Sicario (2016)

 

Sicario

Sicario (2016) mengangkat tema kejahatan narkoba oleh kartel asal Mexico. Sicario sendiri dalam bahasa Spanyol berarti pembunuh bayaran. Julukan sicario biasa diberikan kepada para pembunuh bayaran profesional dari kartel-kartel narkoba asal Amerika Latin. Sudah pasti film ini akan dipenuhi oleh berbagai adegan aksi di sana dan di sini. Sicario (2016) diawali dengan adegan penyerbuan terhadap sebuah markas kartel narkoba yang dipimpin oleh Kate Macer (Emily Blunt). Kesuksesan Kate dalam membasmi peredaran narkoba di dalam wilayah Amerika Serikat, telah menarik perhatian Matt Graver (Josh Brolin), seorang agen rahasia pemerintah yang misterius. Graver mengajak Kate untuk masuk ke dalam tim gabungan yang Graver pimpin. Di sana Kate bertemu dengan rekan Graver yang tak kalah misteriusnya, Alejandro (Benicio Del Toro).

Sicario

Sicario

Sicario

Kate bersedia bergabung dengan tim tersebut tanpa mengetahui apa rencana, teknik dan cara yang akan ditempuh. Siapa sebenarnya Graver dan Alejandro pun masih tanda tanya ketika Kate bergabung. Yang Kate ketahui adalah bahwa tim tersebut bertujuan untuk membasmi kartel narkoba sampai ke pangkalnya.

Sicario

Dalam perjalannya, Kate menemukan banyak hal yang bertentangan dengan integritasnya sebagai penegak hukum. Cara dan metode yang Graver dan Alejandro gunakan, kurang cocok dengan Kate yang taat aturan. Perlahan-lahan, identitas Graver dan Alejandro terkuak. Maksud utama tim misterius tersebut pun, perlahan dapat Kate ketahui. Memang sih, pada intinya tim tersebut hendak memerangi narkoba dan memutus mata rantai peredaran narkoba, tapi yang mau diputus itu rantai yang mana? Rantai peredaran narkoba ada banyak lho.

Sicario

Sicario

Sicario

Sicario

Sicario

Kate memang menjadi sudut pandang penonton dalam menonton film ini, tapi karakter Alejandro nampak lebih kuat dan seolah dialah sang protagonis utama. Alejandro yang nampak misterius memang memiliki agenda pribadi yang masih sejalan dengan arah tujuan utama tim kecil milik Graver tersebut.

Sicario

SicarioMisteri akan tujuan tim Graver beserta siapa Graver dan Alejandro sebenarnya memang menarik dan dapat memberikan nilai plus bagi Sicario (2016). Tapi, nilai plus utama dari Sicario (2016) justru ada pada bagimana film ini berhasil membangun atmosfer yang baik pada berbagai adegan aksinya. Wilayah Amerika Latin seolah benar-benar menjadi tempat yang sangat berbahaya untuk dikunjungi, terlepas bagaimana keadaan sesungguhnya. Dengan demikian, saya rasa Sicario (2016) layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”.

Sumber: http://www.sicariofilm.com

Iklan

Reservoir Dogs (1992)

Reservoir Dogs (1992) termasuk film lamanya Om Quentin Tarantino dimana sang sutradara ikut memerankan salah satu karakter yaitu sebagai Mr. Brown. Dikisahkan bahwa Mr. Brown melakukan perampokan bersama-sama dengan Mr. White (Harvey Keitel), Mr. Orange (Tim Roth), Mr. Blonde (Michael Madsen), Mr. Pink (Steve Buscemi) dan Mr.Blue (Edward Bunker). Lha kok namanya menggunakan warna semua? Keenam karakter di atas memang tidak mengenal satu sama lain dan dilarang untuk saling bertukar informasi pribadi termasuk nama asli masing-masing. Mereka hanya boleh berinteraksi terkait dengan perampokan yang dikoordinir oleh Joe Cabot (Lawrence Tierney) dan Eddie Cabot (Chris Penn).

Apakah perampokannya berjalan lancar? Ooooh tentu tidak. Semua rencana yang sudah disusun menjadi berantakan dan malapetaka. Setelah kegagalan yang memakan korban jiwa, beberapa anggota komplotan tersebut berkumpul di sebuah gudang. Di gudang inilah mereka membahas dan adu argumen terkait kekacauan yang terjadi. Apakah ada polisi yang menyamar diantara mereka?

Walaupun tokoh perampoknya ada 7, tokoh utama yang dominan hanya 5 yaitu Mr. White, Mr. Orange, Mr. Pink, Mr. Blonde, Joe dan anak Joe yaitu Eddie. Tokoh-tokoh lainnya seakan hanya berperan sebagai bumbu pelengkap. Jadi yaaa sepanjang durasi film, saya melihat kelima tokoh tersebut saling berinteraksi. Terus terang hal ini agak membosankan yaa. Rasa penasaran akan kenapa kekacauan itu terjadi gagal menghilangkan rasa kantuk saya ketika menonton Reservoir Dogs (1992).

Mirip seperti film-film karya Quentin Tarantino lainnya, saya melihat banyak darah, aksi sadis dan kata-kata kotor serta lagu-lagu tahun 70-an . Semuanya disajikan dengan menggunakan alur cerita maju mundur yang cukup komunikatif dan tidak membingungkan. Penyajian yang unik memang terbilang menarik meskipun kalau saya pikir-pikir, film ini sebenarnya sederhana dan standard lho.

Mohon maaf bagi fans beratnya Quentin Tarantino, saya hanya mampu memberikan Reservoir Dogs (1992) nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Bagi saya ini bukanlah film terbaik Tarantino.

Sumber: http://www.miramax.com/movie/reservoir-dogs/

A Clockwork Orange (1971)

orange1

Entah apa yang ada di pikiran saya ketika saya memutuskan untuk menonton A Clockwork Orange (1971). Sepertinya saya terhipnotis dengan nilai IMDB, nilai rottentomatoes dan kemilau beberapa penghargaan yang pernah A Clockwork Orange (1971) terima atau hampir terima :P. Karena menggunakan Inggris di masa depan sebagai latar belakangnya, pada awalnya saya pikir film ini akan mirip dengan Star Wars, bercerita mengenai masa depan yang kurang sempurna dengan didukung special effect terbaik pada masanya. Aaahhhh, ternyata saya salah besar. A Clockwork Orange (1971) bercerita mengenai sosiopath, kriminalitas dan politik dengan adegan kekerasan dan kecabulan di mana-mana, baik dalam bentuk lisan maupun perbuatan.

Kekerasan dan kecabulan dihadirkan karena tokoh utama A Clockwork Orange (1971), Alex (Malcolm McDowell), merupakan seorang sosiopath yang tergila-gila pada kekerasan, seks dan musik klasik. Setiap malam, Alex beserta gengnya berjalan-jalan keliling kota untuk melampiaskan hasrat mereka dengan memukuli gelandangan, berkelahi dengan geng lain, memperkosa dan merampok. Tindakan kriminal Alex hanya sampai di situ saja sampai pada suatu malam ia “naik pangkat” menjadi pembunuh. Setelah dihianati oleh rekan-rekan gengnya sendiri, Alex akhirnya tertangkap dan dijebloskan ke dalam penjara.

orange7

orange3

orange4

orange6

Kemudian melalui sebuah program rehabilitasi yang revolusioner, Alex berhasil keluar dari penjara lebih cepat dari waktunya. Namun tetap saja ada harga yang harus Alex bayar, kebebasan. Secara fisik Alex memang bebas, namun jiwa dan pikiran Alex dibatasi dengan paksa. Setelah bebas, Alex bernasib sial karena ia seolah kebetulan harus berhadapan kembali dengan orang-orang yang pada awal film pernah ia lukai. Karma seakan tersenyum lebar kepada Alex, Alex memperoleh balasan akan kejahatan-kejahatan yang pernah ia lakukan, namun apakah Alex akan benar-benar insyaf? Aahhhh A Clockwork Orange (1971) lebih condong ke arah film “nyeni” dibandingkan film bermoral, jadi jangan harap akhirnya akan wajar dan normal.

orange8

orange2

Gambaran akan kekerasan dan seks pada film ini nampak janggal dan berlebihan. Saya rasa seharusnya masih ada ratusam cara lain yang lebih bijak untuk menggambarkan kesosipath-an Alex. Kalau seperti ini yaa seolah-olah orang Inggris di masa depan maniak seks semua. Lelucon cabul yang hadir nampak biasa saja, mungkin di tahun 70-an itu terbilang spektakuler? :P, belum pernah menonton film-film sejenis American Pie (1999) sih. Gambaran akan kota Inggris di masa depan pun jauh dari kata keren, special effect yang hadir terbilang standard untuk film tahun 70-an :(. Kostum yang muncul pun terbilang norak dan aneh termasuk kostum geng Alex, jiaaahhh saya rasa  dua ratus tahun kedepan pun tak ada orang normal yang rela jalan-jalan keliling kota menggunakan kostum bodoh seperti itu :’D.

orange5

Awww, sepertinya saya salah pilih film, berbeda sekali dari ekspektasi saya. Maaf kalau jiwa seni saya agak minus tapi film ini rasanya layak untuk memperoleh nilai 2 dari skala maksimum 5 yang artinya “Kurang Bagus”, saya tidak peduli akan seberapa besar nilai IMDB bagi film ini.


Nightcrawler (2014)

Nightcrawler 1

Kemarin malam saya menonton Nightcrawler (2014) yang sebenarnya tahun lalu ingin saya tonton tapi entah kenapa, mungkin karena kesibukan, akhirnya belum sempat saya tonton :,D. Film tersebut merupakan film bergenre thriller yang bercerita mengenai peliputan berita oleh Louis Bloom (Jake Gyllenhaal).

Nightcrawler 5

nightcrawler review

Pertanyaannya adalah apakah Louis bekerja di TV, koran atau radio? Tidak, Louis adalah seorang maling yang pada suatu malam menyaksikan sebuah kecelakaan. Di sana Louis mengetahui bahwa rekaman akan sebuah kejadian yang dapat dijadikan berita, dapat dijual ke stasiun TV. Nah daripada menjadi maling yang tak tentu penghasilannya, Louis memutuskan untuk berburu berita dengan berbekal mobil, kamera dan radio HT. Ia keliling kota sambil mendengarkan kanal komunikasi polisi, pemadam kebakaran dan instansi darurat lainnya.

Nightcrawler 6

Nightcrawler 4

Nightcrawler 9

Nightcrawler 7

Nightcrawler 8

Sekilas saya pikir, karakter Louis akan menjadi orang baik-baik dan ikut terlibat di dalam salah satu kasus kejahatan dan tampil sebagai pahlawan yang ikut membantu tugas polisi. Aaahhh, diluar dugaan, saya salah besarrrr. Nightcrawler (2014) memang unik, jalan cerita dan akhir kisahnya tidak mudah ditebak. Saya pun setuju kalau film ini berhasil menuangkan ketegangan di ruang keluarga saya kemarin malam :).

Sebenarnya yang menonjol dari Nightcrawler (2014) adalah akting Jake Gyllenhaal yang sangat baik. Setelah sebelumnya Jake pernah berperan sebagai orang baik-baik pada The Day After Tomorrow (2004), Prince of Persia: The Sands of Time (2010) dan Source Code (2011), kali ini Jake berhasil memerankan karakter Louis yang dingin, cerdik, ambisius dan menghalalkan segala cara untuk memperoleh keinginannya. Jake berhasil memberikan mimik muka, cara berbicara dan bahasa tubuh yang meyakinkan pada Nightcrawler (2014). Olehkarena itulah Nightcrawler (2014) layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”.

Sumber: nightcrawlerfilm.com

The Forger (2014)

Forger 1

Setelah beberapa kali melewati papan iklan The Forger (2014) yang berwarna kebiruan, akhirnya semalam saya dan istri saya memutuskan untuk menonton film yang dibintangi oleh John Travolta tersebut.

Forger 2

Travolta kali ini memerankan Raymond J. Cutter, seorang narapidana kasus pemalsuan lukisan yang menyuap seorang hakim agar ia dapat keluar dari penjara lebih cepat dari waktu yang semestinya. Ironisnya Ray menyuap dengan meminjam sejumlah uang kepada seorang bandit yang menyebabkan Ray masuk penjara. Sekarang Ray harus membayar hutangnya dengan melakukan pemalsuan sebuah lukisan terkenal yang sedang dipamerkan di sebuah Museum.

Forger 3

Forger 5

Forger 4

Untuk apa Ray bersusah payah untuk dapat keluar penjara lebih cepat? Ray ingin menghabiskan waktunya dengan anaknya yang mengidap kanker stadium 4, Will Cutter (Tye Sheridan). Ray ingin menemani Will selagi bisa, Ray juga ingin mengabulkan beberapa permintaan Will sebelum ajal datang menjemput Will. Sambil mengabulkan permintaan-permintaan Will, Ray melakukan pemalsuan lukisan untuk melunasi hutangnya.

Forger 6

Forger 7

Forger 8

Kisah hutang Ray dan pemalsuan lukisan seolah menjadi kisah sampingan padahal judul film ini adalah the forger alias sang pemalsu. Kisah mengenai hubungan keluarga rasanya lebih dominan sehingga The Forger (2014) kurang pantas untuk dikatakan sebagai film crime thriller, The Forger (2014) adalah film keluarga yang diselingi kisah kriminal karena latar belakang pekerjaan si bapak sebagai pemalsu lukisan.

Pada awalnya, acara menonton The Forger (2014) adalah acara istri saya menemani saya menonton film, tapi kenyataannya adalah sebaliknya @__@. The Forger (2014) bukan jenis film yang dengan senang hati akan saya tonton karena film ini agak membosankan bagi saya sehingga The Forger (2014) hanya mampu memperoleh nilai 2 dari skala maksimum 5 yang artinya “Kurang Bagus”.

Sumber: www.lionsgatepublicity.com/theatrical/theforger/

Kidnapping Mr. Heineken (2014)

Kidnapping Heineken 1

Mendengar judul Kidnapping Mr. Heineken (2014) mengingatkan saya pada merk minuman keras berwarna hijau, Heineken. Film ini sendiri tidak berbicara mengenai lomba minum bir atau bisnis bir, melainkan peristiwa penculikan CEO dari perusahaan minuman keras Heineken, Freddy Heineken (Anthony Hopkins) yang memang benar-benar terjadi di Belanda pada tahun 80-an. Peristiwa ini menjadi populer pada masanya karena besarnya tebusan yang dibayarkan dan tingginya posisi dari orang yang berhasil diculik.

Penculikan Heineken dilakukan oleh 5 sahabat yang gagal menjalani bisnis halal dan beralih ke bisnis kriminal. Kelima sahabat tersebut adalah Willem Holleeder (Sam Worthington), Cor van Hout (Jim Sturgess), Jan Boellaard (Ryan Kwanten), Martin Erkamps (Thomas Cocquerel) & Frans Meijer (Mark van Eeuwen). Aksi mereka disetarakan dengan aksi teroris internasional padahal mereka hanyalah penjahat kelas teri pada saat itu.

Kidnapping Heineken 9

Kidnapping Heineken 2

Film-film yang mengambil tema penculikan biasanya mengisahkan penculikan dari sisi polisi atau si korban. Kalau pun dari sisi si penculik, biasanya dikisahkan bahwa orang yang diculik itu jahat atau si penculik itu memiliki alasan yang baik atau sangat terpaksa. Saya tidak melihat itu semua pada Kidnapping Mr. Heineken (2014). Kidnapping Mr. Heineken (2014) seolah-olah hanya memperlihatkan sejarah peristiwa penculikan dari sisi si penculik dan orang yang diculik tanpa ada sesuatu yang spesial, semua terasa hambar dan datar.

Kidnapping Heineken 10

Kidnapping Heineken 5

Kidnapping Heineken 8

Kidnapping Heineken 7

Kidnapping Heineken 6

Kidnapping Heineken 11

Kidnapping Heineken 4

Kidnapping Heineken 3

Sorry to say tapi Mr. Heineken dan kawan-kawan hanya layak untuk mendapat nilai 2 dari skala maksimum 5 yang artinya “Kurang Bagus”. Beruntung saya tidak menonton Kidnapping Mr. Heineken (2014) di bioskop. Kalaupun ditayangkan di TV, Kidnapping Mr. Heineken (2014) paling cocok kalau ditayangkan di History Channel, bukan Fox atau HBO.

Sumber: http://www.beckerfilmgroup.com/kidnapping-mr-heineken/

Aksi Kriminal di Dalam Mikrolet

Mikrolet 4

Sebagai warga Jakarta yang setiap hari langganan naik Mikrolet, saya beberapa kali mendengar atau bahkan melihat sendiri bagaimana aksi kriminal terjadi di dalam angkutan kota tersebut. Berikut aksi kejahatan yang terjadi di dalam Mikrolet:

1. Kejadian Pertama
Berikut saya coba paparkan aksi copet yang klasik tapi masih mampu memakan korban. Biasanya si calon korban berada di pojok, penumpang yang duduk di pojok biasanya melihat ke arah jalanan yang berlawanan dengan posisi penumpang di sebelahnya. Misalkan kondisi sebuah Mikrolet seperti digambarkan di bawah ini.

Copet Mikrolet 1

Taruhlah si calon korban kita namakan Alief Cakep dengan posisi di pojok belakang :P. Si C, si D, si E kompak memalingkan pandangan ke arah jalan luar yaitu arah X dengan harapan si calon korban terpengaruh ikut-ikutan melihat arah X. Ketika si calon korban lengah, si A langsung mengambil handphone, dompet atau benda berharga lain milik si calon korban. Setelah mendapatkan barang dari si calon korban, si A langsung mengoper barang hasil rampasan ke si B. Tak lama, si A dan si B turun keluar dari Mikrolet pura-pura sudah sampai tempat tujuan. Biasanya si A membawa tas yang besaaaar atau jaket yang tebaaal. Jaket atau tas tersebut diletakkan di paha untuk menutupi tangannya. Tips saya ketika menghadapi copet ini adalah:
a. Jangan menaruh barang berharga di saku. Taruhlah semua barang berharga di satu tempat yang dapat diawasi.
b. Waspadalah terhadap orang yang duduk di sebelah kita, pastikan tangannya tetap terlihat ;). Banyak orang memangku tas besar di dalam Mikrolet tapi mereka-mereka ini belum tentu copet, jangan berprasangka buruk terhadap semua orang. Saya sendiri selalu membawa tas yang besar, maklum tuntutan pekerjaan hehee.

2. Kejadian Kedua
Nah kali ini saya akan paparkan juga aksi penipuan klasik yang sudah pernah ada sejak jaman bapak saya masih muda. Berdasarkan pengalaman pribadi, aksi ini dilakukan di dalam Mikrolet yang sepi seperti di tunjukkan gambar di bawah ini.

Copet Mikrolet 2

Si A membawa sebuah bungkusan panjang berwarna coklat yang tiba-tiba digerak-gerakan sendiri oleh si A agar seolah-olah ada sesuatu di dalam bungkusan yang ia bawa. Kemudian terjadilah dialog yang kurang lebih sebagai berikut:
A: Aduh pak, bu maafin yah berisik *pasang tampang malu*
B: Wah situ bawa apa pak?
A: Ini nihh, saya dikasih burung sama majikan saya. Majikan saya mau pindah ke luar negri, jadi saya dapet semacam hadiah perpisahan tapu au nih burung apa yak? Saya mau jual aja ke pasar burung.
A: Waah kebetulan saya hobi burung pak. Boleh saya lihat itu burung apa?
B: Silahkan pak, tapi ga bisa lebar-lebar yaaa, takut lepas *membuka bungkusan hitam ke arah A tapi penumpang lain tifak bisa lihat*
B: Hhhmmm burungnya cukup langka itu pak, mo dilepas brapa?
A: 1 juta pak. Majikan saya kan orang kaya, piaraannya pasti mahal harganya.
B: Cuman sejuta??? Wah murah banget, sinih jual ke saya saja yaaa pak yaaa *pasang tampang ngiler*
A: Aduh gimana yaa? Pasar burungnya harus oper angkot lagi ya . . .
B: Saya ada uang panjer nih 500 ribu, sisanya saya ambil di bank dulu gimana pak?
A: Aduh 1 juta cash sajalah pak atau handphone seharga segutuan saya juga mauuu
B: Aduuuh sayang sekali saya lagi ga bawa duit. HP saya ini juga ga nyampe 500 ribu harganya *sambil melirik penumpang lain*
A: eeemmm gimana yaaa?
B: Wah kalo udah sampe pasar burung, harganya bisa 3 juta tuh!
A: Saya ga serakah pak, kalo ada yg brani bayar sejuta saya udah puas *sambil melirik penumpang lain termasuk saya*.
Naaahh, kebetulan pada saat itu tidak ada penumpang yang merespon. Semua cuek, bodo amet :P. Sadar bahwa tipuan mereka gagal. Si A, si B dan, tanpa diduga-duga, si C turun bersamaan di tempat yang sama. Tempat mereka turun itu bukanlah pasar burung dan tidak ada angkot menuju pasar burung yang melewati tempat tersebut :P. Gagal yaaa? Cup cup cup jangan nangus yeee. Tips saya menghadapi penipuan ini adalah tetap cerdas dan jangan serakah ;).

3. Kejadian Ketiga.
Baiklah, kali ini saya akan membahas taktik copet di dalam Mikrolet yang menggunakan cara mengalihkan perhatian pura-pura mencari barang yang sengaja dijatuhkan di bawah kursi penumpang Mikrolet. Taktik ini tidak hanya dilakukan di Mikrolet yang padat tapi dilakukan pula di Mikrolet yang sepi. Taruhlah misalkan kondisi suatu Mikrolet seperti gambar di bawah ini. Nama-nama yang dipergunakan bukanlah nama yang sebenarnya yaa, hanya contoh saja ;).

Copet Mikrolet 3

Si Alief tiba-tiba memandang ke bagian bawah bangku penumpang seolah-olah sedang mencari uangnya yang tudak sengaja jatuh. Biasanya ada penumpang yang secara refleks ikut-ikutan melihat ke bawah membantu mencarikan uang Alief yang katanya jatuh. Nah pada saat itulah sang eksekutor, si Agus mengambil barang milik si Acong yang lengah karena menonton penumpang lain yang membantu Alief mencari uang di kolong bangku. Saran saya pribadi, kalau melihat ada penumpang lain yang uangnya atau barang lain miliknya jatuh, jangan berprasangka butuk, tetap waspada dan biarkan ia mencari barangnya sendiri. Egois? Ya, biarlah, ini Jakarta bung! 😛

Dari berbagai contoh kejadian di atas, saya harap kita semua dapat semakin waspada, bukan malah memusuhi atau berprasangka buruk kepada penumpang lain loh. Akhir kata semoga tulisan ini bermanfaat dan Mikrolet dapat menjadi angkutan umum yang semakin aman nyaman bebas dari aksi kriminal, terutama di saat menjelan hari raya seperti sekarang ini. Semakin mendekati hari raya Lebaran atau Natal, biasanya semakin banyak copet gentayangan di dalam angkutan umum :(.