Chicking Dubai, Restoran Fastfood Ala Timur Tengah

Chicking

Hadir di UEA (Uni Emirates Arab) pada tahun 2000, Chicking Dubai saat ini telah melebarkan sayap sampai ke Asia, termasuk Indonesia. Setelah membuka cabang Indonesia pertamanya di Royal Plaza Shopping Mall Surabaya, saat ini Chicking Dubai sudah memiliki cabang lain di Jabodetabek yaitu Bassura, Mega Bekasi Hypermall, Lulu Hypermarket QBIG BSD, Cibinong City Mall dan Plaza Kalibata. Dengan lokasi yang tersebar di dalam pusat perbelanjaan, maka sudah pasti tempatnya nyaman dan bersih.

Chicking

Bagian Dalam

Hidangan yang Chicking Dubai tawarnya, cukup beragam. Sekilas mereka mirip sekali dengan hidangan restoran fastfood pada umumnya. Apakah rasanya sama? Diantara varian hidangan tersebut, saya sudah mencicipi royal wrap, tandoori burger sandwich, kopi arab,  nasi chicking dan ayam panggang.

Nasi chicking (chicking rice) dan ayam panggang (grilled chicken) merupakan hidangan yang saya santap ketika pertama kali mampir di Chicking Dubai. Nasi chicking nampak unik, karena menggunakan beras basmati yang bentuknya panjang-panjang. Nasi yang berwarna kuning ini sebenarnya sudah dibumbui, tapi rasanya agak flat. Rasanya yaa memang tidak mungkin kalau kita makan nasi saja tanpa lauk. Maka saat itu saya memesan ayam panggang untuk menemani nasi chicking. Ayamnya tidak renyah tapi seperti sudah direndam oleh rempah-rempah bumbu nasi kebuli. Kalau nasi dan ayam tersebut digabung, maka hidangan ini akan terasa seperti nasi kebuli ayak yang lumayan rasanya. Ini jelas berbeda dengan ayam-ayam di restoran fastfood sebelah.

Chicking

Nasi Chicking & Ayam Panggang

Royal wrap pada dasarnya adalah balutan roti tortila dengan 2 chicken strip yang besar memanjang, sedikit sayur dan saus ala timur tengah di dalamnya. Potongan daging ayamnya, empuk dan besar sehingga sangat terasa ketika digigit. Saus khas timur tengahnya terasa sangat cocok dengan ayam dan tekstur roti tortila yang juga khas. Hidangan inilah yang menjadi hidangan favorit saya di Chicking Dubai.

Royal Wrap

Tandoori burger sandwich pada dasarnya sangat mirip dengan royal warp, hanya saja ia menggunakan roti burger, fillet ayamnya hanya 1 tapi super besar, dan ada tambahan saus tandoori di sana. Karena komposisi lainnya mirip dengan royal wrap, maka praktis rasa tandoori burger sandwich akan mirip dengan royal wrap. Hanya saja, rasa tandoori burger sandwich sedikit lebih asam. Rasa asam ini diperoleh dari saus tandoori yang pada umumnya terbuat dari yogurt, bawang, garam masala, saffron dan lain-lain. Hidangan ini terasa seperti burger India. Tandoori sendiri memang banyak digunakan di India. Kalau dibandingkan dengan royal wrap, ukuran tandoori burger sandwich memang lebih besar dan mengenyangkan. Tapi kalau soal rasa, royal wrap tetap lebih unggul. Potongan ayam dan rempah-rempah ala Timir Tengah memang tetap terasa, tapi tekstur roti tortila tetap lebih unggul dan saya sendiri tidak terlalu suka dengan rasa asam dari saus tandoori-nya.

Tandoori Burger Sandwich

Kopi arab pada dasarnya adalah kopi pahit dengan kapulaga di dalamnya. Saya sendiri tidak terlalu suka dengan kopi ini. Penggunaan kapulaga tidak memberikan nilai tambah atau rasa yang unik. Kapulaga tetap lebih enak kalau digunakan pada sop kambing seperti Warung Sate H. Mansur yang sering saya kunjungi hehehehehe.

Chicking

Kopi Arab

Secara keseluruhan, Chicking Dubai memang memberikan cita rasa yang berbeda dibandingkan restoran fastfood lainnya. Saya rasa Chicking Dubai pantas untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”.

Iklan

Pesta Fast Food Rasa Keju di Richeese Factory

Richeese Factory 1

Richeese Factory merupakan makan siap saji dengan tema keju, setiap menu yang disajikan di Richeese Factory pasti ada unsur kejunya. Kalau melihat lambangnya, sepertinya Richeese Factory awalnya merupakan merk biskuit keju yang kemudian buka restoran. Restoran Richeese Factory sendiri sudah hadir sejak 2011 lalu di Bandung. Hingga saat ini Richeese Factory dapat ditemui di pusat-pusat perbelanjaan yang terletak di Jakarta, Bandung dan Surabaya seperti:

  • Paris Van Java Mall, Bandung
  • Jalan Pahlawan, Bandung
  • Istana Plaza, Bandung
  • Jalan Dipatiukur, Bandung
  • Jatinangor Town Square, Sumendang
  • Arion Mall, Jakarta
  • Plaza Blok M, Jakarta
  • Gajah Mada Plaza, Jakarta
  • Plaza Kalibata, Jakarta
  • Cibubur Junction, Cibubur
  • Tangerang City, Tangerang
  • Ekalokasari Plaza, Bogor
  • Bogor Trade Mall, Bogor
  • Royal Plaza, Surabaya
  • Maspion Square, Surabaya
  • City of Tommorow, Surabaya
  • BG Junction, Surabaya
Richeese Factory 2

Bagian Depan Richeese Factory Cabang Blok M

Makanan siap saji yang disajikan di Richeese Factory bermacam-macam yaitu Richeese Fried Chicken, Rice Bowl, Chicken Fire Wings dan lain-lain. Untuk Richeese Fried Chicken, pada dasarnya menu ini sama seperti Fried Chicken di tempat lain, hanya saja Richeese Factory berinovasi dengan menambahkan keju cair berwarna kuning cerah, jadi selain saus sambal dan saus tomat, ada tambahan saus keju cair yang rasanya … yaa seperti keju hehehehe. Lumayan juga siy mencampur daging ayam yang empuk dengan sambal dan keju :D.

Richeese Factory 3

Richeese Fried Chicken

Nah ada 1 menu di Richeese Factory yang merupakan varian dari Richese Fried Chicken, yaitu Chicken Fire Wing. Chicken Fire Wings merupakan Richese Fried Chicken yang diolesi saus barbeque. Saus tersebut gurih, sedikit manis dan …. pedas dengan tingkat kepedasan yang dapat kita atur. Mirip seperti kripik pedas Ma Icih yang sempat booming tahun lalu, Chicken Fire Wings memiliki tingkat kepedasan yang dapat kita pilih, mulai dari yang paling tidak pedas yaitu level 0, sampai tingkatan yang sangat pedas sekali yaitu level 5. Bagi yang tidak kuat pedas, hindarilah level 5, bibir saya sampai monyong kemerahan dibuatnya, pedasnya pooooolll, mantabb :D. Ditambah olesan rasa keju yang asin-asin gurih, waaaahhh, enak juga ini menu, pantas banyak juga yang pesan.

Richeese Factory 5

Fire Chicken Wings

Untuk minuman, Richeese Factory menyajikan Pink Lava, Mango Tea, Strawberry Tea dan lain-lain. Saya baru mencicipi Pink Lava yang ternyata merupakan susu rasa strawberry. Segar juga yaaa, love it :).

Richeese Factory 4

Pink Lava

Warna keju cair yang cerah dan pink lava yang cerah memang dapat menarik hari pengunjung untuk mencicipi. Tapi saya agak seram juga karena warna yang cerah sekali justru mengingatkan saya bahwa saya sedang makan makanan cepat saji yang hampir dapat dipastikan menggunakan bahan pengawet dan pewara yang kurang sehat.

Terlepas dari tingkat koleasterol dan dampat buruk fast food bagi kesehatan, Richeese Factory mampu memberikan suguhan fried chicken yang inovatif dangan rasa yang cukup cocok dengan lidah ndeso saya. Makan dengan begitu, Richeese Factory layak mendapat nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak”.