan percaya diri dalam menjalani hidup yang tidak mudah. Pesan moral tersebut dikemas dengan apik dalam wujud film animasi yang penuh warna dan nyanyian.

Warna dunia Troll pada Trolls (2016) penuh dengan warna yang menyala. Ditambah dengan karakter yang bentuk dan tingkahnya lucu, anak-anak pasti senang menonton film ini, bioskop tempat saya menonton Trolls (2016) kemarin saja dipadati anak-anak :D.

trolls-8

Film ini memang film segala umur yang cenderung lebih ke arah film anak-anak, tapi bukan berarti orang dewasa tidak akan ikut terhibur lho. Kebapa? Sebab nyanyian yang muncul pada Trolls (2016) cenderung bersahabat bagi telinga saya. Biasanya saya paling tidak suka dengan film yang banyak acara nyanyi-nyanyinya. Tapi kali ini, lagu-lagunya relatif saya kenal dan enak didengar :).

Akhir kata Trolls (2016) merupakan film segala umur dengan pesan moral yang baik dan dikemas sedemikian rupa sehingga penonton dari segala umur betah menontonya. Saya rasa Trolls (2016) masih layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”.



Sumber: www.dreamworks.com/trolls

Kung Fu Panda 3 (2016)

Panda31

Po (Jack Black), the dragon warrior, dan kawan-kawan kembali hadir pada Kung Fu Panda 3 (2016). Kali ini Po kedatangan tamu yang sosoknya menyerupai dirinya, apakah masih ada panda selain Po di luar sana? Ternyata tamu tersebut adalah Li Shan (Bryan Cranston), ayah kandung Po yang mengembara mencari Po. Ternyata Li Shan tinggal di desa panda yang lokasi terpencil sehingga tidak banyak yang tahu lokasi desa misterius tersebut.

Panda311

Panda316

Panda314

Panda315

Panda313

Panda32

Panda321

Panda320

Panda38

Panda310

Panda317

Di desa itu pulalah dahulu Oogway (Randall Duk Kim) dan Kai (J.K. Simmons) belajar chi. Oogway kemudian menjadi ahli kung fu yang termasyur, sejarah mencatat nama harum Oogway yang pada Kung Fu Panda (2008) meramalkan bahwa Po akan menjadi dragon warrior. Bagaimana dengan Kai? Oogway memastikan agar nama Kai tidak tercatat di sejarah manapun, tidak ada kenangan akan Kai yang ada di muka bumi. Kenyataan ini membuat Kai marah ketika ia berhasil kembali dari dunia roh dengan kekuatan chi yang besar sekali. Kai menggunakan chi untuk mengambil kekuatan guru besar – guru besar kung fu yang Kai temui saat Kai berjalan menuju istana giok, lokasi tempat mayoritas peninggalan Oogway berada. Kai hendak memusnahkan semua hal yang berbau Oogway. Sebagai penerus Oogway, Po tentunya menjadi salah satu target utama Kai. Mau tak mau Po harus berhadapan dengan Kai walaupun Po sama sekali belum menguasai chi. 

Panda312

Panda36

Panda319

Panda318

Po masih hadir sebagai karakter yang ceria, humoris dan hobi makan. Saya melihat beberapa kelucuan hadir di sana dan di sini :D. Kecerian ala Kung Fu Panda masih muncul pada Kung Fu Panda 3 (2016) meskipun sudah agak hambar dan tidak selucu 2 film pendahulunya. Dukungan animasi yang halus dan bagus tidak dapat menyelamatkan Kung Fu Panda 3 (2016). 

Panda35

Dari segi jalan cerita pun sebenarnya Kung Fu Panda 3 (2016) agak mirip dengan Kung Fu Panda (2008) dan Kung Fu Panda 2 (2011), di sana pasti terdapat keadaan dimana Po menghadapi lawan kuat yang sulit dikalahkan dan akhirnya Po harus mempelajari jurus atau kekuatan baru untuk menghadapi lawan tersebut, yaaaah semacam semi zero to hero story. Selain itu penyelesaian pada Kung Fu Panda 3 (2016) rasanya terkesan menggampangkan dan terdapat kurangnya alur alasan yang kuat di mana-mana.

Panda33

Panda34

Panda37

Panda39

Saya rasa film ketiga Kung Fu Panda ini hanya mampu memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Cocok untuk dijadikan hiburan pelepas lelah bersama anak istri, tapi agak rugi kalau menonton film seperti ini sampai ke bioskop. 🙂

Sumber: www.dreamworks.com/kungfupanda/

Inside Out (2015)

Inside Out 1

Akhir-akhir ini saya mendapat rekomendasi dari teman-teman blogger untuk menonton film animasi terbaru Walt Disney & Pixar, Inside Out (2015). Tapi saya sendiri sebenarnya kurang tertarik untuk menonton Inside Out (2015) setelah beberapa kali menonton trailer-nya, apalagi kakak ipar saya mengatakan bahwa Inside Out (2015) biasa saja. Hhhhmmm karena penasaran, akhirnya akhir pekan lalu saya dan istri menonton Inside Out (2015) dengan harapan film animasi tersebut sebagus Up (2009), film animasi karya Pixar dengan trailer yang kurang meyakinkan dan konyol tapi ternyata memiliki cerita yang mampu memukau saya.

Berbeda dengan Up (2009), Inside Out (2015) menampilkan emosi-emosi manusia sebagai tokoh utamanya, aneh yaaaaa :’D. Ada Joy (Amy Poehler), Sadness (Phyllis Smith), Anger (Lewis Black), Fear (Bill Hader) dan Disgust (Mindy Kaling). Kelima emosi ini hadir di ruang kontrol utama setiap manusia termasuk Riley Anderson (Kaitlyn Dias). Diawali ketika Riley baru lahir, munculah Joy yang mengatur emosi kegembiraan Riley. 33 detik kemudian Riley menangis dan munculah Sadness yang mengatur emosi kesedihan Riley. Selanjutnya muncul Anger yang mengatur emosi marah Riley, lalu Fear yang mengatur rasa takut Riley dan Disgust yang mengatur emosi jijik Riley. Selama masa-masa awal pertumbuhan Riley, emosi kegembiraan mendominasi keseharian Riley sehingga peranan Joy sangat dominan di dalam ruang kontrol Riley.

Inside Out 3

Inside Out 11

Inside Out 13

Inside Out 8

Inside Out 4

Inside Out 2

Inside Out 9

Semua berubah ketika keluarga Riley pindah ke kota lain. Riley harus menghadapi lingkungan baru yang belum tentu ia sukai. Karena perubahan lingkungan tersebut, entah kenapa Sadness pelan-pelan mulai mendominasi ruang kontrol, hal ini berusaha Joy cegah karena Sadness adalah lambang dari kesedihan, Joy tidak ingin Riley sedih. Melalui sebuah pertikaian, Joy dan Sadness tidak sengaja terlempar keluar dari ruang kontrol. Kedua emosi yang bertolak belakang ini harus menemukan jalan pulang ke ruang kontrol karena tanpa adanya Joy di sana, Riley tidak dapat gembira. Bagaimana dengan Sadness? Bukankah terkadang manusia harus merasa sedih dulu agar dapat bahagia? 😉

Inside Out 6

Inside Out 14

Inside Out 5

Inside Out 10

Inside Out 7

Inside Out 16

Inside Out 12

Inside Out 15

Saya suka dengan pelajaran yang Inside Out (2015) berikan kepada penontonnya, cocok sekali kalau ditonton bersama anak-anak kecil. Saya melihat anak-anak beberapa kali tertawa ketika menonton Inside Out (2015). Sayang saya pribadi jarang tertawa ketika menonton film ini, mungkin hanya tersenyum terutama pada bagian awal film. Pada bagian tengah saya merasa bosan dan agak mengantuk. Nah pada bagian akhir ada bagian mengharukan yang bagus dan mendidik.

Ide kreatif film ini memang bagus dan unik tapi saya masih lebih senang dan terhibur oleh Up (2009) ketimbang Inside Out (2015). Pada akhirnya, saya setuju dengan pendapat kakak ipar saya, Inside Out (2015) biasa saja. Tapi film ini tetap bagus dan cocok untuk ditonton anak-anak kecil :). Bagi saya pribadi, Inside Out (2015) hanya mempu untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”, not bad laaahh :).

Sumber: movies.disney.com/inside-out