Don’t Breathe (2016)

Jangan bernafas atau tahan nafas, kenapa kok film yang satu ini judulnya begitu? Don’t Breathe (2016) ternyata merupakan film horor dimana tokoh utamanya terperangkap di dalam rumah seorang veteran tentara. Lawan mereka bukan setan kok, hanya seorang pria tua yang buta….

Kisah pada film ini diawali dengan rencana pencurian yang akan dilakukan oleh Rocky (Jane Levy), Alex (Dylan Minnette) dan Money (Daniel Zovatto). Mereka hendak masuk dan mencuri harta benda milik Norman Nordstrom (Stephen Lang), seorang mantan tentara yang buta dan tinggal di sebuah lingkungan yang kumuh, rawan dan sepi. Norman menjadi target karena kabarnya Norman baru saja memperoleh uang ganti rugi dari keluarga kaya yang tidak sengaja membunuh puteri Norman. Selain itu, Norman adalah tunanetra yang hidup sendirian di rumahnya, waaahhh sepertinya Norman adalah sasaran empuk nih.

Rocky dan kawan-kawan salah besar, ternyata Norman itu seperti Zatoichi atau Si Buta Dari Goa Hantu, apalagi tempat tinggal Norman itu miskin pencahayaan, sangat menguntungkan Norman yang sehari-hari mengandalkan indra pendengarannya yang superrr sekali :’D. Rocky, Alex dan Money harus bergerak dengan hati-hati dan pelan-pelan, bernafaspun harus pelan-pelan kalau mau selamat dari Norman.

Di dalam rumah Norman, Rocky dan kawan-kawan menemukan sisi gelap dari Norman yang tidak banyak orang ketahui. Bukan hanya memiliki kemampuan tempur yang mumpuni, Norman ternyata menyimpan sesuatu yang buruk di dalam rumahnya, sesuatu yang cukup mengejutkan :’D. Norman ternyata memang bukan orang yang 100% baik, tapi apakah Rocky dan kawan-kawan lebih baik dari Norman? Mau bagaimanapun juga, mencuri bukanlah hal yang benar. Pada Don’t Breathe (2016) terlihat seolah-olah, si maling itu orang baik dan si buta adalah orang jahat. Penggambaran latar belakang keluarga Rocky yang berantakan rasanya ditampilkan untuk menjustifikasikan aksi kriminal dari Rocky. Padahal baik si maling maupun si buta, mereka semua sama-sama kotor. Hanya karena si buta fisiknya kurang ganteng, bukan berarti dia lebih buruk dari Rocky yang cantik lhooo.

Melihat aksi kejar-kejaran di dalam rumah Norman terbilang cukup seru meskipun ada beberapa bagian yang sedikit tidak masuk akal dan plotnya terkesan agak melompat-lompat. Kejutan akan aksi kotor si buta terbilang psikopat sekaligus menyedihkan :’D. Dengan demikian rasanya Don’t Breathe (2016) layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”.

Sumber: sites.sonypictures.com/dontbreathe/site/

Iklan

Skyfall (2012)

Skyfall adalah film Bond yang ke-23, cerita tentang agen mata-mata Inggris yang legendaris dan sudah ada sejak saya belum lahir. Film ini diawali dengan adegan kejar-kejaran antara James Bond (Daniel Craig) dengan seseorang yang bernama Patrice. Patrice berhasil mencuri hardisk yang memuat daftar nama agen-agen MI6 yang sedang melakukan penyamaran, sedangkan Bond sendiri jatuh ke sungai setelah secara tidak sengaja tertembak oleh peluru dari senapan agen MI6 lainnya. Bond dinyatakan tewas dan London dilanda teror bom. Otak dari teror di London dan pencurian daftar agen MI6 adalah orang yang sama, orang yang memendam rasa dendam kepada atasan Bond, M (Judi Dench).
Sudah bisa ditebak, Bond pasti tidak tewas meski sudah dinyatakan tewas oleh MI6. Bond kembali ke London untuk merebut kembali daftar nama agen-agen MI6 dan menghentikan teror yang melanda London. Q mengizinkan Bond untuk langsung kembali bertugas meski Bond belum 100% pulih, menembak tepat ke sasaran saja belum bisa (x_x). Dalam melakukan misinya, Bond tentunya tidak sendiri tapi dibantu oleh Q yang baru (Ben Whishaw) & Moneypenny (Naomi Harris).

Menurut saya sejauh ini Skyfall adalah film Bond terbaik yang pernah saya tonton karena film ini tidak terus menerus menunjukkan adegan action, sesekali ada adegan atau kata-kata yang lucu, jadi kan tidak membosankan. Jalan ceritanya sendiri lumayan bagus, tidak terlalu mudah ditebak seperti film-film Bond terdahulu yang pernah saya tonton. Bond pada Skyfall tidak dilengkapi oleh peralatan yang canggih-canggih, cukup simple dan klasik, tapi justru hal ini yang menarik, jaman sekarang sudah terlalu banyak film yang menampilkan si jagoan menang dengan dibantu alat-alat yang futuristik & canggih. Filmnya Mister Bond kali ini layak mendapat nilai 4 dari skala nilai maksimum 5 yang artinya “Bagus”. Good job Mister Bond!

Sumber: http://www.skyfall-movie.com/site/