Happy Death Day (2017)

 

Happy Death Day (2017) secara mengejutkan sempat merajai tangga box office beberapa minggu yang lalu, mengalahkan beberapa film dengan pemain ternama dan anggaran yang besar.  Film yang diproduksi oleh Universal Studio ini merupakan gabungan antara Scream (1996) dan Groundhog Day (1993). Di sana terdapat nuansa film slasher remaja yang sempat populer di era 90-an yang dipadukan dengan terjebaknya Tree Gelbman (Jessica Rothe) di dalam sebuah putaran waktu.

Pada suatu pagi, Tree terbangun di dalam kamar asrama milik Carter Davis (Carter Broussard). Tree menjalani hari tersebut sampai akhirnya ia tewas dibunuh sosok misterius yang menggunakan topeng bayi, maskot kampus tempat Tree kuliah. Setelah tewas, Tree kembali terbangun di pagi hari, di dalam kamar asrama milik Carter, di hari ulang tahunnya. Kejadian ini sepertinya akan terus Tree alami berulang-ulang sampai ia menemukan sosok misterius yang berulang kali berhasil membunuhnya.

Aksi kejar-kejaran antara Tree dan si pembunuh, menggunakan bantuan lagu dan suara agar nampak mengejutkan. Andaikata kita menonton Happy Death Day (2017) tanpa suara, praktis film ini tidak terlalu mengejutkan. Yaaa tak apalah, paling tidak film ini bukan termasuk film horor yang menjijikan.

Slasher merupakan subkategori dari jenis film horor, tapi terus terang tipe film horor seperti ini relatif lebih saya suka ketimbang tipe film horor lainnya. Aroma film slasher memang relatif kental terasa pada Happy Death Day (2017). Seperti film slasher di era 90-an, misteri akan siapa si pembunuh, tetap mampu membuat penonton penasaran. Latar belakang ala film slasher remaja pun nampak jelas pada film ini, mulai dari lorong gelap, rumah sakit sampai parkiran kosong. Akhir filmnya pun cukup memuaskan dengan sebuah kejutan di belakang. Tapi saya lihat ada hal yang membedakan Happy Death Day (2017) dengan berbagai film slasher yang pernah saya lihat yaitu penggunaan looping waktu dan terlihatnya unsur komedi romantis di sana.

Dengan adanya perulangan waktu, semakin lama, penonton dapat melihat siapa Tree yang sebenarnya. Karakter Tree yang pada awalnya nampak “brengsek”, perlahan mulai “insaf” dan memiliki ketertarikan dengan Carter. Alasan mengapa Tree menjadi “brengsek” pun dimunculkan di saat yang tepat sehingga Happy Death Day (2017) nampak semakin menarik untuk ditonton. Sayang, sampai akhir film, terdapat beberapa hal yang belum terjawab. Apa sih yang tidak terjawab? Saya tidak akan membeberkan spoiler di sini hehehe.

Setelah menonton Happy Death Day (2017), saya tak heran film ini berhasil merajai tangga box office beberapa minggu yang lalu. Happy Death Day (2017) layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”.

Sumber: http://www.happydeathdaymovie.com

Iklan

Passengers (2016)

Passengers (2016) dapat dikatakan sebagai termasuk film dengan trailer paling menggoda. Disana sekilas terlihat bahwa Jim Preston (Cris Pratt) dan Aurora (Jennifer Lawrence) terdampar di sebuat pesawat luar angkasa. Semua penumpang tersebut masih tidur manis di dalam kapsul tidur masing-masing. Saya pikir Passengers (2016) akan mengisahkan misteri kenapa kok hanya mereka berdua saja yang terbangun? Ada konspirasi atau mahluk luar angkasakah di sana?

Ow ow ow, saya salah besar. Passegers (2016) ternyata bukan film thriller atau misteri. Saya rasa film ini termasuk film drama romantis dengan balutan fiksi ilmiah lengkap dengan visual yang apik. Drama yang dihasilkan terbilang biasa-biasa saja, saya tidak melihat sesuatu yang wow di sana. Alasan kenapa Jim dan Aurora terbangun dari kapsul tidur mereka bukanlah misteri besar karena semua sudah diceritakan dengan runut, otomatis tidak ada kejutan di sana.

Rasanya Passegers (2016) masih layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Bagi pecinta drama romantis, silahkan tonton Passengers (2016), jangan salah sangka seperti saya yaaa, trailer-nya sesat nih hehehehh.

Sumber: http://www.passengersmovie.com

Fifty Shades of Gray (2015)

Grey 0

Fifty Shades of Grey (2015) bercerita mengenai pertemuan antara Anastasia Steele (Dakota Johnson), seorang mahasiswi jurusan sastra yang masih innocent dan polos, dengan Christian Grey (Jamie Dornan), seorang pengusaha muda yang kaya raya, sukses, tampan dan penuh misteri. Kisah percintaan Anastasia dan Grey agak unik karena Grey ternyata memiliki kebiasaan seks yang agak menyimpang dan tabu, Grey adalah seseorang yang gemar melakukan sadomasokisme ketika sedang berhubungan seks. Kalau saya lihat di wikipedia, sadomasokisme adalah tindakan memberi atau menerima kenikmatan dengan cara menyebabkan atau menderita rasa sakit dan atau rasa malu. Grey pun memiliki banyak sekali aneka alat penyiksa seks di dalam 1 ruangan khusus demi mendukung hobinya.

Grey 4

Grey 1

Berbeda dengan Grey, Anastasia masih perawan dan sama sekali tidak tahu akan sadomasokisme. Grey-lah yang memperkenalkan Anastasia pada dunia sadomasokisme.
Hubungan Anastasia dan Grey dihambat oleh peraturan-peraturan tak wajar yang Grey ajukan. Karena sudah terlanjur jatuh hati, Anastasia rela mempertimbangkan untuk menerima peraturan-peraturan tersebut. Semakin hari, Grey semakin suka dengan Anastasia. Ia juga mencium keengganan Anastasia untuk menyetujui peraturan-peraturan yang ia ajukan. Nah disinilah terjadi tarik ulur yang mewarnai Fifty Shades of Gray (2015) yang katanya termasuk film romantis erotis ini.

Grey 5

Romantis? Menurut saya pribadi tidak. Erotis? Mungkin, tapi tidak terlalu. Adegan dewasanya memang ada tapi tidak terlalu banyak dan tidak terlalu vulgar, porsinya disesuaikan untuk menunjukkan sadomasokisme yang Grey dan Anastasia lakukan, jadi jangan samakan Fifty Shades of Gray (2015) dengan film porno ;).

Grey 6

Masalahnya penggambaran sadomasokisme pada Fifty Shades of Gray (2015) dapat merusak jalan pikiran generasi muda yang masih labil dan suka coba-coba. Kalau sebuah bangsa mau dihancurkan, hancurkanlah generasi mudanya. Terlalu berlebihan? Mungkin ya, mungkin tidak.

Grey 2

Saya dibesarkan di lingkungan dengan budaya ketimuran dan sedikit banyak tahu agama. Bagi saya pribadi, maaf, rasanya Fifty Shades of Gray (2015) hanyalah kisah tentang eksploitasi wanita. Grey hanyalah seorang predator seks yang ingin memangsa Anastasia. Ketampanan, kekuasaan dan kekayaan duniawi, Grey jadikan senjata untuk mentransformasi Anastasia dari wanita terhormat menjadi budak seks.

Saya setuju dengan keputusan pemerintah yang melarang Fifty Shades of Gray (2015) untuk masuk ke bioskop-bioskop Indonesia. Sebenarnya ada negara-negara lain juga yang melarang Fifty Shades of Gray (2015). Film yang diadaptasi dari buku karangan E. L. James dengan judul yang sama ini memang sudah menuai kontroversi sejak awal. E. L. James alias Erika Mitchell menulis cerita tersebut di sebuah situs bagi para penggemar Twilight. Just info, Twilight adalah buku karangan Stephenie Meyer mengenai kisah cinta antara Bella Swan dan seorang vampir yang bernama Edward Cullen, Twilight sangat populer dan versi film layar lebarnya sudah pernah hadir di bioskop-bioskop Indonesia. Cerita yang E. L. James tulis dinilai terlalu erotis dan terlalu menyimpang dari jalan cerita Twilight, bukah situs tempat E. L. James merupakan situs bagi penggemar Twilight? Maka E. L. James kemudian memindahkan cerita karangannya ke dalam sebuah buku novel erotis yang berjudul Fifty Shades of Grey. Karena berawal dari cerita di situs penggemar Twilight, maka terdapat kemiripan pada karakter utamanya. Bella mirip dengan Anastasia, sama-sama wanita baik-baik yang kalem. Edward dan Grey sama-sama pria tampan yang penuh misteri gelap. Bedanya adalah Edward merupakan seorang vampir penghisap darah, sedangkan Grey memiliki perilaku seks yang menyimpang. Keoriginalan kisah cinta Anastasia dan Grey memang sudah menjadi perdebatan sejak dahulu.

Namun bagaimana pun juga, versi novelnya laris manis, versi filmnya pun masuk ke dalam jajaran box office Amerika. Padahal menurut saya, jalan cerita Fifty Shades of Grey (2015) sangat membosankan. Ending-nya pun tidak jelas, yaaaaah begitu saja. Maaf bagi para penggemar Mas Grey di luar sana, menurut saya Fifty Shades of Grey (2015) pantas untuk mendapat nilai 1 dari skala maksimum 5 yang artinya “Buruk Sekali”. Film ini termasuk film terburuk yang pernah saya tulis, hohoho.

Sumber: http://www.fiftyshadesofgreymovie-intl.com/ww/

There’s Something About Mary (1998)

Something About Mary 1

There’s Something About Mary (1998) adalah film komedi romantis yang hadir ketika saya masih SMA dulu. Film ini mengisahkan bagaimana Mary Jensen (Cameron Diaz) menemukan cinta sejatinya. Wah ini adalah masa-masanya ketika Cameron Diaz masih muda, hehehe.

Something About Mary 5

Something About Mary 8

Tokoh yang Cameron perankan, Mary adalah gadis cantik yang menjadi rebutan beberapa pria yaitu Ted Stroehmann (Ben Stiller), Matt Dillon (Pat Healy) dan Lee Evans (Norm Phipps). Berbagai taktik dipergunakan untuk menawan hati Mary mulai dari pura-pura cacat, menipu dan memfitnah pesaing. Berbagai peristiwa lucu pun hadir akibat berbagai taktik licik para pria tersebut.

Something About Mary 7 Something About Mary 6 Something About Mary 2 Something About Mary 3

Something About Mary 4

Untunglah paling tidak ada 1 karakter pria yang tingkat kelicikannya relatif kecil sehingga paling tidak ada seseorang yang para penonton harapkan untuk dapat menawan hati Mary. Namun akankah ia berhasil menawan hati Mary? Pertanyaan ini hanya akan terjawab pada bagian akhir dari There’s Something About Mary (1998), akhirnya cukup tak terduga, saya suka bagian akhir film yang satu ini. Aroma komedi romantis begitu kental terasa pada film ini. There’s Something About Mary (1998) adalah salah satu film komedi romantis favorit saya dan layak untuk mendapat nilai 5 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus Sekali” ;).

Makan Malam Romantis di Le Bridge

Le Bridge 0

Le Bridge sudah sejak lama berdiri di area Taman Impian Jaya Anco, namun baru kemarin saya makan di sana. Biasanya hanya lewat saja, atau foto-foto di pantai dekat Le Bridge. Restoran ini cukup menarik perhatian saya sebab jalan masuknya unik, kita harus melewati jembatan kayu yang lumayan panjang, dari pinggir pantai menuju bagian tengah laut. Le Bridge memang terletak di bagian luar area pantai, mendekati laut. Bentuknya seperti tenda besar berwarna putih. Jembatan panjang di muka restoran inipun sering menjadi objek foto-foto para pengunjung Taman Impian Jaya Ancol. Tapi banyak juga yang hanya berani foto-foto saja di luar, tidak berani masuk ke dalam. Kenapa? Takut mahal? :P.

Le Bridge 1

Le Bridge di Sore Hari

Le Bridge 2

Le Bridge di Malam Hari

Awalnya saya pikir harga makanan di Le Bridge mahal. Setelah masuk ke dalam, ternyata harganya relatif tidak jauh berbeda dengan harga tempat makan lain di dalam area Taman Impian Jaya Ancol. Plus kebetulan kemarin ada promosi voucher Disdus di Le Bridge, lumayan, diskoooon ; ). Hahaha mentang-mentang diskon, baru berani masuk dan mencicipi :P.

Setelah masuk ke dalam mau apa lagi? Ya pesan makanan lah :). Cara memesan menu di Le Bridge mirip dengan cara memesan makanan di foodcourt. Kita melihat dan memilih dulu menu yang akan kita pesan di bagian muka Le Bridge. Kemudian kita bayar dan menerima papan antrian mungil. Nah barulah setelah itu kita memilih ingin duduk di mana atau bisa juga yang memesan dan bayar di loket 1 orang, sementara teman-temannya yang lain memilih tempat duduk. Berhubung Le Bridge terletak sedikit ke arah tengah laut, maka bersiaplah menghadapi tiupan angin laut. Walaupun anginnya lumayan kencang tapi masih dalam batas wajar kok ;). Suasana bagian dalam Le Bridge nyaman dan romantis, apalagi di malam hari, Cocok sekali untuk candle light diner dengan pasangan ;).

Le Bridge 4

Pemandangan dari Dalam Le Bridge

Le Bridge 9

Bagian Dalam Samping Le Bridge

Le Bridge 3

Kasir Le Bridge

Le Bridge 5

Bagian Dalam Belakang Le Bridge

Menu yang dihidang Le Bridge adalah menu western seperti steak, pasta, burger, aneka desert, aneka juice dan lain-lain. Diantara berbagai menu tersebut, menu andalan Le Bridge adalah steak. Terdapat beraneka ragam steak seperti tenderloin steak, sirloin steak, gindara steak, salmon steak dan lain-lain. Steak dapat diminta untuk masak matang atau separuh matang. Tidak seperti restoran dengan spesialisasi steak, steak di Le Bridge tidak memiliki pilihan saus. Saus yang disajikan terasa lumayan enak tapi agak standard, rasanya mirip dengan saus steak barberque biasa. Quality control di Le Bridge nampaknya harus diperbaiki juga sebab kemarin steak yang disajikan kepada saya dan ibu saya agak gosong bagian bawahnya sementara steak yang dimakan oleh bapak saya tidak gosong dan terasa lebih enak :(.

Le Bridge 8

Tenderloin Steak

Contoh menu lainnya adalah gordon bleu. Menu yang dapat ditemui di restoran lain ini tidaklah spesial rasanya. Keju dan daging yang ada di dalam gorengan tepung tidak terlalu terasa. Walaupun sudah ditambah saus khusus dan sambal pun rasanya masih biasa saja.

Le Bridge 6

Sebagaimana telah disebutkan di atas, Le Bridge menyajikan aneka pasta. Nah Fettucine smoked beef adalah salah satunya. Makanan yang saya prediksi akan terasa biasa saja ini ternyata terasa uenaaak. Aroma smoked beef terasa pada setiap gigitan walaupun smoked beef-nya tidak terlalu banyak. Tidak hanya menggunakan smoked beef, fettucine ini dibalut oleh saus kental yang terbuat dari campuran keju dan susu, hhhmmmm paduannya passs sekali. Ditambah tersedianya garlic bread & parutan keju tambahan untuk ditaburkan semakin melengkapi kenikmatan sajian ini. Fix sudah, fettucine smoked beef adalah menu favorit saya di Le Bridge :).

Le Bridge 7

Fettucine Smoked Beef

Untuk minuman, Le Bridge menyajikan juice beserta minuman modifikasi. Juicenya biasa saja, tidak sekental juice buatan rumah saya :P. Sementara itu minuman modifikasi yang pernah saya minum adalah vanila Coconut yang merupakan paduan dari kelapa dan vanila, well rasanya agak manis dan biasa saja.

Le Bridge 10

Strawberry Smoothies, Avocado Juice & Strawberry Juice

Menurut saya, hidangan-hidangan Le Bridge layak mendapat nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Secara keseluruhan, kedatangan saya di Le Bridge kemarin cukup memuaskan dan layak untuk diulang lagi. Boleh juga kapan-kapan candle light diner berdua dengan istri di Le Bridge ;).

Cupid (2012)

Cupid 1

Sebenarnya sudah banyak film-film yang mengambil kata Cupid atau dewa cinta sebagai judul, mulai dari film romantis sampai film horor. Nah Cupid (2012) yang saya bahas kali ini adalah Cupid (2012) yang merupakan film TV produksi Hallmark & sekitar minggu-minggu ini sedang diputar juga di channel TV Diva Universal. Awalnya saya & keluarga tidak sengaja menonton Cupid (2012), awalnya kami tidak tahu mau menonton apa sampai akhirnya kami ngetem di channel Diva menonton Cupid (2012) :).

Film komedi romantis ini berkisah mengenai kisah cinta seorang pembawa acara TV terkenal, Eve Lovett (Joely Fisher). Di usianya yang sudah tidak terlalu muda lagi, Eve masih sendiri, acara makan malam ia lewatkan sendiri, tidak ada pacar ataupun suami. Karir Eve sebagai pembawa acara pun mulai meredup. Tekanan-tekanan kehidupan membuat Eve sedih dan mulai putus asa, akankah Eve memperoleh kebahagian?

Keadaan mulai berubah ketika produser Eve, Rick (Roark Critchlow) mengundang seorang pakar cinta, Vernon Gart (Jamie Kennedy), untuk menjadi bintang tamu di acara Eve. Kehadiran Vernon diharapkan dapat mendongkrak rating acara Eve yang mulai turun.

Cupid still

Tidak disangka, Vernon ternyata adalah seorang cupid atau dewa cinta, yang datang untuk mengajari Eve apa arti cinta & kebahagiaan. Cara Vernon mengajari Eve mengasilkan situasi yang unik dan lumayan lucu. Karakter Eve yang workaholic & takut akan komitmen membuat tugas Vernon agak sulit namun tidak mustahil sebab Eve memiliki kemauan yang besar untuk belajar dan berusaha mendapatkan kebahagiaan yang ia dambakan.

Cupid 2 Cupid still

Cupid still Cupid still

Komedi yang disuguhkan Cupid (2012) adalah komedi situasi yang ringan dengan nuansa percintaan sebagai latarnya. Bagusnya lagi, komedi yang dihadirkan Cupid (2012) tidak mengeksploitisir fisik dan tidak menggunakan banyolan-banyolan berbau fisik seperti yang disuguhkan beberapa acara komedi di TV nasional. Oleh karena itulah Cupid (2012) pantas untuk mendapat nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Cocok untuk dijadikan hiburan bersama keluarga setelah seharian berkutat dengan pekerjaan :mrgreen:.

Beautiful Creatures (2013)

BeautifulCreatures1

Beautiful Creatures adalah film fantasi romantis berdasarkan novel karangan Kami Garcia & Margaret Stohl dengan judul yang sama. Tahun lalu, saya sering melihat iklan film ini di channel Warner TV. Sayang kemunculan film ini di bioskop Indonesia cukup telat. Di luar negeri Beautiful Creature sudah beredar sejak bulan Februari.

BeautifulCreatures4

BeautifulCreatures2

Film ini mengambil latar kota kecil di Amerika yang bernama Gatlin. Pada suatu hari datang seorang gadis remaja, Lena Duchannes (Alice Englert), ke kota tersebut. Lena adalah keponakan dari Macon (Jeremy irons), seorang pria tua eksentrik yang juga merupakan orang terkaya di Gatlin. Keluarga Duchannes memiliki reputasi yang kurang baik di Gatlin. Keluarga tersebut digosipkan sebagai pemuja setan, padahal sebenarnya keluarga Duchennes adalah keluarga penyihir, keluarga penyihir yang memiliki kutukan. Kutukan yang menyebabkan Macon melarang Lena untuk jatuh cinta kepada manusia biasa. Sayang sekali takdir berbicara lain, Lena berkenalan & jatuh cinta kepada Ethan Wate (Alden Ehrenreich), penduduk asli Gatlin yang humoris. Kutukan apa yang menghantui keluarga Duchennes? Apakah kisah cinta Ethan & Lena dapat berlanjut? Silahkan tonton sendiri filnya, saya tidak akan menulis spoiler di sini ;).

BEAUTIFUL CREATURES

BeautifulCreatures3

BeautifulCreatures5

BeautifulCreatures7

Kisah tentang penyihir yang jatuh cinta kepada manusia biasa cukup membuat saya tertarik untuk menonton film ini. Pada dasarnya film ini cukup sederhana, tidak terlalu kompleks. Bagian awal dan tengah cerita cukup standard, kurang ada gregetnya -__-. Namun syukurlah pada bagian akhirnya terdapat kejutan, taktik yang dilakukan tokoh-tokoh protagonis cukup tidak terduga, bagus :). Menurut saya, Beautiful Creatures layak mendapat nilai 3 dari skala maksimal 5 yang artinya “Lumayan”. Agak lebih baguslah daripada Breaking Dawn :P.