The Shining (1980)

Banyak orang-orang yang mengalami masa remaja atau dewasa di tahun 80-an, memuji The Shining (1980) sebagai film paling menakutkan di eranya. Film ini dirilis jauh sebelum saya lahir dan saya baru menontonnya beberapa minggu yang lalu. Agak penasaran juga sih, seperti apa ya filmnya.

Pada The Shining (1980), dikisahkan bahwa Jack Torrance (Jack Nicholson) baru saja memperoleh pekerjaan sebagai penjaga Hotel Overlook yang terletak di pengunungan Colorado yang terpencil. Karena alasan ekonomi, hotel mewah tersebut akan tutup selama musim dingin berlangsung, dan akan buka kembali setelah musim dingin berakhir. Tugas Jack di sana adalah memastikan bahwa hotel tetap dalam keadaan baik dan siap beroperasi kembali ketika musim dingin berakhir.

Selama musim dingin berlangsung, semua tamu dan petugas hotel akan pergi meninggalkan hotel tersebut. Jack tidak akan sendirian, ia diperbolehkan membawa keluarganya di sana. Keluarga kecil Jack terdiri dari istri Jack yaitu Wendy Torrance (Shelley Duvall), anak Jack yaitu Danny Torrance (Danny Lloyd), dan Jack sendiri sebagai kepala keluarga. Jack, Wendy dan Danny akan tinggal di dalam sebuah hotel yang mewah, megah, namun terisolasi selama musim dingin, tak akan ada orang lain yang bermukim di dekat mereka. Jalanan dan jalur telefon pun biasanya terputus selama musim dingin. Apakah mereka akan baik-baik saja?

Ooooh tentu tidak :’D. Hotel Overlook ternyata menyimpan sejarah kelam di setiap sudutnya. Perlahan tapi pasti, hotel tersebut mulai mempengaruhi Jack untuk membunuh anak dan istrinya. Sejak awal film, karakter Jack Torrance memang sudah nampak jahat. Jack Nicholson berhasil menunjukkan ini dengan gerakan alisnya yang khas. Opa yang satu ini memang pandai memerankan karakter antagonis. Bertolak belakang dengan Jack, karakter Wendy justru nampak lemah walaupun Wendy pantang menyerah untuk menyelamatkan dirinya dan Danny. Danny sendiri beberapa kali nampak ketakutan tapi tidak berlebih seperti ibunya. Danny justru nampak relatif lebih tenang dan stabil dibandingkan kedua orang tuanya. Belakangan diketahui bahwa ternyata ia memiliki kemampuan supranatural yang pada film ini disebut shining.

Apa itu shining akan dijelaskan dengan gamblang pada film ini. Tapi untuk beberapa hal lain justru dibiarkan menggantung agar para penonton menerka-nerka sendiri. Beberapa fans berat The Shining (1980) bahkan membuat film dokumenter yang membahas makna-makna tersembunyi pada The Shining (1980). Sesuatu yang dianggap omong kosong oleh Stephen King. Pada tahun 1977, Stephen King merilis novel horor berjudul The Shining. Novel inilah yang diangkat oleh Stanley Kubrick ke layar lebar melalui The Shining (1980). Sayang sekali, King tidak suka dengan The Shining (1980). Menurut King, Kubrick menggambarkan Jack sebagai karakter yang terlalu jahat dan Wendy sebagai karakter yang terlalu lemah. Menurut King, seharusnya Jack digambarkan sebagai karakter yang sebenarnya baik dan sayang keluarga, tapi berubah karena pengaruh hotel. Wendy yang terlihat terlalu lemah dianggap kurang logis kalau mampu terus berjuang menghadapi Jack. Untuk poin ini saya setuju dengan Opa King. Tapi bukan berarti The Shining (1980) tidak memiliki kelebihan loh. Kubrick dengan cerdik memodifikasi The Shining (1980) agar filmnya tidak harus menggunakan special affect ala tahun 80-an yang tentunya akan nampak aneh bila ditonton pada tahun 2018. Beberapa adegan horor yang digambarkan King pada novelnya memang sangat sulit untuk ditunjukkan pada versi filmnya karena keterbatasan teknologi saat itu. Dengan demikian, Kubrick memodifikasi beberapa bagian cerita termasuk bagian akhirnya. Mungkin hal ini pulalah yang membuat King tidak suka dengan The Shining (1980). Pada tahun 1997, The Shining sempat dihadirkan kembali dalam bentuk mini seri dan menggunakan cerita yang lebih sesuai dengan keinginan King. Hasilnya? Para penonton lebih suka The Shining (1980) :’D.

The Shining (1980) memang berhasil menghadirkan beberapa kengerian tanpa campur tangan special affect modern. Bagian yang saya anggap paling menakutkan dari The Shining (1980) adalah bagian dimana Danny bersepeda mengelilingi lorong hotel. Cara mengambil gambar dan kondisi lorong hotel yang terang namun sepi, mampu memberikan efek tegang. Kehadiran 2 anak kembar misterius pun dapat mengejutkan walaupun film ini tidak menggunakan teknik jump scare. Ditambah lagi lagu latar belakangnya yang menutut saya agak mengerikan.

Sayang adegan dimana seorang ayah berbalik ingin membunuh keluarganya sendiri sudah beberapa kali saya jumpai pada film horor lain. Jadi, tidak ada yang spesial atau menyeramkan di sana. Penokohan Jack dan Wendy rasanya kurang tepat untuk menghasilkan kengerian sekaligus intrik yang maksimal. Saya lebih suka karakter Jack dan akhir dari Hotel Overlook pada versi novelnya. Untuk hal-hal lainnya, saya tidak terlalu masalah.

Mohon maaf bagi penggemar garis keras The Shining (1980), saya hanya mampu memberikan The Shining (1980) nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. King dan Kubrick tetap sama-sama patut diacungi jempol atas karya mereka :).

Iklan

The Legend of Tarzan (2016)

Tarzan1

Aaaauououoooooo! Itulah teriakan khas Tarzan si raja rimba. Tarzan biasa berteriak seperti itu sambil berayun dari satu pohon ke pohon lainnya. Sejak 1912 sampai sekarang, tokoh Tarzan sudah hadir dalam berbagai cerita dan media. Ceritanya yaaaa mirip-mirip siy sebenarnya. Dikisahkan bahwa Tarzan adalah anak bangsawan Inggris yang terdampar di tengah hutan. Kemudian Tarzan dibesarkan oleh para gorila hingga pada akhirnya Tarzan dapat berkomunikasi dengan binatang-binatang penghuni hutan. Hutan menjadi rumah bagi Tarzan dan binatang-binatang penghuninya seolah menjadi keluarga bagi Tarzan sehingga Tarzan akan melindungi hutan dan penghuninya dari ancaman yang datang dari manapun. Kemudian Tarzan bertemu dengan Jane, seorang pendatang yang berhasil memikat hati Tarzan. Akhirnya Tarzan dan Jane menikah dan mereka kembali ke Inggris, tempat dimana Tarzan kembali menggunakan nama keluarga dan gelar bangsawannya, John Clayton III, Lord Greystoke. Karena sudah merasa bahwa hutan merupakan kampung halamannya, Tarzan kemudian kembali lagi tinggal di hutan dan meninggalkan dunia manusia. Sepanjang cerita pastilah terdapat tokoh jahat yang mengancam kelestarian hutan sambil menyandera Jane. Ahhhhh mau diapakan atau dipenggal dibagian manapun, kisah Tarzan yang saya sudah saya lihat pasti begitu-begitu saja, yaa pasti seperti yang saya tuliskan di atas.

Terakhir, tokoh ciptaan Edgar Rice Burroughs ini hadir pada The Legend of Tarzan (2016). Apakah kisah Tarzan kali ini akan berbeda? Well, kali ini kisah Tarzan diambil pada saat beberapa tahun setelah Tarzan (Alexander Skarsgård) dan Jane (Margot Robbie) menikah dan tinggal di Inggris.

Tarzan11

Pada saat itu, hutan tempat tinggal Tarzan sebelum pindah ke Inggris termasuk ke dalam wilayah kekuasaan Belgia yang sedang diambang kebangkrutan. Maka Raja Leopold II, Raja Belgia, mengutus Kapten Léon Rom (Christoph Waltz) untuk mengambil permata opar di pedalaman hutan Kongo. Karena Belgia sendiri kekurangan dana, maka Rom hanya didampingi oleh tentara alakadarnya. Rom memang menemukan sumber permata opar, namun ia harus menerima kekalahan dari Mbonga (Djimon Hounsou), kepala suku dari sebuah suku yang menguasai sumber permata opar. Ketika semua tentaranya tewas, kemudian Rom membuat kesepakatan dengan Mbonga. Mbonga akan memberikan Rom permata opar apabila Rom dapat membawa Tarzan ke hadapan Mbonga.

Tarzan5

Tarzan8

Bagaimana Rom dapat membawa Tarzan kembali Kongo? Di Inggris, kisah Tarzan sudah terkenal dan ia cukup terkenal di sana. Tarzan atau John Clayton III hidup berkecukupan bersama Jane Clayton di dalam istana keluarga Greystoke yang megah. Sebagai bangsawan Inggris, Ratu Inggris meminta bantuan John untuk memenuhi undangan Raja Belgia untuk melihat kemajuan di Kongo. John akhirnya berangkat ke Kongo bersama Jane dan George Washington Williams (Samuel L. Jackson). Mereka tidak menyadari bahwa ini adalah perangkat Rom untuk memperoleh permata opar. Mau dipergunakan untuk apakah permata opar tersebut? Apakah yang sebenarnya terjadi antara Tarzan dan Mbonga? Perlahan semuanya akan terjawab pada film The Legend of Tarzan (2016).

Sepanjang film, terdapat beberapa flash back yang menunjukkan peristiwa-peristiwa penting yang Tarzan alami sebelum ia pindah ke Inggris. Permasalahan antara Mbonga dan Tarzan pun akan terjawab di sana. Namun sayang, konflik diantara keduanya kurang digali lebih dalam sehingga ketika keduanya benar-benar bertemu, tidak ada yang spesial di sana, yang ada hanya sesuatu yang terlalu sederhana dan cepat selesai.

Tarzan2

Tarzan3

Mirip seperti kisah-kisah Tarzan yang pernah saya lihat, sepanjang film pasti Mas Tarzan berkelana menolong Mba Jane dari cengkraman Rom yang hendak membawa kehancuran bagi hutan kampung halamannya Tarzan. Perbedaan yang saya lihat pada The Legend of Tarzan (2016) dibanding kisah-kisah Tarzan terdahulu adalah cerita dan adegan aksi yang relatif lebih realistis dan tidak terlalu menghayal tanpa mengurangi kualitas film secara keseluruhan.

Tarzan10

Tarzan9

Tarzan6

Tarzan4

Tarzan7

Saya rasa The Legend of Tarzan (2016) masih layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Film ini cocok untuk ditonton disaat musim Lebaran seperti ini karena temanya sesuai, Tarzan mudik hehehehe.

Sumber: legendoftarzan.com

Token, Taiwan Original Chicken

Token 1

Token adalah salah satu restoran terdekat dari rumah saya, yang terbilang sering saya kunjungi. Saya memilih singgah di Token karena restorannya bersih, nyaman dan porsinya sesuai dengan harganya. Token menyajikan hilangan ala Taiwan yang entah apakah benar dapat ditemui atau tidak di Taiwan sana :’D.

Mayoritas jenis hidangan yang Token sajikan adalah ayam goreng tepung tanpa tulang atau bento-bento yang dikombinasikan dengan nasi atau salad atau sup. Saya sendiri baru sempat mencicipi ali shan sunrise bento, fenchi hu station bento, hua lien memorable railway bento, fu long platform bento, chi sang station bento, Taiwan style braised minched chicken, yu shan enlightenment milk tea & mango green tea.

Ali shan sunrise bento konon merupakan menu andalan Token. Pada menu ini kita dapat menyantap ayam tanpa tulang goreng tepung berukuran XXL ala Taiwan seperti yang gerai-gerai Shihlin sajikan. Hanya saja bumbu yang yang ditaburkan ke atas ayam tersebut terasa gurih manis. Selain itu tak lupa ada nasi, salad dan sup yang menemaninya. Supnya beraroma ikan sekali tapi tidak amis dan terasa cukup ok ketika saya santap dengan ayam goreng tepungnya, yummm.

Ali Shan Sunrise Bento

Ali Shan Sunrise Bento

Ali shan sunrise bento memiliki 2 saudara kembar yaitu fenchi hu station bento & hua lien memorable railway bento. Kedua menu tersebut sama persis dengan ali shan sunrise bento hanya saja rasa dari taburan bumbu yang ditaburkan di atas ayam goreng tepungnya sedikit berbeda. Bumbunya fenchi hu station bento terasa sedikit pedas, sedangkan taburan bumbu hua lien memorable railway bento terasa sedikit masam dan gurih. Terus terang perbedaan rasa antara ketiga hidangan di atas hampir tak ada, perbedaan rasanya tidak terlalu terasa bagi lidah saya. Yang pasti rasanya sama-sama lumayan dan mampu membuat perut saya kenyang 🙂

Fu long platform bento mirip juga dengam ali shan sunrise bento, hanya saja ayam goreng tepungnya dipotong kecil-kecil sebelum digoreng dengan tepung sehingga rasanya lebih renyah, tapi otomatis rasa daging ayamnya menurun. Rasanya lumayan juga siy, bolehlaaa untuk variasi.

Fu Long Platform Bento

Fu Long Platform Bento

Tidak hanya menyajikan menu yang menggunakan daging ayam untuk ditemani oleh sup, salad dan nasi, Token juga menyajikan menu serupa yang menggunakan daging ikan, yaitu chi shang station bento. Rasanya sama sekali tidak amis dan mirip dengan ayam sehingga chi shang station bento cocok untuk dijadikan alternatif ketika kita ingin menyantap hidangan yang kadar kolesterolnya lebih rendah dan lebih berprotein.

Chi Sang Station Bento

Chi Sang Station Bento

Berbeda dengan menu-menu di atas, Taiwan style braised minched chicken merupakan semangkuk ricebowl yang terdiri dari nasi, ayam, telur, sayuran dan bawang. Rasanya kurang berbumbu dan relatif datar sehingga saya harus menambahkan cabe bubuk agar hidangan ini lebih terasa enak.

Taiwan Style Braised Minched Chicken

Taiwan Style Braised Minched Chicken

Yu shan enlightenment milk tea merupakan minuman teh susu dengan menggunakan gel atau jelly atau buble tapi teh yang dipergunakan adalah teh hijau. Jujur rasanya agak aneh, saya lebih suka teh susu biasa, hehehe.

Yu Shan Enlightenment Milk Tea

Yu Shan Enlightenment Milk Tea

Mango green tea merupakan minuman teh hijau dengan tambahan rasa mangga yang menyegarkan, rasa memang segar, I like it.

Mango Green Tea

Mango Green Tea

Semua hidangan di atas dapat kita temui di Token yang setahu saya terletak di:

  1. Apartemen Menteng Square, Tower A, Jl. Matraman Raya No. 30E, Cikini, Jakarta Pusat.
  2. Green Bay Pluit, Tower G/LGM No. 25 – 29. Jl. Pluit Karang Ayu 3, Pluit, Jakarta Utara.
Bagian Dalam Token

Bagian Dalam Token

Bagian Dalam Token

Bagian Dalam Token

Saya lihat strategi Token adalah membuka cabang di dalam lingkungan apartemen, bukan mall. Karena hadir di lingkungan apartemen-lah saya mampir di Token, setiap hari saya pasti melewati restorannya dan melihat orang-orang makan di sana.

Secara keseluruhan hidangan ala Taiwan-nya Token layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Ok-lah untuk dijadikan menu makan malam sepulang seharian penat kerja & bermacet-ria, bisa pesan antar langsung ke rumah pula ;).

**************************************Update13/02/2016**************************************
Cabang yang di Apartemen Menteng Square sudah tutup

Hugo (2011)

Hugo (2011) adalah film drama yang diadaptasi dari novel Brian Selznick yang berjudul “The Invention of Hugo Cabret”. Film yang disutradarai oleh Martin Scorsese & ditulis oleh John Logan ini mengambil set Paris pada sekitar tahun 1930. Hugo berkisah mengenai petualangan seorang yatim piatu berusia 12 tahun bernama Hugo Cabret (Asa Butterfield) yang hidup di dalam stasiun kereta api. Hugo dibantu oleh Isabelle (Chloë Grace Moretz) dalam mengungkap misteri yang melibatkan kenangan akan almarhum ayahnya dan sebuah automaton.

Sehari-hari Hugo memperbaiki jam stasiun, mencuri makanan dan menuntaskan ambisi mendiang ayahnya yaitu memperbaiki sebuah automaton. Automaton adalah sebuah robot mekanik tradisional yang dapat menulis atau menggambar suatu pesan. Pesan apa yang dapat digambarkan oleh automaton peninggalan ayah Hugo? Pertanyaan yang bisa kita jawab kalau sudah menonton film ini 😉

Hugo & Stasiun

Hugo & Georges Méliès

Automaton

Hugo & Isabelle di Stasiun

Hugo & Isabelle di Perpustakaan

Walau saya bukan penggemar film-film bergenre drama, Hugo berhasil membuat saya terpukau akan alur cerita dan penggambaran akan situasi Paris pada tahun 1930-an. Gambar, cahaya & warna yang bagus ditambah jalan cerita yang menarik membuat Hugo sebagai salah satu film yang saya beri nilai akhir 4 dari skala nilai maksimal 5 yang artinya “Bagus”.

Sumber: www.hugomovie.com