Menyantap Buburna Budak UNPAD, Bubur Ayam Parantina

Ketika menemani istri saya yang sedang melakukan kunjungan kerja ke UNPAD, kami tiba di sekitar Jatinangor, Bandung sekitar pukul 7 pagi. Wah wah wah agak kepagian nih, acaranya masih sekitar jam 9. Maka kami pun mampir ke bubur ayam yang sudah lama saya dengar namanya, Bubur Ayam Parantina. Bubur ayam tersebut terletak di Jalan Raya Jatinangor, Cikeruh, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Sekilas, lokasinya agak terhimpit di antara deretan pertokoan. Pokoknya, patokannya adalah Kantor Kecamatan Jatinangor. Karena sempitnya parkiran mobil di depan Bubur Ayam Parantina, saya menumpang parkir di Kecamatan hehehehe.

Dulu, bubur ayam yang satu ini berjualan di depan Minimarket Fay, olehkarena itulah pada awalnya disebut Bubur Ayam Fay. Setelah Minimarket Fay tutup, bubur ini pindah ke depan Toko Amanda, samping Kantor Kecamatan Jatinangor. Sejak pagi saya melihat para pengunjung sampai duduk di tangga Toko Amanda, wah ramainyaaaa.

Bagaimana rasanya? Buburnya agak encer bergaya bubur Cina. Di atasnya terdapat taburan potongan daging ayam, cakwee, bawang goreng dan seledri. Walau terlihat sederhana, bubur ayamnya sudah terasa gurih dan lumayan kok, memang rasanya agak lembut, yaaah gaya-gaya bubur Cina.

Tak lupa terdapat berbagai tapping seperti telur, sate usus dan sate jeroan, tidak ada yang spesial atau unik di sana. Topping yang agak beda justru datang dari kerupuk bayam, yaah tidak setiap hari saya menyantap bubur ayam dengan kerupuk bayam. Kerupuk bayamnya memberikan rasa yang lumayan beda meski agak berminyak.

Kita sampai pada bagian terunik dari Bubur Ayam Parantina. Apa itu? Sambalnya uang menggunakan cabai kering. Cabai kering ini memberikan aroma yang unik dan …. super pedassss. Jangan terlalu banyak menaburkan cabai tersebut, bisa sakit perut nanti ;’).

Secara keseluruhan, Bubur Ayam Parantina layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Ini penilaian dari saya yang bukan penduduk Bandung atau mantan anak UNPAD yaa. Bagi sebagian mahasiswa atau mantan mahasiswa UNPAD, bubur ayam yang satu ini memiliki poin khusus karena ada nostalgia di sana ;).

Genki Sushi, Sushi Canggih dari Jepang

Tahukan teman-teman bahwa banyak dari restoran sushi ternama di Indonesia, ternyata bukan berasal dari Jepang? Jepang, sebagai negara asal Sushi, sebenarnya memang memiliki lidah yang sedikit berbeda dengan lidah Indonesia kita. Selain itu, budaya Jepang memang sangat perfeksionis sehingga kalau mereka biasanya hendak membuat sesuatu, pastilah dibuat dengan kualitas yang tinggi. Kualitas tinggi yaaa sama dengan harga yang tinggi juga bukan? Mungkin itulah yang menyebabkan tidak banyak restoran sushi asli Jepang hadir di Indonesia.

Tidak banyak bukan berarti tidak ada loh. Genki Sushi adalah salah satu contohnya. Berdiri sejak 1968 di Jepang, Genki Sushi sudah melebarkan sayapnya sampai ke Amerika, Australia, Timur Tengah dan Asia Tenggara termasuk Indonesia. Sampai saat ini saja, Genki Sushi dapat kita temui di beberapa mall besar di Indonesia seperti Grand Indonesia, Central Park, Kota Kasablanka, Mall Kelapa Gading, Plaza Senayan, Pondok Indah Mall 2, Kemang Village, Plaza Indonesia, Pacific Place, Trans Studio Mall Cibubur, Lippo Mall Puri, Bintaro Jaya Xchange Mall, Emporoum Pluit Mall, Cilandak Town Square, Sunter Mall, Lotte Shopping Avenue Karet, Summarecon Mall Bekasi, Supermall Karawaci. Beberapa cabang Genki Sushi dapat ditemukan di dalam atau berdampingan dengan Sogo Departemen Store. Entah mengapa, mungkin karena pemilik merk dagangnya sama? Sogo juga dulunya berasal dari Jepang loh, Osaka tepatnya.

Bagian Dalam Genki

Bagian Dalam

Aneka Perlengkapan Makan

Masih ingat dengan conveyor belt yang biasa kita lihat pada beberapa restoran sushi di Indonesia? Nah, coveyor belt atau meja berjalan yang di atasnya terdapat piring-piring sushi tersebut, dipelopori oleh Genki Sushi looh. Sejak awal, Genki Sushi memang mengusung konsep Kaiten yang artinya selalu berevolusi, selalu menggunakan kemajuan teknologi dalam setiap restorannya. Tapi jangan harap untuk melihat conveyor belt berputar membawa piring-piring sushinya Genki Sushi ya. Menolak untuk sama dengan pesaing lainnya, Genki Sushi menggunakan kereta Shinkansen mini untuk mengantarkan sushi ke meja pengunjung. Untuk memesan, melihat menu, memanggil petugas, sampai membayar, pengunjung Genki Sushi menggunakan sebuah perangkat layar sentuh seperti Galaxy Tabs jaman dulu ;). Tak disangka hal ini menjadi daya tarik bagi anak-anak kecil untuk pergi ke Genki Sushi. Karena lambangnya yang seperti orang marah, anak saya biasa menyebut Genki Sushi sebagai “Sushi Marah” :D.

Menu Genki Sushi

Kereta Genki

Apakah keunggulan Genki Sushi hanya pada gimmick-gimmick di atas? Yang namanya restoran yaa rasanya harus enak bukan? Sampai saat ini saya baru mencicipi ebiko gunkan, supreme crunchi shrimp tempura roll, tempura with tamago roll, garlic salmon roll dan tropical roll.

Ebiko gunkan adalah menu wajib anak sulung saya. Di restoran sushi manapun ia pasti memesan sushi dengan taburan telur ikan ini. Bagi saya pribadi, rasa salmon roe gunkan agak flat dengan aroma telur ikan yang sedikit amis bagi beberapa orang. Jelas sudah ini bukan menu favorit saya.

Ebiko Gunkan

Supreme crunchi shrimp tempura roll dan tempura with tamago roll sama-sama menggunakan tempura atau udang goreng tepung dengan sedikit saus manis di sana. Perbedaan diantara keduanya adalah digunakannya potongan telur dadar pada tempura with tamago roll. Sementara itu pada supreme crunchi shrimp tempura roll, tidak ada potongan telur, posisi telur digantikan oleh telur ikan. Keduanya memiliki rasa yang sama-sama manis, agak unik dibandingkan sushi pada umumnya. Kedua varian sushi ini adalah menu favorit anak-anak saya. Mereka langsung lahap menghabiskan si sushi manis ini :).

Tempura Tamago Roll

Supreme Crunchy Shrimp Tempura Roll

Garlic salmon roll merupakan sushi dengan daging salmon, saus bawang dan lelehan keju di dalamnya. Yummmm, sushi ini terasa gurih dan atomanya sungguh harum. Kejunya terasa mantabb, sangat cocok bagi teman-teman yang suka dengan keju. Inilah menu favorit saya di Genki Sushi.

Garlic Salmon Roll

Tropical roll adalah sushi modern yang unik karena menggunakan potongan buah mangga dan alpukat di dalamnya. Tanpa saya duga sebelumnya, ternyata sushi buah ini terasa menyegarkan dan lumayan enak loh. Ibu saya suka sekali dengan varian sushi yang satu ini ;).

Tropikal Roll

Dari berbagai hidangan sushi di atas, terlihat sekali bahwa Genki Sushi menggunakan bahan-bahan yang cukup berkualitas. Berbeda dengan sushi-sushi lain, nasi yang Genki Sushi gunakan, agak lembut dan tidak terlalu lengket sehingga mudah terceraiberai kalau direndam ke dalam kecap asin terlalu lama. Berbeda pula dengan sushi di tempat lain, setiap sushi di Genki Sushi ini rasanya kurang enak kalau dicelupkan kecap asin telalu lama. Saran saya, cukup gunakan saja kecap asin secukupnya.

Maka, saya pribadi merasa bahwa Genki Sushi layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak”. Adanya beberapa promo di sana, membuat saya tambah sering mampir hehehe.

Ahhh, Ramainya Mie Ayam Pak Jony Pondok Kelapa

Sudah lama saya selalu melewati pedagang kaki lima mie ayam yang cukup ramai, di sekitar daerah Lampiri, tak jauh dari rumah orang tua saya. Berbagai kesibukan membuat saya tidak pernah sedikitpun mencicipi mie ayam yang lama kelamaan sudah mampu menyewa ruko, sehingga sekarang sudah tidak hanya berupa gerobak mie pinggir jalan saja.

Setahu saya, pada tahun 90-an mie ayam ini hanya berupa gerobak pinggir jalan dan tidak memiliki nama. Yaaah hanya dikenal sebagai mie ayam di lurusan Lampiri Pondok Kelapa. Saat ini mie ayam tersebut sudah memiliki nama yaitu Mie Ayam Pak Jony dengan lokasi di sebuah ruko di Jalan Pondok Kelapa Raya Blok D2 Nomor 1, Duren Sawit, Jakarta Timur, tempatnya di samping Bank Mandiri.

Warung mie sederhana tersebut nampak bersih dan rapih. Saya dan istri pun akhirnya mampir ketika kami melewati Jalan Pondok Kelapa Raya di siang hari. Yaaah, mie ayam ini memang hanya buka di pagi hari, dan sekitar jam 3 sore biasanya sudah tutup.

Seperti pedagang mie ayam pada umumnya, Mie Ayam Pak Jony yang satu ini menyajikan mie ayam, mie bakso, mie pangsit dan kombinasinya. Sebenarnya semuanya terada standard yaaa. Hanya saja, potongan daging ayamnya terbilang besar dan sepeetinya tidak dicampur oleh gajih atau kulit atau jeroan. Dengan demikian, setiap kunyahan akan memberikan rasa daging ayam yang mantab.

Secara keseluruhan, saya rasa Mie Ayam Pak Jony oni masih layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Lokasi yan bersih dan potongan daging ayam yang besar tentunya dapat dijadikn pertimbangan kalau teman-temn mencari sarapan di sekitar Pondok Kelapa Jakarta Timur :).

Standard hanya potonhan daging ayamnya cukup vesar dan banyak untuk ukuran mie pinggir jalan sehingga setiap kunyahan, akan tearsa daging ayam yg lev8h mantanlb

Menjual Unit Tipe Studio Hadap Danau di Apartemen Tifolia

Tifolia

Kebetulan rumah sepupu-sepupu saya dan rumah almarhum nenek saya dulu terletak di sekitar Rawamangun. Salah satu hiburan kami pada waktu itu adalah berjalan-jalan ke mall terdekat yaitu Mall Kelapa Gading. Setiap saya tiba di perempatan antara Jl. Perintis Kemerdekaan dan Jl. Kayu Putih Raya, tepat di muka gerbang Kelapa Gading, saya melihat Rumah Susun Pulomas bermotif batu bata merah yang ramai sekali. Statusnya memang rumah susun tapi setiap rumah ada AC dan parkir mobilnya ramai. Pada waktu itu AC adalah hal yang eksklusif bagi saya dan belum ada yang namanya apartemen di Jakarta. Yang tinggal di rumah susun tersebut pastilah bukan orang tak mampu pikir saya. Lama kelamaan zaman berganti dan rumah susun tersebut pun dirubuhkan.

Naaah, beberapa tahun yang lalu, saya dan famili saya mendapatkan penawaran untuk membeli unit Apartemen Tifolia yang akan dibangun tepat di bekas lokasi Rumah Susun Pulomas. Karena menurut saya dan famili saya lokasi tersebut cukup strategis dan kebetulan famili saya tersebut sedang memiliki dana yang menganggur, maka beliau memutuskan untuk membeli 1 unit studio di Apartemen Tifolia.

Saat ini pembayaran untuk unit studio Apartemen Tifolia tersebut sudah lunas. Unit yang famili saya miliki pun sudah jadi dan sudah serah terima pada pertengahan tahun 2014 lalu. Berhubung ada beberapa kebutuhan dan alasan lain, akhirnya sekarang famili saya memutuskan untuk menjual unit tersebut. Berikut spesifikasi dari unit apartemen yang beliau jual beserta lingkungannya:

  • Lokasi: Apartemen Tifolia, area Pulomas Park Center, Jl. Perintis Kemerdekaan, perempatan pintu gerbang Kelapa Gading.
  • Tipe: Studio A2.
  • Luas: 21m2.
  • Lantai: Lantai 31 dari 39 lantai.
  • Sertifikat: Sertifikat Hak Milik Strata Title (Sertifikat setara SHM).
  • Kondisi: Masih baru dan tanpa furniture.
  • Hadap: Selatan (view Danau di tengah Pacuan Kuda Pulomas).
  • Kolam Renang: Ada 1 di Ground Floor.
  • Air Minum : PAM.
  • Listrik : 1300 KV
  • Genset Darurat: Tersedia.
  • Unit per Lantai : 42.
  • Jumlah Lift : 6.
  • Tangga Darurat : 2.

Tifolia 8

Tifolia 2

Tifolia 1

Walaupun saya belum pernah merasakan tinggal di unit tersebut, saya memiliki beberapa pengalaman terkait apartemen. Kebetulan saat ini saya dan istri saya tinggal di apartemen lain. Selain itu saya juga memiliki teman yang tinggal di apartemen lain dan pernah survey keluar masuk apartemen lain juga. Kurang lebih ada beberapa kelebihan dari unit yang famili saya jual berdasarkan pengalaman dan pengamatan saya pribadi yaitu:

Lokasi Strategis
Lokasi adalah unsur yang paling penting ketika kita memilih tempat tinggal. Tapi strategis atau tidaknya suatu apartemen tentunya berbeda-beda bagi setiap orang. Bagi saya pribadi, Apartemen Tifolia memiliki lokasi yang strategis karena tidak terlalu jauh dari rumah famili saya dan sangat dekat dengan kawasan Kelapa Gading. Bagi saya yang hobi makan dan menonton bioskop, lokasi yang dekat dengan Kelapa Gading merupakan sebuah nilai plus. Kelapa Gading merupakan wilayah yang dipenuhi oleh kuliner-kuliner yang ok serta memiliki pilihan bioskop yang lebih dari 1.

Tifolia 16

Total, dari Apartemen Tifolia kita dapat dengan mudah menjangkau Mall Kelapa Gading, La Piaza, ITC Cempaka Mas, Rumah Sakit Gading Pluit, RS Mitra Keluarga, Sekolah BPK Penabur, Sekolah Al Azhar & kawasan kuliner Kelapa Gading tentunya.

Aksesbilitas Bagus Sekali
Banyak apartemen yang terletak di pinggir jalan raya namun yang dekat itu pagarnya saja atau lobi dari apartemen tersebut? :P. Ada loooh apartemen yang jarak dari lift tempat pemilik unit tiba di lantai dasar sampai ke jalan raya, sangat jauh. Kalau tidak punya kendaraan, mungkin terpaksa naik ojeg :P. Syukurlah jarak dari lift Apartemen Tifolia sampai ke halte busway yang terletak di Jl. Perintis kemerdekaan tidaklah jauh, dekat ; ). Berhubung di timur dari Jl. Perintis Kemerdekaan terdapat Terminal Pulo Gadung, maka sudah pasti banyak angkutan umum berbagai jurusan yang melewati Apartemen Tifolia, bukan hanya Busway. Sementara itu di barat dari Jl. Perintis Kemerdekaan terdapat Tol Dalam Kota yang sering sekali saya lewati ketika saya pergi dengan kendaraan pribadi. Baik Tol Dalam Kota maupun Terminal Pulo Gadung dapat ditempuh dengan mudah sekali, tinggal luruuuuuus mengikuti jalan di depan Apartemen Tufolia, tinggak pilih saja mau ke kanan (arah timur) atau ke kiri (arah barat) ; ).

Fasilitas Umum Lengkap & Bagus
Apartemen Tifolia dilengkapi oleh sarana keamanan dan perlindungan terhadap kebakaran. Saya lihat terdapat kamera pengaman di beberapa lorong dan di setiap lift. Semua kamera tersebut termasuk ke dalam layanan keamanan 24 jam yang tersedia di Apartemen Tifolia. Sarana pengamanan dari kebakaran pun lengkap tersedia. Semuanya menggunakan merk yang dari vendor yang cukup ternama sehingga kualitasnya tidak perlu diragukan lagi.

Tifolia 14

Tifolia 3

Tifolia 13

Tifolia 6

Tifolia 5

Tifolia 4

Selain itu saya juga dapat menemukan rumah genset yang dapat memberikan listrik bagi penghuni unit meskipun listrik PLN mati.

Tifolia 15

Seperti apartemen-apartemen lain pada umumnya, terdapat kolam renang yang dapat langsung saya lihat bila saya melihat ke bawah dari balkon unit yang dimiliki famili saya.

Tifolia 9

Selain fasilitas-fasilitas yang saya sebutkan di atas, akan dibangun pula Children Playground, Jogging Track, aneka toko & Access Card. Entah kapan dan dimana dibangunnya tapi itu sudah masuk ke dalam rencana pihak pengembang. Percaya atau tidak, tidak semua apartemen memiliki semua fasilitas seperti di atas lhooo, baik yang saya lihat sudah terbangun maupun yang belum terbangun. Jangan samakan Apartemen Tifolia dengan apartemen subsidi atau rusunami yang sempat menjamur setelah rusunami kalibata sukses dihuni dan diminati oleh banyak orang :’D.

Pemandangan
Keunggulan utama dari unit yang famili saya miliki adalah faktor pemandangan. Dari dalam unit tersebut, saya dapat melihat danau di tengah Pacuan Kuda Pulomas yang ternyata nampak kereeen bila dilihat dari atas, saya baru tahu ;).

Tifolia 7

Tifolia 10

Pandangan yang dapat dinikmati bila saya menoleh ke kiri dan ke kanan dari balkon pun bagus sekali. Pemandangannya lepas tidak tertutup oleh bangunan lain, mantabbbb :).

Tifolia 11

Tifolia 12

Tak ada gading yang tak retak, pasti ada sisi negatif dari semua yang ada, kekurangan dari unit yang saat ini famili saya jual adalah kurang luas bagi keluarga besar. Bagi saya yang sudah berkeluarga, apartemen dengan luas 21 m2 terlalu sempit bagi kami semua. Saya pasti lebih memilih unit apartemen dengan 2 kamar seperti unit apartemen yang saya tempati saat ini.

Sayang sebenarnya mau menjual unit ini karena walaupun tidak tempati, unit tersebut dapat disewakan, lumayan dapat pemasukan tambahan :). Unit studio yang kecil biasanya lebih laku disewakan dibandingkan unit lain yang luasnya lebih besar. Di samping Apartemen Tifolia memang sedang dibangun Apartemen Calia tapi unit-unit yang dijual pada apartemen tersebut memiliki ukuran yang lebih besar, tidak ada unit dengan ukuran studio 21m2 tersedia di sana. Yaaa semuanya sesuai dengan kebutuhan dan tujuan ketika membeli unit apartemen, butuhnya yang besar atau yang kecil luasnya, nantinya untuk disewakan atau ditempati sendiri, hidup adalah pilihan hehehe.

Apabila ada rekan-rekan yang berminat untuk membeli/menyewa unit apartemen milik famili saya tersebut dapat menghubungi langsung famili saya yang merupakan pemilik langsung dari unit tersebut, Pak Pras, di nomor telefon 081380001919, bisa lihat unit langsung di lokasi sesuai perjanjian. Ooooh iya, beliau buka harga Rp. 300.000.000 bersih :). Silahkan sebarkan tulisan ini bagi rekan-rekan lain yang mungkin berminat, siapa tahu jodoh. Jarang-jarang nih menulis blog yang buntutnya jualan heheheheehe ;).

Sumber: http://www.duta.com/eng/ppulomas.html

Sate Ayam & Kambing RSPP, Sate Legendarisnya Jakarta Selatan

Setelah seharian mengurus rekening Bank saya yang bermasalah, beberapa hari yang lalu, saya mampir di Sate Ayam & Kambing RSPP yang terletak di Jl. Kyai Maja No. 21, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sesuai dengan judulnya, Sate Ayam & Kambing RSPP terletak tepat di depan Rumah Sakit Pusat Pertamina. Di tempat inilah Pak Romli dan Pak Muri bergantian berjualan sate ayam dan kambing. Jadi kalau pagi, yang berjualan itu Pak Romli. Sedangkan mendekati ba’da Asar, yang berjualan adalag adik Pak Romli, yaitu Pak Muri. Karena adik-kakak, rasa keduanya ya sama saja, toh mereka sama-sama bernaung di bawah nama besar Sate Kambing & Ayam RSPP.

Bagian Luar

Bagian Dalam

Sate Kambing & Ayam RSPP ini sudah terkenal sejak lama sekali. Awalnya, Pak Romli berjualan sate keliling pada tahun 1960-an. Kemudian seiring dengan berjalannya waktu, ia berhasil memiliki lapak yang menetap di depan RSPP. Sate ini ramai sekali. Kalau tidak datang pagi atau jam 3 ketika pergantian tim tukang sate, yah pastilah kita akan pengal mengantri, bersaing dengan abang-abang ojeg on-line yang bermunculan :’D.

Bagaimana rasa satenya? Sate ayamnya merupakan sate yang sering menemani acara-acara keluarga besar saya. Daging sate dan gajihnya dibakar matang, empuk dan ukurannya relatif standard, tidak bisa dibilang jumbo yaah. Bumbu kacangnya juga lumayan enak tapi terlalu sedikit :(. Nilai plus dari sate ayam ini adalah aromanya yang super harum, yuuuummmm. Konon, daging ayamnya dibakar di atas arang, menggunakan kipas tradisional, dan ditambahkan minyak ayam khusus selama dibakar. Sate yang empuk, bumbu kacang yang mantab, plus aroma barbeque unik yang harum. Inilah sate ayam yang membuat banyak orang rela mengantri di depan sebuah lapak kecil di seberang RSPP.

RSPP

Sate Ayam

Sudah jelas, saya pasti ikhlas untuk memberikan Sate Ayam & Kambing RSPP nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak”. Ini dia, rajanya sate di daerah Jakarta Selatan ;).

Sushi Knight, Sushi On-Line yang Ekonomis

Dengan bergugurannya warung sushi murah meriah di dekat rumah saya, maka saya harus mencari warung sushi murah meriah baru. Kantong bisa jebol juga kalau setiap ingin makan sushi harus pergi ke restoran sushi sejenis Sushi Tei :’D. Akhirnya saya menemukan warung sushi yang lokasinya tak jauh dari kantor baru saya yaitu Sushi Knight. Yaah, tak dapat yang di dekat rumah tak apalah, paling tidak yang satu ini dekat dari kantor.

Warung sushi ini terletak di lorong kecil di ITC Kuningan Jakarta Selatan lantai 4, jembatan 2 nomor 57. Karena dulu saya biasa ke daerah ini untuk makan siang, maka menemukan Sushi Knight bukanlah hal yang sulit. Area sekitar Sushi Knight memang bisa digunakan untuk makan siang pekerja kantor di sekitar Mega Kuningan. Tapi bagi yang jarang ke ITC Kuningan atau Mall Ambassador, pasti pusing tujuh keliling :’D.

Dapur

Bentuk warungnya sendiri bersih tapi agak sempit dan terlihat sangat sederhana. Saya sendiri pernah makan di tempat dan pernah pula membawa pulang sushi pesanan saya ke rumah. Kalau saya lihat, mayoritas pelanggan Sushi Knight memang banyak yang memesan melalui aplikasi ojeg on-line, bukan datang sendiri seperti saya. Sushi Knight lebih populer sebagai restoran sushi yang produknya diantar dan disantap di rumah. Bukan disantap sambil bersantai di restorannya. Kalau saya lihat, packing take-away Sushi Knight memang sederhana tapi kuat dibawa jauh. Jadi tidak perlu khawatir kalau kita membawa pulang dengan naik motor atau naik angkot.

Packing

Kalau soal harga, saya rasa Sushi Knight termasuk warung sushi yang relatif murah di Jakarta. Tapi murahnya bukan yang jauuuuuh murah sekali ya. Tetap masuk range murah yang reasonable. Yah namanya juga sushi, bahan-bahannya terbuat dari salmon, tuna, abon, daging sapi dan bahan-bahan lain yang tidak murah.

Hhhmmmm, memangnya ada apa saja sih di Sushi Knight sana? Mirip seperti warung sushi pada umumnya, Sushi Knight menyajikan beranekaragam jenis fusion sushi, nigiri sushi, makimono, carpaccio dan lain-lain. Saya sendiri baru sempat mencicipi mentaiko crunchy salmon, unagi maki, volcano sushi, salmon cheese maki, spicy hanami dan salmon carpaccio.

Mentaiko crunchy salmon terdiri dari gulungan nasi, abon dan tempura dengan salmon dan saus mayo di atasnya. Tempura memberikan kerenyahan ketika saya menggigit sushi ini. Terasa sedikit aroma daging dari abon dan terasa pula tekstur abon dan salmon yang semakin lembut dengan keberadaan saus mayo. Rasanya realtuf lembut dan akan terasa lebih enak dengan tambahan kecap dan wasabi. Yuuuumm, enaaaakkkk. Tapi sayang wasabinya kurang terasa sehingga saya harus menggunakan agak banyak wasabi.

Mentaiko Crunchy Salmon

Spicy hanami terdiri dari gulungan nasi, kepiting, salmon, telur ikan dan saus merah. Saus tersebut memberikan rasa gurih, manis dan sedikit pedas. Ditambah tekstur dan aroma dari bahan-bahan lain, sushi ini terasa enak. Spicy hanami sudah cukup kaya akan rasa sehingga tidak perlu menambahkan kecap atau wasabi. Saya suka sekali dengan menu yang satu ini, yummmm enak.

Spicy Hanami

Sekilas, saya kira salmon carpaccio itu sashimi dengan topping mayonaise. Oh ternyata saya salah, salmon carpaccio merupakan potongan ikan tuna yang dibakar bersama-sama dengan mayonaise, abon, lemon, minyak zaitun dan daun bawang. Aroma dagingnya benar-benar harum dan mampu memperkaya hidangan ini. Salmonnya memang terlihat basah, tapi tidak ada rasa amis di sana. Paduan rasanya ternyata benar-benar enak walaupun hidangan ini praktis tidak melibatkan nasi atau bahan karbohidrat lainnya ;).

Salmon Carpaccio

Unagi maki merupakan gulungan nasi, belut dan saus kabayaki. Saya tidak jijik dengan belut tapi hidangan yang satu ini agak amis dan aromanya kurang ok. Yang pasti ini bukanlah hidangan favorit saya di Sushi Knight.

Sushi Knight

Unagi Maki

Volcano sushi merupakan sushi yang terdiri dari gulungan nasi, kepiting, tempura dan ebi kering, dengan siraman mayonaise dan tobiko di atasnya. Tempura dan ebi kering memberikan rasa renyah kriuk kriuk ketika saya menggigit sushi ini. Mayonaise yang melumuri sushi ini mampu memberikan rasa masam yang enak. Gabungan dari semua bahan yabg ada, memberikan sebuah sushi yang renyah dan lezat. Inilah sushi favorit istri saya di Sushi Knight ;).

Sushi Knight

Volcano Sushi

Salmon cheese maki merupakan gulungan nasi, salmon dan keju cair. Rasa kejunya benar-benar terasa. Tak disangka, salmon dan keju ternyata mampu memberikan rasa sederhana yang lumayan enak.

Sushi Knight

Salmon Cheese Maki

Ketika saya menunggu hidangan-hidangan di atas, saya mencium sedikit bau amis dari dalam dapur. Tapi ternyata, kecuali unahi maki, hidangan yang mereka sajikan ternyata tidak amis. Saya justru suka dengan beberapa hidangan yang mereka sajikan. Kondisi tempat makan yang sederhana sekali, tidak menjadi masalah yang berarti di mata saya. Saya rasa Sushi Knight layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak”.

Warung Leko, Spesial Iga Sapi Penyet

 

 

 

 

Sekitar tahun 2011 lalu, saya pernah mengalami pelayanan yang buruk sekali pada salah satu cabang Warung Tekko di Tangerang Selatan :'(. Pengalaman tersebut membuat saya pribadi mem-blacklist Warung Tekko. Saya tak akan makan di sana kecuali kalau ditraktir atau sedang terdesak. Toh rasa makannya biasa pakai banget, entah pendapat ini muncul karena saya kesal atau tidak ya hehehehe. 8 tahun sudah berlalu, saya rasa manajemen Warung Tekko sudah banyak bebenah diri dan melakukan berbagai perbaikan sehingga pelayanannya semakin baik kedepannya. Toh cabang Warung Tekko yang menyebalkan tersebut sudah tutup :D.

Nila setitik, rusak susu sebelanga. Karena Warung Leko memiliki logo dan bentuk yang sangat mirip dengan Warung Tekko, yaaah otomatis Warung Leko tidak sengaja masuk pula ke dalam blacklist saya hohohoho. Wah kenapa kok keduanya mirip yah? Ternyata keduanya memang sama-sama berasal dari Surabaya dan berdiri di bawah bendera Warung Leko. Saya rasa nama leko sekilas mirip seperti kata lekoh yang sering diucapkan orang Surabaya ketika menyantap makanan yang enak sekali. Dan sepertinya masakan mereka memang cocok dengan lidah Surabaya karena cabang mereka terus bertambah dari hari ke hari. Lhah terus kok ada Tekko dan Leko itu dari mana asalnya? Konon karena perselisihan internal, mereka kemudian pecah kongsi. Salah satu pihak yang berselisih kemudian memilih untuk keluar dan mendirikan Warung Tekko. Itulah mengapa logo, dekorasi toko dan menu masakannya sangat mirip sekali.

Warung Leko sendiri sebenarnya sudah berdiri di Surabaya sejak tahun 2006. Walaupun sepertinya di DKI Jakarta sendiri cabangnya tak sebanyak Warung Tekko, Warung Leko sudah memiliki cabang di Setiabudi One, Grand Indonesia, Central Park, Citywalk Sudirman, Plaza Semanggi, Jalan Gajah Mada, Jalan Pemuda, Jalan Pesanggrahan Raya, Senayan City, Kota Kasablanka Mall, Lotte Shopping Avenue, Ciputra Mall, Kelapa Gading Mall 3 dan Rukan Cordoba. Wah lumayan banyak juga yaaaa.

Bagian Dalam

Bagian Dalam

Salah satu cabang Warung Leko ini buka di gedung tempat saya bekerja dulu. Restorannya nampak penuh sekali terutama setelah Sholat Jumat. Kalau dilihat dari bentuknya, restoran ini menyajikan makanan yang lebih Indonesia, bukan Western atau Jepang. Yaaa jelasss, Warung Leko memang terkenal akan hidangan iga sapinya. Saya sendiri baru sempat mencicipi es kelapa duren, cah kangkung, cah taoge ikan asin, buntut bakar madu, iga hotplate dan iga & otot sapi penyet. Yang lain, entahlah mungkin kapan-kapan saya cicipi juga.

Cah taoge ikan asin menggunakan siraman bumbu yang terasa gurih. Bagi yang kurang suka dengan akar toge, mungkin akan merasakan sedikit bau tanah. Tapi bagi saya sih rasa tersebut tidak ada. Ini bukan menufavorit saya tapi rasanya lumayan dan cocok dijadikan pendamping menu utama lainnya.

Cah Taoge Ikan Asin

Cah kangkung sebenarnya yaa seperti cah kangkung pada umumnya. Rasanya standard dan bisa dijadikan pendamping ketika saya menikmati iga penyet atau menu daging lainnya, menghilangkan rasa bersalah makan kolesterol hehehehe.

Cah Kangkung

Buntut bakar madu merupakan daging buntut bakar dengan olesan madu dipermukaannya. Dagingnya empuk, rasa bakarnya terasa, tapi rasa madunya kurang terasa. Hanya ada sedikit rasa manis madu di sana. Nilaiplus dari menu ini adalah betapa banyak dan lembutnya daging buntut yang disajikan, yummmmmmm.

Buntut Bakar Madu

Iga & otot sapi penyet terdiri dari sambal penyet yang terletak di bawah lalapan, potongan iga goreng dan potongan otot sapi. Daging iganya tidak full daging, terdapat sedikit lemak disela-sela dagingnya sehingga daging tidak terlalu kering. Ototnya lembut dan dapat memberikan tambahan tekstur yang enak ketika dikunyah bersama dengan daging iga. Baik iga maupun otot, terasa enak sekali ketika ditemani dengan sambal yang rasa dan aroma terasinya mantab. Khusus di Warung Leko, saya lebih suka memesan sambal yang tidak terlalu pedas. Sambal yang terlalu pedas justru akan mematikan aroma dan rasa terasinya. Tidak semuamua yang semakin pedas, semakin enak bukan? ;).

Iga & Otot Sapi Penyet

Iga hotplate adalah daging iga sapi yang dibakar dengan saus barbeque. Kemudian iga tersebut disajikan di atas hotplate dengan sambal, tomat, bawang dan lalapan. Daging iga di sini terasa lembut tapi sayang saus barberque-nya kurang terasa. Saya sendiri harus menjilati saus yang menempel pada tulang iga. Padahal sausnya lumayan enak loh, jumlahnya saja yang sedikit sekali. Sambal yang digunakan pada menu ini tidak seenak sambal penyet yang digunakan pada menu iga & otot sapi penyet. Penggunaan hotplate pun tidak mampu memberikan banyak perbedaan.

Iga Hotplate

Es kelapa duren merupakan perpaduan antara duren dan kelapa, sehingga tak heran kalau ada serutan kelapa pada permukaan minuman ini. Ahhh tapi mana durennya? Ada sih tapi sepertinya agak kalah dominan dengan rasa kelapanya. Saya sendiri lebih senang dengan es durean saja, ini hanya pendapat dari saya yang suka sekali dengan duren ya. Teman-teman yang kurang suka dengan wangi menyengat duren, pasti suka dengan minuman ini karena rasa duren tetap ada tapi agak tipis :).

Es Kelapa Duren

Sejauh ini, sepertinya inilah salah satu warung iga dengan iga goreng paling enak yang pernah saya santap, asalkan ditemani dengan sambal penyetnya ;). Sambal penyet Warung Leko memang juara. Lokasi yang strategis dan restoran yang bersih tentunya menambah nilai plus tempat ini. Tentunya saya ikhlas untuk memberikan Warung Leko nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak”.