Fish Streat, Apakah Hanya Fish & Chips Termurah Saja?

Fish Streat 1

Beberapa minggu yang lalu saya memperoleh informasi bahwa sekarang ada restoran yang mirip sekali dengan Fish & Co. tapi harganya jauh lebih murah. Restoran tersebut bernama Fish Streat dan sudah memiliki 3 cabang yaitu:

  1. Taman Jajan CBD Bintaro, Tangerang, Banten.
  2. Jalan Pinang Emas I Blok UU No. 18, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Telp. 081210793331.
  3. Jl. Kesehatan Raya No. 28, Sektor 1, Bintaro, Jakarta Selatan. Telp. 087723405000.
Bagian Dalam Fish Streat Taman Jajan

Bagian Dalam Fish Streat Taman Jajan

Restorannya terbilang cukup bersih namun terlalu mungil dan tidak mampu menampung terlalu banyak pengunjung. Kalau datang di hari libur dan jam makan siang, sebaiknya pergi ke Fish Streat yang di Taman Jajan sebab kita dapat duduk di meja restoran tetangga asalkan membeli minuman di restoran tetangga tersebut sehingga tidak perlu berdiri menunggu kursi kosong. Akantetapi cabang Taman Jajan mulai buka sejak pukul 4 sore, sementara cabang Pondok Indah mulai buka pada pukul 1 siang, dan cabang Bintaro Sektor 1 muli buka pada pukul 10 pagi. Whaaa, jam bukanya beda-beda yeeee.

Ketika pertama kali saya datang ke Fish Streat pada minggu sore, pengunjungnya membludak. Kok bisa ramai begitu sih? Apa saja yang Fish Streat hidangkan? Di sana antara lain terdapat fish n’chips, seafood platter, fish n pasta marinara sauce dan lain-lain.

Selain harga yang jauh lebih murah, fish n’chips milik Fish Streat sama persis dengan menu the best fish & chips in town dari Fish & Co. Daging ikan dori yang sudah tanpa tulang, lembut, tidak amis dan sedikit basah, dibalut oleh goreng tepung yang renyah. Tak lupa saus tartar, french fries dan sambal ikut menemani. Sayangnya, saya bukan penggemar menu the best fish & chips in town dari Fish & Co., jadi saya pun tidak terlalu suka dengan menu fish n’chips Fish Streat. Ukurannya memang cukup besar dan mengenyangkan, tapi rasanya terlalu tawar bagi saya sehingga setelah beberapa suap menyantap fish n’chips, lama kelamaan munculah rasa mual. Yaaahh kurang ada rasanya bagi lidah Indonesia saya :).

Fish N'chips

Fish N’Chips

Fish n pasta marinara sauce sebenarnya mirip dengan fish n’chips, hanya saja french fries dan saus tartar digantikan dengan spaghetti berbumbu marinara. Penggunaan saus marinara membuat hidangan ini menjadi lebih “berasa” dibandingkan fish n’chips. Rasa asam dari saus marinara lumayan enak ketika bertemu dengan ikan dori goreng tepung dan spaghetti :).

Fish n Pasta Marinata Sauce

Fish n Pasta Marinara Sauce

Seafood platter terdiri dari ikang goreng panggang, udang panggang, cumi panggang dan kerang hijau yang dilumuri saus tartar. Di bawah aneka minuman seafood tersebut, terdapat nasi kari berkismis yang gurih. Nasi kari dengan takaran kegurihan yang tepat, terasa pas ketika bertemu dengan aneka seafood dengan saus tartar yang rasanya tidak terlalu agresif. Yummmm, paduan semuanya terasa enak. Sah sudah, seafood platter adalah menu favorit saya di Fish Streat.

Seafood Platter

Seafood Platter

Secara keseluruhan, Fish Streat mampu menyajikan hidangan seafood ala Fish & Co. dengan harga yang lebih bersahabat meskipun tidak semua menu Fish & Co. ada di Fish Streat. Menu andalan mereka pun ternyata bukanlah menu favorit saya, ternyata seafood platter lebih cocok dengan lidah saya. Ternyata Fish Streat mampu mwnyajikan hidangan yang lumayan enak, tidak seledar asal murah saja. Saya rasa restoran ini layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”.

Iklan

Serial Agents of S.H.I.E.L.D.

SHIELD1

Bagi penggemar komik-komik Marvel pasti tidak asing dengan nama S.H.I.E.L.D. (Strategic Homeland Intervention, Enforcement, and Logistics Division), organisasi espionase yang sering berhubungan dan bersinggungan dengan The Avengers. The Avengers sendiri merupakan kelompok superhero yang terdiri dari Iron Man, Thor, Captain America, Hulk, Ant Man dan lain-lain. Karena sering bekerjasama melawan musuh yang sama, S.H.I.E.L.D. hampir pasti selalu hadir ketika The Avengers menghadapi masalah, tak terkecuali masalah-masalah yang The Avengers hadapi pada The Avengers (2012) dan The Avengers: Age of Ultron (2015).

Kesuksesan film layar lebar The Avengers di atas melahirkan serial Agents of S.H.I.E.L.D. yang mengisahkan sepak terjang agen-agen S.H.I.E.L.D. dalam menghadapi lawan-lawan yang ada. Biasanya jalan cerita serial ini berjalan searah dan langsung berhubungan dengan jalan cerita dari film superhero Marvel yang sedang diputar di Bioskop termasuk Thor, Captain Amerika dan kawan-kawan. Hal ini cukup menarik karena dengan demikian Agents of S.H.I E.L.D. dapat dikatakan masuk ke dalam Marvel Cinematic Universe meskipun pada musim pemutaran pertamanya, semua tokoh utama pada serial ini tidak ada yang memiliki kekuatan super, yaaah hanya agen-agen yang didukung peralatan canggih tapi tidak secanggih Iron Man atau Batman. Aaahhhh kurang seru dong, serial bertemakan superhero kok tidak ada jagoannya yang “super”? Barulah pada musim pemutaran berikutnya ada beberapa tokoh utama Agents of S.H.I.E.L.D. yang memiliki kemampuan “super”, plus ada karakter superhero yang masuk ke dalam jajaran tokoh protagonis dari serial Agents of S.H.I.E.L.D., meskipun tokoh superhero tersebut bukanlah tokoh superhero yang populer :,D.

SHIELD9

SHIELD20

SHIELD12

SHIELD14

SHIELD4

SHIELD15

SHIELD18

LUKE MITCHELL, J. AUGUST RICHARDS

SHIELD5

SHIELD16

SHIELD11

SHIELD10

SHIELD13

SHIELD8

Kalau melihat komiknya, S.H.I.E.L.D. dipimpin oleh Nick Fury, dialah direktur dan pemimpin S.H.I.E.L.D.. Sayangnya, Nick Fury (Samuel L. Jackson) hanya muncul sesaat dalam serial Agents of S.H.I.E.L.D., mungkin bayarannya terlampau mahal yaaaa. Selebihnya, karakter Phil Coulsen (Clark Gregg) hadir sebagai figur pemimpin agen-agen S.H.I.E.L.D.. Baik Phil maupun Nick memang sudah beberapa kali hadir pada film-film layar lebar dari superhero-superhero Marvel, tapi Phil rasanya kalah jauuuhh dibandingkan Nick baik dari segi kharisma, kekuatan, sampai tampang :,P. Saya agak kecewa ketika melihat para agen S.H.I.E.L.D. kok justru dipimpin oleh mahluk yang satu ini? Tokoh yang tak ubahnya seperti tokoh figuran biasa tanpa keistimewaan apa-apa pada film The Avengers (2012). Kemana Nick Fury? Phil kurang pas untuk didaulat menjadi pemimpin para agen tersebut.

SHIELD19

SHIELD3

SHIELD17

SHIELD7

SHIELD6

Syukurlah dari segi cerita, serial Agents of S.H.I.E.L.D. mampu memanfaatkan special effect yang bagus untuk menghadirkan kejutan yang tidak saya duga-duga sebelumnya sehingga saya masih suka mengikuti jalan ceritanya. Hanya saja saya kadang agak malas kalau sudah tertinggal 1 episode karena serial ini selalu bersambung di setiap episodenya walaupun memang jumlah karakter dan masalahnya tidak sebanyak dan seruwet serial Heroes ;). Akhir kata, saya rasa serial Agents of S.H.I.E.L.D. masih layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Not bad laaaaah.

Sumber: shieldtv.net

Serial Heroes & Heroes Reborn

Heroes 01 Heroes 02

Heroes adalah serial yang hadir ketika saya sedang menganggur, baru lulus dan sedang mencari pekerjaan. Ceritanya mengenai orang-orang yang memiliki kekuatan super. Hal ini mengingatkan saya akan cerita di komik-komik Marvel dan DC, hanya saja tokoh-tokoh pada serial Heroes tidak ada yang menggunakan kostum superhero. Pada pemutaran perdananya, serial Heroes nampak realistis dan menarik. Tidak semua orang yang memiliki kekuatan super pasti menjadi superhero atau supervillain. Pada serial Heroes, saya melihat variasi dari hal-hal yang menimpa seseorang akibat kekuatan super yang mereka atau kerabat mereka miliki.

Film hasil kreasi Tim Kring ini menghadirkan banyak karakter dengan masalah mereka masing-masing. Dari sekian banyak karakter-karakter tersebut, terdapat beberapa karakter utama yang terus hadir dari musim pemutaran ke musim pemutaran berikutnya. Ada Peter Petrelli (Milo Ventimiglia) yang mampu mereplikasi kekuatan super siapapun yang ada di dekatnya. Ada Sylar (Zachary Quinto) yang mencuri kekuatan super orang lain dengan membedah kepala mereka hidup-hidup. Ada Hiro Nakamura (Masi Oka) yang mampu mengendalikan waktu sesuka hati. Ada Matt Parkman (Greg Grunberg) yang mampu membaca dan memanipulasi pikiran orang. Ada Claire Bennet (Hayden Panettiere) yang mampu pulih dari luka apapun. Ada Nathan Petrelli (Adrian Pasdar) yang mampu terbang seperti burung. Ada Noah Bennet (Jack Coleman) yang . . . . tidak memiliki kekuatan super namun memiliki pengetahuan yang luas akan manusia-manusia super, karakter yang satu ini penuh intrik dan teka-teki.

Selain mereka yang saya sebutkan di atas, terdapat banyak karakter-karakter lain yang datang dan pergi, karakter yang terlihat dominan di musim pemutaran perdana pun bisa saja dikisahkan tewas di musim oemutaran ketiga, serial Heroes memang tidak memiliki karakter utama yang terjamin posisinya. Tapi saya ragu apakah Tim Kring rela mematikan karakter Peter Petrelli dan Skylar? Keduanya merupakan karakter terpopuler pada serial Heroes.

Heroes22

Heroes18

Heroes3

Pada musim pertamanya, jumlah karakter dan jumlah masalah yang diangkat masih masuk ke dalam batas wajar. Tapi pada musim kedua dan seterusnya, jumlah karakter ditambah dan masalahnya semakin berbelit-belit sehingga Heroes tak ubahnya seperti opera sabun, saya pun agak pusing melihatnya @__@. Popularitas serial ini pun terus menurun sampai akhirnya sempat berhenti di musim keempat, tahun 2010.

Heroes7

Heroes1

Heroes6

Heroes13

Heroes4

Heroes10

Heroes9

Heroes15

Heroes16

Heroes8

Heroes14

Heroes2

Heroes5

Heroes12

Heroes11

Heroes17

Heroes19

Heroes21

Heroes23

Kemudian pada tahun 2015 ini, Tim Kring menghadirkan serial Heroes Reborn yang merupakan kelanjutan dari serial Heroes. Banyak karakter baru ditelurkan dan hanya sedikit karakter dari serial Heroes lama yang dihadirkan kembali. Aaahhh Opa Tim Kring mau membuat opera sabun superhero lagi yaa? Walaupun ceritanya tidak jelek, namun Heroes Reborn nampaknya tidak akan mampu bersaing dengan serial superhero-superhero dari penerbit komik ternama seperti The Flash, Daredevil, Agents of S.H.I.E.L.D. dan lain-lain. Apalagi pada pertengahan musim pemutaran Heroes Reborn, saya lihat kok kualitas special effect yang dipergunakan tiba-tiba nampak kurang halus? Apakah ini tanda-tanda Heroes Reborn mulai goyah? Aaahhh entahlah, saya agak ragu dengan kelangsungan hidup serial ini.

Heroes24

HeroesReborn3

Heroes Reborn 1

HeroesReborn4

HeroesReborn5

Heroes Reborn 2

HeroesReborn6

Secara keseluruhan, baik serial Heroes maupun Heroes Reborn, tetap mampu menghibur saya dan masih layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Misteri dan intrik yang terjadi pada setiap episodenya masih menarik untuk diikuti.

Sumber: www.nbc.com/heroes-reborn

The Cobbler (2014)

Cobbler1

Cobbler dalam bahasa Indonesia artinya adalah tukang memperbaiki sepatu. Jadi sudah dapat ditebak bahwa The Cobbler (2014) mengisahkan mengenai kehidupan profesi yang satu itu. Ah yang benar? Ya, benar, tapi bukan cobbler sembarangan lho, cobbler ajaib.

Dikisahkan bahwa profesi sebagai tukang memperbaiki sepatu sudah lama digeluti oleh Max Simkin (Adan Sandler) dan 3 generasi di atasnya termasuk ayah Max, Abraham Simkin (Dustin Hoffman), yang menghilang secara misterius sejak Max masih kecil. Max kini hidup men-jomblo dan masih tinggal bersama ibunya. Sehari-hari Max membuka toko spesialis perbaikan sepatu di tengah kota, tepat disebelah salon cukur rambut milik Jimmy (Steve Buscemi) yang setiap hari berbincang dengan Max dan menyemangati Max ketika Max sedang bosan. Max memang merasa bosan dengan kehidupannya yang sangat biasa sekali.

Cobbler10

Cobbler12

Kehidupan Max berubah 180 derajat ketika ia secara tidak sengaja menggunakan mesin jahit sepatu peninggalan leluhurnya. Ia menggunakan mesin tersebut untuk menjahit sepatu salah satu pelanggannya. Ketika Max mencoba menggunakan sepatu tersebut, tiba-tiba ia berubah menjadi si pemilik sepatu tersebut. Tiba-tiba Max memiliki wajah, badan, suara sampai aksen dari si pemilik sepatu.

Cobbler3

Cobbler4

Cobbler5

Dengan menggunakan mesin ajaib tersebut, Max melakukan berbagai keisengan sampai pada akhirnya ia terlibat ke dalam masalah yang besar. Anehnya, Max selalu mendapatkan pertolongan ajaib setiap ia masuk ke dalam kondisi yang terbilang berbahaya. Apakah ini merupakan efek dari mesin ajaib yang belum Max ketahui? Atau ayah Max-kah yang menolong Max?

Cobbler6

TC_120613_MP-2146.nef

Cobbler8

Cobbler9

Pertanyaan-pertanyaan di atas akan terjawab di bagian akhir dari The Cobbler (2014). Memang pada bagian tersebut akan terdapat sedikit kejutan yang tidak saya duga sebelumnya, sayang paling suka bagian itu dari seluruh cerita The Cobbler (2014). Namun sayang jalan cerita The Cobbler (2014) agak datar dan saya tidak tertawa sepanjang film diputar, saya hanya tersenyum disaat Max mengalami perubahan untuk pertama kalinya, tapi bukan genre The Cobbler (2014) adalah komedi?

Walaupun demikian, The Cobbler (2014) tidak sampai membuat saya mengantuk, saya masih tertarik untuk menontonnya sampai akhir. Olehkarena itulah maka The Cobbler (2014) masih mampu untuk mendapatkan nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”.

Tracers (2015)

Tracers 9

Kali ini saya akan membahas mengenai Tracers (2015), film action thriller yang diadaptasi dari buku karangan J. J. Howard dengan judul yang sama. Karakter utama Tracers (2015) diperankan oleh Taylor Lautner, bintang muda yang melejit namanya setelah ia memerankan Jacob si manusia serigala dalam 4 film Twilight.

Dikisahkan Cam (Taylor Lautner), seorang pengantar pesan bersepeda, mengalami kesialan dalam hidupnya. Ia terbelit hutang dan diambang kebangkrutan. Dalam sebuah insiden kecelakaan, Cam bertemu dengan Nikki (Marie Avgeropoulos), seorang ahli parkour yang memikat hati Cam. Pertemuan tersebut membuat Cam termotivasi untuk berlatih parkour sampai akhirnya ia bergabung dengan sebuah kelompok parkour yang dipimpin oleh Miller (Adam Rayner).

Tracers 4

Tracers 5

Ternyata kelompok parkour tersebut melakukan tindakan-tindakan kriminal untuk mencari uang. Kesulitan finansial yang Cam alami membuat Cam tertarik untuk ikut melakukan tindakan kriminal bersama teman-teman barunya. Masalahnya, sejauh mana Cam mau berpartisipasi? Jauh di lubuk hatinya, Cam sebenarnya bukan orang jahat. Akankah Cam bertahan? Atau akankah Cam akan keluar?

Tracers 1

Bagian paling akhir dari Tracers (2015) akan mampu menjawab pertanyaan tersebut ;). Cam berhasil mengambil keputusan dengan melakukan tindakan yang cerdas. Meskipun saya suka dengan bagian akhirnya, tapi cerita yang Tracers (2015) suguhkan relatif biasa-biasa saja. Romantisme yang dihadirkan oleh Cam dan Nikki kurang kental dan terlalu dipaksakan.

Tracers 7

Hal yang menarik dari Tracers (2015) adalah aksi parkour yang disajikan sepanjang film berlangsung. Aksi akrobatik sepeda yang Cam lakukan pun lumayan ok, mirip aksi-aksi sepeda yang ada di Premium Rush (2012).

Taylor Lautner defies gravity on the set of "Tracers" **USA, Canada, Australia ONLY**

????????????

Tracers 3

Tracers 2

Tracers 9

Secara keseluruhan, Tracers (2015) dapat dijadikan hiburan yang layak untuk mendapatkan nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Ngomong-ngomong, saya masih kurang faham kenapa kok judul film ini Tracers? Seingat saya kata-kata tracers tidak pernah disebut-sebut sepanjang film. Ada yang tahu jawabnya? ;).

Sumber: http://www.lionsgatepublicity.com/theatrical/tracers/

RM. Kusuma Sari, Restoran Lawas yang Terus Bertahan

Kusuma Sari 1

Ketika berlibur ke Solo kemarin, saya kembali mampir ke Rumah Makan Kusuma Sari yang konon sudah hadir di Solo sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu. Sebenarnya kedatangan saya kemarin bukanlah kali pertama saya mampir ke Kusuma Sari. Sekitar setahun yang lalu, saya bersama keluarga besar saya pun sempat mampir ke Kusuma Sari. Rumah makan ini memang direkomendasikan oleh banyak orang sehingga setiap saya ke Solo, pasti saja ada kerabat yang merekomendasikan Kusuma Sari.

Saat ini rumah makan yang sudah merambah ke bisnis cathering ini terletak di Jl. Yos Sudarso No. 91, Solo. Bagian dalamnya bersih dan bagus, tapi harga makanannya termasuk ekonomis menurut saya pribadi :D.

Kusuma Sari 2

Bagian Dalam Kusuma Sari

Hidangan yang Kusuma Sari sajikan adalah hidangan kumpeni tempo doeloe seperti kroket, resoles, zupha soup, soup galantin, selat segar, huzarensla, steak, hotplate, ice cream dan lain-lain. Saya sendiri baru sempat mencicipi kroket mayonaise, selat segar, kroket lombok, beef barbeque, marinated pepper steak & kusuma sari ice cream.

Kroket merupakan hidangan paling enak di Kusuma Sari. Baik kroket lombok maupun kroket mayonaise, keduanya memiliki bagian isi yang sangat lembut dan gurih, yummm, kroket paling enak yang pernah saya makan :).

Kusuma Sari 3

Kroket

Selat segar, atau lebih populer dengan nama selat solo, yang disajikan Kusuma Sari terdiri dari buncis, wortel, selada, kentang, telur, tomat, daging sapi dan mayonaise. Tidak lupa bahan-bahan tersebut diguyur oleh kuah yang terasa sedikit manis. Wujud hidangan yang 1 ini tertata dengan rapi dan cantik. Sayang rasanya tergolong standard dan terlalu “becek” bagi saya. Sampai tulisan ini saya tulis pun, saya belum menemukan selat segar yang istimewa bagi lidah saya.

Kusuma Sari 4

Selat Solo

Beef barbeque dan marinated pepper steak sama-sama disajikan di atas hotplate dan terdiri dari irisan daging sapi, potongan kentang dan sayuran. Yang membedakan diantara keduanya adalah bumbu beef barbeque agak sedikit manis masam, sedangkan bumbu marinated pepper steak menggunakan saus lada hitam dan terasa sedikit pedas, sayang saus lada hitamnya terlalu cair sehingga rasanya kurang mantab. Tapi saya tetap lebih suka marinated pepper steak dibandingkan beef barbaque. Sampai saat ini saya memang belum menemukan menu main course Kusuma Sari yang menonjol.

Kusuma Sari 7

Beef Barbeque

Kusuma Sari 6

Marinated Pepper Steak

Kusuma sari ice cream terdiri dari beberapa rasa ice cream yang Kusuma Sari miliki ditambah wafer di bagian pinggirnya. Rasanya lumayan enak dan menyegarkan terutama bagian es krim yang rasanya rasa tutty fruty, cocok dengan lidah saya :).

Kusuma Sari 5

Kusuma Sari Ice Cream

Secara keseluruhan, saya puas dengan kunjungan saya ke Kusuma Sari. Rumah makan lawas ini layak untuk mendapat nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Lumayanlahh untuk dijadikan tempat berkumpul. Selain makanannya lumayan, tempatnya nyaman dan harganya cukup ekonomis.

Predestination (2014)

imagePredestination (2014) adalah film fiksi ilmiah asal Australia yang mengambil tema perjalanan menembus waktu. Perjalanan menembus waktu dapat dilakukan oleh 11 agen rahasia yang melakukannya untuk mencegah bencana yang telah terjadi di masa depan. Salah satu agen misterius yang diperankan oleh Ethan Hawke, ditugaskan untuk menghentikan aksi pemboman oleh seorang teroris yang dijuliki Frizzle Bomber. Pada tahun 1975, Frizzle Bomber berhasil meledakan bom di New York yang menewaskan sekitar 11.000 jiwa. Misi ini akan menjadi misi terakhir sang agen sebelum ia pensiun.

imageimageimageDikisahkan bahwa sang agen pergi ke tahun 1992 untuk berkenalan & berbincang dengan John (Sarah Snook). John menceritakan keluh kesah kehidupannya di masa lampau, terutama ketika jenis kelamin John masih wanita dan John masih menggunakan nama Jane. Waduhhh pembicaraan kedua tokoh ini panjang sekali dan disinilah saya menyadari bahwa Predestination (2014) bukanlah film yang banyak menggunakan adegan aksi atau special effect yang memukau. Unsur drama dan misterinya sangat kental, ini diluar dugaan saya ketika akan menonton Predestination (2014). Saya pikir Predestination (2014) akan menampilkan banyak aksi, misteri dan special effect, dramanya sedikit.

imageUntunglah setelah “dongeng” Mas John berakhir, tempo Predestination (2014) semakin cepat dan patahan misteri kehidupan John semakin terlihat dan tersambung dengan sang agen dan Frizzle Bomber. Ternyata mereka terhubung dengan cara yang tak lazim dan agak gila menurut saya.

imageimageimagepredestination 6imageimageTerlepas dari alur cerita yang sedikit membosankan, ide cerita Predestination (2014) sebenarnya lumayan bagus, hanya saja eksekusinya sedikit kurang greget. Film ini memang kurang setimpal untuk ditonton di bioskop, tapi rasanya Predestination (2014) tetap mampu memberikan hiburan yang layak untuk diberi nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Akhir kata, Predestination (2014) mengingatkan saya kepada sebuah tebak-tebakan yang berbunyi “Lebih dahulu mana? Ayam atau telur?” Ada yang tau jawabnya? ;).

Sumber: http://www.arclightfilms.com