Contagion (2011)

Virus Corona atau COVID-19 merupakan virus yang pada awalnya memakan banyak korban di Kota Wuhan, Cina Daratan sana. Karena penyakit ini mudah sekali menular, maka COVID-19 berhasil menjalar ke negara-negara lain. Tak terelekan, Indonesia pada akhirnya terkena juga. Full Work from Home sampai-sampai diberlakukan di kantor saya. Hal ini tentunya menimpa kantor-kantor lain. Isu hoax dan kekhawatiran akan ekonomi Indonesia turut menjadi teror tambahan bagi warga biasa seperti saya.

Corona

Melihat dan merasakan keadaan seperti ini, membuat saya teringat akan sebuah film lama yang pernah saya tonton duluuuu sekali. Segala hal yang ada pada film Contagion (2011), kembali hinggap di benak saya. Beberapa hal yang dikisahkan pada film tersebut, memang sedang terjadi saat ini.

Corona

Corona

Corona

Pada Contagion (2011) dikisahkan bahwa dunia dihebohkan oleh sebuah virus mematikan yang menular dengan sangat cepat. Asal mula virus tersebut melibatkan kelelawar di daerah Cina yang pada akhirnya mampu membuat manusia sakit. Dengan gejala awal pilek, batuk, demam, lama kelamaan virus ini dapat membuat orang-orang mengalami sesak nafas dan meninggal.

Dengan penyebaran yang sangat cepat, korban berjatuhan dimana-mana. Tidak hanya korban karena penyakit yang ditimbulkan, akantetapi dampak sosial dan ekonomi pun dihadirkan di sini. Semua dihadirkan dari berbagai sudut pandang. Mulai dari korban, keluarga korban, satgas penanganan bencana, militer, pedagang obat palsu dan lain-lain. Masing-masing harus berhadapan dengan social distance dan lockdown selama virus ini masih belum ada obat dan vaksinnya. Hanya saja fokus dari Contagion (2011) sepertinya hanyalah pengaruh virus di Amerika dan Cina saja. Negara-negara lain memang tidak terlalu terlihat. Yah mungkin durasinya akan terlalu panjang ya kalau tidak terlalu fokus.

Corona

Corona

Corona

Corona

 

Beda wilayah, beda pula kondisinya. Mungkin hal ini pulalah yang membuat Contagion (2011) tidak 100% menggambarkan kondisi penyebaran virus di Indonesia. Ada beberapa hal pula yang memang tidak atau belum terjadi. Kalau dibandingkan dengan COVID-19, virus pada Contagion (2011) terlihat lebih mematikan dan penyebarannya super cepat. Jadi dampaknya pun memang lebih ekstrim. Syukurlah COVID-19 tidak seganas virus pada film tersebut. Banyak konflik-konflik yang pada awalnya terlihat menarik. Apakah awal yang menarik ini akan terus bertahan sepanjang film?

Awal dan tengah cerita yang membuat penasaran dan mengharukan, kurang dapat dimanfaatkan dengan baik sehingga saya merasa sedikit mengantuk ketika menonton Contagion (2011) menjelang bagian akhirnya. Entah kenapa, sampai menjelang akhir, saya tidak melihat klimaks yang menegangkan. Sayang sekali, padahal bagian awal film ini sangat menjanjikan loh. Beberapa konflik yang muncul memiliki penyelesaian yang sangat biasa dan tidak menarik, yah paling hanya begitu-begitu saja. Tapi tetap harus saya akui bahwa pesan moral akan pengorbanan, saling tolong menolong dan saling menghargai sangat kental pada film ini.

Corona

Yaah saya tahu bahwa banyak film-film lain yang mengangkat tema penularan virus, tapi sementara ini Contagion (2011) tetaplah yang terbaik. Dengan berbagai kelebihan dan kekurangannya, film ini layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”.

Bagi teman-teman yang sedang stres atau khawatir akan COVID-19, sebaiknya jangan menonton film ini. Di dalamnya terdapat beberapa hal yang saat ini belum tentu terjadi di dunia nyata, tapi mungkin saja terjadi. Memang ada beberapa hal pada Contagion (2011) yang saya harapkan tidak terjadi di dunia nyata, tapi ada beberapa hal baik pula yang saya sangat berharap dapat terjadi secepatnya di dunia nyata. Akhir kata, semoga COVID-19 dapat ditemukan vaksin dan obatnya. Sampai saat saya menulis tulisan ini, jumlah pasien dan korban COVID-19 terus bertambah, beberapa malah berasal sangat dekat dari rumah saya. Stay safe everyone …

Sumber: http://www.warnerbros.com/movies/contagion/

Makan All You Can Eat Selama 90 Menit di Shabu Slim

Shabu Slim 1

Shabu-shabu termasuk makanan favorit orang tua saya karena relatif sehat, tidak digoreng, melainkan direbus. Aneka sayuran dan daging dimasukkan ke dalam tungku panas yang berisikan kuah berbumbu yang mendidih, yummm. Berbeda dengan restoran shabu-shabu pada umumnya Shabu Slim menggunakan konsep all you can eat selama 1,5 jam. Jadi, selama 90 menit, pengunjung diperbolehkan makan dan minum apapun yang ada di Shabu Slim.

Shabu Slim 2

Kita diperbolehkan memilih bumbu yang ada di dalam tungku rebusan, apakah tom yum soup, chicken soup, red hot soup atau tom yum milk soup. Kemudian kita juga dapat nemilih saus pendamping apakah mau saus manis atau pedas. Naaahh bahan makanan yang kita masukkan ke dalam tungku, dapat kita ambil dari conveyor belt yang berputar melewati meja setiap pengunjung. Pengunjung tidak perlu jalan atau memanggil pelayan untuk memperoleh aneka bahan makanan :D.

Shabu Slim 11 Shabu Slim 12

Shabu Slim 3 Shabu Slim 4 Shabu Slim 5

Bahan makanan yang melewati meja pengunjung, dikemas dalam pisin mungil dengan porsi yang mungil juga. Meski mungil, penampakannya cukup menarik dan berhasil membuat saya penasaran, kira-kira ini apa yaaa :). Jenis bahan-bahan shabu-shabu yang berputar mengitari saya dengan conveyor belt sangat bervariasi, mulai dari irisan daging tipis, jamur, udang, tahu, kerang, sampai aneka bahan makanan lain yang tidak saya ketahui namanya :D. Bahan makanan shabu-shabu tersebut cepat sekali matangnya, ketika kita masukkan ke dalm tungku, jadi tidak usah khawatir harus menunggu lama untuk menikmati shabu-shabu di Shabu Slim ;).

Shabu Slim 13 Shabu Slim 14 Shabu Slim 15 Shabu Slim 16 Shabu Slim 17 Shabu Slim 18 Shabu Slim 19 Shabu Slim 20 Shabu Slim 21 Shabu Slim 22 Shabu Slim 23 Shabu Slim 24

Tidak hanya bahan shabu-shabu, kadang terdapat aneka sushi beserta bumbu sushi juga yang melewati meja pengunjung, namun jumlahnya tidak sebanyak bahan shabu-shabu, jelasss, nama restorannya saja kan Shabu Slim, bukan Sushi Slim :mrgreen:. Selain shabu-shabu & sushi, terdapat aneka gorengan, aneka mie, aneka minuman & es krim yang dapat kita ambil sendiri di bagian pojok restoran Shabu Slim, jadi tidak termasuk di dalam conveyor belt.

Shabu Slim 7 Shabu Slim 8

Shabu Slim 6

Shabu Slim 9 Shabu Slim 10

Sebenarnya rasa shabu-shabunya standar bin lumayan. Rasa saus & bumbunya pun tidak terlalu istimewa, lumayan. Hanya saja penyajian yang menggunakan conveyor belt cukup menggugah nafsu makan saya, ditambah dengan kehadiran sushi-sushi yang lumayan enak. Orang tua saya mungkin akan ketagihan dengan sajian Sushi Slim karena mereka memang pada dasarnya gemar makan sayuran yang direbus, sementara saya tidak terlalu gemar. Kalau makan di restoran bufet Jepang seperti Hanamasa pun, saya lebih gemar menyantap yakiniku-nya ketimbang shabu-shabu-nya :).

Waktu 90 menit untuk menyantap secara all you can eat, saya nilai cukup kok. Mengapa demikian? Karena di Shabu Slim ini, makanan yang otomatis menghampiri kita, kemudian makanan tersebut cepat sekali matangnya ketika kita masukkan ke dalam tungku, plus pelayan Shabu Slim yang cepat & sigap mengangkat pisin kosong b(^_^). Dalam waktu sekitar 30 menit-an, perut saya sudah terasa lumayan kenyang padahal saya termasuk mahluk omnivora yang porsi makannya relatif banyak loh. Secara keseluruhan Shabu Slim layak mendapat nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Oh yaaa, sampai saat ini Shabu Slim dapat dijumpai di mall yang ada di Jakarta seperti:

  1. Kota Kasablanka lantai LG, Jakarta Selatan, telp. 021-29464900.
  2. Central Park Mal lantai LG, Jakarta Barat, telp. 021-56985319.
  3. Mal Kelapa Gading 2 lantai 2, Jakarta Utara, telp. 021-45878290.

Selamat mencobaaa :).

**************************************Update13/02/2016**************************************
Cabang yang di Kota Kasablanka sudah tutup

Makan Rebus-Rebusan yang Enak & Sehat di Shabu-Shabu Express

ShabuExpress1

Shabu-shabu merupakan makanan rebus-rebusan asal Jepang yang digemari oleh orang tua saya. Mereka senang karena Shabu-Shabu relatif termasuk makan yang sehat, banyak sayurannya. Maklum sudah tua, jadi makanan sudah harus dijaga, tidak bisa disamakan ketika masih muda dulu. Nah, kami sekeluarga tertarik untuk mencicipi Shabu-Shabu Express karena konon restoran tersebut tidak menggunakan MSG, mereka menggunakan bahan-bahan natural. Mulai berdiri di Jakarta pada Juli 2010, Shabu-Shabu Express saat ini dapat ditemui di:

  1. Central Park Mall, Lower Ground #204B, Jakarta Barat, Tlp. +622156985638.
  2. Kota Kasablanka Mall, Lantai 2 #247, Jakarta Selatan, Tlp. +622129488658.

Kalau restoran lain biasanya hanya menyediakan 1 atau 2 pilihan rasa kuah shabu-shabu, Shabu-Shabu Express memberikan beberapa pilihan rasa kuah yaitu chicken soup, chicken herbal soup, soya soup, korean beef bone soup, miso, tom yum & sukiyaki. Dengan demikian kita bisa merasakan rasa yang berbeda pada setiap kunjungan ;). Sayangnya hanya kuah chicken soup saja yang gratis, sementara yang lain dikenakan biaya tambahan x_x.

ShabuExpress3

Dekorasinya Hijau Daun & Coklat Kayu

ShabuExpress2

Kalau Malam Minggu Penuuuhh x_x

Selain kuah, kita bisa memilih saus pendamping dengan racikan bahan-bahan tambahan sendiri. Pilihan sausnya ada special house sauce, gomadare/wijen dan thai style suki sauce, kemudian saus ini bisa ditaburi bawang, cabai dan bumbu-bumbu tambahan lainnya, kita bebas meraciknya sesuka hati, tinggal ambil sendiri :D.

ShabuExpress8

Special House Sauce ala Chef Alief 😛

Untuk set bahan-bahan yang dimasukkan ke dalam kuah shabu-shabu, ragamnya ada bermacam-macam yaitu vegetable set, beef set, salmon set, seafood set dan lain-lain. Berhubung orang tua saya menghindari daging, maka pasti yang dipilih adalah vegetable set, seafood set & salmon set, walaupun aslinya di Jepang sendiri shabu-shabu itu terdiri dari irisan daging dan sayuran.

ShabuExpress6

Vegetables, Salted Egg Fish Balls, Chicken Dumplings, Original Fish Balls, Black & White Fungus

ShabuExpress4

Seafood Set

ShabuExpress5

Salmon Set

Bahan makan yang disajikan terlihat segar dan ada beberapa yang homemade. Rasa shabu-shabu di restoran inipun terasa gurih dan enak meski tidak menggunakan MSG. Apalagi ditambah kepulan asap kuah shabu-shabu yang hangat, menggugah selera makan.

ShabuExpress10

Shabu-Shabu

Tidak hanya shabu-shabu, restoran ini juga menyajikan menu lain seperti sushi, fried tofu pop, tempura, donburi dan lain-lain. Aneka sushi dan tempura yang dihidangkan porsinya cukup besar dan bahan-bahannya terasa segar meski sushi yang disajikan sudah bukanlah merupakan sushi yang original, jadi sudah dimodifikasi dengan bahan-bahan seperti mayonaise, keju & menggunakan daging yang matang, pokoknya beda deh kalau dibandingkan dengan sushi-sushi murah meriah di beberapa restoran lain ;). Sushi favorit saya di Shabu-Shabu Express adalah Flossy Salmon Cheese Roll, paduan antara salmon dan kejunya, woooww, enaaakkk, kejunya benar-benar terasa dan bisa berpadu dengan baik dengan salmonnya.

ShabuExpress11

Crunchy Salmon Cheese Roll

ShabuExpress12

Tempura Katsu Maki

ShabuExpress13

Flossy Salmon Cheese Roll

ShabuExpress14

Krakatau Roll

Jadi bagi yang tidak doyan shabu-shabu, tapi diajak makan bersama-sama di restoan ini, dapat memilih menu lain juga. Sebagai pendamping makan, saya biasa pesan ocha atau teh hijau, memang sih tidak seenak ocha yang di Jepang sana, tapi lumayanlaaaah.

ShabuExpress9

Ocha

ShabuExpress7

Fried Tofu Pop

Secara keseluruhan, rasa masakan di restoran ini layak mendapat nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak”. Namun perlu diingat bahwa Shabu-Shabu Express bukanlah makanan kaki lima, sehingga menurut saya pribadi, restoran ini memiliki rate harga yang lumayan mahal. Untunglah banyak promo & diskon yang melibatkan restoran ini, hehehehe. f(^_^)v