Tips Memilih Gedung Pernikahan

Siapa yang tidak ingin menikah? Sebagian besar dari kita pasti ingin menikah. Berbagai prosesi atau acara pernikahan memakan biaya & tenaga yang tidak sedikit. Menurut saya, hal yang paling krusial dan sebaiknya paling pertama dilakukan dalam merencanakan acara pernikahan adalah pemilihan gedung, tentunya pemilihan lokasi/gedung ini mulai dilakukan ketika kita sudah punya calon suami/istri yaa :P.

Kenapa gedung? Karena lokasi/gedung tempat rangkaian acara pernikahan akan mempengaruhi harga katring, dekorasi, fotografi dam lain-lain. Setiap gedung memiliki peraturan masing-masing. Ada gedung yang membebaskan penyewa untuk memilih vendor manapun dalam mendukung acara pernikahan yang diadakan. Ada juga gedung yang membebankan biaya tambahan bila penyewa menggunakam vendor pendukung di luar pilihan vendor rekanan dari gedung yang bersangkutan. Wah macam-macam deh pokoknya, kita harus banyak tanya sana sini.

Ketika saya akan melaksanakan resepsi pernikahan di Jakarta, saya sempat survey-survey beberapa gedung di Jakarta, rumah saya terlalu mungil untuk menampung tamu undangan. Gedung-gedung yang menjadi favorit, kadang sudah dibooking sejak sekitar 6 bulan sampai setahun sebelum tanggal pelaksanaan resepsi pernikahan @__@, parahhhh. Berdasarkan pengalaman saya kemarin, berikut langkah-langkah pemesanan gedung untuk resepsi pernikahan:

1. Booking tanggal & waktu

Pembookingan tanggal & waktu, dapat dilakukan lewat telefon atau harus datang. Sebagian besar gedung-gedung yang saya telefon, menerima pembookingan lewat telefon. Namun ada juga gedung yang mengharuskan saya untuk datang ke kantornya untuk mengisi formulir. Kalau tanggal dan jam yang kita inginkan sudah dibooking oleh orang lain namun orang tersebut belum membayar DP, maka kita bisa dimasukkan ke dalam waiting list. Apabila sampai batas waktu tertentu, biasanya seminggu, orang yang sudah booking tetap belum membayar DP, maka statud booking orang tersebut hangus & orang yang masuk ke dalam waiting list dapat melakukan booking sesuai antrian waiting list-nya, siapa yang pertama.

2. Bayar DP Atau Bayar Lunas

Pertimbangkan baik-baik gedung, tanggal dan waktu yang sudah kita booking. Apakah posisi gedungnya cukup bersahabat? Apakah parkir gedungnya mudah? Apakah kapasitas gedungnya sesuai dengan jumlah orang yang hendak diundang? Apakah langit-langit ruangan gedungnya cukup tinggi? Apakah para undangan akan banyak menghabiskan minuman kalau acaranya dilaksanakan pada siang hari? Apakah para tamu mudah menemukan lokasi gedung apabila acaranya dilaksanakan pada malam hari? Apakah harga sewa gedung dapat didiskon? Bagaimana peraturan gedung terhadap pilihan vendor dekorasi, kathering, fotografi dan vendor-vendor pendukung lain yang kita pilih? Apakah pesta yang dilakukan di gedung itu, sering atau biasa disusupi oleh tamu gelap atau tamu yang tak diundang? Itulah pertanyaan-pertanyaan yang menjadi bahan pertimbangan saya ketika sudah membooking & masuk waiting list beberapa gedung di Jakarta. Pikir baik-baik & jangan sampai menyesal :). Kalau sudah ok dengan 1 gedung, bayarlah DP-nya sebelum terlambat. Atau bisa juga langsung dilunasi, daripada kelupaan & mencegah kita plin-plan. Maklum, biasanya resepsi pernikahan penuh konflik x__x.

 

Dari beberapa gedung yang ada di Jakarta, berikut gedung-gedung yang sempat saya cek ricek untuk menjadi tempat saya melangsungkan resepsi:

1. Patra Jasa – Yudhistira Room. Alamat: Jl. Gatot Subroto Kav. 32-34, Jakarta, 12950. Tlp: 62215217100, 62215217222 Fax: 62215228084 Keterangan sewa gedung untuk resepsi atau akad atau acara pernikahan:

  • Kapasitas 1500 orang untuk standing party
  • Tamu bayar parkir sendiri
  • Langit-langitnya tinggi, full karpet & wallpaper yang bagus sehingga ruangan kelihatan megah
  • Booking perlu 6 bulan sampai setahun, saya sendiri tidak kebagian untuk booking di Patra Jasa

2. Perum Bulog – GSG Oryza. Alamat: Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.49, Jakarta Selatan Tlp: 021-5252209 ext 2024 Fax: 021-5256410 Keterangan sewa gedung untuk resepsi atau akad atau acara pernikahan:

  • Di tempat inilah sepupu saya melangsungkan resepsi, saya sempat mengincar tempat ini tapi tidak dapat, booking bisa via telefon tapi ngantrinya bisa sampai setahun, hiks
  • Bisa sewa dengan lobby (kapasitas 1000 orang) atau tanpa lobby (kapasitas 700 orang) akan tetapi sayangnya lobby & ruang utama tetaplah terpisah jadi tidak menyatu hanya saja kalau kita menyewa dengan lobby maka tamu masuk lewat pintu utala, sedangkan kalau kita menyewa tanpa lobby makan tamu masuk lewat pintu samping
  • Listrik 42,000 KVA dengan cadangan generator 880 KVA
  • Dimensi pelaminan 14m x 4m x 0,3m
  • Kapasitas parkir untuk 300 mobil tapi para tamu dikenai undangan
  • Tinggi ruangan kurang tinggi

3. Puri Ardhya Garini. Alamat: Jl. Raya Protokol Halim Perdana Kusuma, Jakarta. Tlp: 021-8006322, 021-8019194 Keterangan sewa gedung untuk resepsi atau akad atau acara pernikahan:

  • Lokasinya bagus tapi tidak ada angkot yang melewati tempat ini
  • Anak dari teman-teman ibu saya banyak yang melangsungkan resepsi pernikanan di Puri Ardhya Garini, namun harga sewa yang di atas budget saya menyebabkan saya batal menyewa tempat ini, toh yang diadakan di Jakarta adalah acara Ngunduh Mantu, hehee

Gedung 2 4. Graha Kencana BKKBN. Alamat: Jl Permata No 1 Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur Tlp: 021-8009045 Keterangan sewa gedung untuk resepsi atau akad atau acara pernikahan:

  • Kapasitas 500 – 1000 orang standing party
  • Untuk booking tidak bisa lewat telefon, harus datang langsung dan mengisi beberapa formulir
  • Langit-langitnya agak pendek untuk bagian depannya, bapak saya kurang sreg, jadi kami batal menyewa tempat gedung BKKBN

5. Gedung Wanita (BKOW). Alamat: Jl. Raden Inten II No. 90-91, Duren Sawit, Jakarta Timur Tlp: 021-8652874, 021-8652875 Keterangan sewa gedung untuk resepsi atau akad atau acara pernikahan:

  • Sangat dekat dengan rumah orang tua saya
  • Harga ekonomis & tidak perlu antri untuk booking
  • Kapasitas sekitar 1000 orang standing party
  • Sayang ruangannya agak panas kalau dipergunakan di siang hari padahal acara saya kana dilaksanakan di siang hari, otomatis saya tidak menyewa tempat ini. Selain itu, saya ingat sekali dulu acara perpisahan SMP saya diadakan di gedung ini, agak aneh aja yah kalau gedung tempat perpisahan SMP menjadi gedung tempat resepsi.

6. Pewayangan Kautaman TMII. Alamat: Jl. Raya Pintu I, Taman Mini Indonesia Indah Tlp: 021-87796316 ext 107/117 Keterangan sewa gedung untuk resepsi atau akad atau acara pernikahan:

  • Ok, disinilah tempat saya melangsungkan resepsi pernikahan saya, booking bisa via telefon asalkan marketingnya sudi menjawab :P. Kalau mau bookin sebaiknya datang langsung saja di hari kerja, untuk booking di gedung ini tidak mesti antri setahun kok, saya sendiri dapat hari sekitar 3 bulan dari hari saya booking
  • Saya suka karena langit-langit gedung ini tinggi
  • Kapasitas gedung untuk standing party adalah 1000-2500 orang.
  • Kita dapat menyewa bersama dengan teater terbukanya atau tidak. Perbedaannya tidaklah terlalu jauh sebab kalaupun teater terbukanya tidak kita sea, teater terbuka tersebut masih dapat dipergunakan bagi tamu untuk berdiri, tapi teater terbuka tidak boleh dipergunakan untuk menaruh makanan
  • Pemakaian vendor di luar rekanan dapat biaya tambahan
  • Pemakaian karpet merah lebih dari … meter
  • Kalau acara dihadiri oleh pejabat negara, dikenai biaya tambahan, wewww
  • 300 buah kursi
  • Sound system 10 mic
  • Power listrik 10000 Watt
  • Ruangan ber-AC & lightning sudah terpasang
  • Terdapat ruang VIP
  • Karpet jalan maksimal 84 m, apabila hendak lebih dari itu akan dikenakan biaya tambahan
  • Seperti gedung-gedung lain pada umumnya, apabila kita menggunakan vendor lain selain vendor rekanan gedung Pewayangan Kautaman, maka akan ada biaya ekstra. Menurut saya pribadi, vendor-vendor rekanan gedung Pewayangan Kautaman sudah merupakan vendor yang berkualitas bagus baik vendor makanan, dekorasi sampai fotografi. Saya kemarin menggunakan vendor Puspa untuk makanan, Safira Maharani untuk dekorasi. Semua memuji makanannya, puaaasssss ūüôā

Gedung 1

 

Alhamdulillah acara resepsi saya sudah selesai dengan cukup memuaskan meskipun tetap ada kekurangan. Selamat memilih gedung :).

 

Tips Memilih Undangan Pernikahan

Sebuah acara pernikahan tentuka tidak akan ramai apabila tamu yang datang sedikit. Agar para tamu mau datang, mereka harus diberikan undangan yang tepat tapi tentunya tidak membuat kantong mempelai kebobolan. Teman-teman yang seumuran dengan saya sebenarnya cukup mudah diundang, bisa melalui email atau facebook atau SMS. Namun bagaimana dengan orang-orang yang sudah tua? Sopasti mereka harus diberikan undangan fisik. Walaupun undangan fisik itu tidak mendukung go green, ketika akan melangsungkan resepsi pernikahan kemarin, saya berburu undangan fisik, bagaimana ya caranya?

Berdasarkan pengalaman beberapa bulan yang lalu, hal plaing pertama yang saya lakukan adalah melihat beberapa undangan yang pernah mampir ke rumah, adakah yang modelnya bagus & sesuai dengan selera?

Dari beberapa undangan pernikahan tersebut, saya catat nama & informasi dari vendor yang membuat undangan tersebut. Biasanya di bagian bawah undangan, terdapat nama vendor beserta alamat, email & nomor telefonnya. Untuk mengetahu harga & detail lain dari undangan yang pernah kita terima, kita dapat hubungi vendor undangan tersebut dan tinggal menyebutkan siapa nama mempelai dari model undangan yang pernah kita terima, biasanya mereka menyimpan databasenya.

Selain itu, saya juga survei di internet & datang langsung ke beberapa tempat penjual undangan di Pasar Kalibata. Banyak sekali hal-hal yang harus ditanyakan kepada vendor undangan menyangkut harga & kualitas undangan. Biasanya harga & kualitas itu berbanding terbalik yaaah x__x.

Berikut adalah beberapa hal yang mempengaruhi harga suatu undangan:

  • Apakah menggunakan huruf timbul atau tidak.
  • Apakah menggunakan lulisan cetak emas/perak atau tidak sama sekali.
  • Undangan Hardcover/softcover.¬†Kalau softcover biasanya bisa laminating atau tidak, namun baik dilaminating ataupun tidak, harganya tetap lebih murah daripada hardcover.
  • Pakai ucapan terimakasih yang berupa kertas kecil atau tidak.
  • Tingkat kesulitan dari model undangan.
  • Kuantitas undangan yang dipesan.
  • Ukuran undangan.¬†¬†Beberapa¬†toko ada yg memiliki jangka ukuran standard tertentu dimana bila undangan pesanan kita masih memiliki ukuran di dalam jangka ukuran tersebut, biayanya sama. Namun bila diluar, baru lah dikenakan biaya. Contoh ukuran standard adalah antara 0x0 sampai 25×15, bila ukuran undangan pesanan kita ada di dalam range 0x0 sampai 25×15, tidak kena biaya tambahan, namun selain itu kena biaya tambahan.
  • Berat kertas.
  • Jenis kertas.
  • Warna cetak, apakah 1 warna, 2 warna, 3 warna atau full color.
  • Sudah termasuk finishing atau belum. Maksud termasuk¬†Finishing adalah bila sudah termasuk penempelan label nama undangan yang sudah rapi diketik & undangan tersebut sudah dimasukkan ke dalam plastik, tinggal kirim saja. Label nama yang dipergunakan juga sering disebut dengan istilah Tom Jerry sebab merk label yang biasa ditempelkan di undangan bermerk Tom & Jerry. Label tersebut ada yang berwarna putih polos, ada pula yang transparan.

Setelah memilih model undangan & vendor undangan, kemarin saya langsung bayar DP (Down Payment). Setelah itu saya & vendor undangan melakukan diskusi mengenai disain, warna dan detail undangan lainnya sampai terjadi kesepakatan atau acc desain. Kadang untuk model tertentu hanya tersedia warna tertentu saja. Sebelum acc, biasanya vendor mencetak 1 contoh fisik untuk kita tinjau apakah sudah memuaskan atau belum. Kalau sudah memuaskan, maka dapat dilanjutkan untuk pencetakan masal dan biasanya kita diminta untuk membayar sekitar 50% dari biaya total. Pembayaran lunas dilaksanakan ketika semua undangan sudah tiba di rumah saya. Contoh fisik ini sangat penting untuk ditinjau, jangan percaya kata-kata bahwa ini hanya contoh jadi kalau ada yang jelek, nanti diperbaiki ketika cetak masal. weeehhh, gombal tuuh! Pokoknya contoh fisik harus sempurna & bagus sesuai kesepakatan, daripada ketika sudah cetak masal eh ternyata salah semua, waduuhhh.

Naaahhh ada lagi hal yang paling menyebalkan dari vendor-vendor undangan yang saya lihat, mereka sering sekali menyelesaikan order undangannya mepet dengan hari H, sudah mepet waktu hasilnya belum tentu benar, kadang ada salah disana & disini. Mungkin sengaja diselesaikan ketika menjelang hari H yaahhh supaya kalaupun ada salah-salah, konsumen agak maklum atau “terpaksa” menerima saja. Ini berdasarkan pengalaman pribadi & beberapa teman saya loooh. Payaaaahhhh.

Untuk mencegah hal ini, adabaiknya panitia pernikahan yang mengurusi undangan, secepatnya menyelesaikan diskusi desian dengan vendor undangan agar proses pencetakan masal dapat secepatnya dilaksanakan. Setahu saya, semua vendor undangan itu mencetak masal undangan ke perusahaan percetakan lain.Selain itu, sebaiknya jangan memilih vendor undangan di tempat yang jauh, apalagi beda kota. Selain biaya pengiriman yang membutuhkan biaya juga, sebaiknya ada panitia yang sesring mungkin datang ke kantor vendor undangan untuk “menekan” mereka agar dapat menyelesaikan order undangan kita sesuai kesepakatan. Awalnya saya tidak percaya bahwa sebagian vendor undangan sebegitu ngawur kerjanya sampai saya mengalami sendiri.

Undangan pernikahan saya sendiri hasilnya cukup memuaskan, namun sayang proses dari diterimanya contoh cetak fisik undangan sampai hasil cetak masal benar-benar tiba di rumah orang tua saya, dipenuhi dengan ketegangan & pakai acara marah-marah dengan vendor undangan yang dengan sangat menyesal telah saya & istri saya pilih pada waktu itu. Semoga tulisan ini bermanfaat & tidak ada yang salah memilih vendor undangan pernikahan :).

Tips Memilih Cincin Kawin

cincin kawin

Cincin kawin adalah salah satu hal yang biasa disematkan di jari mempelai pada suatu acara pernikahan. Kalau di agama saya, sebenarnya tidak ada hukumnya harus ada cincin kawin, yang penting ada ijab kabul yang sah, akantetapi jaman sekarang ini sudah menjadi hal yang umum bahwa cincin kawin itu ada walaupun tidak semua pasangan yang sudah menikah menggunakan cincin tersebut setiap hari, terutama kaum Adam :).

Pemakainan cincin kawinpun tidak ada yang baku meski setahu saya mayoritas orang mengenakannya di jari manis sebelah kiri. Kenapa jari manis? Konon, arteri atau pembuluh nadi mengalir dari jari manis ke jantung, cinta yang dilambangkan oleh cincin kawin ikut mengalir ke seluruh tubuh. Sayangnya setahu saya tangan kiri itu jarang dipergunakan … kecuali untuk .. maaf …. cebok heheheh, makanya saya sendiri lebih memilih menyematkan cincin kawin saya di tangan kanan, tak apalah melawan mainstream sekali-kali ;).

Tidak hanya kepercayaan mengenai di jari tangan mana cincin kawin akan disematkan, terdapat berbagai kepercayaan juga akan model cincin pernikahan yang dipilih, mulai dari yang harus lurus polos, tidak boleh ada beda warna, harus rata halus dan lain-lain. Masing-masing kepercayaan melambangkan simbol-simbol yang entah benar atau hanya takhayul saja. Yaaa semua itu bergantung pada kepercayaan dari keluarga & pasangan yang memakainya. Agak pusing kalau semuanya dituruti, karena kita pasti menginginkan cincin dengan model yang bagus juga bukan?

Perlu diingat, dalam memilih model kita harus menyesuaikan biaya, selain itu apakah cincin tersebut dimaksudkan untuk dikenakan setiap hari atau tidak karena kalau cincin kawin tersebut dimaksudkan untuk dikenakan setiap hari, sebaiknya kita tidak memilih model cincin yang menggunakan batu-batu permata yang terlalu mencolok, maklum kita kan tinggal di Indonesia yang keamanannya tidaklah terlalu baik :(, Biasanya toko-toko perhiasan menjual cincin kawin dalam paket sepasang, yang 1 versi perempuan & 1 lagi versi laki-laki, senada tapi tidak sama. Cincin laki-laki biasanya lebih simpel dan sederhana, sementara cincin perempuan lebih … ajaib bentuknya @_@.

Saya sendiri sempat bingung dalam memilih model cincin kawin, ingin yang bentuknya seperti apa? Banyak sekali model cincin yang saya lihat di brosur atau di internet atau di toko langsung. Perlu diingat, model cincin kawin yang kita lihat di brosur atau gambar, belum tentu cocok di jari kita, jari orang-orang itu beda loh bentuknya, ada yang buntet, lurus panjang-panjang, banyak bulunya dan lain-lain. Saran saya, sebaiknya cobalah menggunakan cincin dengan model yang kita inginkan di jari kita dulu, lihat baik-baik apakah terlihat pantas atau tidak. Ada juga model cincin kawin yang kalau di gambar terlihat keren tapi ketika dikenakan di jari kita terlihat aneh huhuhuhuhuhu…. Oh iyaaa apapun modelnya, jangan lupa membubuhkan nama pasangan di bagian dalam cincinnya yak :P.

Nah selain model, bahan dari cincin pernikahan merupakan sesuatu yang patut dijadikan bahan pertimbangan. Sepengetahuan saya, cincin pernikahan ada yang terbuat dari emas, perak, platinum, palladium & titanium. Setiap bahan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Berikut akan saya coba bahas satu per satu.

1. Emas
Emas adalah logam mulia yang sudah sejak dahulu kala digunakan sebagai bahan untuk membuat cincin kawin atau cincin pertunangan. Menggunakan emas sebagai bahan cincin cukup taktis secara ekonomi karena harga emas terus naik dan harga cincin yang terbuat dari emas akan memiliki nilai jual yang tidak jatuh dibandingkan cincin yang terbuat dari bahan lain. Jadi apabila kita dalam kondisi finansial yang kurang baik, dengan berat hati kita dapat menjual cincin emas yang kita miliki.
Cincin emas yang kita jual tentunya memiliki harga yang lebih rendah dibandingkan emas batangan karena ketika kita membeli cincin emas, ada harga jasa pembuatan cincin emas dengan model tertentu, plus harga dari batu yang menempel pada cincin tersebut bila model cincin yang dipilih menggunakan jenis batu tertentu. Nah ketika kita menjual cincin emas, yang dihargai hanyalah kadar emasnya saja karena model cincin selalu berubah, cincin yang kita jual biasanya akan dilebur lagi oleh toko mas dan diambil emasnya.
Ketika cincin emas dilebur, emas akan terpisah dari logam campurannya. Karena sifatnya yang cenderung lembek, emas biasanya dicampur dengan logam lain untuk dibentuk menjadi cincin atau perhiasan lain. Kadar emas yang terdapat pada suatu cincin nikah emas beraneka ragam besarnya & orang awam seperti saya tidak akan dapat membedakan cincin nikah emas dengan kadar emas 70% (30% logam lain, 70% emas), atau 99% (1% logam lain, 99% emas), semakin besar kadar emasnya, semakin sederhana pula bentuk cincinnya, maklum emas kan lunak dan cenderung sulit dibentuk. Biasanya kadar emas dinyatakan pula dalam satuan karat, emas murni disebut 24 karat, emas 24 karat biasanya sebutan untuk emas berkadar 99%. Nah Bagaimana dengan kadar dari cincin emas18 karat atau 19 karat misalnya? Begini hitungannya 18/24 √ó 100% = 75% dan 19/24 √ó 100% = 79,16% (mendekati 80%). Jadi jangan bingung bila ada penjual di toko emas yang menggunakan istilah karat-karatan, kadang mereka menggunakan itu ketika kita nawar, jangan skah hitung yaaa, cincin emas nikah dari emas itu tidak murah lhooo, pernikahan yang dilangsungkan pun tentunya diharapkan menjadi yang terakhir.
Olehkarena itu pastikan toko mas tempat kita membeli cincin nikah adalah penjual yang terpercaya. Karena mantan pacar (baca: istri saya) adalah seseorang yang tidak tahan logam campuran cincin emas, maka dia akan merasa gatal ketika menggunakan cincin emas yang kadarnya di bawah 80%-an, yaaah jadi semacam detektor kadar emas berjalan jadinya heheheheh. Dengan sangat menyesal, kami menemui banyak penjual emas yang tukang bohong di Jakarta, bilangnya cincin emas yang ditawarkan memiliki kadar 99% emas, tapi kok istri saya merasa gatal ketika mecobanya, nah ketahuan deh bohongnya! :D.
Toko yang menjual cincin kawin dari emas memang sangat banyak, tidak seperti cincin kawin yang terbuat dari bahan lainnya. Saya sendiri bingung kalau pergi ke toko emas. Kita dapat memilih aneka cincin emas dengan model-model yang beraneka ragam plus warna yang berbeda. Cincin nikah emas jaman sekarang tidak hanya berwarna kuning, ada cincin emas putih. Cincin emas putih memang disukai oleh beberapa pasangan namun cincin yang terbuat dari emas putih kadar emasnya pastilah di bawah cincin emas kuning dan selisih antara harga beli dengan harga jualnya tidak sebagus cincin emas kuning.
Baik terbuat dari emas putih ataupun emas kuning, cincin nikah emas memang paling banyak digemari. Namun dalam Islam, laki-laki tidak diperbolehkan menggunakan emas. Memang banyak perdebatan akan hal ini, tapi daripada salah, saya pribadi memilih untuk tidak menggunakan cincin nikah dari emas karena alasan ini. Pastilah ada alasan di luar logika manusia yang menyebabkan aturan ini ada di agama saya. Karena ini berhubungan dengan keyakinan saya pribadi, maka pastilah akan ada perbedaan dengan teman-teman pembaca mengenai hal ini :). Ada teman-teman saya yang tetap memilih cincin nikah emas karena menurutnya toh cincin nikah tidak akan dipergunakan setiap saat, cobalah lihat di sekeliling kita, berapa persen pria yang pergi keluar rumah dengan menggunakan cincin kawinnya? Kalau di Jabodetabeh sih sedikit sekali :D.

2. Perak
Perak adalah alternatif bagi pasangan yang menginginkan cincin kawin berwarna putih dengan anggaran terbatas. Logam perak relatif rebih lunak dan murah, warnanya pun sekilas mirip dengan emas putih atau platinum atau loga-logam lain yang lazim dipergunakan sebagai bahan untuk membuat cincin kawin. Sifat perak yang lunak memungkinkannya untuk dibentuk dengan disain-disain unik yang sulit dibentuk bila menggunakan logam lainnya.
Sayang sekali sifat perak yang lunak tersebut juga membuat cincin nikah perak mudah gepeng atau berubah bentuk, wewww. Selain itu, lama kelamaan cincin perak pun kadang berwarna kehijauan, mengalami korosi & pudar bila tidak dikrom, dibersihkan & dirawat dengan baik, berbeda dengan cincin nikah emas, palladium dan lain-lain. Menurut saya cincin emas perak cocok bagi pasangan yang kelak ingin meng-upgrade cincin kawinnya & ingin menghemat.

3. Platinum atau Platina
Saya hanya memiliki 1 kata untuk cincin kawin berbahan platinum, mahaaaaaal. Ya, harga cincin nikah platinum harga per gramnya hampir 2 kali lipat harga per gram cincin kawin emas padahal harga jualnya jauuh sekali, toko yang menjual cincin kawin platinum, tidak bersedia membeli cincin dari bahan platinum, lucu yah. Konon hal ini disebabkan proses pembuatan cincin platinum yang sulit. Setahu saya, cincin kawin platinum berwarna putih, cenderung agak berat, kuat, keras tapi tidak sekeras titanium, tidak mudah teroksidasi seperti perak dan sulit dicari. Di Jakarta saja, setahu saya hanya Toko Kaliem di Blok M yang menjual cincin kawin platinum. Saya pribadi malas menggunakan logam platinum sebagai cincin kawin saya, rasanya cincin nikah platinum hanya menang digengsi saja, itupun kalau ada yang menanyakan cincin yang kita pakai terbuat dari apa, sebab sekilas cincin nikah platinum wujudnya hampir sama dengan cincin kawin dengan bahan dari logam lain yang lebih murah :(.

4. Palladium
Cincin kawin palladium adalah alternatif bagi pasangan yang tidak iklas mengeluarkan uang bagi cincin kawin Platinum :D. Sifatnya tidak jauh berbeda dengan cincin kawin platinum namun harganya lebih ekonomis. Hanya saja bahan palladium lebih sensitif terhadap suhu dan menjadi rapuh ketika sudah di-resize. Well paling tidak mencari cincin kawin palladium tidak sesulit mencari cincin kawin platinum. Di kawasan Blok M saja relatif banyak toko emas yang menjual cincin kawin palladium, kebanyakan siy yang logat penjualnya berlogat Padang, rata-rata bisa pesan 3 minggu langsung jadi, hehehehehe.

5. Titanium
Palladium masih kurang ekonomis? baiklah, titanium solusinya. Titanium juga memiliki wujud & sifat yang mirip dengan platinum tetapi cincin kawin yang terbuat dari titanium tidak dapat di-resize & dibentuk model yang aneh-aneh karena titanium adalah logam yang amat sangat keras sekali, plus harganya lebih murah dibandingkan platinum ataupun palladium ;). Sifatnya yang keras justru saya sukai, melambangkan cinta yang kuat, eeaaa pret :P. Selain itu sudah lama saya ingin menggunakan logam titanium di jari saya, jenis logam yang ada di tubuh Wolverine (karakter komik Marvel), kereeennn :D. Namun sayang sekali mencari cincin kawin titanium di Jakarta itu susyah sekaleee, saya belum menemukan toko perhiasan atau emas yang menjual cincin kawin titanium, adanya toko on-line seperti cincintitanium.blogspot.com, dan lapak-lapak lain di kaskus.

Setelah melihat berbagai jenis cincin akhirnya saya menggunakan cincin titanium dan istri saya menggunakan cincin emas dengan model yang …. agak beda heheheheh, harusnya siy senada ya modelnya, kemarin waktunya agak mepet & harus cepat jadi yaaaa yang ada saja sesuai selera masing-masing, beda kota pula x_x. Mungkin suatu saat nanti kami akan meng-upgrade cincin kami dengan mempertimbangkan kembali hal-hal yang baru saya tulis di atas ini :’D.