Charlie’s Angels (2019)

Charlie’s Angels pada awalnya merupakan film seri yang hadir antara tahun 1976 sampai 1981, jauh sebelum saya lahir hehehehe. Kemudian hadir Charlie’s Angels versi layar lebar pada tahun 2000 dan 2003. Saya sudah pernah menonton kedua versi Charlie’s Angels tersebut dan saya lebih suka dengan versi film seri yang tahun 70-an. Mereka hadir dengan berbagai kasus dan akting yang wajar. Bagaimana dengan versi layar lebarnya? Bagi saya pribadi, film layar lebar Charlie’s Angels tahun 2000 dan 2003, terlalu bombastis dan penuh dengan humor yang garing seperti kanebo kering. Masuk akal kalau saya kurang antusias terhadap Charlie’s Angels (2019). Apalagi sebelum Charlie’s Angels (2019) dirilis, Stasiun TV ABC sempat menayangkan reboot serial Charlie’s Angels di 2011 yang tenyata memperoleh rating rendah dan hanya bertahan 13 episode.

Apapun versinya, semua film-film Charlie’s Angels pada dasarnya sama. Semuanya mengisahkan bagaimana 3 wanita cantik bekerjasama dalam menyelesaikan berbagai kasus kejahatan. Ketiga wanita tersebut memilki keahlian masing-masing dan disebut Charlie’s Angels. Sesuai namanya, mereka dipimpin oleh Charlie, seseorang yang hanya hadir dalam wujud suara saja. Melalui pengeras suara, Charlie memberikan misi baru bagi ketiga anggotanya. Sebagai penghubung antara Charlie dan ketiga malaikatnya, hadir Bosley. Selain sebagai penghubung, Ia berfungsi pula sebagai pendamping & pengawas ketiga Charlie’s Angels pada setiap misinya.

Dari berbagai versi filmnya Charlie’s Angels, semua pemerannya selalu berubah-ubah. Baik anggota Charlie’s Angels maupun siapa yang menjadi Bosley. Semuanya seakan hendak dirangkum pada Charlie’s Angels (2019), dimana kali ini dikisahkan bahwa Charlie’s Angels telah menjadi organisasi internasional dengan banyak anggota. Terdapat beberapa Bosley dan beberapa Charlie’s Angels pula tentunya. Foto kenangan akan Charlie’s Angels pada versi film seri dan layar lebar terdahulu, ikut hadir pula pada Charlie’s Angels (2019).

Pada Charlie’s Angels (2019), dikisahkan bahwa Charlie mengirim Jane Kano (Ella Balinska) & Sabina Wilson (Kristen Stewart) untuk menyelidiki Proyek Calisto. Proyek tersebut mampu menghasilkan sebuah teknologi canggih yang dikhawatirkan dapat dimanfaatkan sebagai senjata. Dalam perjalannya, Elena Houghlin (Naomi Scott) sebagai ketua pengembang Proyek Calisto, ikut bergabung dengan Jane & Sabina. Lengkap sudah, inilah 3 Charlie’s Angels kali ini, ada Jane, Sabina & Elena. Tak lupa hadir Bosley mereka yang diperankan oleh Elizabeth Banks. Wah semuanya kok jadi perempuan? Sepertinya Charlie’s Angels (2019) ingin berbicara lantang mengenai pemberdayaan perempuan. Bagaimanapun juga, Charlie’s Angels (2019) menunjukkan bahwa wanita mampu melakukan berbagai hal, termasuk di bidang yang didominasi oleh kaum Adam.

Bagaimana dengan ceritanya? Di sini hadir plot twist yang berusaha mengecoh penonton. Di luar dugaan, Charlie’s Angels (2019) ternyata memiliki jalan cerita yang lumayan ok dan masuk akal. Adegan aksinya pun terbilang wajar dan tidak berlebihan, …. namun tidak spesial. Bagaimana humornya? yaaah, not bad laaah, humornya tidak terlalu banyak tapi tidak segaring Charlie’s Angels tahun 2000 & 2003. Pendapat saya ini, saya utarakan tanpa melihat perilaku negatif salah satu pemeran Charlie’s Angels (2019) di kehidupan nyata yaaa ;).

Dengan demikian, saya rasa Charlie’s Angels (2019) layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Sayangnya, melihat pendapatan awal Charlie’s Angels (2019) yang kurang memuaskan, sepertinya film ini tidak akan menelurkan sekuel. Apakah ini akhir dari franchise Charlie’s Angels?

Sumber: http://www.sonypictures.com/movies/charliesangels2019

American Ultra (2015)

American Ultra 1

Pada American Ultra (2015) dikisahkan Mike Howell (Jesse Eisenberg) hidup damai bersama kekasihnya, Phoebe Larson (Kristen Stewart), di kota Liman yang sederhana. Sehari-hari Mike bekerja sebagai penjaga toko sampai larut malam. Dunia Mike dan Phoebe berubah ketika pada suatu malam seorang wanita misterius datang dan mengucapkan kata-kata aneh yang membuat Mike berubah. Mike seketika itu langsung memiliki refleks dan kemampuan berkelahi layaknya agen rahasia kelas atas.

American Ultra 2

Setelah itu Mike dan Phoebe diburu oleh sekelompok agen CIA dan sebatalyon tentara. Film ini menceritakan kejadian 1 malam dimana Mike dan Phoebe diburu disekitar kota Liman. Seharusnya American Ultra (2015) dapat dibuat lebih atraktif lagi dengan menyimpan misteri di awal film. Sayang hampir semua hal terkait Mike sudah dibeberkan di bagian awal American Ultra (2015).

American Ultra 3

American Ultra 6

American Ultra 4

American Ultra 5

Saya pikir American Ultra (2015) akan menjadi film from zero to hero yang sebagus salah satu serial TV favorit saya, Chuck. Pada serial Chuck, sang tokoh utama pun berubah dari seorang biasa menjadi agen rahasia CIA setelah ia mendapatkan sebuah pemicu. Sayang oh sayang kualitas American Ultra (2015) jauh di bawah serial Chuck :(.

American Ultra 8

Film American Ultra (2015) seolah seperti film absurd yang tak jelas arahnya kemana dan alurnya terlalu sederhana. Saya pun tidak melihat chemistry antara Mike dan kekasihnya. Adegan perkelahiannya terbilang biasa binti standard. Bagaimana dengan komedi atau kelucuannya? Nol, bagi saya American Ultra (2015) tidak memiliki racikan komedi di dalamnya.

Ahhh sayang sekali padahal saya sudah berharap banyak terhadap American Ultra (2015) setelah melihat trailer-nya. Maaf ya Mas Jesse Eisenberg, kali ini saya hanya mau memberikan American Ultra (2015) nilai 2 dari skala maksimum 5 yang artinya “Kurang Bagus”.

Sumber: http://www.americanultrathemovie.com