The Wailing (2016)

The Wailing (2016) atau 곡성 merupakan film asal Korea Selatan dengan latar belakang pedesaan yang masih asri. Kedamaian desa tersebut terusik ketika beberapa penduduk ditemukan tewas dengan kondisi yang mengenaskan. Pembunuhan dilakukan oleh salah satu penghuni rumah, kepada penghuni rumah yang lain. Hal ini terus terjadi dari 1 rumah ke rumah lainnya. Dugaan sementara, hal ini terjadi karena keracunan jamur liar. Sekilas seperti film misteri pembunuhan bukan? Sampai di sini saya memandang The Wailing (2016) sebagai film detektif.

Semakin lama, penyelidikan kasus ini mengarah kepada ritual-ritual misterius yang dilakukan oleh seorang penghuni baru. Hadir pula cenayang lengkap dengan upacara-upacara perdukunan ala-ala Korea. Sesuatu yang belum pernah saya. Baiklah, seketika itu pulalah The Wailing (2016) berubah menjadi film horor. Ini bisa jadi merupakan berita buruk bagi saya pribadi.

Mayoritas film-film horor Jepang dan Korea memiliki akhir yang …… yah begitulah. Fokus utama mayoritas film-film tersebut bukanlah memberikan kengerian atau ketakutan, melainkan kesedihan dan keputusasaan. Sayangnya, The Wailing (2016) memang mengikuti pakem tersebut. Sesuatu yang kurang saya sukai dari sebuah film.

Padahal jalan cerita The Wailing (2016) terbilang memikat. Penonton beberapa kali dibuat menerka-nerka siapa dan apa yang terjadi di desa tersebut. Kebenaran yang diungkap pun, diluar dugaan saya. Meskipun untuk mengetahui kebenaran tersebut, saya harus menonton The Wailing (2016) dengan durasi sekitar 2 jam. Wow, lama juga ya hehehehe.

Ada beberapa bagian dari film ini yang membuat saya mengantuk. Mengantuk adalah sebuah kesalahan, sebab The Wailing (2016) memiliki detail yang menarik. Saya jadi harus mengulang menonton beberapa bagian agar faham betul akhir dari film ini. Bagian akhir film tidak dijelaskan secara gamblang. Hanya ada kesedihan dan keputusasaan di sana. Terlebih lagi The Wailing (2016) berhasil membuat saya peduli terhadap keluarga si tokoh utama. Aahhh sebuah akhir yang mudah ditebak bagi orang-orang yang sudah beberapa kali menonton film horor Jepang dan Korea.

Saya pribadi hanya dapat memberikan The Wailing (2016) nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”. Saya tetap kurang suka dengan bagaimana The Wailing (2016) berakhir. Kelebihan film ini adalah pada misteri, jalan cerita dan karakternya.

Sumber: http://www.foxkorea.co.kr

Doctor Strange (2016)

strange1

Diantara deretan superhero yang ditelurkan Marvel Comics, nama Doctor Strange pastilah agak asing meskipun sebenarnya komik Doctor Strange sudah ada sejak 1963. Saya sendiri sudah mengenal karakter ini sejak SD sebab kisah mengenai asalmula Doctor Strange menjadi penyihir hebat pernah saya baca pada bagian cerita bonus pada buku komik The Amazing Spider-Man yang saya beli di Gunung Agung Menteng Prapatan. Pada film Doctor Strange (2016), kisah asalmula Doctor Stephen Strange mempelajari sihir dan dunia mistik kembali ditampilkan dengan sedikit modifikasi dari versi komik yang pernah saya baca.

Dikisahkan bahwa Doctor Stephan Strange (Benedict Cumberbatch) harus kehilangan karirnya sebagai dokter bedah terna setelah sebuah kecelakaan merenggut kemampuan tangannya. Untuk melaksanakan operasi, seorang dokter bedah memerlukan tangan yang stabil dan mampu berkoordinasi dengan baik. Bagimana keadaan tangan Strange? Tangan Strange sering bergetar dan tidak kuat menggenggam.

strange3

Setelah melalui berbagai pengobatan dan mengalami kegagalan, Strange berkelana ke Nepal untuk mencari pengobatan alternatif bagi tangannya. Di sana ia bertemu dengan The Ancient One (Tilda Swinton) yang mengajarkan ilmu sihir dan mistik kepada Strange.

strange16

strange14

strange12

strange15

strange9

strange7

Di tengah-tengah proses pembelajannya, Strange harus berhadapan dengan mantan murid The Ancient One yang hendak melakukan ritual terlarang yang akan menghancurkan umat manusia. Walaupun Strange terbilang cepat belajar, ia tetap membutuhkan bantuan dari Karl Mordo (Chiwetel Ejiofor), Wong (Benedict Wong) dan jubah ajaib Strange yang seolah mempunyai pikiran sendiri.

strange10

strange13

Tingkah jubah Doctor Strange cukup lucu sehingga film Doctor Strange (2016) tidak terlalu serius. Saya melihat ada beberapa adegan komedi disisipkan ke dalam film ini :). Terus terang saya lebih suka Doctor Strange versi film daripada Doctor Strange versi komik. Apalagi speciel effect, kostum dan adegan aksi pada Doctor Strange terbilang keren. Penampilan ilmu sihir pada film ini mengingatkan saya kepada tampilan ilmu sihir pada Warcraft: The Beginning (2016), dan latar belakang gedung-gedung tempat Strange berkelahi mengingatkan saya kepada dunia mimpi di film Inception (2010). Semuanya mampu ditampilkan dengan porsi yang tepat dan lebih spektakuler meskipun bukan pertama kali saya melihat hal-hal tersebut di layar lebar.

strange5

strange6

strange11

strange2

strange17

strange4

strange8

Rasanya Doctor Strange (2016) termasuk salah satu film Marvel terbaik yang pernah saya lihat. Film ini layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”  inilah film Benedict Cumberbatch pertama yang saya suka. Seperti pada film seri Sherlock dan The Immitation Game (2014), Benedict memang tetap memerankan tokoh yang ahli akan sesuatu, sedikit arogan, keras kepala dan sombong, tapi pada Doctor Strange (2016) sifat-sifat tersebut dapat ditampilkan dengan lebih jenaka sehingga lebih menghibur. Saya yakin Doctor Strange (2016) akan ada sekuelnya ;). Oh yaaa seperti biasa, setelah Doctor Strange (2016) selesai, tunggulah sampai credit scene selesai dan akan hadir seorang jagoan Marvel lain yang akan muncul film ketiganya ;).

Sumber: marvel.com/doctorstrangepremiere