Warung Nasi Jamblang Mang Dul, Nasi Kucing Versi Cirebon

Jamblang Dul

Nasi jamblang adalah makanan khas Cirebon yang saya santap ketika berkunjung ke sana beberapa waktu yang lalu. Warung Nasi Jamblang Mang Dul ialah salah satu warung nasi jamblang yang terkenal di Cirebon, saya pun sudah beberapa kali menyantap nasi jamblang di warung yang sudah berjualan sejak tahun 1970-an itu. Sempat berpindah-pindah tempat, saat ini Warung Nasi Jamblang Mang Dul terletak di Jalan Cipto Mangunkusumo No. 4, Cirebon, tepatnya di deretan ruko-ruko, dekat perempatan Mall Grage. Telp. 0231–206 564 atau 0812 220 9745.

Begitu masuk, kita dapat menghampiri sebuah gerobak makanan yang ada di dalam dan memesan berapa bungkus nasi jamblang yang ingin kita pesan. Nasi jamblang dibungkus oleh daun jati yang konon mampu menjaga kualitas nasi walaupun sudah disimpan agak lama. Walaupun bernama nasi jamblang, ternyata nasi jamblang tidak ada hubungannya dengan buah jamblang, sama sekali tidak menggunakan buah jamblang sebagai bakannya. Penggunaan daun jati pun karena pada awaknya nasi ini adalah menu makan pekerja kasar yang dulu kerja paksa membangun Jalan Anyer-Panarukan pada masa penjajahan. Menurut saya pribadi, nasi jamblang ini adalah nasi kucingnya orang Cirebon, porsinya saja kecil. Oleh karena itulah saya biasa memesan 2 bungkus langsung, hehehe.
Setelah memesan nasi jamblang, kita akan ditanyakan perihal takaran sambal, apakah tidak mau pakai sambal atau pakai tapi sedang-sedang saja atau pedas atau …..? Bagi saya pribadi, sambalnya nasi jamblang itu jauh dari kata pedas, rasanya agak asam-asam manis, kadar pedasnya kecil sekali.

Jamblang Dul 1

Setelah itu, kita dipersilahkan mengambil sendiri aneka lauk pauk yang ingin kita santap. Pilihan lauk pauknya bermacam-macam yaitu dadar telur, sate telur, kerang, paru, tahu goreng tepung, kentang goreng tepung, sambal goreng telur dan lain-lain.

Jamblang Dul 6 Jamblang Dul 5 Jamblang Dul 2

Kalau sudah selesai memilih lauk pauk-nya, barulah kita dapat duduk di bangku panjang yang ada di dalam ruko. Tempat duduknya memang tudak terlalu nyaman sehingga sebagian besar pengunjung langsung pergi membayar dan keluar dari Warung Nasi Jamblang Mang Dul begitu selesai makan, tidak pakai ngobrol-ngobrol dulu. Walaupun tempatnya kurang nyaman, Nasi Jamblang Mang Dul tetap ramai sekali, banyak pengunjungnya. Banyak juga mobil-mobil berplat B parkir di depan ruko kecil tempat Warung Nasi Jamblang Mang Dul berdiri. Berarti, hidangan yang disajikan bukan saja disukai orang lokal tapi disukai orang luar kota juga termasuk Jakarta.

Jamblang Dul 4 Jamblang Dul 3

Paduan rasa nasi jamblang yang pulen, sambal yang khas dan aneka lauk pauknya terasa lumayan enak tapi entah kenapa kok rasanya tidak seenak dulu yaaa. Seingat saya, dulu rasa nasi jamblang ala Mang Dul level-nya lebih enak dari ini. Saya sempat beberapa kali ke Cirebon karena bagaimanapun juga salah satu buyut saya memang orang sana, sampai acara ulang tahun almarhum eyang saya pun dilangsungkan di Cirebon dengan ditemani nasi jamblangnya Mang Dul. Entah mungkin selera lidah saya agak berubah atau quality control Mang Dul agak sedikit kedodoran. Dengan demikian, saya pribadi simpulkan bahwa Warung Nasi Jamblang Mang Dul layak mendapat nilai 3 dari skala maksimal 5 yang artinya “Lumayan”. Not bad laaahh ;).

Soto Triwindu, Legenda Soto Daging dari Solo

Soto Triwindu 1

Sudah beberapa kali saya berkunjung ke kota Solo, tapi belum sempat sekalipun saya berkunjung ke Soto Triwindu. Nah lebaran kemarin, akhirnya saya sempat mencicipi Soto Triwindu, salah satu soto daging yang sudah melegenda di Solo. Soto Triwindu sudah berdiri sejak 1939. Soto Triwindu pada awalnya terletak di Parkiran Kuda Kraton Mangkunegaran, dekat Pasar Windujenar yang dikenal juga dengan nama Pasar Triwindu. Lokasi awal Soto Triwindu tersebut diberikan oleh Prabu Mangkunegara VII kepada Karyorejo, pendiri Soto Triwindu. Saat ini lokasinya sudah tidak di sana lagi, tapi bergeser agak menjauh dari Pasar Triwindu, tepatnya di Jl. Teuku Umar No. 43, Keprabon, Solo.

Keadaan restoran Soto Triwindu nampak sederhana sekali namun bersih. Bentuk meja makan yang ada di dalam Soto Triwindu agak aneh menurut saya, terdapat display kaca yang memanjang pada setiap meja. Di dalam display tersebut terdapat aneka lauk tambahan yang biasa menemani soto seperti lidah goreng, paru goreng, lentho, tahu, bakwan udang dan lain-lain. Sayang ketika saya tiba di Soto Triwindu, saya hanya dapat mengambil tahu saja sebab lauk lainnya sudah habis. Wowww, padahal saya datangnya jam 11 siang loooh. Yang lebih mengejutkan lagi adalah, Soto Triwindu tutup karena sudah kehabisan soto sekitar pukul 12 siang. Mungkin karena sedang musim mudik sehingga Soto Triwindu kebanjiran pengunjung, ganassss.

Soto Triwindu 6

Bagian Dalam Soto Triwindu

Soto Triwindu 5

Meja Soto Triwindu

Soto Triwindu 4

Tahu

Well, beruntung saya tidak kehabisan sotonya hehehe. Soto Triwundu menggunakan kuah bening yang dididihkan dengan menggunakan kuali tanah liat dan arang. Di dalam kuah tersebut, saya menemukan nasi potongan daging sapi, toge dan sedikit sayur. Kalau dilihat dari penampilan dan bahannya, saya menduga bahwa soto tersebut tidaklah spesial, yaaah paling biasa saja. Anggapan saya ternyata salah besar, soto tersebut terasa gurih dan memiliki aroma daging sapi yang lezat dan pas di lidah saya. Potongan daging sapinya pun terasa segar dan empuk, enak sekali. Itu adalah salah satu soto paling enak yang pernah saya santap ;).

Soto Triwindu 7

Gerobak Soto Triwindu

Soto Triwindu 2

Kuali & Arang

Soto Triwindu 3

Soto Triwindu

Sebagai seseorang yang sebenarnya kurang suka dengan soto, saya ikhlas memberikan Soto Triwindu nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak”. Soto Triwindu memang layak disebut sebagai legenda soto Solo. Kapan-kapan saya pasti mau mampir lagi ke sana.

Segarnya Dawet Telasih Bu Dermi

Dawet Bu Dermi

Beberapa hari yang lalu, saya mampir ke Pasar Gede Solo untuk membelikan beberapa bumbu masakan titipan tante saya. Di tengah-tengah pasar yang penuh dan panas, saya lihat ada beberapa lapak dawet telasih. Mereka ada di suatu area yang berdekatan dan menggunakan papan nama berupa spanduk besar dan tulisan yang menyala. Nah, jangan tertipu atau salah lapak, dawet yang terkenal di Pasar Gede Solo adalah Dawet Telasih Bu Dermi. Meskipun papan namanya relatif kecil, Dawet Telasih Bu Dermi selalu dipadati oleh banyak pengunjung. Saya pun tahu tentang Dawet Selasih Bu Dermi dari istri saya yang memang orang Solo, kalau tidak saya pasti sudah nyasar ke lapak dawet lain.

Meskipun penuh sesak, saya rela mengantri demi dawet yang konon mampu bertahan hingga 3 generasi. Banyak pengunjung yang rela menikmati kesegaran dawetnya Bu Dermi sambil berdiri. Makluuum, tempat duduknya sedikit sekali. Jangan harap untuk memperoleh kenyamanan di lapak yang sempit tersebut.

Dari penampilannya, Dawet Telasih Bu Dermi kurang menarik, sekilas terlihat hanya berupa mangkuk kecil berisi air dingin berwarna putih. Air tersebut adalah santan cair dan santan kental. Di dalamnya terdapat biji telasih, bubur ketan hitam, bubur sumsum, tape ketan dan cendol. Bahan-bahan yang dipergunakan menggunakan bahan natural, bahkan hijaunya cendol diperoleh dari perasan daun suji.

Dawet Bu Dermi 2

Dawet Bu Dermi 3

Penampilan Dawet Telasih Bu Dermi bertolak belakang dengan rasanya. Dawet ini adalah dawet terenak & tersegar yang pernah lidah saya cicipi. Bahan-bahannya terasa lembut. Rasa segar dan rasa manis yang passs dari air santan putihnya semakin membuat saya ketagihan. Waaah pantas saja banyak pengunjung pasar yang rela berdesak-desakan di depan lapaknya Dawet Telasih Bu Dermi :).

Bagi yang kurang senang dengan suasana pasar, dapat mengunjungi cabang lain Dawet Telasih Bu Dermi yang ada di Monumen Pers, Jl. Ir. Djuanda, Beteng/PGS, Wedangan Pak Gendut Solo Baru dan Festival Kuliner Mall Solo. Semuanya ada di Solo, bukan Jakarta apalagi Bekasi :’P. Bagi yang mau memesan Dawet Telasih Bu Dermi dalam jumlah besar, dapat menghubungi 0271-665493, 0271-622552, 08122650302. Harga yang murah dan kombinasi rasa yang mantab membuat saya ikhlas untuk memberikan Dawet Telasih Bu Dermi nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak”. Recommended pokoke ; ).