Serial Paw Patrol

Film seri anak Paw Patrol bercerita mengenai petualangan Ryder (Jaxon Mercey) dan keenam anjingnya. Keenam anjing Ryder dapat berbicara dan dilengkapi oleh tas punggung dan kendaraan super canggih. Masing-masing anjing memiliki spesialisasi tertentu, jadi kendaraan dan perlengkapan yang mereka bawa tidaklah sama. Ada Chase (Max Calinescu) yang keahliannya terkait polisi dan mata-mata. Lalu ada Marshall (Drew Davis) yang keahliannya terkait pemadam kebakaran dan paramedis. Kemudian ada Skye (Kallan Holley) yang keahliannya terkait dunia penerbangan. Turut serta ada Zuma (Alex Thorne) yang keahlianya terkait wilayah perairan. Lalu ada Rubble (Devan Cohen) yang keahliannya terkait konstruksi. Terakhir ada Rocky (Samuel Faraci) yang keahliannya terkait daur ulang. Pada perkembangan cerita selanjutnya, terdapat pula beberapa anjing lain yang membantu Ryder seperti Everest (Berkley Silverman) yang keahliannya terkait salju dan Tracker (David Lopez) yang keahliannya terkait kehutanan. Paw Patrol memang mengambil latar belakang sebuah dunia dimana anjing-anjing dapat berbicara dan memiliki keahlian tertentu untuk membantu manusia yang memeliharanya.

Memang apa sih yang sehari-hari Ryder lakukan? Ryder melakukan segala jenis pertolongan, mulai dari mengantarkan peliharaan yang hilang, menolong kucing yang terjebak di atas pohon, sampai mencari benda yang hilang. Jadi film ini lebih fokus ke arah “menolong”. Bukan menumpas kejahatan seperti film superhero atau polisi-polisian. Kalaupun ada tokoh antagonis, itupun minor dan tidak nampak terlalu jahat.

Ceritanya cukup mendidik, aman ditonton anak kecil dan mudah dipahami. Tapi, kadang cerita yang Paw Patrol angkat seakan terkesan memudahkan dan sedikit asal-asalan. Saya sering sekali menemukan “lubang-lubang” di dalam ceritanya. Ok saya tahu target penonton Paw Patrol memang anak kecil dan dunia Paw Patrol adalah dunia khayalan. Tapi mbok ya alur logika berfikirnya jangan terlalu melompat. Contoh ya, misalkan Paw Patrol harus mengantarkan kucing ke kota. Jalan ke kota ada ke kiri dan ke kanan. Mereka dikisahkan, memilih untuk belok kiri tanpa alasan yang jelas. Ada apa kalau belok kanan tidak dikisahkan dengan gamblang padahal jalan ke kanan itu lebih dekat dan aman, aneeeeeeeh.

Tapi, bagaimanapun juga, animasi yang lucu dan menarik berhasil memikat anak sehingga serial anak yang satu ini berhasil menjadi salah satu serial favorit anak saya :’D. Paw Patrol layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”.

Sumber: http://www.pawpatrol.com

Iklan

Don’t Breathe (2016)

Jangan bernafas atau tahan nafas, kenapa kok film yang satu ini judulnya begitu? Don’t Breathe (2016) ternyata merupakan film horor dimana tokoh utamanya terperangkap di dalam rumah seorang veteran tentara. Lawan mereka bukan setan kok, hanya seorang pria tua yang buta….

Kisah pada film ini diawali dengan rencana pencurian yang akan dilakukan oleh Rocky (Jane Levy), Alex (Dylan Minnette) dan Money (Daniel Zovatto). Mereka hendak masuk dan mencuri harta benda milik Norman Nordstrom (Stephen Lang), seorang mantan tentara yang buta dan tinggal di sebuah lingkungan yang kumuh, rawan dan sepi. Norman menjadi target karena kabarnya Norman baru saja memperoleh uang ganti rugi dari keluarga kaya yang tidak sengaja membunuh puteri Norman. Selain itu, Norman adalah tunanetra yang hidup sendirian di rumahnya, waaahhh sepertinya Norman adalah sasaran empuk nih.

Rocky dan kawan-kawan salah besar, ternyata Norman itu seperti Zatoichi atau Si Buta Dari Goa Hantu, apalagi tempat tinggal Norman itu miskin pencahayaan, sangat menguntungkan Norman yang sehari-hari mengandalkan indra pendengarannya yang superrr sekali :’D. Rocky, Alex dan Money harus bergerak dengan hati-hati dan pelan-pelan, bernafaspun harus pelan-pelan kalau mau selamat dari Norman.

Di dalam rumah Norman, Rocky dan kawan-kawan menemukan sisi gelap dari Norman yang tidak banyak orang ketahui. Bukan hanya memiliki kemampuan tempur yang mumpuni, Norman ternyata menyimpan sesuatu yang buruk di dalam rumahnya, sesuatu yang cukup mengejutkan :’D. Norman ternyata memang bukan orang yang 100% baik, tapi apakah Rocky dan kawan-kawan lebih baik dari Norman? Mau bagaimanapun juga, mencuri bukanlah hal yang benar. Pada Don’t Breathe (2016) terlihat seolah-olah, si maling itu orang baik dan si buta adalah orang jahat. Penggambaran latar belakang keluarga Rocky yang berantakan rasanya ditampilkan untuk menjustifikasikan aksi kriminal dari Rocky. Padahal baik si maling maupun si buta, mereka semua sama-sama kotor. Hanya karena si buta fisiknya kurang ganteng, bukan berarti dia lebih buruk dari Rocky yang cantik lhooo.

Melihat aksi kejar-kejaran di dalam rumah Norman terbilang cukup seru meskipun ada beberapa bagian yang sedikit tidak masuk akal dan plotnya terkesan agak melompat-lompat. Kejutan akan aksi kotor si buta terbilang psikopat sekaligus menyedihkan :’D. Dengan demikian rasanya Don’t Breathe (2016) layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”.

Sumber: sites.sonypictures.com/dontbreathe/site/