Spider-Man: Homecoming (2017)

Spider-Man

Film-film superhero Marvel sudah beberapa kali berjaya di layar lebar dan mereka semua masuk ke dalam sebuah Cinematic Universe. Dengan demikian semua film-film superhero Marvel memiliki latar belakang cerita yang berkaitan sebab mereka semua seolah berada di dalam dunia yang sama, Marvel Cinematic Universe. Ironisnya, hak cipta Spider-Man berada di tangan Sony sehingga Marvel tidak dapat serta merta menarik Spider-Man ke dalam film-film mereka. Bukankah Spider-Man merupakan salah satu tokoh komik Marvel yang paling populer? Kok bisa hak ciptanya justru milik perusahaan lain?

Dulu, Marvel hanyalah perusahaan penerbit komik yang hampir bangkrut. Untuk memperoleh dana segar, Marvel menjual hak cipta salah satu tokoh andalannya, Spider-Man, kepada Sony. Kehidupan memang seperti roda, bertahun-tahun kemudian Marvel yang sudah bertransformasi menjadi Marvel Studios, ternyata meraup banyak keuntungan melalui film-film superhero mereka. Sayang oh sayang semuanya terasa kurang lengkap tanpa kehadiran Spider-Man, salah satu simbol Marvel yang terlanjur dimiliki Sony. Melalui sebuah perjanjian, akhirnya Sony rela “berbagi” Spider-Man dengan Marvel. Apa yang Marvel dapat? Semua keuntungan dari film terkait The Avengers yang menghadirkan Spider-Man, adalah milik Marvel. Apa yang Sony dapat? Semua keuntungan dari film solo Spider-Man akan masuk ke Sony meskipun film tersebut merupakan bagian dari Mavel Cinematic Universe.

Selama memiliki hak cipta Spider-Man, Sony sudah beberapa kali meraup keuntungan yang melimpah. Seingat saya, sudah ada 5 film Spider-Man produksi Sony yang menguasai box office. 3 film Spider-Man yang dibintangi Tobey Maguire dan 2 film Spider-Man yang dibintangi Andrew Garfield. Semuanya menampilkan Spider-Man atau Peter Parker disaat mencapai usia 20-an, jadi di sana dikisahkan petualangan Spider-Man disaat ia SMA atau kuliah atau bekerja sebagai fotografer. Bagaimanakah Spider-Man pada Spider-Man: Homecoming (2017)?

Tokoh Spider-Man yang baru yang sekali lagi merupakan reboot dari versi sebelumnya, pertama kali diperkenalkan pada Captain America: Civil War (2016). Tony Stark atau Iron Man (Robert Downey Jr.) mengajak Peter Parker (Tom Holland) untuk menangkap Captain Amerika dan kawan-kawan yang Stark dianggap memberontak dan membahayakan umat manusia. Walaupun Peter baru berusia 15 tahun, Tony melihat potensi di dalam diri Peter. Pada saat itu Peter dikisahkan sudah memiliki kemampuan merayap bak laba-laba, tapi ia belum memiki jaring laba-laba, kostum dan pengalaman. Stark memberikan kostum canggih Spider-Man beserta perlangkapan jaring laba-laba kepada Peter dan membiarkan Peter menyimpannya setelah peristiwa pada Captain America: Civil War (2016) usai.

Spider-Man

Spider-Man

Tapi karena minimnya pengalaman Peter, Stark meminta agar Peter menggunakan kostum dan perlengkapan yang Stark berikan untuk melakukan kebaikan di sekitar lingkungan Peter saja. Peter harus berlatih dari bawah, menangani masalah-masalah yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu berbahaya. Dalam perjalanannya, Peter menemukan sebuah kasus penjualan senjata gelap yang menggunakan teknologi alien dari bekas-bekas pertempuran The Avengers pada film-film Marvel Cinematic Universe sebelumnya. Peter merasa bahwa inilah kesempatan baginya untuk membuktikan diri di hadapan Tony Stark. Meskipun gerak-gerik dan penggunaan kostumnya masih Stark batasi, Peter tetap berusaha untuk menangkap komplotan penjual senjata yang ternyata dipimpin oleh Adrian Toomes (Michael Keaton). Aahhhh, aktor mantan pemeran Batman sekarang menjadi penjahat? Melihat Opa Keaton, saya masih teringat dengan karakter Batman yang ia mainkan dahulu kala.

Spider-Man

Spider-Man

Spider-Man

Spider-Man

Spider-Man

Spider-Man

Spider-Man

Apakah, Toomes, karakter yang Michael Eaton memiliki kekuatan super? Sayangnya, tidak. Toomes dapat berubah menjadi Vulture ketika ia menggunakan kostum canggih yang menggunakan teknologi luar angkasa. Terus terang rasanya Vulture bukanlah lawan yang tangguh bagi Spider-Man, apalagi ada Iron Man yang terus mengawasi Spider-Man di sana meskipun kostum dan special effect pada Spider-Man: Homecoming (2017) terbilang bagus.

Spider-Man

Spider-Man

Saya rasa daya tarik dari Spider-Man: Homecoming (2017) justru di sisi ceritanya. Di sana memang tidak dikisahkan mengenai asal mula Peter memperoleh kekuatannya, tapi hal ini seperti justru membuat saya bertanya-tanya akan alur ceritanya akan seperti apa. Berbeda dengan Spider-Man versi Tobey Maguire dan Andrew Garfield, Spider-Man versi Tom Holland ini tidak mengambil plot komik Spider-Man klasik. Kali ini yang diambil adalah campuran antara plot Spider-Man klasik dengan plot Spider-Man versi Miles Morales. Miles Morales merupakan remaja kulit hitam yang menggunakan nama Spider-Man setelah Peter Parker tiada. Aaahhh syukurlah plot komik versi Miles Morales tidak 100% dipergunakan. Saya kurang suka dengan komik yang rasa agak “Asia-Africa washing”, jadi karakter Spider-Man yang biasanya diisi orang kulit putih, diganti dengan orang non kulit putih, katanya sih demi kesamaan ras dan bla bla bla bla. Aahhhh bagi saya, Spider-Man itu ya Peter Parker, orang kulit putih, sudah dari awalnya begitu yaa tidak usah diubah-ubah. Silahlan buat superhero baru yang tokoh utamanya orang keturunan Afrika atau Asia :).

Spider-Man

Spider-Man

Spider-Man

Spider-Man

Spider-Man

Spider-Man

Spider-Man

Spider-Man

Karena Spider-Man: Homecoming (2017) menggunakan bagian dari plot Spider-Man versi Miles Morales, maka kali ini Peter Parker memiliki teman sekolah yang secara tidak langsung terlibat dalam perseteruan antara Spider-Man dan Vulture. Di sana ada Ned Leeds (Jacob Batalon, Liz Allan (Laura Harrier), Michelle Jones (Zendaya Maree Stoermer Coleman) dan Eugene “Flash” Thompson (Tony Revolori). Tokoh-tokoh yang di komik menjadi teman sekolah Miles Morales, menjadi teman sekolah Peter di Spider-Man: Homecoming (2017). Tidak seperti Spider-Man klasik dimana hanya ada Mary Jane Watson dan Henry Osborn saja bukan? :).

Spider-Man

Spider-Man

Spider-Man

Spider-Man

Selain masalah “menjadi Spider-Man”, Peter pun harus menghadapi masalah remaja pada umumnya. Ada masalah bullying, pergaulan dan cinta monyet. Yah judul filmnya saja menggunakam kata “homecoming” bukan? Homecoming merupakan pesta dansa memperingati keberadaan sekolah yang biasa dihadiri seluruh murid dan alumni. Di pesta dansa ini pulalah Peter memperoleh kejutan yang membuatnya sedikit serba salah. Inilah yang membuat Spider-Man: Homecoming (2017) nampak menarik meskipun lawan utamanya tidak seganas tokoh antagonis film-film Marvel Cinematic Universe lainnya.

Cerita yang menarik dan mengandung unsur kejutan, dibalut dengan kostum dan special effect yang bagus, membuat Spider-Man: Homecoming (2017) layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”. Melihat bagian akhir film ini, Spider-Man hampir dapat dipastikan akan hadir di film Avenger berikutnya dengan kostum yang agak berbeda, agak mirip dengan kostum Spider-Man milik Miles Morales di komik Utimate Spider-Man.

Sumber: spidermanhomecoming.com

Iklan

Planet Hulk (2010)

Setelah tampil pada beberapa film layar lebar The Avengers, saya mendengar bahwa Marvel akan menghadirkan film solo Hulk kembali. Film tersebut kemungkinan akan mengambil cerita komik Planet Hulk sebagai latar belakangnya. Namun berita tersebut menghilang dengan sendirinya dan proyek film Hulk semakin hari semakin menghilang, terkubur dengan proyek-proyek film superhero Marvel lainnya seperti Captain America, Guardians of the Galaxy, Black Panther, Thor dan lain-lain. Menjelang rilis Thor: Ragnarok (2017), kata-kata Planet Hulk kembali menggema. Banyak yang meramalkan bahwa cerita Thor: Ragnarok (2017) akan seperti Planet Hulk. Planet Hulk lagi, Planet Hulk lagi, cerita tentang apa itu?

Akhirnya saya memilih untuk menonton Planet Hulk (2010), sebuah film animasi Marvel yang dibuat berdasarkan komik Planet Hulk. Di sana dikisahkan bahwa Hulk (Rick D. Wasserman) diasingkan oleh Iron Man (Marc Worden) dan kawan-kawan karena Hulk dianggap terlalu berbahaya bagi penduduk Bumi. Hulk memang sangat kuat terutama disaat ia sedang marah sekali, nah amarah itulah yang terkadang membuat Hulk hilang kendali.

Pesawat luar angkasa yang mengantarkan Hulk menuju pengasingan, gagal menahan Hulk. Dengan penuh amarah, Hulk mampu merobek-robek pesawat tersebut hingga akhirnya ia terdampar di planer Sakaar. Planet Sakaar sedang dikuasai oleh Red King (Mark Hildreth), seorang raja yang menggunakan pertarungan ala gladiator sebagai hiburannya. Pasukan sang raja menangkap Hulk dan menjadikan Hulk sebagai gladiator di arena berdarah milik Red King. Dengan kekuatan Hulk yang amat besar, sudah dapat ditebak bahwa kemenangan akan selalu memihak Hulk. Tapi ternyata ada karakter dari komik Thor yang terdampar pula di sana. Seorang lawan yang dapat menyamai Hulk.

Di luar arena gladiator, praktis tak ada yang dapat menghalangi Hulk selain Caiera (Lisa Ann Beley). Sayang Caiera berada di pihak Red King. Kenapa kok karakter yang satu ini mampu menandingi Hulk, tidak terlalu dijelaskan padahal dia bukanlah tokoh yang terkenal di dunia Marvel, saya sendiri baru kali ini mengetahui keberadaan Caiera. Pada perkembangan cerita selanjutnya, Caiera melakukan perpindahan dukungan dan pergeseran hubungan dengan Hulk. Perubahan keberpihakan Caiera dapat saya pahami, jelas alasannya. Nah kalau perubahan hubungannya dengan Hulk, itu agak aneh, terlalu instan dan terkesan dipaksakan. Mungkin durasi filmnya kurang lama yah hehehe.

Terlepas dari kelemahan di atas, saya tetap dapat menikmati film ini. Melihat Hulk melawan lawannya satu per satu, tetap mampu memberikan hiburan yang lumayan bagus :D. Memang sih sudah hampir dipastikan Hulk akan menang, tapi proses dan alurnya tidak membosankan untuk dilihat.

Secara keseluruhan, rasanya Planet Hulk (2010) masih layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Menonton film ini dapat dikatakan sebagai solusi tepat bagi yang ingin mengetahui mengenai Planet Hulk tanpa harus membaca serial komiknya satu per satu ;).

Sumber: marvel.com/movies/movie/140/planet_hulk

Logan (2017)

Sejak tahun 2000 sampai 2017 ini, karakter Wolverine alias James “Logan” Howlett (Hugh Jackman) selalu hadir dalam semua film X-Men, baik hanya sebagai cameo ataupun sebagai salah satu pemain utama. Dalam berbagai dimensi dan timeline, anggota X-Men lainnya boleh berganti wujud atau pemerannya, tapi Wolverine selalu hadir dengan diperankan oleh Hugh Jackman. Hal ini terbilang masuk akal karena, seperti Deadpool, kelebihan Wolverine adalah memiliki tubuh yang dapat menyembuhkan luka apapun dengan sangat cepat. Dengan demikian, Wolverine tidak menua dan sudah hidup dalam berbagai zaman sebagaimana yang pernah dikisahkan pada X-Men Origins: Wolverine (2009). Film X-Men Origins: Wolverine (2009) yang menunjukkan asal mula Wolverine tersebut adalah film solo Wolverine pertama. Kepopuleran Wolverine memang melebihi kepopuleran anggota X-Men lainnya sehingga ia memiliki judul komik dan judul film sendiri :).

Namun, seindah apapun itu, semua pasti ada akhirnya. Film solo ketiga Wolverine yaitu Logan (2017) konon akan menjadi akhir dari karakter Wolverine yang diperankan oleh Hugh Jackman. Pada film ini dikisahkan bahwa Wolverine atau Logan hidup dipelarian bersama-sama dengan Professor X (Patrick Stewart). Kedua mutant tersebut sudah menua dan melemah. Kemampuan sembuh dari Logan sudah memudar sehingga ia nampak tua dan tidak bugar. Professor X terkena alzheimer sehingga ia sering mengingau dan kehilangan kontrol atas kekuatannya apabila tidak meminum obat. Mereka hidup di era dimana mutant hampir punah dan anggota X-Men lainnya sudah gugur.

Latar belakang pada Logan (2017) mirip dengan latar belakang pada komik Old Man Logan. Hanya saja pada Logan (2017) tidak dibahas siapa penguasa dunia saat itu, yang ada hanyalah perusahaan jahat bernama Essex yang sekilas sempat muncul pada X-Men: Apocalypse (2016). Pada komik Old Man Logan, dunia dikuasai oleh para supervillain seperti Red Skull, Magneto dan Doctor Doom. Pada Logan (2017), ketiga supervillain tersebut sama sekali tidak disebutkan, semua hanya berfokus kepada Logan yang seolah menunggu mati di tengah-tengah pelarian.

Setelah lama bersembunyi, Logan dan Proffesor X akhirnya terpaksa keluar dari persembunyiannya ketika mereka harus menyelamatkan Laura Kinney atau X-23 (Dafne Keen). Bagi yang sudah membaca komik X-Men era-era tahun 2000-an tentunya sudah tahu siapa X-23 itu. Ia adalah mutant dengan kemampuan yang sama persis dengan Wolverine lengkap dengan kemampuan sembuh dan tulang adamantium.

Terus terang kehadiran Laura yang muda, kuat dan bringas mampu membuat saya semangat lagi menonton Logan (2017). Saya awalnya sedikit malas menonton film ini karena pada bagian awal film, Logan justru nampak lemah dan kehabisan tenaga, apalagi sudah ada pengumuman dimana-mana bahwa Logan (2016) adalah film Wolverine terakhir Hugh Jackman. Saya lihat Hugh Jackman mampu menampilkan sosok Logan yang “terluka” dengan baik. Tidak hanya fisiknya yang melemah, secara mental pun Logan seolah menjadi mutant yang putus asa. Tentunya perlahan Logan berubah karena Laura, anak kecil yang bisa jadi merupakan anak Logan.

Yang saya suka dari Logan (2017) adalah adegan aksinya yang realistis dan bagus, meskipun agak sadis. Aksi, drama dan akting Hugh yang bagus, semuanya diramu dengan baik sehingga Logan (2017) adalah perpisahan yang manis bagi Hugh Jackman. Film ini tentunya layak untuk menperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”. Rasanya Logan (2017) termasuk salah satu film superhero keluaran Marvel terbaik yang pernah saya tonton.

Sumber: www.foxmovies.com/movies/logan

Deadpool (2016)

Deadpool1

Satu lagi pahlawan super keluaran komik Marvel yang hadir di layar lebar di awal tahun 2016 ini, Deadpool (2016). Siapa tuh Deadpool? Karakter ini memang kalah populer dari Hulk, Thor dan Spiderman. Saya pun baru mendengar Deadpool beberapa tahun belakangan ini. Promosi yang dilakukan pihak produser Deadpool (2016) terkesan agresif dan kreatif yaitu mulai dari Deadpool mencorat-coret poster fim Batman Versus Superman yang akan hadir 2016 ini, lelucon bahwa Deadpool merupakan film valentine x__x, Deadpool ikut kampanye kanker, sampai Poster yang menunjukkan pose Deadpool dan Green Lantern, perlu diketahui bahwa pemeran Green Lantern dan Deadpool adalah orang yang sama namun Green Lantern merupakan tokoh komik rival abadi Marvel Comics, yaitu DC Comics.

Deadpool3

Deadpool4

Deadpool6

Deadpool2

Saya rasa promosi-promosi seperti ini memang diperlukan, mengingat kurang dikenalnya Deadpool oleh mayoritas penduduk dunia. Tentu saja, Deadpool baru muncul di buku komik pada tahun 1990-an, tidak dapat dibandingkan dengan Spiderman yang sudah hadir di buku komik sejak tahun 1962 atau jagoan-jagoan komik Marvel lainnya yang sudah hadir sebelum Deadpool.

Dari poster-poster promosi yang telah diedarkan, dapat terlihat bahwa Deadpool bukanlah superhero yang serius. Deadpool cenderung nyeleneh dan agak gila. Kegilaan Deadpool inilah yang membuat namanya naik daun dan cepat memperoleh basis penggemar, hingga akhirnya ada produser Hollywood yang bersedia membuat film layar lebarnya. Sebenarnya sebelum Deadpool hadir di Deadpool (2016), ia pun pernah hadir pula pada X-Men Origins: Wolverine (2009). Di sana Weapon X atau Deadpool atau Wade Wilson muncul sebagai lawan terakhir Wolverine.

Deadpool5

Wade Wilson atau Deadpool memang dapat dikatakan sebagai penyempurnaan dari Wolverine. Ia memang tidak memiliki tulang adamantium, tapi kemampuan menyembuhkan diri Deadpool sangat fantastis, ia hanya akan mati bila ia dihancurkan tak bersisa karena Deadpool dapat menumbuhkan anggota tubuhnya yang putus, patah, atau rusak.

Nah pada Deadpool (2016), dikisahkan bagimana Wade Wilson (Ryan Reynolds) dapat bertransformasi menjadi Deadpool. Awalnya Wade adalah mantan pasukan khusus Amerika yang banting setir menjadi tentara bayaran. Penyakit kanker yang ia derita memaksa Wade untuk ikut serta pada pengobatan eksperimental misterius yang konon tidak hanya akan menyembuhkan kanker Wade, tapi akan mengubah Wade menjadi pahlawan super pembela kebenaran.

Ternyata proses pengobatan eksperimental tersebut sangat menyakitkan dan maksud dibaliknya ternyata tidak baik. Setelah lolos dari laboratorium tempat eksperimen dilaksanakan, Wade yang sudah memiliki kekuatan super kemudian memburu orang-orang yang melakukan eksperimen kepadanya. Dengan menggunakan pedang dan senjata api, Wade kemudian mengenakan kostum merah-hitam dan menggunakan nama Deadpool.

Deadpool16

Deadpool14

DEADPOOL

Deadpool10

Deadpool7

Deadpool12

Deadpool8

Tidak sendirian, Deadpool dibantu oleh 2 anggota X-Men yang amat sangat tidak terkenal yaitu Colossus (Stefan Kapičić) dan Negasonic Teenage Warhead (Brianna Hildebrand). Colossus sangat bersemangat untuk merekrut Deadpool ke dalam X-Men walaupun sifat mereka bertolak belakang. Colossus sangat menjunjung tinggi kebenaran dan keadilan, sedangkan Deadpool agak gila, konyol dan cenderung seenaknya sendiri. Deadpool memang tidak selalu ada dipihak yang baik, terkadang ia memang berpihak kepada kejahatan. Saya rasa sampai kiamat pun, usaha Colossus akan gagal. Bagaimana dengan Negasonic Teenage Warhead? Mutant remaja yang satu ini agak dingin dan cuek, ia sering menjadi bahan lelucon Deadpool :’D.

Deadpool17

Deadpool15

Deadpool18

Kedua anggota X-Men tersebut ikut serta membantu Deadpool menuntaskan perburuannya. Kenapa kok Deadpool dendam sekali dengan orang-orang yang melakukan eksperimen terhadap dirinya? Akibat eksperimen tersebut, Wade memang sembuh dari kanker dan memiliki kekuatan menyembuhkan diri sendiri, namun badan dan wajah Wade hancur. Wade merasa tidak pantas bersanding dengan kekasih hatinya yang cantik, Vanessa (Morena Baccarin). Wade pun merasa bahwa dirinya tidak bisa lagi bergaul di tengah-tengah masyarakat layaknya orang normal. Kemana pun ia pergi, orang-orang menstempel Wade sebagai orang aneh. Apakah Vanessa akan memberikan stempel yang sama kepada Wade?

Deadpool11

Deadpool13

Walaupun dibungkus dengan adegan penuh aksi yang sadis, kata-kata kasar yang tak pantas didengar anak-anak dan tingkah Deadpool yang konyol, saya melihat Deadpool (2016) tetap memiliki unsur romansa dan pesan moral yang baik. Dari segi jalan cerita, Deadpool (2016) memang sangat sederhana dan dapat ditebak, tapi penyajian cerita ala Deadpool yang konyol termasuk lucu dan menarik untuk ditonton. Mirip seperti versi komiknya, Deadpool sering berinteraksi dan mengajak penonton untuk berbincang, seolah-olah ia sadar bahwa ia adalah karakter film :D.

Film ini layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”. Saya optimis Deadpool (2016) akan ada sekuelnya. Oooh yaa, seperti film-film Marvel lainnya, jangan lewatkan cuplikan bocoran akan film Marvel berikutnya pada bagian paling akhir film, yaitu setelah deretan tulisan pendukung film ini selesai ditampilkan, hehehehe.

Sumber: www.foxmovies.com/movies/deadpool

Fantastic Four (2015)

Fantastic 4 1

Fantastic Four adalah salah satu kelompok superhero tertua yang pernah Marvel Comics terbitkan. Komik Fantastic Four pertama kali terbit pada tahun 1961 lhooo. Saya sendiri belum pernah membaca komiknya, tapi sejak kecil saya sudah tahu bahwa Fantastic Four itu ada dan sepupu saya yang jauh lebih tua dari saya memiliki komiknya. Pada saat saya masih kecil, komik Amerika yang populer di Indonesia adalah Batman, Spiderman dan X-Men, Fantastic Four mungkin populer bagi mereka-mereka yang lebih tua dari saya :P. Pada tahun 2015 ini, Fantastic Four hadir di layar lebar dan langsung dibombardir dengan ulasan yang kurang baik di mana-mana x__x. Karena penasaran, saya tetap menonton Fantastic Four (2015) seburuk apapun nilainya di rottentomatoes atau imdb.

Fantastic 4 6

Kisah Fantastic Four (2015) diawali dengan bagaimana Reed Richards (Miles Teller) berusaha untuk dapat menciptakan alat teleportasi yang dapat memindahkan suatu objek ke tempat lain dalam hitungan detik. Dengan dibantu oleh sahabat karibnya, Ben Grimm (Jamie Bell), Reed berhasil membuat sebuah alat yang mampu memindahkan benda mati berukuran kecil ke sebuah tempat yang awalnya Reed pikir sebuah tempat lain di Bumi.

Professor Franklin Storm (Reg E. Cathey) tidak sependapat dengan Reed, menurutnya Reed telah berhasil mengirimkan benda mati ke suatu tempat di dimensi lain, bukan Bumi. Franklin kebetulan sedang melakukan riset yang sejalan dengan karya ciptaan Reed, ia pun mengajak Reed untuk bergabung bersama timnya untuk membuat sebuah pintu gerbang quantum menuju dimensi lain dan mengirimkan orang ke sana. Apa jawaban Reed? Sopasti iya, sudah tujuannya sama, tawaran Franklin pun diikuti dengan fasilitas beasiswa penuh dari Yayasan Baxter :).

Untuk penelitian pintu gerbang kuantum ini, Professor Franklin juga merekrut beberapa anak muda lain yaitu Victor von Doom (Toby Kebbell), Jhonny Storm (Michael B. Jordan) dan Susan “Sue” Storm (Kate Mara). Bersama-sama akhirnya mereka berhasil membuka gerbang kuantum dan mengirimkan orang ke sisi lain di balik gerbang yang mereka bangun di dalam laboratorium. Tanpa diduga sebelumnya, terjadi insiden di balik gerbang tersebut sehingga semua manusia yang berada di dalam laboratorium dan sedang berada di balik gerbang kuantum sama-sama terkena paparan radiasi misterius, radiasi yang mengubah jalan hidup mereka selama-lamanya. Reed tiba-tiba memiliki tubuh yang sangat elastis. Sue tiba-tiba memiliki kemampuan untuk menghilang dan menghasilkan force field. Jhonny tiba-tiba dapat terbang, merubah tubuhnya menjadi api dan menembak bola api. Ben tiba-tiba memiliki tubuh yang besar dan sangat kuat, sayang wujudnya tidak seperti manusia biasa, lebih mirip seperti kumpulan batu kerikil yang berwujud seperti manusia, aahhh andaikan Ben tidak ikut-ikutan masuk ke dalam gerbang.

Fantastic 4 5

Fantastic 4 11

Fantastic 4 9

Fantastic 4 4

Selain tokoh protagonis di atas, Victor von Doom juga terpengaruh akan insiden tersebut. Victor tidak diketahui bagaimana nasibnya sebab ia tidak ikut kembali ke Bumi, Victor tertinggal di balik gerbang kuantum. Tapi bagi teman-teman yang sudah membaca komik atau menonton film Fantastic Four, sudah pasti tahu bahwa Victor menjelma menjadi Dr. Doom yang memiliki kemampuan telekinesis. Dr. Doom selalu memiliki rencana jahat dan hanya Fantastic Four yang mampu menghalanginya.

Fantastic 4 8

Fantastic 4 14

Fantastic 4 12

Fantastic 4 7

Fantastic 4 2

Fantastic 4 10

Sayang rencana jahat Victor von Doom alias Dr. Doom pada Fantastic Four (2015) ini agak absurd dan blur. Alasan, maksud dan tujuannya kurang kuat. Penanganan Fantastic Four dalam menghadapi rencana jahat Dr. Doom juga terasa hambar, tidak ada gregetnya dan terlalu sederhana. Cinta segitiga yang terjadi antara Victor, Sue dan Reed pun terkesan “nanggung” dan tidak dimanfaatkan dengan maksimum sehingga terkesan hambar.

Selain itu permasalahan yang terjadi pada karakter-karakter lain kok kurang dieksploitir dengan baik ya? Saya tidak melihat adanya masalah kepercayaan diri pada Ben yang fisiknya berubah total. Canda dan tawa Jhonny pun tidak ada. Adu ejek antara Ben Jhonny juga punah. Semuanya serba datar, flat :(. Sungguh hasil mengecewakan dari sutradara sekelas Josh Tank. Saya rasa Fantastic Four (2015) termasuk produk gagal walaupun special effect yang ditampilkan sudah lumayan bagus.

Sebelum Fantastic Four (2015) resmi terbit, terdapat perseteruan antara Josh Tank dengan pihak studio sehingga Fantastic Four (2015) yang saya lihat kemarin tidak 100% versi Josh Tank. Kegagalan film Fantastic Four sudah pernah terjadi pula pada tahun 1994 saat film yang sudah siap diedarkan tidak diedarkan secara komersial … selama-lamanya. Sang pemilik studio lebih memilih “mengubur” Fantastic Four (1994) daripada membiarkan film tersebut ditonton khalayak ramai x__x. Fantastic Four (1994) tetap mampu beredar secara ilegal di jagad internet. Berikut gambar keempat anggota Fantastiq Four pada Fantastic Four (2015), sekilas nampak agak “culun” yaaaah v(^_^)v.

Fantastic 4 13

Beruntung Fantastic Four sempat muncul dan lumayan sukses pada Fantastic Four (2005) dan Fantastic Four: Rise of the Silver Surfer (2007). Fantastic Four (2005) berhasil menampilkan suguhan yang menarik dan komplit, sayang sekuelnya kurang bagus hingga akhirnya mereka gagal menjadi trilogi, tidak ada film ketiganya. Pemeran Johnny Strom pada Fantastic Four (2005) dan Fantastic Four: Rise of the Silver Surfer (2007) saja sudah nyaman memerankan Captain America pada film-film Captain America dan The Avengers yang rasanya jaauuuuhhhh lebih sukses dibandingkan Fantastic Four (2005) dan Fantastic Four: Rise of the Silver Surfer (2007). Berikut gambar Chis Evans ketika memerankan Johnny Storm dan di bawahnya terdapat gambar Chris Evans sebagai Captain America.

Fantastic 4 3

Captain America The Winter Soldier 19

Pada awalnya saya berharap reboot Fantastic Four yang dilakukan pada 2015 ini dapat sebagus reboot Spiderman pada 2012 lalu, sayang hasilnya tidak sesuai harapan saya. Fantastic Four (2015) pun hanya dapat memperoleh nilai 2 dari skala maksimum 5 yang artinya “Kurang Bagus”. Jarang-jarang nih saya memberikan nilai serendah ini untuk sebuah film superhero.

Sumber: www.fantasticfourmovie.com

Punisher: War Zone (2008)

Punisher War Zone 1

The Punisher adalah salah satu tokoh komik Marvel yang komiknya sudah terbit sejak saya masih kecil. Karakter ini sebenarnya tidak memiliki kekuatan super, ia ahli dalam menggunakan berbagai senjata dan mahir berkelahi. Rasa dendam dan haus akan darah para penjahatlah yang menjadi kekuatan utama The Punisher. Pembunuhan anak dan istrilah yang membuat Frank Castle berubah menjadi The Punisher. Dengan nama The Punisher, Frank berburu membunuh para penjahat yang ia temui, Ia bertindak di luar koridor hukum.

Punisher War Zone 4

Punisher War Zone 8

Punisher War Zone 10

Pada 2008 lalu hadir kisah The Punisher di layar lebar untuk yang ketiga kalinya. Namun film yang berjudul Punisher: War Zone ini tidak berhubungan dengan 2 film The Punisher lainnya. Kali ini The Punisher alias Frank Castle (Ray Stevenson) melakukan kesalahan ketika ia sedang memburu Billy Russoti (Dominic West). Dalam insiden tersebut, The Punisher tidak sengaja membunuh polisi yang sedang menyamar menjadi anak buah Billy. Pada insiden itu pulalah Billy jatuh ke dalam mesin yang membuat fisiknya rusak, sejak saat itulah Billy berubah menjadi Jigsaw yang wajahnya menyeramkan.

Punisher War Zone 3

Punisher War Zone 7

Punisher War Zone 6

Dengan dibantu oleh saudaranya yang agak kurang waras, James Russoti alias Loony Bin Jim alias LBJ (Doug Hitchinson), Jigsaw berniat membalas dendam keoada The Punisher dengan menyelidiki dimana markas persembunyian The Punisher dan berusaha melukai semua orang yang berhubungan dengan The Punisher.

Sementara itu Frank mulai berfikir untuk berhenti menjadi The Punisher karena ia dihantui oleh rasa bersalah telah salah membunuh orang. Frank mulai meragukan apakah tindakannya sebagai The Punisher selama ini benar?

Punisher War Zone 9

Punisher War Zone 5

Punisher War Zone 2

Film ini terbilang sadis dan tidak pantas ditonton oleh anak kecil, namun bagi saya pribadi adegan kekerasannya terbilang seru dan bagus, sadisnya bukan sadis menjijikan seperti film Saw (2004) kok ;). Jalan ceritanya pun tak terlalu datar, tidak membosankan. Secara keseluruhan Punisher: War Zone (2008) pantas untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”. Saya lebih suka film ini ketimbang The Punisher (2004)

Sumber: www.punisherwarzonemovie.com

Constantine (2005)

Constantine1

Constantine (2005) mengisahkan bagaimana John Constantine (Keanu Reeves), sang pengusir setan dan iblis, menyelidiki kasus bunuh diri saudara kembar identik dari Detektif Angela Dodson (Rachel Weisz). Penyelidikan John terhadap kasus bunuh diri ini ternyata berhubungan dengan sebuah rencana besar yang dapat menghancurkan keseimbangan antara dunia, neraka dan surga.

Constantine3

Constantine13

Constantine6

Constantine9

Constantine2

Setan? Iblis? Constantine (2005) itu film horor ya? Bukan, Constantine (2005) adalah film bergenre supranatural action thriller yang diadaptasi dari komik Hellblazer yang diterbitkan oleh Vertigo Comics, anak perusahaan DC Comics. John Constantine yang menjadi karakter utama komik tersebut memang dilahirkan dengan kemampuan untuk melihat dan berinteraksi dengan malaikat dan setan. Merasa stres dengan kemampuannya, John sempat melakukan dosa besar yang membuat John divonis untuk tidak akan masuk surga. Lucifer, raja neraka, berjanji akan datang sendiri untuk menjemput jiwa John ketika John meninggal nanti.

Constantine8

Constantine4

Constantine12

Constantine5

Constantine7

Constantine11

Constantine14

Constantine10

Nah, masa lalu John inilah yang pada akhir film Constantine (20015), John pergunakan untuk mempertahankan keseimbangan antara surga, dunia dan neraka. Cerdasss, saya suka dengan Constantine (2005) karena bagian akhirnya yang cerdas, kadang kita tidak perlu sekuat Superman untuk menang ;). Selain itu, alur ceritanya tidak membosankan, special effect-nya pun lumayan ok. Saya rasa Constantine (2005) layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus” :).