Dunkirk (2017)

Dunkirk

Sudah banyak film yang mengangkat tema Perang Dunia II. Terus terang saya agak bosan dengan tema yang satu itu. Oleh karena itu, saya agak telat menontom Dunkirk (2017) sebab film ini tidak masuk ke dalam daftar film yang hendak saya tonton. Mendengar banyaknya pujian bagi Dunkirk (2017), akhirnya saya memilih untuk menonton Dunkirk (2017) di tengah-tengah sebuah perjalanan panjang. Ahhhh, daripada melamun, toh saat itu saya tidak dapat tidur x__x.

Siapa atau apa itu Dunkirk? Awalnya saya kira itu nama tokoh utamanya hehehehe. Ternyata Dunkirk merupakan bagian dari wilayah Perancis yang dilanda peperangan pada tahun 1940. Pada tahun 1940, pasukan sekutu yang terdiri dari pasukan Inggris dan Perancis, terpukul mundur oleh pasukan Jerman. Pasukan sekutu terus mundur ketika berusaha mempertahankan wilayah Perancis agar tidak dikuasai Jerman. Di daerah Dunkirk-lah banyak pasukan sekutu yang terjebak di sekitar pesisir pantainya. Mereka harus bertahan menghadapi gempuran angkatan darat dan udara Jerman yang terus menghalangi mereka untuk menaiki kapal ke wilayah yang masih dikuasai sekutu. Misi evakuasi pasukan sekutu dari Dunkirk-lah yang menjadi tema utama Dunkirk (2017). Uniknya, evakuasi ini dikisahkan dari 3 sudut pandang, yaitu darat, laut dan udara.

Di darat, Tommy (Fionn Whitehead), seorang serdadu Inggris yang kehilangan semua rekan satu timnya, berusaha untuk menaiki kapal dan pulang ke Inggris. Masalahnya, antrian untuk meniki kapal penjemput sangat panjang. Jumlah prajurit sekutu yang hendak dievakuasi, jauh lebih banyak ketimbang jumlah kapal penjemput. Belum lagi terdapat pesawat tempur Jerman yang terkadang datang dan menyerang dari udara. Tommy dan prajurit sekutu lainnya membutuhkan bantuan dari pihak lain, mereka tidak akan selamat kalau hanya mengandalkan kapal penjemput yang ada saja.

Dunkirk

Dunkirk

Dunkirk

Dunkirk

Dunkirk

Dunkirk

Dunkirk

Dunkirk

Bantuan bagi Tommy datang dari laut. Pihak Inggris meminta bantuan nelayan-nelayan untuk membantu menjemput para prajurit sekutu yang terjebak di Dunkirk. Diantara para nelayan pemberani tersebut, Dawson (Mark Raylance), Peter (Tom Glynn-Carney) dan George (Barry Keoghan). Ketiganya menaiki kapal mereka, Moostone, dari Weymouth menuju Dunkirk untuk mengevakuasi para prajurit sekutu. Dalam perjalanannya, mereka menyelamatkan seorang prajurit sekutu yang mengalami shock dan trauma. Konflik di laut terjadi ketika si prajurit panik ketika mengetahui bahwa kapal yang ia naiki bukan mengarah pulang, melainkan ke arah sebaliknya. Masalah bertambah ketika kapal nelayan mereka mendekati wilayah pantai Dunkirk. Di sana mereka harus menyelamatkan pasukan-pasukan sekutu yang berenang sambil ditembaki oleh pesawat Jerman dari udara. Beruntung, di udara ada pesawat tempur Inggris yang berusaha memuluskan proses evakuasi.

Dunkirk

Dunkirk

Dunkirk

Dunkirk

Dunkirk

Di udara terdapat 3 pesawat tempur Inggris yang berusaha menembak jatuh pesawat Jerman yang terus menerus menembaki prajurit sekutu di Dunkirk. Sayang hanya pesawat tempur yang dikemudikan Farrier (Tom Hardy) saja yang dapat terus melanjutkan misi.

Dunkirk

Dunkirk

Dunkirk

Dunkirk

Tommy yang berusaha pulang, nelayan kapal Moonstone yang berusaha menjemput, dan pesawat tempur Farrier yang berusaha memberikan dukungan dari udara, pada akhirnya saling berpapasan pada adegan klimaks Dunkirk (2017). Hebatnya, aroma tegang dan teror dapat dimunculkan tanpa karakter antagonis utama. Saya hanya melihat beberapa serdadu Jerman dan pilot Jerman yang tidak nampak terlalu dominan pada Dunkirk (2017). Adegan peperangan pada film ini pun terbilang seru dan lengkap. Ada peperangan di darat, laut dan udara. Konflik-konflik yang adapun dapat disuguhkan dengan apik. Saya sangat setuju kalau Dunkirk (2017) layak untuk mendapatkan nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”. Satu karya spektakuler lagi dari Om Christopher Nolan sebagai sang sutradara. Ia berhasil meramu sebuah peritiwa yang benar-benar pernah terjadi, menjadi suguhan yang menarik untuk ditonton.

Sumber: http://www.dunkirkmovie.com

Iklan

Fury (2014)

Fury 1

Ketika melihat judul Fury (2014), yang saya ingat adalah karakter Fury, pimpinan SHIELD dari dunia fantasi penuh superhero-nya Marvel. Ternyata Fury (2014) adalah film mengenai kisah para prajurit divisi tank tentara Amerika Serikat di perang dunia kedua. Pada tahun 1945, Jerman mulai terdesak, mereka harus mempertahankan tanah air mereka dari serbuan tentara sekutu. Diantara tentara-tentara sekutu yang menginvasi Jerman, ada sekelompok tentara Amerika divisi Tank yang dipimpin oleh Don “Wardaddy” Collier (Brad Pitt) dengan anggota kru Boyd “Bible” Swan (Shia LaBeouf), Grady “Coon-Ass” Travis (Jon Bernthal), Trini “Gordo” Garcia (Michael Peña) dan Norman Ellison (Logan Lerman). Mereka adalah tim yang mengoperasikan sebuah Tank M4A3E8 Sherman yang dijuluki Fury. Semua tank pada waktu itu memiliki julukan yang unik termasuk Tank yang Don dan kawan-kawan gunakan dan anggap sebagai rumah kedua mereka.

Fury 3

1231428 - FURY

Fury 12

Fury 2 Fury 5

Tidak seperti tank jaman sekarang, Tank M4A3E8 Sherman biasa dioperasikan oleh 5 orang dengan tugas yang berbeda yaitu pengemudi, penembak, mekanik, petugas peluru dan pemimpin tim. Pada suatu hari, Don mendapatkan misi untuk mempertahankan sebuah persimpangan jalan dari serbuan tentara Jerman. Kalau tentara Jerman sampai berhasil menembus persimpangan jalan tersebut dengan mudah, makan akan timbul banyak korban karena pada persimpangan jalan tersebut terdapat jalan yang menuju pusat suplay dan obat-obatan tentara sekutu. Selain memimpin awak Tank Fury, Don juga memimpin beberapa Tank lain, Don bertugas sebagai kepala Platoon Tank. Perjalanan menuju persimpangan jalan tersebut tidaklah mudah dan pada akhirnya hanya Fury yang berhasil mencapai persimpangan jalan dalam keadaan luka parah. Sementara itu ratusan tentara Jerman terus berjalan menuju persimpangan jalan tersebut. Mampukah 5 tentara Amerika dalam sebuah Tank mengalahkan ratusan tentara Jerman?

Fury 15 Fury 6 Fury 16

Brad Pitt;Shia LaBeouf;Logan Lerman;Michael Pena

Fury 9

Tenaaaang, Fury (2014) bukan film Rambo, jadi kisah pada Fury (2014) terlihat relatif realistis. Fury (2014) tidak hanya mengisahkan kepahlawanan, tapi film ini mengisahkan pula betapa kejamnya perang. Kejahatan dan kekejaman tidak hanya dilakukan oleh tentara Jerman, tentara Amerika termasuk para kru Tank Fury pun bukan orang suci. Tidak semua orang Jerman jahat dan tidak semua orang Amerika baik, perang dapat mengubah semuanya. Alur cerita dan pesan moral dari Fury (2014) nampak jelas dan itu merupakan nilai plus dari Fury (2014).

Dari segi hiburan, saya hanya menyukai bagian dimana terjadi perang strategi antara beberapa Tank, kereen, jarang-jarang ada film perang bertemakan Tank yang saya tonton. Mayoritas film perang yang pernah saya tonton pastilah tentang tentara angkatan datar dengan senapan dan pistolnya, bukan pasukan dari divisi Tank. Sayang ada beberapa bagian dari Fury (2014) yang sedikit membosankan, porsi drama kemanusiaannya lumayan banyak juga.

Fury 8

Fury 13 Fury 11

1231428 - FURY

Fury 4

Olehkarena itulah saya merasa bahwa Fury (2014) layak mendapat nilai 3 dari skala maksimum 5 artinya “Lumayan'”. Cukup ok untuk dijadikan tontonan akhur pekan, tapi kurang cocok kalau dijadikan tontonan bersama pasangan, ada adegan sadisnya.

Sumber: http://furymovie.tumblr.com/all#all