Serial Extra History

 

Extra History merupakan sebuah serial produksi Extra Credits yang mengisahkan mengenai sejarah dari seorang tokoh, sebuah kerajaan, sebuah sistem, sebuah benda dan sebuah peristiwa penting dari seluruh penjuru dunia. Semua ditampilkan dalam bentuk kartun sederhana yang menarik. Tapi jangan harap untuk melihat kartun sekelas kartun-kartunnya Pixar atau Walt Disney yaa. Kartun di sini merupakan kartun sederhana yang informatif. Ditambah dengan narasi yang enak didengar dan santai, Extra History dapat menampilkan potongan sejarah dengan cara yang tidak membosankan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Memang, karena yang ditampilkan Extra History merupakan potongan, jadi terdapat beberapa hal yang tidak diceritakan. Bagaimanapun juga, penonton Extra History tidak semuanya mahasiswa jurusan Sejarah bukan ;). Detail yang terlalu berlebih atau terlalu kurang, dapat membuat semuanya menjadi membosankan. Dari serial ini, saya memperoleh tontonan santai yang dapat mempertajam pengetahuan saya.

Pada setiap episodenya, terdapat sentilan dan ungkapan yang memancing penontonnya untuk berpikiran kritis. Bukankah sejarah biasanya ditulis oleh pemenang? Mungkinkah ini benar kalau dilihat pakai logika? Terkadang sejarah memang diambil dari sebuah sumber yang mana ditulis berdasarkan sudut pandang sumber tersebut. Jadi, ya memang akan selalu ada sedikit ruang untuk perdebatan.

Terkadang, di sana terdapat pula celetukan mengenai hal-hal yang digambarkan oleh film-film Hollywood terkadang tidak sesuai dengan catatan sejarah. Yaaah, selama ini saya sendiri memang sering menonton film yang kisahnya diambil dari potongan sejarah. Terkadang film-film seperti ini sudut pandang dan kisahnya agak digeser-geser agar lebih menarik. Namanya juga film komersil, bukan film dokumenter ;). Kalau terlalu kaku dengan catatan sejarah, yah nanti tidak laku di bioskop dong.

Nah Extra History sendiri, sebenarnya dapat dikatakan sebagai kartun dokumenter yang bercerita tentang sejarah. Serial ini tentunya tidak hadir di bioskop atau stasiun TV lokal kita. Setelah sempat berpindah-pindah “rumah”, saat ini Extra History dapat ditemukan di patreon, youtube.com dan beberapa saluran TV on-line/off-line luar negeri lainnya. Saya pribadi biasa menonton serial ini di youtube saja, gratis hehehehe.

Sangat jarang saya dapat menemukan sebuah tontonan yang dapat menghibur sekaligus memperluas pengetahuan saya. Serial Extra History layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”. Teman-teman yang belum pernah menontonnya, coba tonton episode mengenai Senguku Jidai, itu episode Extra History favorit saya ;).

Sumber: becausegamesmatter.com

Iklan

10,000 BC (2008)

10000 BC 1

Sesuai dengan judulnya, 10,000 BC (2008) adalah film yang mengambil latar belakang 10000 tahun sebelum masehi dimana manusia masih hidup sederhana dan relatif tanpa teknologi canggih. Dikisahkan pada 10000 tahun sebelum masehi, hiduplah suku Yagahl di sekitar Pegunungan Ural. Mereka hidup damai dengan berburu dan mengumpulkan makanan dari alam.

10000 BC 19

Melalui sebuah perburuan yang dilakukan bersama-sama oleh pemuda-pemuda suku Yagahl, D’Leh (Steven Strait) akhirnya berhasil membunuh sebuah binatang kramat. Berdasarkan adat suku Yagahl, D’Leh berhak atas tombak putih, sebuah kehormatan yang didambakan oleh mayoritas anggota suku Yagahl. Namun D’Leh sendiri merasa bahwa penganugrahan tombak putih kepadanya kurang pantas dilakukan. D’Leh nemang berhasil membunuh binatang kramat tapi tidak dengan cara yang heroik, melainkan dengan tidak sengaja, kebetulan.

10000 BC 2

10000 BC 10

10000 BC 14

Keberuntungan D’Leh tidak berhenti sampai disitu saja, selain memperoleh tombak putih, D’Leh berhasil pula mempersunting Evolet (Camilla Belle), pujaan hati D’Leh. Evolet bukanlah anggota asli suku Yagahl, ia adalah anak yatim piatu yang diangkat anak oleh salah satu anggota suku Yagahl. Masa lalu dan asal muasal Evolet sedikit misterius, ia memiliki mata biru dan tanda lahir yang unik. Namun bagaimanapun juga, D’Leh sudah jatuh hati dan akan berbuat apa pun bagi Evolet.

10000 BC 6

10000 BC 13

10000 BC 3

Dunia D’Leh yang hampir sempurna mendadak suram ketika segerombolan pasukan berkuda datang menyerang dan menculik Evolet. Dengan ditemani oleh beberapa sahabat, D’Leh pergi mengejar pasukan berkuda tersebut. Tak disangka perjalanan D’Leh ini menguak masa lalu Evolet, menguak misteri hilangnya ayah D’Leh dan menjadi ajang pembuktian bagi D’Leh apakah ia pantas memegang tombok putih suku Yagahl.

10000 BC 11

10000 BC 7

10000 BC 12

Saya suka dengan kisah petualang D’Leh, seseorang yang kurang percaya diri, baik hati dan beruntung berkembang menjadi pemimpin besar yang berani menentang “dewa”. Kaum yang menculik Evolet adalah kaum yang sudah maju dan mengangkat diri mereka sebagai dewa.

10000 BC 17

10000 BC 8 10000 BC 18

10000 BC 16

10000 BC 4

10000 BC 15

Saya sama sekali tidak mengatuk ketika sedang menonton 10,000 BC (2008). Selain jalan ceritanya menarik, kostum dan special effect pada 10,000 BC (2008) pun terbilang lumayan bagus dan mampu mendukung cerita walaupun ada beberapa hal yang dilebih-lebihkan, yaaa namanya juga kisah fantasi, tidak berdasarkan kisah nyata ;). Bagi saya, 10,000 BC (2008) cukup pantas untuk mendapatkan nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”.

Sumber: wwws.warnerbros.co.uk/10000bc/

Fetih 1453 (2012)

Fetih 1

Sejarah mencatat bahwa bangsa Turki pernah mencapai masa kejayaan ketika masih dipimpin oleh Kesultanan Utsmaniyah. Sultan Mehmed II Muhammad Al-Fatih adalah salah satu sultan dari Kesultanan Utsmaniyah yang terkenal karena kesuksesannya dalam menaklukkan Konstantinopel pada tahun 1453. Kisah penaklukan inilah yang diangkat oleh Faruk Aksoy dalam film produksi Turki yang berjudul Fetih 1453.

Fetih 15

Pada Fetih 1453, dikisahkan awal mula kehidupan Mehmed II mulai dari kecil hingga dewasa. Sebagian besar film ini tentunya lebih banyak mengisahkan masa-masa invasi Kesultanan Utsmaniyah yang dipimpin Sultan Mehmed II (Devrim Evim), ke wilayah Konstantinopel yang dipimpin oleh Kaisar Constantine XI (Recep Aktuğ).

Fetih 4

Fetih 5

Fetih 6

Sayang sekali walaupun judul film ini menggunakan kata-kata Fetih atau Al-Fatih, tapi kok porsi tokoh Al-Fatih atau Mehmed II sendiri kurang dominan di sini. Beliau harus berbagi porsi dengan Ulubatli Hasan (Ibrahim Çelikkol), sahabat Mehmed II yang bertempur di garis terdepan pada pertempuran di Konstantinopel. Kisah cinta segitiga antara Hasan, Era (Dilek Serbest) dan Giustiniani (Cengiz Coşkun) pun sampai ikut-ikutan ditampilkan. Yang lebih menyedihkan lagi, Fetih 1453 (2012) pun menampilkan percintaan ala Hollywood, peluk-pelukan, cium-ciuman dan hubungan badam di luar nikah yang dilakulan oleh Hasan dan Era x__x. Siapa sih Hasan itu? Apakah ada di sejarah? Mungkin judul film ini harus direvisi judulnya menjadi Mehmed II & Hasan. Kisah sampingan seperti ini seharusnya dikurangi porsinya dan disesuaikan dengan adat dan perilaku saat itu. Sebagai kesultanan Islam, pastilah zina merupakan hal yang tabu untuk dilakukan, apalagi bagi salah satu panglima perang sultan.

Fetih 19

Fetih 14

Fetih 13

Fetih 8

Tokoh Sultan Mehmed II pun nampak seperti raja biasa yang berambisi untuk memperluas wilayah kerajaannya. Memang taktik diplomatis Sultan Mehmed II dikisahkan dengan lumayan lengkap, tapi saya rasa kurang ada penjelasan di sana. Bagi penonton yang sama sekali tidak tahu akan sejarah atau posisi Kesultanan Utsmaniyah dan Konstantinopel, akan kebingungan mengikutinya, apalagi kalau teks terjemahannya agak error, film ini kan menggunakan bahasa Turki :’P.

Kalau dilihat dari aksi peperangannya, Fetih 1453 (2012) masih menggunakan special effect yang kurang cantik, masih kalah jauh kalau dibandingkan dengan Red Cliff (2008). Kalaupun tidak mampu menampilka  special effect yang halus, mbok ya taktik perang Sultan Mehmed II didramatisir dan diekspos lebih, jangan hanya perjuangan Hasan saja yang didramatisir. Para sejarawan mencatat bahwa keputusan Sultan Mehmed II ketika menyerang Teluk Golden Horn dianggap sebagai salah satu taktik perang yang menakjubkan di masanya lho, tapi kenapa pada Fetih 1453 (2012) hal tersebut terlihat seperti hal yang biasa?

Fetih 18

Fetih 17

Fetih 20

Fetih 12

Fetih 11

Fetih 21

Fetih 7

Fetih 9

Kemudian kenapa akhir dari Kaisar Constantine hanya begitu saja? Kalau melihat pada sejarah, Constantine ikut berperang di garis depan dan tewas pada pertempuran tersebut. Namun ada beberapa versi sejarah yang menyatakan bahwa Constantine tidak tewas pada pertempuran tersebut karena sampai saat ini, bagian kepala dari mayat Constantine tidak pernah dapat diketemukan.

Fetih 16

Penampakan Constantine yang bergelimang kemewahan pada Fetih 1453 (2012) pun tidak sesuai dengan fakta karena keadaan Konstantinopel pada 1453 memang sudah melemah dan tidak terlalu kaya raya. Terdapat perseteruan internal di antara kaum Kriatinani, beberapa kerajaan di Eropa Barat pun sedang mengalami perang saudara atau perang dengan kerajaan tetangganya. Sultan Mehmed II memang cerdas karena menyerang di saat yang tepat.

Fetih 2

Untunglah, toleransi yang Sultan Mehmed II terapkan tetap ditampilkan pada Fetih 1453 (2012). Rakyat Konstantinopel non muslin diperbolehkan untuk hidup normal seperti biasa, beribadah sesuai dengan kepercayaan masing-masing. Hal yang jauh berbeda ketika Ratu Isabella menguasai Granada :(.

Fetih 3

Berbeda dengan pendapat saya yang menyatakan bahwa Fetih 1453 (2012) kurang mengekspos Sultan Mehmed II, film ini justru sempat menyulut protes dari orang-orang Yunani, mereka merasa bahwa Fetih 1453 (2012) itu “lebay”, wah bagaimana dengan film 300 (2006), 300: Rise of An Empire (2014) dan lain-lain kalau begitu? Sepertinya film-film berlatar belakang Yunani tampil dengan lebih didramatisir deh, tapi bukan berarti lebih baik atau lebih buruk lho. Kalau Fetih 1453 (2012) dibandingkan dengan 300: Rise of An Empire (2014), terus terang saya lebih suka 300: Rise of An Empire (2014).

Secara keseluruhan, saya kurang puas dengan Fetih 1453 (2012). Saya berharap untuk melihat kepahlawanan dari Sultan Mehmed II, tapi yang saya peroleh justru hal lain yang agak menyimpang baik dari sisi sejarah maupun sisi religi. Maka dengan demikian, Fetih 1453 (2012) hanya mampu memperoleh nilai 2 dari skala maksimum 5 yang artinya “Kurang Bagus”.

Stand by Me Doraemon (2014)

Stand Doraemon 1Aku ingin begini
Aku ingin begitu
Ingin ini itu banyak sekali
Semua semua semua
Dapat dikabulkan
Dapat dikabulkan
Dengan kantong ajaib
Aku ingin terbang bebas
Di angkasa
Hei… baling baling bambu
La… la… la….
Aku sayang sekali…
Doraemon…

Begitulah bunyi lagu pembuka dari film kartun serial Doraemon yang saya tonton setiap minggu pagi. Saya adalah termasuk generasi yang tumbuh dengan Doraemon, meskipun saya pribadi tidak pernah terlalu suka dengan film kartun serial Doraemon. Saya memang sering menonton film kartun serial Doraemon, tapi film kartun tersebut bukanlah favorit saya :).

Sejak 1969 hingga sekarang, Doraemon telah hadir dalam bentuk buku, film kartun serial, mainan, film layar lebar dan lain-lain. Menjelang akhir tahun 2014 lalu, hadir film layar lebar Doraemon terbaru yaitu Stand by Me Doraemon (2014). Kali ini visualisasi Doraemon dan karakter-karakter lainnya hadir dalam bentuk kartun 3D, gambarnya nampak bagus tanpa merubah ciri-ciri khas dari setiap karakter.

Cerita Stand by Me Doraemon (2014) pada dasarnya mirip dengan Doraemon versi komik. Hidup seorang anak bernama Nobita (Megumi Ōhara), ia memiliki sifat pemalas, ceroboh, kurang percaya diri, manja namun baik hati, setia kawan dan tulus. Nobita kurang pandai dalam urusan akademik dan olahraga, ia pun selalu di-bully oleh Gian (Subaru Kimura) dan Suneo (Tomokazu Seki). Gian berbadan besar dan kuat, sementara itu Suneo adalah anak arogan yang berasal dari keluarga yang kaya.

Stand Doraemon 10

Selain Gian dan Suneo, ada 1 lagi teman Nobita yang sangat Nobita suka, Shizuka Minamoto (Yumi Kakazu). Sayang sekali Shizuka ternyata pada akhirnya akan menikah dengan Hidetoshi Dekisugi (Shihoko Hagino) di masa depan. Bagaimana dengan Nobita? Nobita ternyata akan menikahi adik Gian di masa depan, hiks :’P. Nobita pun akan membangun sebuah perusahaan besar di masa depan, namun sayang perusahaan tersebut gagal dan hancur sehingga meninggalkan banyak hutang bagi keturunan-keturunan Nobita. :'(.

Stand Doraemon 6

Stand Doraemon 7

Stand Doraemon 9

Pada suatu ketika, dengan menggunakan mesin waktu, salah satu keturunan Nobita dari masa depan, Sewashi (Sachi Matsumoto), datang ke masa dimana ketika Nobita masih kecil. Sewashi muncul di laci kamar Nobita bersama seekor robot kucing berwarna biru, Doraemon (Wasabi Mizuta). Sewashi memprogram Doraemon untuk ditinggal di masa tersebut sampai Nobita kecil mencapai kebahagiaan dengan harapan bahwa hal ini akan mengubah masa depan Nobita dan nasib semua keturunan Nobita.

Stand Doraemon 5

Doraemon memiliki kantong ajaib yang dapat memunculkan berbagai alat canggih dari masa depan seperti baling-baling bambu, pintu ajaib dan lain-lain. Setiap Nobita mengalami kemalangan, Doraemon akan hadir dan menolong Nobita. Sayang, walaupun sudah mendapat bantuan dari Doraemon, sifat malas dan ceroboh Nobita kadang membawa bencana bagi Nobita sendiri. Alat-alat canggih dari Doraemon pun terkadang tidak dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya.

Stand Doraemon 2

Stand Doraemon 4

Stand Doraemon 14

Kalau saya perhatikan, fokus dari Stand by Me Doraemon (2014) adalah bagaimana supaya Nobita dapat menikahi Shizuka di masa depan. Bagimana dengan perusahaan Nobita di masa depan yang hancur? Apakah itu ikut berubah juga? Bukankah awal mula kedatangan Sewashi adalah dikarenakan lilitan hutang dari kehancuran perusahaan Nobita tersebut bukan?

Sayang sekali, banyak hal-hal yang tidak dijelaskan pada Stand by Me Doraemon (2014). Meskipun memang ada momen lucu dan momen sedih yang menguras air mata, akhir dari Stand by Me Doraemon (2014) kurang memenuhi ekspektasi saya. Saya pikir Stand by Me Doraemon (2014) akan mengisahkan petualangan Doraemon dari awal sampai akhir. Memang Doraemon adalah sebuah karakter yang kisahnya tidak memiliki ending resmi, tapi sebelum wafat, Fujio F. , pengarang Doraemon, sudah mempersiapkan 3 alternatif ending bagi kisah petualangan Doraemon. Alternatif yang pertama adalah baterai Doraemon habis sehingga Doraemon tidak dapat berinteraksi lagi dengan Nobita. Alternatif yang kedua adalah ternyata selama ini Nobita berhalusinasi dan Doraemon hanyalah tokoh khayalannya saja. Alternatif yang ketiga adalah Nobita mengalami kecelakaan dan meninggal dunia, Doraemon ingin memasukkan Nobita ke dalam surga. Alternatif yang kedua sangatlah gelap dan alternatif yang ketiga terlalu aneh, kisah fantasi kok bawa-bawa surga segala. Naaah alternatif yang pertamalah yang saya suka karena lebih sesuai dengan format cerita Doraemon sebagai cerita bagi semua umur. Saya pikir Stand by Me Doraemon (2014) akan memberikan sebuah ending, entah ending alternatif dari Fujio atau ending versi baru. Weleh-weleh ternyata saya salah, Stand by Me Doraemon (2014) hanya mengisahkan bagaimana Doraemon membantu Nobita agar kelak Nobita di sama depan dapat menikahi Shizuka.

Stand Doraemon 11

Stand Doraemon 13

Stand Doraemon 12

Stand Doraemon 3

Stand Doraemon 8

Namun bagimanapun juga dengan menonton Stand by Me Doraemon (2014) saya kembali ingat akan masa-masa kecil saya, masa-masa dimana saya menonton film kartu serial Doraemon di rumah orang tua saya yang lama. Menurut saya pribadi, Stand by Me Doraemon (2014) layak untuk mendapat nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan” :).

Sumber: doraemon-3d.com

Echo to Earth (2014)

Earth to Echo 1

Pada musim liburan kali ini, hadir kembali film ber-genre petualangan anak-anak yang berjudul Echo to Earth (2014). Film ini sebenarnya memiliki kisah yang senada dengan film E.T. (1982), pertemanan antara anak manusia dengan mahluk luar angkasa atau alien. Hanya saja, Echo to Earth (2014) menggunakan format found footage seperti yang pernah dilakukan Josh Tank pada Chronicle (2012). Seperti film dokumenter, cerita dikisahkan melalui rekaman-rekaman dari kamera yang dibawa oleh para pemeran atau media lain yang berhasil merekam cerita tersebut.

Earth to Echo 6 Earth to Echo 11 Earth to Echo 4

Pada Echo to Earth (2014), sebagian besar cerita didapat dari kamera yang dibawa oleh Alex (Teo Halm), Tuck (Brian Bradley) dan Munch (Reese Hartwig). Ketiga sahabat ini tanpa disengaja menemukan sebuah sinyal pengganggu yang pusatnya ada di tengah-tengah gurun Nevada. Walaupun lumayan jauh, mereka akhirnya berangkat menyelidiki apa yang terjadi di sana dengan menggunakan sepeda. Berhubung masih di bawah 18 tahun, sepeda memang adalah satu-satunya kendaraan yang dapat mereka gunakan untuk mencapai tempat tersebut. Mereka berangkat pada hari terakhir mereka tinggal di 1 komplek yang sama. Komplek tempat Alex, Tuck & Munch tinggal akan digusur untuk proyek pembangunan jalan raya. Masing-masing keluarga sudah memiliki tempat tinggal di tempat lain & sudah siap untuk pindah, ketiga sahabat ini akan terpisahkan oleh jarak, entah persahabatan mereka akan bertahan bila mereka sudah tinggal berjauhan. Petualangan ke Gurun Nevada bisa jadi merupakan petualang terakhir mereka.

Earth to Echo 8

Apa yang mereka temukan di gurun tersebut? Mereka menemukan suatu mahluk misterius dari luar angkasa yang mereka namakan Echo. Alex, Tuck & Munch akhirnya menjalin persahabatan dengan Echo dan memutuskan untuk membantu Echo pulang ke planetnya. Echo memasukkan peta ke dalam handphone yang dibawa Alex, Tuck & Munch. Peta tersebut memuat beberapa lokasi dari material yang Echo butuhkan untuk membangun suatu alat, alat yang dapat membantu Echo pulang. Dalam perjalannya, mereka bertemu dengan Emma (Ella Wahlestedt), teman satu sekolah Alex, Tuck & Munch yang akhirnya ikut bergabung untuk membantu Echo pulang. Perjalanan keempat anak tersebut tidaklah mudah karena mereka harus menghindari agen rahasia pemerintah yang ingin menangkap Echo.

Earth To Echo

Earth to Echo 10 Earth to Echo 7 EARTH TO ECHO

Earth to Echo 5 Earth to Echo 2

Agak klise, film-film dengan tema seperti Echo to Earth (2014) pasti akan menjadikan agen pemerintah sebagai tokoh antagonis. Pemerintah pasti dikisahkan ingin membedah Echo atau menjadikan Echo sebagai objek eksperimen. Tidak hanya itu, jalan cerita Echo to Earth (2014) pun agak sederhana dan mudah ditebak, mungkin karena Echo to Earth (2014) memang merupakan film untuk segala umur termasuk anak-anak. Bagi anak-anak, Echo to Earth (2014) merupakan tontonan yang bagus dan mendidik karena mengajarkan mengenai persahabatan dan kesetiaan antar mahluk hidup tanpa memandang perbedaan yang ada. Tapi bagi saya, Echo to Earth (2014) agak membosankan dan hanya dapat memperoleh nilai 2 dari skala maksimum 5 yang artinya “Kurang Bagus”.

 Sumber: callhimecho.com

Maleficent (2014)

Maleficent 1

Hari sabtu lalu, saya dan istri menonton film Maleficent (2014) yang merupakan film untuk segala umur, filnya Disney gitu loooh ; ). Setelah 2 minggu berturut-turut menonton film action yang ke-laki-laki-an, saatnya gantian menonton film yang diambil dari dongeng. Dongeng? Dongeng Maleficent? Dongeng Putri Tidur atau Sleeping Beauty yang merupakan ciptaan dari Disney pada tahun 1959.

Kali ini Disney mengambil alur dan pendekatan yang berbeda dan kreatif dari dongeng lawas tersebut. Maleficent sendiri adalah nama dari karakter antagonis pada Sleeping Beauty (1959). Nah pada Maleficent (2014) ini, jalan cerita dilihat dari sisi Maleficent yang diperankan dengan apik oleh angelina Jolie.

Maleficent 6

Maleficent 11 Maleficent 4

Cerita Maleficent (2014) diawali dengan bagaimana Maleficent kecil yang kemudian tumbuh menjadi peri terkuat di Hutan Moor. Hutan Moor adalah sebuah wilayah yang penuh dengan sihir dan peri. Di samping Hutan Moor, terdapat wilayah yang dikiasai oleh manusia dengan raja yang haus akan kekuasaan.

Maleficent 8 Maleficent 2

Keserakahan manusia membuat Maleficent yang awalnya baik hati berubah menjadi jahat. Maleficent melampiaskan kebenciannya dengan mengutuk Putri Aurora (Elle Fanning), putri Raja Stefan (Sharlto Copley). Hhhmmmm kalau di film atau cerita Sleeping Beauty original, Raja Stefan digambarkan sebagai raja yang sayang anak dan baik hari, well pada film Maleficent ini justru sebaliknya. Sejahat-jahatnya Maleficent, masih lebih jahat Raja Stefan.

MALEFICENT

Maleficent yang memang pada dasarnya baik hati pun justru menjalim hubungan yang semakin baik dengan Putri Aurora. Lama kelamaan rasa sayang pun tumbuh antara Meleficent dengan anak kecil yang ia kutuk. Akankah Maleficent insyaf? Ataukah Maleficent (2014) akan memiliki akhir yang sama seperti Sleeping Beauty (1959)?

Maleficent 5 MALEFICENT

Maleficent 13Maleficent 7Maleficent 10 Maleficent 9

Rasanya Maleficent (2014) hanya meminjam nama sekaligus sedikit alur cerita Sleeping Beauty (1959). Sifat-sifat karakternya sendiri berbeda, tentunya jalan ceritanya pun tidaklah sama persis. Maleficent (2014) bukanlah Sleeping Beauty (1959), Maleficent (2014) adalah film yang berbeda. Saya tidak masalah dengan perbedaan jalan cerita, tidak masalah kalau jalan cerita sebuah film berbeda dengan cerita versi novel atau dongengnya asalnya hasilnya dapat lebih bagus ;). Nah untuk Maleficent (2014), saya sendiri hanya dapat memberi nilai 2 dari skala maksimum 5 yang artinya “Kurang Bagus”. Sleeping Beauty termasuk dongeng yang membosankan, dari dulu saya memang kurang suka dengan kisah Sleeping Beauty. Maleficent (2014) rasanya lebih logis dan manusiawi ketimbang cerita Sleeping Beauty original, namun jalan ceritanya masih tetap terlalu sederhana, datar dan membosankan bagi saya. Walaupun demikian, Maleficent (2014) saya rekomendasikan untuk ditonton bersama dengan keluarga, cocok untuk segala umur dn memiliki sebuah nilai yang dapat dipetik. Cinta sejati pasti selalu ada dan mampu mengalahkan rasa benci yang ada di dalam dada :).

Sumber: movies.disney.com/maleficent

Godzilla (2014)

Godzilla 1

Godzilla atau Gojira (ゴジラ) sebenarnya adalah tokoh monster raksasa yang diciptakan oleh Inhiro Honda pada tahun 1954. Sejak itu, Godzilla semakin mendunia dan hadir dalam bentuk film, novel sampai video game. Godzilla sebenarnya adalah gabungan dari gorila & ikan hiu, kemampuan bertarungnya di darat bagaikan gorila, kemampuannya untuk berenang dan menjadikan laut sebagai habitatnya bagaikan ikan hiu. Tapi baik ikan hiu maupun gorila tentunya tidak ada yang dapat mengeluarkan laser dari mulut, hanya Godzilla yang bisa tentunya. Bentuk dan ukuran Godzilla pun lebih mirip dinosaurus atau mahluk sejenis purba. Godzilla kadang digambarkan sebagai mahluk perusak, kadang sebagai mahluk pelindung. Nah pada film Godzilla (2014) yang baru saya tonton akhir pekan lalu, rasanya Godzilla digambar sebagai mahluk perusak sekaligus sebagai mahluk pelindung.

Godzilla 4

Cerita diawali dengan cuplikan bagaimana manusia berusaha untuk membuduh Godzilla. Berbagai uji coba senjata nuklir yang pemerintah lakukan ternyata merupakan upaya pemerintah untuk membunuh Godzilla. Pemberitaan mengenai Godzilla ditekan agar tidak naik ke permukaan, toh Godzilla sendiri lebih senang menyendiri di bagian laut yang sangat dalam, mendekati inti Bumi, tidak naik ke permukaan tempat banyak manusia tinggal.

Keadaan damai ini terusik ketika sebuah mahluk purba misterius lain menetas & memporakporandakan Hawaii, Las Vegas, San Francisco dan beberapa kota lain yang dilewati. Syukurlah tidak ada Indonesia yaaa :P. Mahluk purba ini disebut MUTO (Massive Unidentified Terrestrial Organism). Bentuknya sebesar Godzilla, namun habitatnya tidak di air, MUTO berkeliaran mencari nuklir. Nuklir? Ya, nuklir, kalau saya senang makan pizza atau ayam, well MUTO senang makan nuklir, kami memiliki selera yang jauh berbeda :’P.

Godzilla 10

Lha terus Godzilla ngapain? Yaaa si Godzilla-nya datang ke permukaan untuk memburu MUTO tanpa alasan yang jelas, tokoh profesor pada film ini hanya mengatakan bahwa Godzilla memiliki insting untuk memburu MUTO, seleksi alam. Godzilla datang membawa keseimbangan. Alasan yang menurut saya kurang ok, Godzilla toh tidak makan MUTO, begitu pula sebaliknya. Setahu saya, kalau ada binatang memburu binatang lain yoo pasti buat dimakan, bukan buat iseng-iseng saja, aneh :P.

Godzilla 2 Godzilla 9

Sudah dapat ditebak, Godzilla (2014) sopasti didukung oleh special effect yang mantab karena film ini harus menampilkan Godzilla & MUTO yang besaaaaaaar sekali. Sayang, pertarung keduanya kurang seru, mungkin kalau jaman dulu seru yaaa. Di sela-sela pertempuran Godzilla & MUTO hadir drama beberapa tokoh yang berjuang untuk menghancurkan MUTO & Godzilla, tentunya disertai dengan cerita mengenai keluarganya dan lain-lain. Yaaaaa menurut saya hadirnya tokoh-tokoh ini agak datar yaaa, flat, tidak ada gregetnya.

Godzilla 12

Godzilla 7 Godzilla 8 Godzilla 5 Godzilla 11 Godzilla 3

Kisah Godzilla (2014) ini relatif mudah ditebak dan begitu-begitu saja. Olehkarena itulah saya hanya dapat memberi Godzilla (2014) nilai 2 dari skala maksimum 5 yang artinya “Kurang Bagus”. Bolehlaaaa untuk dijadikan hiburan bagi anak-anak, tapi tidak bagi saya :D.

Sumber: http://www.godzilla-movies.com/