Dune (2021)

Novel dan film Dune sebenarnya sudah saya kenal tapi saya enggan menonton atau membacanya. Terus terang franchise Dune kalah populer dibandingkan dengan Star Wars yang bergenre kurang lebih sama. Kalau fanchise Star Wars diawali oleh film, maka Dune diawali oleh novel karangan Frack Herbert yang populer dan memenangkan berbagai penghargaan di era tahun 60-an. Kemudian Dune pun diangkat ke layar lebar pada 1984 oleh David Lynch. Karena Dune (1984) kurang mendapatkan sambutan yang baik, maka film ini tidak ada kelanjutannya. sampai pada tahun 2000 mulai hadir mini seri Dune yang terbilang cukup sukses. Saya sendiri belum lahir dan masih kecil ketika novel dan film-film Dune hadir. Apalagi saya lebih mengenal Star Wars dan Star Trek dibanding Dune. Maka saya pun tidak terlalu antusias dengan kehadiran Dune (2021). Apakah Dune (2021) akan mengulang kesalahan Dune (1984)?

Sekilas, saya pikir Dune (2021) akan mengisahkan Novel pertama Dune dari awal sampai akhir. Apalagi durasi Dune (2021) adalam lebih dari 2 jam. Namun, beberapa saat setelah Dune (2021) dimulai, terdapat tulisan kecil yang berbunyi “part one”. Ahahahahaha, ini merupakan keterangan kecil yang menyatakan bahwa Dune (2021) tidak akan mengisahkan semuanya. Paling tidak film ini merupakan awalan dari sebuah kisah yang panjang dengan intrik di mana-mana. Sisi negatifnya, sopasti akhir dari Dune (2021) seolah masih separuh menggantung. Sisi positifnya, Dune (2021) belajar dari kesalahan Dune (1984) yang berusaha mengisahkan 1 novel ke dalam 1 film. Kisah Dune terlalu kompleks, maka sangat mustahil untuk mengisahkan semuanya hanya dalam 1 film saja. Memimal dan memilih bagian mana saja yang dikisahkan tentunya tetap menjadi tantangan tersendiri bagi Denis Vileneuve, sang sutradara Dune (2021).

Sebagai pengantar, Dune sebenarnya adalah sebutan bagi Planet Arrakis yang dipenuhi oleh gurun pasir. Di dalam pasir-pasir Planet tersebut terdapat rempah-rempah yang sangat berharga. Hal inilah yang membuat Arrakis dikuasai oleh sebuah kekaisaran antar galaksi. Kekaisaran ini di pimpin oleh beberapa keluarga bangsawan. Keluarga Corino, Ateides dan Harkonnen adalah 3 keluarga bangsawan yang paling berpengaruh di dalam kekaisaran.

Keluarga Corino merupakan keluarga dengan kekuatan militer terkuat dan sudah ratusan tahun memimpin kekaisaran. Kemudian, sejak ratusan tahun yang lalu pula, Keluarga Ateides mengusai Planet Caladan yang penuh dengan laut dan menjadikan planet tersebut sebagai rumah mereka. Sementara itu keluarga Harkonnen pun sudah ratusan tahun menguasai Planet Arrakis dan menjadikan Planet tersebut seolah seperti planet jajahan. Selama itu pulalah penduduk asli Arrakis pun diperlakukan sewenang-wenang. Harapan para penduduk lokal ini hanyalah pada sebuah ramalan akan kebebasan.

Konon, pada suatu masa, akan hadir seseorang dari luar Planet Arrakis dengan ciri-ciri tertentu yang akan membebaskan Arrakis dari belenggu penjajahan. Sang pembebas Planet Arrakis ini bahkan disebut Mahdi. Dune memang menggunakan beberapa istilah Islam seperti Mahdi dan jihad. Namun Dune bukanlah kisah mengenai Islam. Dune tetap merupakan kisah fiksi ilmiah yang tidak ada hubungannya dengan Islam. Apakah film ini menyinggung Islam? Sepenglihatan saya sih tidak. Dune (2021) justru banyak sekali memangkas unsur kultur Islam yang ada pada versi novelnya. Mungkin hal ini disebabkan karena agama berpotensi menjadi isu yang sensitif. Dari pada mencari masalah, lebih baik mencari aman saja hehehe.

Tapi bagaimanapun juga, Dune (2021) kerap menggunakan istilah jihad yang kelak akan Mahdi pimpin. Harapan akan kedatangan Mahdi semakin terlihat ketika Keluarga Ateides mulai menguasai Arrakis. Film Dune (2021) sendiri diawali dengan bagimana Keluarga Ateides datang ke Arrakis.

Bagaimana awal Keluarga Ateides menguasai Arrakis? Hal ini diawali oleh persaingan politik di dalam kekaisaran. Kiprah keluarga Ateides belakangan sangat menonjol. Hal ini menimbulkan kecemburuan dari Kaisar Shaddam dari Keluarga Corino yang menguasai kekaisaran. Maka, secara mengejutkan, Sang Kaisar menyerahkan penguasaan dan pengelolaan Planet Arrakis kepada keluarga Ateides. Keluarga Harkonnen pun harus menyingkir dan melepaskan Planet tersebut. Keluarga Ateides sadar bahwa ini bukanlah anugerah. Bisa jadi ini merupakan manuver Sang Kaisar untuk menyingkirkan Keluarga Ateides.

Di dalam rombongan keluarga Ateides yang datang ke Arrakis, terdapat Paul Atteides (Timothée Chalamet). Paul adalah anak dari kepala Keluarga Ateides dan seorang Bene Gesserit. Di dalam Dune, Bene Gesserit semacam Jedi di Star Wars. Bene Gesserit pada dasarnya merupakan perkumpulan persaudaraan wanita yang memiliki kemampuan psikis di luar nalar manusia. Perkumpulan ini mendesain pernikahan agar menghasilkan garis keturunan yang unggul. Hal ini dilakukan bertahun-tahun hingga ibu dari Paul Ateides menutuskan untuk mengajarkan kemampuan Bene Gesserit kepada Paul. Para tetua Bene Gesserit pun khawatir akan hal ini karena mereka melihat bahwa Paul menyimpan sebuah potensi yang sangat besar. Mereka pun ragu apakah Paul akan mampu mengendalikan kekuatannya di masa depan. Kekuatan yang besar, tentunya tanggung jawabnya besar pula.

Paul tentunya menjadi karakter utama pada Dune (2021). Kalau di Star Wars, Paul itu seperti Luke Skywalker. Otomatis, from zero to hero sopasti menjadi bagian yang melekat pada Dune (2021). Saya suka bagaimana Paul berkembang dan semakin kuat.

Dunia Dune yang kompleks pun berhasil dijelaskan dengan sangat baik. Tidak ada kebingungan ketika sedang menonton Dune (2021). Film ini berhasil memberikan informasi yang tepat sehingga saya sendiri ikut tertarik dengan keanekaragaman yang ada pada Dune (2021).

Akhir Dune (2021) yang agak menggantung, bukanlah masalah besar. Karena jalan ceritanya menarik, tak terasa 2 jam lewat sudah dilalui. Pada akhirnya saya sudah tak sabar untuk menonton kelanjutan Dune (2021).

Saya pribadi ikhlas untuk memberikan Dune (2021) nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”. Ini merupakan awal yang baik bagi film-film Dune berikutnya.

Sumber: http://www.dunemovie.com

Soul (2020)

Kali ini saya akan membahas mengenai film animasi terbaru Pixar & Walt Disney, yaitu Soul (2020). Tokoh utama film animasi yang satu ini adalah Joe Gardner (Jamie Foxx) dan Paul (Daveed Diggs). Keduanya bertemu di dunia roh … Stop, ini film horor? Wkwkwkw. Tema film ini memang dunia roh. Tapi semua digambarkan dengan sangat cerah dan gamblang. Semuanya sangat mudah dipahami baik oleh orang dewasa maupun anak-anak. Ini film Walt Disney loh, bukan filmnya Om Nolan.

Joe merupakan seorang pemusik Jazz yang sekarat. Jiwanya pun pergi ke alam roh. Ia berbaris bersama roh-roh lain yang sudah sekarat. Berbarus menuju sebuah pintu yang melambangkan kematian bagi tubuh Joe dan kehidupan baru bari roh Joe di akhirat. Namun, Joe masih belum ikhlas pergi meninggalkan dunia fana untuk selamanya. Maka, dengan keinginan yang kuat, Joe melarikan diri dan justru terjatuh ke alarm roh lain. Sebuah alarm roh dimana berkumpul roh-roh mungil yang belum lahir ke dunia. Di sinilah awal Joe bertemu dengan Paul.

Bertolakbelakang dengan Joe, roh Paul justru tidak mau pergi ke dunia nyata. Paul hendak menetap di dunia roh saja untuk selama-lamanya. Di sinilah awal mula dari persahabatan yang mengharukan antara 2 roh yang berbeda.

Melalui Soul (2020) kita diingatkan mengenai apa arti hidup. Bagaimana kita memanfaatkan anugrah ini. Selain itu, Soul (2020) memiliki unsur pengorbanan, keikhlasan, dan tentunya, persahabatan. Sebuah film dengan banyak sekali pesan moral yang baik tanpa harus tampil menggurui.

Film ini tampil dengan animasi yang bagus, jalan cerita yang mudah dipahami, dan segudang pesan moral yang baik. Maka, saya pun ikhlas untuk memberikan Soul (2020) nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”. Film ini baik untuk ditonton oleh seluruh anggota keluarga.

Sumber: http://www.pixar.com/soul

Who Am I (2014)

Setelah selama ini sering sekali menonton film-film jebolan Hollywood, kali ini saya menoleh ke arah film-film keluaran Eropa. Apakah ada yang menarik? Saya akhirnya tertarik tuk menonton film yang sudah memenangkan German Movie Awards dan Bambi Awards, yaitu Who Am I – Kein System ist sicher (2014).

Apa arti Kein System ist sicher? Tidak ada sistem yang aman. Ini merupakan moto yang dianut kelompok-kelompok hacker pada Who Am I (2014). Film ini bercerita mengenai kegiatan ilegal hacker-hacker di dunia maya. Dikisahkan bahwa sekelompok hacker di Jerman membentuk CLAY (Clown Laughing at You) yang beranggotakan Benjamin Engel (Tom Schilling), Max (Elyas M’Barek), Stephan (Wotan Wilke Möhring) dan Paul (Antoine Monot Jr.). Tindakan ilegal CLAY awalnya hanya sebatas untuk bersenang-senang dan memprotes pemerintah saja, mereka tidak bermaksud untuk melakukan lebih dari itu.

Berkat kelihaiannya, nama CLAY semakin diakui oleh komunitas hacker. Sayang semua itu terasa hambar tanpa pengakuan dari MNX, hacker ternama yang menjadi idola Benjamin dan Max. Demi memperoleh pengakuan MRX, CLAY membobol data BND (Bundesnachrichtendienst), semacam CIA-nya Jerman. Aksi CLAY ini ternyata membuat salah satu anggota FRI3NDS terbunuh. Wah, apa itu FRI3NDS? Mereka ada kelompok hacker yang bekerja untuk mafia Rusia. Selama ini BND memang sedang memantau sepak terjang FRI3NDS. Insiden ini membuat CLAY dikejar-kejar oleh polisi dan mafia.

Semua kisah pada Who Am I (2014) dipaparkan berdasarkan informasi dari Benjamin di meja interogasi BND. Para penyelidik BND yang jeli kemudian menemukan lubang-lubang pada keterangan Benjamin. Entah disengaja atau tidak, para penyidik mencurigai bahwa sebagian cerita Benyamin adalah kebohongan. Hal inilah yang membuat Who Am I (2014) menarik untuk ditonton. Walaupun jalan ceritanya sedikit datar dan sedikit mirip dengan Serial Mr. Robot, saya melihat beberapa twist atau kejutan pada bagian akhir Who Am I (2014). Twist pada film ini tidak berhenti sampai bagian paling akhir film lho, jadi pastikan tuk menontonnya sampai akhirrrr ;).

Twist yang ada memang banyak dan menumpuk di bagian akhir film, tapi saya merasa agak bosan di bagian pertengahan film. Saya rasa, Who Am I (2014) pantas untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”.