Serial Larva

Kali ini saya akan membahas salah satu film seri animasi asal Korea Selatan yang saat ini sedang banyak diputar di TV lokal kita yaitu Larva. Tokoh utama film ini ada 2 ekor ulat mungil yang pada awalnya hidup di tengah kota New York. Kesuksesan serial ini menarik perhatian Netflix sehingga mereka mereka “mengambil” Larva dan mengubah latar belakang serial ini menjadi sebuah pulau.

Keunikan dari serial ini tentunya adalah bagaimana kedua tokoh utama berinteraksi di tengah-tengah lingkungan yang seolah-olah besar, padahal aslinya kecil. Red dan Yellow adalah 2 ulat yang menjadi tokoh utama pada serial ini. Red yang berbadan mungil, bersifat pemarah dan serakah. Sedangkan Yellow adalah ulat yang selalu bahagia dan cuek, tapi agak jorok. Nah kejorokan Yellow-lah yang sering membuat saya tertawa. Yellow sering munggunakan kentut dan ingus untuk hal yang aneh-aneh :’D. Selain itu, Larva sering kali mengambil latar belakang yang memang kotor sifatnya, seperti tong sampah, kotak bekas makanan dan lain-lain. Hal inilah yang membuat Larva, relatif kurang cocok ditonton sendirian oleh anak kecil. Sebaiknya ada orang dewasa yang mendampingi dan memberi bimbingan.

Humor gelap dan slapstick pada serial ini tentunya tidak baik apabila mentah-mentah ditiru oleh anak-anak. Tapi sejujurnya, humor gelap dan slapstick yang dihadirkan Larva sukses menghibur saya. Biasanya saya kurang suka dengan slapstick, tapi slapstick yang ditampilkan Larva, memang terbilang lucu. Larva sukses besar kalau dilihat dari sisi hiburan. Tapi pesan moral yang ditampilkan yaaaa memang relatif minim.

Walaupun menghadirkan beberapa adegan yang kurang pas untuk ditonton anak kecil sendirian, Larva masih layak untuk ditonton anak-anak kok. Tidak ada adegan sadis atau porno di sana. Slapstick yang dihadirkan jauh dari kata parah kalau dibandingkan denga Tom & Jerry atau Oggy and the Cockroaches. Film kartun yang satu ini memiliki rentang umur pemirsa yang cukup lebar. Tua dan muda pasti tertarik dan tidak kebosanan ketika menonton Larva. Saya rasa Larva pantas untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”.

Sumber: http://www.larva.re.kr

Iklan

The Shawshank Redemption (1994)

The Shawshank Redemption 1

Setelah beberapa hari yang lalu saya membahas mengenai Escape Plan (2013), kali ini saya akan membahas film yang bertemakan penjara lagi, Shawshank Redemption (1994) judulnya. Tapi, film ini lebih kental muatan dramanya. Latar belakangnya pun tahun 1940-an sampai 1960-an, jadul sekali yah hehehehe.

Judul dari film ini mengambil nama dari nama penjara yang sangat dominan menjadi latar belakang film ini. Mayoritas kejadian yang dikisahkan pada Shawshank Redemption (1994) terjadi di dalam penjara Shawshank.

The Shawshank Redemption 3

The Shawshank Redemption 2

The Shawshank Redemption 11

Alkisah pada suatu pagi penjara Shawshank kedatangan sekelompok narapidana baru, Andy Dufresne (Tim Robbins) adalah salah satunya. Ia divonis hukuman penjara seumur hidup atas kasus pembunuhan istri dan kekasih gelap istrinya. Di dalam penjara Shawshank, Andy harus menghadapi berbagai masalah seperti pemerkosaan napi oleh sesama napi, penjaga penjara yang kejam, fasilitas perpustakaan yang memprihatinkan, nasib napi yang keluar penjara di usia senja, korupsi sampai pencucian uang.

The Shawshank Redemption 5

The Shawshank Redemption 8

The Shawshank Redemption 6

The Shawshank Redemption 4

Dengan didukung oleh Ellis Boyd “Red” Redding (Morgan Freeman), Andy berhasil melewati masalah-masalah tersebut dengan cara yang anggun, keren, tidak 100% dengan jalan kekerasan, tapi lebih banyak menggunakan kecerdikan dan ketekunan Andy.

The Shawshank Redemption 9

The Shawshank Redemption 10

The Shawshank Redemption 7

Masalah-masalah yang diangkat Shawshank Redemption (1994) terlihat masuk akal dan menarik untuk diikuti. Pelajaran yang Shawshank Redemption (1994) berikan terkait harapan pun termasuk hal yang langka dan berhasil dikemas dengan apik sehingga tidak membosankan. Biasanya saya mengantuk kalau menonton film drama, tapi tidak untuk Shawshank Redemption (1994), saya tidak mengantuk walaupun durasinya tergolong lama :’D. Oleh karena itulah Shawshank Redemption (1994) layak untuk mendapatkan nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus” :).

Sumber: http://www.shawshankredemption.org

Renyah-Renyah Gurih Ayam Goreng Khas Korea-nya Kyochon

Kyochon 2

Satu lagi restoran ayam goreng ala Korea Selatan yang membuka cabang di gedung tempat saya bekerja, Kyochon namanya. Dengam berbekal voucher diskon Groupun, beberapa hari yang lalu saya berkunjung ke restoran Korea tersebut. Restoran apakah Kyochon itu? Kyochon berdiri pada tahun 1991 di Korea Selatan dan menyajikan ayam goreng sebagai menu andalannya. Sayap dan paha adalah bagian ayam goreng yang disajikan Kyochon. Kita dapat memilih apakah sayap/paha ayam tersebut mau dibumbui original atau merah/red atau madu/honey. Ayam bumbu original terasa garing, kering dan asin-asin guruh serta sedikit beraroma bawang. Ayam bumbu madu pada dasarnya adalah ayam bumbu original yang dilumuri cairan kental yang cukup manis seperti madu. Ayam bumbu merah juga merupakan ayam bumbu original yang dilumuri oleh bumbu merah yang terasa manis-manis pedas. Baik ayam bumbu madu maupun ayam bumbu merah tidak kehilangan rasa gurih, gurihnya seperti ayam bumbu original namun tidak seasin ayam bumbu original. Saya pribadi paling doyan dengan ayam bumbu merahnya, yummmm ; ).

Kyochon mengklaim bahwa semua hidangan yang disajikan Kyochon menggunakan bahan baku yang segar, berkualitas, tidak mengandung babi dan rendah lemak. Kok bisa rendah lemak? Karena digoreng agak lama dan digoreng dengan menggunakan minyak canola. Awalnya saya menduga bahwa Kyochon adalah fastfood, ternyata saya salah. Setelah kita selesai memesan menu di Kyochon, kita harus menunggu beberapa saat dulu sebab menu yang kita pesan baru dimasak. Yaaa pantaslah kalau harus menanti sekitar 30 menit untuk seporsi ayam goren ala Kyochon. Tapi penantian tersebut tidaklah percuma, ayam yang disajikan memang terasa segar dan bumbunya pun terasa, tidak tawar atau hambar, pokoke cucoklah dengan lidah Indonesia saya.

Kyochon 4

Ayam Bumbu Madu, Original & Merah.

Selain hidangan ayam goreng yang ok, Kyochon sebenarnya menyajikan menu lain juga seperti kimchi soup, rice cake soup, mandarin chicken salad, green salad, galbi chicken steak with kimchi fried rice, aneka minuman dan lain-lain.

Kyochon 3

Jus Jeruk

Berminat mencicipi hidangan di atas? Silahkan datang ke cabang Kyochon di Jakarta yang baru ada 3 yaitu:

  1. Mall Pacific Place Lt.4 Unit 4-57,69. Jl. Jendral Sudirman Kav. 52-53, Jakarta. Telp. (021) 57973183.
  2. Mall Kota Kasablanka, Food Society Lv. UG Unit FSU10B. Jl. Casablanca Raya Kav. 88, Jakarta Selatan. Telp. (021) 29626169.
  3. Gandaria City, Mainstreet Lv. UG unit MU29-30. Jl. Sultan Iskandar Muda, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Telp. (021) 29236448.

Kyochon 5

Kyochon 1

Bagian Dalam Kyochon

Tempatnya nyaman dan ada banyak foto-foto artis Korea kurus yang kurang saya kenal namanya, yaaah para penggemar K-Pop sepertinya pasti tahu & mengenal siapa artis itu.
Menilik kunjungan saya ke Kyochon di atas, saya rasa Kyochon layak mendapat nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak”, rasanya agak berimbang dengan harganya ;).