Awas Ada Sei’Tan!

Sebenarnya sudah sejak akhir tahun 2020 saya ingin mencicipi hidangan Sei yang semakin menjamur. Akan tetapi baru pertengahan 2021 ini saya sempat mencicipinya. Sei sendiri merupakan hidangan khas daerah Rote Ndao, NTT (Nusa Tenggara Timur). Daging babi liar diolah dengan diasapi sampai matang. Karena saya tidak makan babi, Maka saya tentunya mencari sei non babi, sesuatu yang mudah diperoleh di Jakarta. Saat ini banyak sekali restoran sei yang menggunakan daging sapi dan ayam di Jakarta. Mungkin juga karena sedang trend.

Karena saya baru saja sembuh dari Covid-19 dan masih harus isolasi di rumah, saya lebih memilih sei yang spesialis pesan antar saja. Saya pun memilih untuk mencicipi Sei’Tan yang memiliki konsep cloud kitchen. Jadi Sei’Tan hanya melayani pesan antar. Untuk memesannya saya sendiri menggunakan jasa ojek online. Namun titik pengambilan Sei’Tan baru ada di Jakarta dan belum terlalu banyak. Titiknya antara lain Kota Kasablanka, Kuningan City, Setiabudi One, Kemang Village, Mall of Indonesia, Grand Indonesia, Gunawarman, Food Centrum, Cilandak Town Square, Pasaraya Blok M, AEON Jakarta Garden City, Senayan City.

Ada apa saja di Sei’Tan? Tentunya hidangan sei yang menggunakan daging sapi dan ayam. Kita dapat memilih mau menggunakan daging apa, kemudian kita memilih sambalnya, mau sambal apa. Untuk nasi, hanya ada nasi putih, belum ada nasi rasa macam-macam. Nasi dan daging, diletakkan bersama sayur daun singkong dan telur dadar, di dalam box yang cukup menarik.

Begitu membuka box Sei’Tan, wuuuaaaahh, semerbak harum daging atau ayam asapnya, ganassss. Konon proses daging sei tersebut berlangsung selama 3 hari dan diasapi menggunakan daun rambutan. Baik sei yang menggunakan daging sapi maupun ayam, keduanya sama-sama harum, apalagi ketika sedang kita makan, wuuahhh, wangi abis deh pokoknya. Tapi untuk tekstur dan rasa, saya lebih suka daging sapi ketimbang daging ayam. Daging sapinya menggunakan wagyu dengan sedikit lemak disana, sehinga terasa empuk dan juicy. Kalau suka dengan daging ayam dan sapi, kita dapat memilih mix alias menggunakan daging sapi dan ayam.

Telur dadarnya memiki tekstur khas yang mengingatkan saya pada dadar telur di Warteg. Bagian pinggir telur dadar di Warteg ada yang renyah-renyah. Nah bagian itulah yang terdapat di dalam box Sei’Tan. Sebuah telur dadar dengan kerenyahan dan tekstur yang unik :).

Sayur singkongnya memberikan aroma segar dan sedikit manis. Namun menurut ibu saya, sayur singkong tersebut pedas. Yaah mungkin memang ada pedasnya tapi hampir tidak terasi bagia saya. Karena ada hal lain yang jauh terasa lebih pedas, sambal sei-nya.

Pada dasarnya semua sambal dari Sei’Tan terbilang pedas, tapi masih bisa dinikmati. Jadi, pedasnya tidak keterlaluan. Beberapa sambal yang Sei’Tan tawarkan antara lain adalah sambal belimbing wuluh, sambal rica, sambal matah dan sambal andaliman.

Sambal matah memberikan rasa pedas dengan aroma daun jeruk yang sangat segar & harum. Ketika bertemu dengan daging sei dan kawan-kawan, terasa pedas, aroma khas sei, asam segar yang enak & khas. Aromanya sangat Indonesia sekali. Tapi bagi yang kurang suka dengan tekstur dan aroma dedaunan, sebaiknya hindari pilihan menu yang satu ini. Serba serbi dedaunannya sangat dominan pada pilihan menu yang satu ini.

Sambal belimbing wuluh terasa cukup pedas dengan sedikit rasa asam yang segar. Aroma sambal ini cukup khas, kaya dan harum, yummmm. Gabungan rasanya bersama daging sei dan kawan-kawan, menghasilkan sebuah hidangan yang kaya akan aroma khas, disertai dengan rasa pedas asam yang enak sekali. Saya suka sekali dengan aroma yang disebabkan oleh sambal belimbing wuluh, pas sekali dengan harumnya daging asap, mantab. Inilah salah satu hidangan favorit saya di Sei’Tan.

Sei Daging Wagyu Sambal Belimbing Wuluh + Matah

Sambal andaliman warnanya merah dan terasa pedas manis. Sambal ini hadir dengan aroma cabe yang … anehnya harum, aroma cabainya tidak menyengat. Takarannya pas sekali bagi saya. Bertemu dengan daging sei dan kawan-kawan, terdapat rasa pedas manis dengan aroma harum yang lebih kalem dibanding varian sambal lainnya. Lebih kalem bukan berarti lebih tidak enak lohhh, kalemnya di sini justru memberikan ruang yang lebih bagi daging sei. Semuanya terasa pas dan enak loh. Bertambahlah 1 lagi menu enak dari Sei’Tan, favorit saya juga nih.

Sei Campur Sambal Andaliman + Matah

Bagaimana dengan sambal rica-rica? Aaah, saya pernah memesan sei’daging sambal rica-rica dan yang datang justru sei’daging sambal matah. Agak kecewa sih, tapi berhubung perut saya lapar ahhh ya sudah….

Hidangan Sei’Tan tidak saja bermain di rasa, tapi bermain pula di aroma. Sei’Tan berhasil memanjakan rasa dan aroma dengan sesuatu yang unik dan sangat Indonesia. Dengan demikian, saya rasa secara keseluruhan, Sei’Tan layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak”

Moon Chicken, Flavors of Galaxy

Sebagai salah satu perusahaan kuliner multi-brand cloud kitchen pertama di Indonesia, Hangry terus berinovasi. Sekitar tahun 2020, mereka pun menelurkan brand kelima mereka, Moon Chicken. Mirip seperti produk Hangry lainnya Moon Chicken hanya melayani pesan antar. Semua dapat dipesan dan diantar oleh ojek online. Wilayah layanan Moon Chicken sudah cukup banyak dan tersebar di penjuru Jakarta. Beberapa titik layanannya pun sudan mulai metambah Bekasi, Depok, Tangerang dan Bogor.

Ada apa di Moon Chicken? Pada dasarnya mereka menyajikan ayam goreng tepung yang sudah dilimuri aneka bumbu. Dari berbagai variasi bumbu ayam gorengnya, saya sendiri baru mencicipi ayam bumbu smokey comet, honey galaxy, gonjenun dan samyang byeol.

Ayam bumbu smokey comet tampil kering kemerahan dengan aroma barberque & paprika yang harum. Rasanya tidak pedas tapi justru sedikit gurih. Saya lebih suka menyantap ayam ini tanpa nasi agar rasa bumbunya yang halus tetap terasa utuh.

Ayam bumbu honey galaxy nampak agak basah kecokelatan. Rasanya manis dan ada sedikit aroma bawangnya. Rasa manisnya sangat pas dan enak ketika disantap bersama dengan saus tomat, saus sambal, kulit ayam yang renyah, daging ayam yang empuk dan nasi putih yang hangat. Ayam honey galaxy kurang pas kalau dijadikan cemilan tanpa nasi.

Ayam bumbu gonjenun menggunakan gochujang khas Korea sehingga memilki rasa manis beras. Rasa dan aromanya mengingatkan saya kepada hidangan Korea yang pernah saya santap. Disantap dengan nasi atau tanpa nasi, rasanya lumayanlaah.

Sebagai pecinta mie samyang sopasti saya langsung tertarik untuk mencicipi ayam bumbu samyang byeol. Ayam tersebut memiliki rasa dan aroma samyang buldak yang terasa manis pedas. Tapi pedasnya tidak sepedas mie instant samyang ya, aman untuk lambung. Yang bahaya itu adalah aroma dan rasanya, benar-benar membuat saya ketagihan. Ternyata rasa samyang itu tudak harus pedas luar biasa untuk dapat dinikmati, yummmm, enak sekali rasanya. Ini dia menu favorit saya di Moon Chicken ;).

Apapun bumbunya, saya rasa ada bumbu yang meresap ke dalam dagingnya. Rasa dagingnya tidak polos seperti daging ayam goreng biasa. Daging ayamnya meresap bumbu sehingga rasa dagingnya agak berbeda.

Kelemahan ayam-ayamnya Moon Chicken adalah harus langsung disantap ketika tiba. Karena dilumuri bumbu yang terkadang agak basah, maka kulit ayam lama kelamaan akan kehilangan kerenyahannya.

Dengan demikian, menurut saya Moon Chicken layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimal 5 yang artinya “Enak”. Bagaimanapun juga, Moon Chicken adalah salah satu alternatif yang tepat bagi keluarga saya yang sedang isolasi mandiri akibat Covid-19.

Sate Maranggi Aci Kuningan, Sate Spesial di Depan Lapas

Ketika berkunjung ke rumah saudara yang tinggal di Cianjur, saya diajak makan di sebuah warung sate. Lokasinya cukup unik, yaitu di depan Lembaga Pemasyarakatan Klas 2 Cianjur. Tepatnya di Jalan Aria Cikondang No. 70/76, Cianjur, Jawa Barat. Warung tersebut pun tidak memiliki papan nama, jadi dari luar hanya terlihat seperti rumah yang sudah alih fungsi menjadi warung. Berdasarkan informasi dari akang-akang yang makan di sana, warung ini sering disebut Sate Maranggi Aci Kuningan atau sate depan lapas.

Di sana, banyak orang memesan lotek. Lhoh kok lotek? Yah saya jadinya ikut-ikutan saja memesan heheheehe. Lotek terdiri dari aneka sayuran yang disiram dengan bumbu kacang dan taburan kerupuk. Kalau saya lihat sih ini mirip sekali dengan gado-gado yaa. Hanya saja loteknya terasa lebih manis. Lumayanlah.

Kemudian saya memesan menu yang sebagian orang pesan yaitu sate maranggi. Uniknya, sate marangginya biasa disantap bersama-sama dengan sambal oncom dan sambal kacang. Kemudian untuk nasinya kita dapat memesan nasi kuning atau nasi uduk. Paduan rasanya menghasilkan rasa sate yang unik. Terdapat rasa manis dan aroma bumbu yang harum di sana. Sate yang ukurannya jumbo, semakin menambah selera makan di sini. Hanya saja hati-hati kantong bolong sebab harga satenya terbilang mahal, yaaah sesuai ukurannya :’D.

Melihat kunjungan saya di atas, Sate Maranggi Aci Kuningan layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Karena sekarang saudara saya sudah pindah tugas ke Sukabumi, entah kapan lagi saya bisa mampir ke sini.

Serba Serbi Mentai & Shirataki By Anind

By Anind terletak di Jl. Duren Tiga Indah 3 No. 19, Pancoran, Jakarta Selatan. Di sanalah tempat di mana Grab Food, Go Food, Shopee Food dan ojek online lain berkumpul. Mereka datang untuk mengambil pesanan pelanggannya. Konsep By Anind memang take away atau bawa pulang. Jadi saya sendiri biasa menyantap hidangan By Anind di rumah dengan bantuan ojek online. Tergantung ojek online mana yang sedang promo hehehehehe.

Setahu saya, pada awalnya By Anind mencoba berkreasi dengan shirataki. Akantetapi kemudian ternyata mentai meraih kepopuleran yang mengangkat nama By Anind di platform Instagram. Sejak awal, By Anind melakukan perkenalan lewat media online, kemudian bekerjasama dengan ojek online untuk mengantarkan pesanan-pesanan ke konsumen.

Apa itu shirataki? Ini adalah mie Jepang yang terbuat dari glucomannan, sebuah serat dari konjak atau umbi gajah. Mie ini populer di kalangan penggiat diet kato. Wah diet? Shirataki itu relatif rendah karbohidrat, rendah kalori dan bebas gluten. Karena kandungan serat yang tinggi di dalamnya, shirataki dapat melancarkan pencernaan dan menurunkan berat badan loh.

Bagaimana dengan saus mentai? Saus ini berasal dari Jepang dan biasanya terbuat dari telur ikan tarako dan mayonaise. Rasanya gurih dan unik, sehingga banyak orang yang menyukainya.

Nah, kedua bahan diataslah yang mendominasi menu-menu By Anind. Saya sendiri baru mencicipi shirataki tektek, salmon kani mentai rice cheese, gyuniku mentai rice cheese dan salmon kani mentai shirataki cheese.

Shirataki tektek terdiri dari mie shirataki, kecambah, sawi, kol, sawi, orek telur, potongan daging ayam dan krupuk yang renyah. Sebenarnya ini seperti versi shirataki dari mie tektek yang sering lewat depan rumah saya dulu. Bumbu yang menyertai shirataki tektek pun terasa asin gurih, mirip dengan mie tektek. Hanya saja shirataki tektek menggunakan potongan daging ayam yang besar sehingga rasa daging ayamnya mantab sangat terasa. Kemudian shirataki yang gurih dan kenyal memberikan rasa yang unik bagi hidangan yang satu ini. Rasa shirataki tektek semakin enak ketika menambahkan potongan cabai yang terdapat di pojok. Tambahan sedikit rasa pedas terasa pas di sana.

Salmon kani mentai rice cheese terlihat memiliki beberapa lapisan. Pada lapisan paling atas terdapat saus mentai dengan rasa khas mentai plus sedikit rasa keju. Di bawahnya terdapat potongan memanjang crab stick dan potongan salmon yang tidak pelit. Potongan salmonnya relatif besar dan tersebar cukup merata sehingga salmon terasa cukup dominan di setiap gigitan. Nah pada lapisan paling bawah, terdapat nasi yang sudah dibumbui. Gabungan semuanya memberian rasa gurih yang khas, yuummmm, enaaak. Tambahan bon cabe yang tesedia memberikan rasa pedas gurih yang membuat hidangan ini terasa lebih enak lagi.

Salmon kani mentai shirataki cheese terdiri dari beberapa lapisan yang sama persis dengan salmon kani mentai rice cheese, kecuali untuk lapisan yang paling bawah. Tidak terdapat nasi di sana, melainkan shirataki. Wah 2 bahan andalan By Anind bergabung di dalam 1 menu. Bagaimana rasanya? Rasa kenyal dan gurih shirataki ternyata lebih cocok dibandingkan nasi. Paduan semuanya memberikan rasa yang gurih dengan aroma yang enak. Bon cabe yang disediakan pun bisa juga ditaburkan untuk menambah rasa pedas. Ini dia menu favorit saya di By Anind, mantab.

Gyuniku mentai cheese rice sangat mirip dengan salmon mentai cheese rice. Jadi terdapat saus mentai dan keju yang sudah meleleh dan mengental, menempel pada potongan tipis daging sapi. Pada bagian bawah terdapat nasi berbumbu kehijauan. Rasa gurih yang dimiliki oleh gyuniku memtai cheese rice tentunya mirip dengan salmon mentai cheese rice. Hanya saja rasa dan tektur daging sapi memberikan sesuatu yabg berbeda. Dagingnya sih banyak dan tersebar merata. Setiap suapan pasti ada dagingnya. Sayang dagingnya memilili gajih yang agak mengganggu. Saya pribadi tetap lebih suka salmon mentai cheese rice.

Secara keseluruhan, saya suka dengan hidangan By Anind. Maka, By Anind layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak”. Hanya saja jarak dari By Anind Duren Tiga ke rumah saya lumayan jauh. Terkadang saya kasihan dengan ojek online-nya @_@.

Selamat Ngikan!

Ngikan pertama kali hadir pada 2019 di Jalan Tebet Utara Dalam, Jakarta Selatan. Saya ingat betul pada saat pertama buka, tempat makan yang satu ini menimbulkan antrian panjang. Yah mungkin pada saat itu banyak orang masih penasaran dan cabang Ngikan sedikit sekali. Sekarang Ngikan sudah berkembang pesat dan memiliki berbagai cabang di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Semarang, Bandung, Surabaya, Sukabumi, Majalengka, Yogyakarta, Makassar, Pontianak, Palembang dan Bukittinggi. Saya sendiri memilih memesan Ngikan melalui aplikasi online seperti Go Food, Grab Food dan Shopee Food. Toh Ngikan memang menggunakan konsep take away dimana kalaupun makan di tempat, tidak disediakan piring dan perlengkapan makan. Hanya ada meja dan bangku. Kita makan dari kardus packingnya.

Packing Ngikan

Menu dasar yang Ngikan tawarkan adalah ikan nila berbalut tepung crispy dengan nasi liwet dan sambal. Nasi liwetnya sedikit harum namun tidak terlalu terasa apa-apa. Tepungnya ikan nila relatif tebal tapi masih ok-lah, daging ikannya masih terasa. Lalu terdapat pilihan sambal matah, sambal oseng mercon, sambal acar kuning & sambal woku.

Sambal oseng mercon berwarna kemerahan dan memiliki kesan pedassss sekali. Eeeee ternyata semua itu hanya hoax, sambal ini lebih ternyata terasa gurih dan sedikit manis. Pedasnya bagaimana? Ada sih tapi sedikit.

Sambal woku berwarna kehijauan dan memiliki rasa gurih yang khas. Sekilas tercium aroma daun jeruk. Rasanya lumayan ok kalau disantap dengan nasi liwet dan ikan krispy-nya. Rasa dan aroma rempahnya cukup terasa tapi tetap saja berbeda dengan bumbu woku khas Manado.

Sambal matahnya terbuat dari aneka bumbu seperti bawang, cabai, daun jeruk dan minyak serta berwarna kehijauan. Tapi saya lihat sepertinya cabai, minyak dan daun jeruk nampak dominan walaupun aroma daun jeruknya tipis sekali. Sambal yang satu ini merupakan sambal yang paling pedas di Ngikan, tapi pedasnya masih masuk akal yaaa, bukan pedas yang bisa membuat diare :’D. Rasa pedas hangat sambal ini pas sekali ketika disantap dengan ikan krispy yang renyah beserta nasi liwetnya. Sejauh ini sambal matah adalah salah satu sambal favorit saya di Ngikan.

Paket Ngikan Saus Sambal Matah & Paket Ngikan Saus Oseng Mercon
Paket Ngikan Sambal Woku dan Ngikan Salero Padang Plus Keju

Bagaimana dengan sambal acar kuning? Yang pasti warnanya kuning hehehehe, saya belum sempat mencicipinya. Saat ini Ngikan sudah memiliki beberapa menu baru yang polanya sedikit berbeda dengan menu dasar di atas. Diantaranya adalah ngikan salero padang, ngikan pop, nasi lamongan kandas, dan ngikan mie goreng. Saya sendiri baru sempat mencicipi ngikan salero padang saja hehehe.

Ngikan salero padang pada dasarnya terdiri dari ikan nila krispy, nasi putih, daun singkong, kuah gulai, bumbu rendang dan sambal hijau yang biasa ada di restoran padang. Kemudian menu yang satu ini bisa ditambahkan telur, keju, kornet. Kemudian nasi putihnya pun dapat ditukar menjadi nasi liwet pula. Saya pribadi biasa hanya menambahkan keju dan kornet. Bagaimana rasanya? Ngikan salero padang ini tidak pedas tapi kaya akan rasa yang gurih dan harum. Saya suka dengan bumbu gulai dan bumbu rendangnya, keduanya terasa menonjol dalam membuat menu ini terasa enak. Sementara ini, ngikan salero padang merupakan menu favorit saya di Ngikan.

Setelah beberapa kali mencoba beberapa menu Ngikan, rasanya tempat makan yang satu ini layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak”. Packingnya praktis dan aman disantap di masa pandemi. Jangan lupa mencuci tangan yaa kawans.

Surga Bagi Pecinta Pedas, Warung Indomie Abang Adek

Sebagai mantan anak kos, Indomie tentunya menjadi salah satu makanan favorit saya di saat sedang kelaparan tengah malam. Cara membuatnya praktis dan rasanya gurih-gurih sedap. Olehkarena itulah sebenarnya sudah lama saya mau mencicipi Warung Indomie Abang Adek. Sayang lokasinya jauh dari rumah saya. Pada saat itu Warung Indomie Abang Adek hanya buka di daerah Jakarta Barat saja. Tak terasa waktu berjalan, Warung Indomie Abang Adek sudah memiliki banyak cabang, yaitu:

  • Jl. Mandala Utara No. 8,Tomang, Jakarta Barat.
  • Kantin Brata Plaza Telkom, Jl. Letjen S. Parman Kav. 8, Tomang, Jakarta Barat.
  • Green Bay Pluit, Tower H, Lantai Lower Ground, No. 19, Jl. Pluit Karang Ayu, Muara Karang, Penjaringan, Jakarta Utara.
  • Jl. Ir. H. Juanda No. 43, Beji, Depok.
  • Grand Galaxy City, Ruko Grand Galaxy City, Blok RGB No. 97, Jl. Boulevar Raya Timur, Bekasi Selatan, Bekasi.
  • Ruko Taman Harapan Baru, Blok A1 No. 12, Jl. Harapan Baru Raya, Medan Satria, Bekasi.
  • Jl. Sawunggaling No. 4, Dago Bawah, Bandung.
  • Ruko Taman Harapan Baru, Blok A1 No. 12, Jl. Harapan Baru Raya, Medan Satria, Bekasi.
  • Ruko Bintaro Trade Center, Blok A1 No. 3, Jl. Bintaro Utama (Bintaro Sektor 7), Tangerang, Banten.

Bermula dari jualan mi menggunakan gerobak di sekitar Tomang pada 1996. Kemudian Indomie Abang Adek baru mulai menggunakan cabai pada 2002 atas masukan pelanggannya. Masyarakat Indonesia memang gemar makan sambal dan pedas-pedasan. Apalagi kalau ada tantangannya. Semenjak itulah Indomie Abang Adek berkembang dan memiliki cabang di mana-mana.

Saya sendiri makan Indomie Abang Adek tak jauh dari Klinik tempat praktek istri, yaitu cabang Ruko Grand Galaxy City. Kalau hendak memesan menu Indomie-nya, pertama-tama kita memilih jenis Indomie-nya. Mau Indomie goreng, ayam spesial, kari ayam, ayam bawang, atau soto mie. Favorit saya pribadi siy Indomie goreng, tapi semua tergantung selera dan kondisi. Kalau sedang hujan atau batuk, mungkin Indomie rebus lebih enak. Selain itu, kalau sedang lapar berat, kita bisa memesan double alias 2 Indomie. Biasanya sih 1 saja memang terasa kurang, saya biasa memesan double hehehehe.

Kemudian kita memilih tingkat kepedasan, mulai dari pedes sedang (3 cabai), pedes (15 cabai), pedes garuk (50 cabai), pedes gila (80 cabai) dan pedes mampus (100 cabai). Karena saya memiliki asam lambung, maka saya biasa memilih yang pedes sedang atau pedes saja. Pedes mampus tidak saya sarankan kecuali kalau makannya ramai-ramai. Kecuali kalau teman-teman memang mengiginkan tantangan.

Lalu tiba saatnya kita memilih anek topping seperti tempe, tahu, telur, kornet, 3 bakso goreng, keju, otak-otak, sosis, dan lain-lain. Saya pribadi paling suka dengan topping kornet dan telurnya, pilihan klasik hehehehe.

Indomie Goreng Pedes Kornet
Indomie Goreng Pedes Sedang Tahu

Setelah memilih, maka pesanan kita akan dimasak sesuai dengan pilihan. Topping dan cabai ulek ditambahkan ke dalam mangkok Indomie kita. Di dalam mangkok tersebut, tak lupa sudah ada bumbu Indomie. Selain bumbu indomie, biasanya ditambahkan pula minyak bawang dan garam.

Pada dasarnya saya memang suka sekali dengan Indomie, apalagi ditambahkan pedas cabai asli dan topping tambahan. Rasa Indomie tersebut tentu semakin nikmat, yumm. Saya suka dengan masakan warung Indomie yang satu ini dan pasti akan mampir lagi bila ada kesempatan

Saya rasa Indomie Abang Adek layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak”. Oh iya, bagi yang memesan cabai pedes mampus, jangan lupa memesan susu untuk meredakan kepedasan cabai Indomie Abang Adek, kasian kan mulut dan lambungnya ;).

Lumpia Bandung Mang Ucup, Street Food with Attitude

Setiap pulang dari acara keluarga, saya sering sekali melewati daerah TPU Layur. Tapi saya sama sekali tidak pernah menyadari keberadaan Lumpia Bandung Mang Ucup yang terletak tak jauh dari TPU, tepatnya di depan Toserba Berkah, Jl. Gurame No. 31, Jati, Pulo Gadung, Jakarta Timur. Seorang rekan istri saya yang memperkenalkan kami kepada Lumpia Bandung Mang Ucup.

Menu dari Lumpia Bandung Mang Ucup cukup sederhana. Ada lumpia basah dan ada lumpia goreng. Kemudian apakah hendak ditambahkan daging sapi, ayam, udang, atau campuran semuanya. Lalu, apakah mau yang pedas atau tidak.

Lumpia basah hadir dengan tekstur kulit lumpia yang lembut. Bengkuang, toge, tahu, telur dan bumbu lain yang ada di dalamnya terasa manis legit dan istimewa :). Favorit saya adalah lumpia basah pedas daging sapi, yummmm, mantab. Lumpia basah ini dapat dikatakan sebagai wajib saya setiap mampir ke Lumpiia Bandung Man Ucup.

Sementara itu lumpia goreng hadir dalam kulit renyah yang tebal dengan isian yang sama dengan lumpia basah. Hanya saja, lumpia gorengnya ditemani oleh saus kacang yang gurih. Paduannya memberikan rasa gurih renyah yang tebal dan tidak pelit. Hanya saja rasa isiannya jadi agak terkubur dan tidak semantab lumpia basah. Lumpia goreng bisa dijadikan alternatif kalau sedang ingin makan yang kriuk-kriuk. Tapi saya pribadi lebih suka lumpia basahnya.

Belakangan saya baru mengetahui bahwa Lumpia Bandung Mang Ucup ternyata sudah memiliki beberapa cabang di tempat lain. Saya bisa melihat ini dari tag line yang tertulis di gerobaknya, “Street Food with Attitude”, gaya euy hehehe. Kita dapat menemukan Lumpia Bandung Mang Ucup tersebat di Jabodetabek seperti di Jalan Bintaro Utama 5 Tangerang, Jalan Manggarai Utara 1 Tebet & Jalan Jati Mahoni Rawamangun.

Lumpia ini berhasil menjadi hidangan pengganjal perut setiap saya pulang dari acara keluarga. Lumpia Bandung Mang Ucup tentunya layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak”.

Nyarap di Pondok Sarapan Pagi Yuk

Bubur ayam, nasi uduk, nasi kuning adalah menu sarapan yang biasa saya santap sehari-hari. Bagi saya, semua sedikit bergeser ketika istri saya hamil anak kedua beberapa tahun yang lalu. Pada suatu pagi yang cerah istri saya mencari ketupat sayur padang di sekitar rumah. Ok, bagi saya yang warga Jakarta, ketupat sayur itu relatif bisalah dicari. Tapi ketupat sayur padang?? @_@. Setelah bertanya kepada beberapa warung terdekat, ternyata selama ini ada restoran ketupat sayur padang yang ramai di sekitar Pondok Kelapa. Lokasinya ternyata tak jauh dari rumah orang tua saya. Tepatnya di Jl. Pondok Kelapa Raya Blok L 10 No. 1, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Ternyata, Pondok Sarapan Pagi adalah restoran yang dimaksud. Dari namanya dan wujud restorannya, saya tidak menduga bahwa Pondok Sarapan Pagi menyajikan ketupat sayur padang. Setiap pagi, Pondok Sarapan Pagi sebenarnya dipenuhi oleh pengunjung. Namun posisinya memang membuat hal tersebut tidak terlalu terlihat. Restorannya sendiri nampak sederhana dan bersih. 

Apa yang membuat Pondok Sarapan Pagi ramai? Disana, terdapat ketupat sayur padang atau katupek sayua yang terdiri dari potongan ketupat, gulai paku dan gulai nangka yang ditaburi oleh kerupuk. Rasa rempah-rempah benar-benar terasa, pada hidangan yang satu ini. Bagi saya pribadi, ketupat sayur tetsebut tidak pedas sama sekali. Tapi bagi beberapa orang, hidangan tersebut terasa sedikit pedas.

Kemudian kita dapat meminta lauk untuk mendampingi ketupat sayur. Biasanya ada telur, ayam goreng dan rendang. Saya sekelurga biasa memilih rendang. Rendangnya sih sebenarnya biasa saja. Namun, ternyata bumbu rendang yang gurih, terasa sangat cocok dan menyatu dengan kuah ketupat sayur yang kaya akan rasa rempah-rempah. Tak lupa saya pasti menambah kerupuk untuk menemani hidangan tersebut.

Ketupat Sayur Telur
Ketupat Sayur Ayam
Ketupat Sayur Rendang Telur

Sampai saat ini, Pondok Sarapan Pagi berhasil menjadi salah satu tujuan saya ketika sedang mencari sarapan. Restoran mungil yang satu ini layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak”. Oh yaa, selama bulan Ramadhan, Pondok Sarapan Pagi buka pukul 3 sore. Kalau bukan bulan Ramadhan, Pondok Sarapan Pagi buka di pagi hari.

Sate Lawu, Nikmatnya Sampai di Hati

Setiap berlibur ke arah Tawangmangu, saya dan keluarga sudah beberapa kali mampir ke Sate Lawu. Biasanya kami sampai sana menjelang sore. Restoran yang satu ini hadir di tengah-tengah kabut dan dinginnya daerah sekitar Gunung Lawu. Yah lokasinya memang di bagian atas wilayah wisaya Tawangmangu. Tepatnya di Jl. Baru No. 2, Kramat, Kalisoro, Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah. Patokannya adalah persimpangan antara jalan lama dengan jalan baru antara Cemoro Kandang dan Tawangmangu. Selain itu restoran ini sudah memiliki cabang lain di Jl. Bhayangkara Sriwedari Solo dan Assalaam Hypermarket Pabelan Solo.

Saya sendiri belum pernah berkunjung di cabang Solo. Saya hanya pernah berkunjung ke Sate Lawu yang di Tawangmangu saja. Restorannya nyaman dan menyedikan pendopo private untuk lesehan. Sebuah lokasi yang sangat pas untuk makan malam setelah seharian berwisata di Tawangmangu. Bagaimana dengan menunya? Yaaa jelas ada sate ayam dan sate kambing. Selain itu saya dapat pula menemukan gongso wedang dan lain-lain.

Tempat Duduk Lesehan
Bagian Dalam Sate Lawu

Sate kambing hadir dengan nama sate lawu. Tusukan sate hadir di atas hotplate yang hangat. Kemudian cabai, kecap dan bawangnya diberikan terpisah. Tanpa bumbu apapun, daging satenya memiliki aroma yang menggugah selera, tidak ada bau prengusnya. Kemudian terdapat pula rasa juicy dan rasa segar yang halus ketika saya menggigit daging satenya. Memang dagingnya sedikit kenyal, tapi justru itulah yang membua satenya terasa nikmat. Tingkat kekenyalan dagingnya passss. Ditambah bawang, cabai dan cabe, hidangan yang satu ini terasa enak :).

Sate Lawu

Sementara itu, sate ayamnya tidak hadir di atas hotplate. Potongan daging ayam yang matang, dilumuri oleh bumbu kacang yang lumayan kental. Rasa manis dan rasa kacangnya cukup dominan. Lumayan sih, tapi saya jauh lebih suka dengan sate kambingnya. Yah sate ayam ini tentunya dapat menjadi alternatif bagi pengunjung yang kurang suka daging kambing.

Sate Ayam

Ok, selanjutnya saya menyantap sebuah hidangan yang agak asing, gongso daging pedas. Apaan tuhh?? Gongso daging pedas di sini ternyata merupakan potongan daging sate kambing yang disajikan tanpa tusuknya, melainkan dengan kuah manis yang pedas. Aroma merica sangat dominan pada hidangan yang satu ini. Rasa manis dan pedas pada hidangan yang satu ini benar-benar nagih. Bagi saya sendiri, pedasnya masih wajarlah, tidak akan membuat perut mules-mules hehehehe.

Gongso

Dengan begitu, saya ikhlas untuk memberikan Sate Lawu nilai 4 dari skala maksimum 5 yabg artinya “Enak”. Suasananya ok, rasanya pun bisa dibilang ok :).

Wakacao, Pepper Rice Lokal Pertama Indonesia

Pernah makan Pepper Lunch? Ok singkat kata, Wakacao menyajikan menu yang mirip seperti Pepper Lunch, franchise pepper rice asal Jepang. Hanya saja, Wakacao memiliki menu yang lebih sederhana dan 100% masih milik Indonesia. Berawal dari tugas akhir untuk lulus dari Universitas Prasetya Mulya, sekelompok anak muda Indonesia membuka cabang pertama Wakacao di Pasar Modern BSD. Lama kelamaan Wakacao sudah memiliki berbagai cabang di wilayah Jakarta, Tangerang, Bekasi dan Bandung. Selain lokasi yang di Pasar Modern BSD, Wakacao dapat ditemukan pula di Pasar 8 Alam Sutera, Pasar Modern Bintaro, Taman Jajan Bintaro, Pasar Modern Intermoda BSD, Ruko Pasar Modern Paramount, Villa Permata Lippo Karawaci, Mall Artha Gading, Bella Terra, Food Market Sunter, Ruko Grand Galaxy City, Jl. Sultan Tirtayasa Bandung, Jl. Cibadak Bandung, dan Pasar Segar Taman Kopo Indah.

Bagian Dalam
Bagian Dalam Lagi

Wah banyak juga ya. Ada apa sih di Wakacao? Pada dasarnya menu utama Wakacao berupa pepper rice. Nasi dengan lada, seledri, bawang, jagung telur dan daging yang disajikan diatas hotplate. Dagingnya bisa daging sapi, ayam atau ikan salmon. Kemudian bisa pula memesan paket pepper rice yang menggunakan gulai, rendang, balado, atau kari. Tak lupa terdapat pula pilahan untuk menambah topping seperti keju mozzarella, jamur, sosis, dobel daging dan dobel telur.

Salmon Peppr Rice Gulai
Beef Pepper Rice Gulai

Saya pribadi menyantap hidangan Wakacao, sama seperti ketika saya sedang makan di Pepper Lunch. Selagi masih mendidih, hidangannya saya aduk sambil menambahkan cabai, lada, saus madu dan saus bawang. Dengan demikian, hidangan Wakacao akan semakin memiliki rasa yang enak dan tidak kalah dengan Pepper Lunch. Toh, Wakacao sebenarnya memang kw supernya Pepper Lunch. Menu dan deretan pilihan bumbunya sangat mirip sekali.

Saya rasa, Wakacao layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Restoran ini dapat dijadikan alternatif bagi teman-teman yang sedang ingin makan pepper rice di atas hotplate yang mendidih :).