Serial Kiko

Berawal dari cerita pendek di majalah, Kiko diangkat ke TV oleh MNC pada tahun 2014 lalu. Sampai saat saya menulis tulisan ini, serial Kiko adalah salah satu film seri animasi yang anak saya gemari. Di tengah-tengah hiruk pikuk film animasi macanegara, ternyata ada 1 animasi lokal yang mampu bersaing. Yang lebih membanggakan lagi adalah kenyataan bahwa Kiko sudah diputar pula di Stasiun TV berbayar Disney. Selain itu serial inipun sudah dialihbahasakan dan diputar di negara-negara lain looh. Yah tidak kalahlah dengan Serial Ipin & Upin dari Malaysia.

Berbeda dengan Serial Ipin & Upin, semua karakter pada Serial Kiko bukanlah manusia. Mereka semua pada awalnya merupakan penghuni sebuah danau yang sangat luas. Akibat kelalaian manusia, mayoritas penghuni danau tersebut terkena limbah dan berubah menjadi mutant. Seketika itu mereka memiliki wujud seperti manusia dan hidup tersembunyi di dasar danau. Mereka kemudian membangun sebuah peradaban lengkap dengan rumah, jalan, pertokoan dan sebagainya. Lahirlah Kota Asri, tempat tinggal Kiko (Anastasia Amelia), seekor ikan mas koki yang sekarang memiliki wujud menyerupai anak manusia dan gemar bermain bola.

Sehari-hari, Kiko bersahabat dengan Poli (Leni Marlina Tarra), Lola (Siti Balqis), Ting-Ting (Leni Marlina Tarra) dan Patino (Suherman). Poli merupakan ninja cilik yang dingin namun sportif dan sangat setia kawan. Lola merupakan pengusaha kuliner yang senang merawat aneka bunga, cewek banget deh pokoknya. Sementara ini Patino adalah sahabat Kiko yang terkuat, terpolos dan hobi sekali dengan gulat dan komik. Terakhir, Ting-Ting merupakan peneliti yang super jenius dan ahli akan teknologi terbaru. Perbedaan, membuat Kiko dan kawan-kawan dapat tetap bersatu dan saling melengkapi. Kiko sering kali bertindak sebagai pemimpin. Kecekatan, kepintaran dan kebaikannya berhasil beberapa kali membawa teman-temannya keluarnya dari masalah. Tapi terkadang, ulah Kiko yang usil dan suka ikut campur, membawa petaka. Yah tak ada yang sempurna. Tokoh utama film seri anak ini bukan malaikat.

Kebaikan menang melawan kejahatan. Persahabatan dan kebersamaan, berhasil memecahkan berbagai masalah. Itulah tema pokok yang saya lihat pada setiap episodenya. Semua yang diajarkan pada Serial Kiko memang baik dan patut untuk dicontoh. Dibalut dengan animasi yang lumayan bagus, semuanya nampak seperti sebuah paket yang menarik.

Namun, semua yang ada pada serial ini, seolah dapat saya temukan pula pada serial animasi lain. Tidak ada yang istimewa dari karakter dan ceritanya. Ooohhh tunggu dulu, keistimewaan Kiko adalah … made in Indonesia :D.

Dengan demikian, serial anak yang satu ini layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Ayo cintai produk Indonesia hehehehe.

Sumber: mncanimation.com/products/view/kiko