Serial Mindhunter

Saya sering menonton film-film detektif, beberapa diantaranya mengisahkan kasus pembunuhan berantai. dimana terdapat beberapa tindak kriminal dengan satu atau sekelompok pelaku yang sama. Pada beberapa film yang saya tonton, penyelidikan pembunuhan berantai, tentunya melibatkan FBI. Lembaga Amerika yang satu ini memiliki istilah dan prosedur tertentu ketika melakukan investigasi. Nah Serial Mindhunter mengisahkan asal mula bagaimana FBI mulai mengembangkan cara dan metode untuk memburu para pembunuh berantai beserta penanganan FBI terhadap berbagai kasus-kasus legendaris.

Semua diawai oleh ketertarikan Agen FBI Holden Ford (Jonathan Groff) terhadap isi pikiran dari seorang pembunuh berantai. Holden percaya bahwa dengan mempelajai perilaku dan pikiran pembunuh berantai yang ada di penjara, FBI dapat mendeteksi dan menangkap lebih banyak lagi pembunuh berantai. Daripada para pembunuh berantai tersebut membusuk di penjara, bukankah lebih baik kalau mereka digunakan untuk menangkap pembunuh berantai lain yang masih bebas di luar sana.

Memulai sesuatu yang tak lazim di zamannya, bukanlah hal yang mudah. Holden memperoleh penolakan dari berbagai sisi. Di sini saya melihat keuletan karakter Holden, sebab ia tetap berusaha mewujudkan idenya dengan berbagai cara.

Setelah melalui proses yang berliku-liku, mimpi Holden perlahan terwujud. Ia bersama dengan Agen FBI Bill Tench (Holt McCallany) dan Proffesor Wendy Carr (Anna Torv), berhasil memperoleh izin untuk mewawancarai beberapa narapidana populer. Dari sana, mereka berhasil membantu pihak kepolisian lokal dalam menghadapi berbagai kasus kriminal.

Mayoritas kasus kriminal yang muncul pada film seri ini dibuat berdasarkan kisah nyata. Pada Mindhunter, penonton akan disuguhkan berbagai tokoh dan kasus kriminal legendaris seperti kasus Edmund Kemper, John Wayne Gacy, Charles Manson, Ted Bundy, Pembunuhan Anak Kecil Atalanta, Sang Pembunuh BTK (Bind Torture, Kill), Montie Ralph Rissell, Shoe-Fetish Slayer, Richard Speck dan lain-lain. Modus operasi sampai ciri-ciri fisik si pelaku utama dari kasus-kasus tersebut ditampilkan dengan sangat mirip seperti aslinya.

Keaslian memang menjadi kelebihan dari Mindhunter, tapi terkadang hal tersebut menjadi sebuah kekurangan kalau dilihat dari sisi hiburan. Karena dibuat berdasarkan kisah nyata, maka beberapa kasus yang disuguhkan oleh Mindhunter terkadang seperti  memiliki akhir yang kurang spektakuler dan mengejutkan. Yaah, kehidupan nyata memang tidak sefantastis cerita karangan manusia bukan?

Film ini ternyata bercerita pula mengenai kehidupan pribadi Holden, Bill, Wendy dan kawan-kawan. Semuanya tentunya berkaitan dengan pekerjaan yang mereka lakukan di FBI. Semua dibuat berkaitan dan kadang menimbulkan konflik internal yang sangat mengena.

Saya pribadi terkadang terkagum-kagum dengan Mindhunter, tapi terkadang saya pun mengantuk kebosanan. Dengan demikian Mindhunter memperoleh nilai 3 dari skala maksumum 5 yang artinya “Lumayan”. Film ini cocok ditonton bagi teman-teman yang tertarik akan sejarah dan menginginkan sebuah film yang terasa asli dan mampu membuat penontonnya berfikir. Oh iya, Mindhunter mengandung beberapa konten dewasa yang tidak pantas ditonton oleh anak-anak.

Sumber: http://www.netflix.com/id-en/title/80114855

Serial Peppa Pig

Peppa Pig merupakah salah satu film seri kartun anak yang anak saya tonton di Nickelodeon. Film seri yang berasal dari Inggris ini mengisahkan keseharian Peppa (Lily Snowden-Fine), si anak Babi mungil yang imut. Ia tinggal bersama adik, papa dan mama. Selain itu, Peppa berteman dengan anak-anak dari jenis hewan yang berbeda, mulai dari domba, kelinci, kucing, kuda, gajah, rubah, sampai serigala.

Di sana, serial ini mengajarkan anak-anak untuk belajar bersosialisasi dan menghadapi berbagai masalah yang lazim dialami anak kecil. Masalah-masalah sederhana yang dibahas di sana antara lain seperti tak mau berbagi, tak mau mengalah, ketakutan bertemu teman baru, dan lain-lain.

Peppa hadir sebagai anak kecil dengan segala keterbatasannya. Jadi wajar kalau ia dikisahkan melakukan kesalahan. Kemudian ia memperoleh koreksi dan nasehat hingga ia mampu memperbaiki sekaligus belajar dari kesalahannya.

Namun pada prosesnya, terkadang Peppa nampak bossy dan melakukan beberapa tindakan buruk. Yaah tapi bukan buruk yang sangat parah yah, tindakan buruknya merupakan tindakan buruk yang lazim dilakukan oleh anak kecil yang masih belum paham. Toh pada akhirnya, Peppa pun mendapatkan pelajaran akan perbuatannya.

Itulah mengapa, orang tua tetap harus mendampingi ketika anaknya menonton Peppa Pig. Syukurlah ceritanya tidak bertele-tele dan tidak terlalu membosankan bagi orang dewasa. Durasi per episode yang cukup singkat, membuat saya tidak terlalu jenuh dengan film seri yang satu ini.

Walaupun hadir dengan animasi yang sederhana, film seri anak ini tetap tampil imut dan menarik bagi anak-anak. Apalagi sesekali tokoh dalam Pippa Pig mengeluarkan suara khas dari tipe binatang tertentu. Untuk Peppa dan keluarganya , tentunya sesekali akan ada suara “Ngok! Ngok!”, hehehehehe.

Walaupun sempat memperoleh protes dan dilarang tampil di Australia dan Cina, serial Peppa Pig tetap memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Sepenglihatan saya, tidak ada perkataan atau perilaku yang parah sekali dari Peppa, masih amanlah ditonton anak kecil. Semua yang terjadi di Cina dan Australia adalah karena perbedaan budaya dan pola pikir. Hal yang mas-mas dan mbak-mbak Australia & Cina permasalahkan, tidak menjadi masalah di Indonesia. Saya rasa, selama Peppa tidak berbicara mengenai agama atau LGBT, serial ini pastilah aman untuk diputar di Indonesia.

Sumber: http://www.peppapig.com

Serial Blue’s Clues & You!

Blue’s Clues adalah salah satu acara andalan channel TV Nickelodeon. Acara TV ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 1996 dan terus menelurkan episode baru sampai tahun 2006. Kemudian pada tahun 2019, Nickelodeon memutarkan kembali reboot dan peremajaan dari Blue’s Clues, yaitu Blue’s Clues & You!

Mirip seperti pendahulunya, Blue’s Clues & You! Memadukan antara tokoh manusia dengan tokoh kartun/animasi. Bahkan Blue sendiri sebenarnya merupakan anjing biru yang muncul dalam wujud animasi. Pada setiap episodenya, Blue meninggalkan petunjuk untuk Joshua Dela Cruz temukan. Dalam perjalannya, Josh harus memecahkan berbagai teka-teki dan tugas yang berhubungan dengan berbagai ilmu pengetahuan. Semua disajikan dengan rapi, menyenangkan dan mudah dipahami oleh anak-anak.

Serial yang satu ini berhasil memberikan unsur kesenangan bagi anak-anak, sambil memberikan berbagai pelajaran. Tata bahasa dan konten yang ramah anak dan tidak memberikan contoh yang buruk, membuat Blue’s Clues & You! semakin pas untuk ditonton oleh anak-anak. Orang dewasa pun tidak akan terlalu bosan melihat serial yang satu ini sebab teman dan jalan cerita tidak terlalu membosankan. Saya rasa Blue’s Clues & You! sudah sepantasnya untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”. 

Sumber: http://www.nickjr.tv

Serial Top Wing

Top Wing merupakan film seri kartun anak yang mengisahkan petualangan sebuah regu penyelamat di Pulau Big swirl. Sebenarnya sudah banyak film-film kartun anak lain yang temanya mirip seperti ini. Hanya saja, latar belakang lokasi Top Wing mamang membuat Top Wing nampak sedikit berbeda.

Keempat tokoh utama serial ini belajar di Akademi Top Wing. Karena status mereka masih pelajar, maka mereka masih di bawah bimbingan instruktur. Selain itu mereka hanya beroperasi di sebuah pulau tropis yang moyoritas penduduknya adalah unggas.Setiap anggota Top Wings dilengkapi oleh kendaraan canggih untuk menolong siapapun yang membutuhkan.

Penduduk pulau yang bukan manusia dan wilayah operasi yang berupa pulau, membuat pembagian spesialisasi setiap anggota Top Wing agak berbeda. Mereka tidak membagi spesialisasi menjadi polisi, ambulan, pemadam kebakaran, yang pada umumnya saya temukan pada film sejenis. Pembagian yang Top Wing lakukan adalah beradasarkan medan yang dilalui. Di sana terdapat 1 pengemudi kendaraan darat, 1 pengemudi pesawat terbang, 1 pengemudi perahu, dan 1 pengemudi kapal selam.

Kemudian titik berat dari ceritanya adalah kerja sama dan kekompakan tim. Masalah yang dihadapi tidak terlalu sederhana, namun tetap mudah dipahami oleh anak-anak. Mayoritas misi para kadet adalah misi penyelamatan dan memperbaiki sesuatu yang rusak. Bukan melawan penjahat atau menyelamatkan dunia. Tokoh antagonis pada serial ini tidak selalu hadir pada setiap episodenya. Mereka pun tidak jahat mutlak, masih ada kebaikan di sana. Semua digambarkan melalui animasi yang bagus dan menarik. Anak saya yang perempuan saja senang menonton film seri yang satu ini.

Seperti biasa, karakter wanita pada film kartun seperti ini pasti hanya 1. Sayangnya, 1 karakter wanita pada Top Wing, justru nampak sebagai seorang kadet yang relatif lebih sering gagal mendapatkan medali dibandingkan rekan-rekan prianya. Memang sih kendaraannya terbilang yang paling unik, yaitu kapal selam. Tapi ketimpangan dalam hal gender masih sedikit ada pada Top Wing :’). Dari sudut pandang lain, bisa dikatakan pula bahwa satu-satunya kadet wanita dan paling muda di Top Wings memiliki daya juang yang tinggi. Walau tidak berhasil, ia terus mencoba sampai berhasil. Sebuah contoh yang baik bagi para penonton bukan?

Saya rasa film seri Top Wing masih pantas untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Terlepas dari beberapa kelemahannya, Top Wing masih mengajarkan berbagai nilai positif bagi anak laki-laki dan perempuan.

Sumber: http://www.nickjr.tv

Serial Bubble Guppies

Bubble Guppies adalah film seri kartun anak dengan mahluk separuh manusia, separuh ikan sebagai tokoh utamanya. Yaah sejenis putri duyung laaah, hanya saja mereka ini masih anak-anak semua. Mereka senang sekali menari dan bernyanyi di bawah laut. Keingintahuan mereka akan berbagai hal pun sangat besar. Terkadang hal tersebut membuat mereka terlibat dalam sebuah kesulitan. Tak jarang terdapat adegan kejar-mengejar di sana. Tapi semua selalu diakhiri dengan hal yang baik, sebab alasan kejar-mengejarnya bukan untuk saling melukai :D. Di sana terdapat contoh mengenai moral dan perilaku yang baik bagi anak-anak.

Tidak hanya itu, pada setiap episodenya, mereka pun memperoleh pendidikan dari 1 ikan besar. Di sinilah, Bubble Guppies mengajarkan para penonton cilik mengenai berbagai hal seperti huruf, angka warna, binatang dan lain-lain. Semua tokoh utama pada serial ini memang hidup di bawah laut, namun materi ilmu pengetahuan yang diberikan tidak terbatas pada hal-hal yag ada di bawah laut saja. Hal-hal yang ada di darat pun sering sekali dibahas di sana. Sering sekali si guru memberikan pelajaran dan membawa anak-anak berkelana ke mana saja untuk mempelajari semua yang ada di luar lautan biru mereka. Yaah walaupun kalau saya perhatikan, lama kelamaan para tokoh Bubble Guppies ini tiba-tiba dapat berkelana ke daratan hehehe. Beruntung semua itu hadir dalam wujud pelajaran atau dongeng dengan pesan moral tertentu. Jadi penonton pun tidak terlalu peduli kenapa kok mahluk-mahluk laut tiba-tiba dapat berkelana ke daratan.

Wujud tokoh utama yang ceria, lucu, senang bernyanyi dan senang menari tentunya membuat anak-anak kecil tertarik untuk menonton Bubble Guppies. Keberadaan berbagai pelajaran positif pada episodenya, semakin menambah nilai positif bagi film seri ini. Menurut saya, Bubble Guppies layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”.

Sumber: http://www.nickjr.tv

Serial Rainbow Ruby

Rainbow Ruby atau 레인보우 루비 merupakan film seri kartun anak yang sedikit mirip dengan Serial Doc McStuffins. Hanya saja, Ruby (Alyssya Swales) tidak hanya dapat merubah menjadi Dokter saja, melainkan profesi lainnya. Di sana, saat Ruby pergi ke kamarnya dan mengenakan payung beserta jaketnya, ia dapat pergi ke Kota Pelangi. Semua mainan yang Ruby miliki seketika itu menjelma menjadi penghuni dan bagian dari Kota Pelangi.

Setiap Ruby menemukan masalah, ia akan membuka koper ajaibnya dan berubah menjadi berbagai profesi yang dapat menyelesaikan masalah tersebut. Profesi yang diperkenalkan disini terbilang detail dan beragam. Ia dapat berubah menjadi dokter, paramedis, koki, tukang roti, penyanyi, penari balet, tukang pipa, arsitek, pemain golf, fotografer, akrobatik, astronot, disainer perhiasan, disainer sepatu, ilmuwan dan lain-lain. Perlengkapan dari berbagai profesi tersebut pun, Ruby perkenalkan dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami. Anak-anak dapat belajar mengenai beragai profesi yang ada, bahkan sampai ke profesi yang tidak umum diketahui oleh anak kecil. Jadi anak-anak memiliki lebih banyak pilihan kalau ditanya “Adek cita-citanya mau jadi apa?”. Kalau di jaman saya dulu sih paling jawabannya polisi, tentara, dokter dan presiden saja hehehehehe.

Hanya saja pada 1 atau 2 episodenya, terlihat bahwa Ruby mengarang alasan agar ia dapat pergi ke Kota Pelangi ketika kota tersebut mengirim sinya SOS kepada Ruby. Hal ini mungkin tidak terlalu terlihat sih kalau tidak teliti sebab jarang sekali. Entah ini termasuk white lie atau bukan sebab belum pernah ada penjelasan apakah Kota Pelangi yang Ruby datangi adalah benar-benar kota ajaib atau … apakah selama ini Ruby sedang bermain dan berkhayal bersama mainan-mainan yang ia miliki di kamar.

Terlepas dari kelemahan yang ada, Rainbow Ruby mengajak anak-anak untuk mengenal berbagai profesi dan untuk menyelesaikan berbagai masalah yang ada. Saya rasa film seri yang satu ini masih layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Dulu sih film ini dapat disaksikan di TV lokal, tapi setahu saya sekarang film ini dapat ditemukan di media streaming seperti Netflix. Kalau yang di TV Korea, bahasanya saya tidak faham hohohooho.

Sumber: home.ebs.co.kr/RRuby/main

Serial Elite

Sudah lama sekali saya tidak mengikuti film seri berbahasa Spanyol seperti Elite. Yah dahulu kala saya sempat menonton telenovela Amerika Latin berbahasa Spanyol yang sempat populer di Indonesia. Kali ini, saya menonton semacam telenovela, hanya saja kisahnya lebih muda, penuh misteri dan latar belakangnya adalah Spanyol.

Serial Elite mengisahkan kehidupan bebas para remaja yang belajar di Las Encinas, Spanyol. Sekolah Las Encinas adalah sekolah mewah yang sebagian besar muridnya merupakan anak orang kaya. Sedangkan sebagain kecil muridnya merupakan anak miskin yang memperoleh beasiswa. Ok, disinilah unsur telenovela klasik bermain. Kesenjangan antara si miskin dan si kaya terlihat jelas di sana. Kemudian kisah cinta dengan perbedaan status itupun ada di sana. Tak lupa terdapat kisah perselingkuhan di sela-selanya. Klise sekali bukan?

Masalahnya Elite bukanlah telenovela klasik sebab masalah-masalah terkini yang sedikit tabu, diangkat pula dengan sangat vulgar di sana. Elite mengangkat masalah narkoba, AIDS, hamil di luar nikah, diskriminasi terhadap muslim, homoseksualitas, inses, dan lain-lain. Kehidupan murid-murid Las Encinas nampak penuh pesta-pesta saja. Sesekali terlihat mereka belajar, tapi itu jarang sekali. Kalaupun ada karakter yang awalnya baik luar dan dalam, perlahan karakter tersebut akan belok dan terkontaminasi dengan segala keburukan dan kebejatan teman-temannya. Namun ada pula karakter yang pada awalnya terlihat brengsek, lama kelamaan ia justru nampak menjadi karakter yang paling bijak dan setia kawan. Ada pula karakter yang pada awalnya nampak polos dan baik, namun perlahan penonton diperlihatkan bahwa banyak sekali perilaku buruk karakter tersebut yang memicu perselisihan dimana-mana.

Perselisihan dalam percintaan memang menjadi akar masalah di sana. Tapi semua berhasil dimodifikasi dan dikembangkan sehingga nampak menarik. Saya yang bukan pecinta film drama kenapa ikut tertarik menonton Elite? Misteri. Ya, aroma misteri sangat kental terasa ketika menonton Elite. Kebejatan dan kegilan karakter-karakter utamanya tentunya akan menunun mereka ke dalam kasus-kasus kriminal. Yang menarik di sini adalah, terdapat misteri pembunuhan yang menjadi benang merah pada setiap episodenya. Hal inilah yang jarang sekali saya lihat pada film seri berbahasa Spayol lainnya.

Elite memang berhasil  menampilkan sebuah drama remaja yang penuh misteri, putaran dan kejutan di mana-mana. Namun ini bukanlah film yang pantas ditonton oleh remaja. Film Seri ini sangat dewasa, bukan karena adegan dewasanya. Melainkan karena pesan yang dibawa di dalamnya. Mayoritas karakter pada Elite melakukan perbuatan buruk yang sama sekali tidak pantas untuk dicontoh. Saya sendiri yakin bahwa Elite tidak mencerminkan kehidupan remaja Spanyol di dunia nyata. Kebejatan yang ada memang mencengangkan dan mengejutkan, sekaligus mengingatkan saya bahwa ini hanya cerita karangan saja. Ya seburuk-buruknya moral sebuah lingkungan, sepertinya tidak ada yang seperti ini. Kalaupun aja, sepertinya jarang sekali.

Saya tidak tahu akhir dari kisah misteri drama remaja ini tapi saya berharap akhirnya cukup memuaskan. Selama ini, film-film Spanyol yang pernah saya tonton memilki akhir yang kurang pas. Yaaah siapa tahu Elite ini berbeda hohohohoo. Rasanya film seri Elite layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”.

Sumber: http://www.netflix.com/id-en/title/80200942

Serial Sunny Day

Semua selalu cerah di Sunny Day :). FIlm kartun anak-anak ini mengisahkan Sunny (Lily Portman) dan kawan-kawan yang membuka sebuah Salon di Kota. Mereka tidak hanya melayani perawatan rambut, namun melayani pula perawatan kecantikan lainnya. Dalam setiap episodenya, Sunny selalu ikhlas menolong siapapun yang sedang dalam kesulitan dengan kemampuan yang mereka miliki. Sering sekali mereka melakukan improvisasi terhadap hambatan yang ada di depan mata. Tentunya semua itu dikemas dengan sederhana sehingga mudah dipahami oleh anak-anak. Berhubungan kegiatan sehari-hari Sunny adalah bekerja di Salon, sebagian besar masalah yang muncul memang terkait pemeliharaan kecantikan tapi versi anak-anak. Bukankah anak perempuan banyak juga yang suka main dandan-dandanan atau salon-salonan? 😀

Di sini anak-anak diajarkan mengenai persahabatan, kerjasama dan tolong menolong. Tapi jangan cari unsur pelajaran matematika atau sains pada film ini, sebab hal tersebut memang tidak ada hehehehehe. Cukup karakter Sunny saja yang dijadikan contoh. Di sini ia tampil sebagai karakter yang relatif paling bijak, setia kawan dan sifat-sifat baik lainnya.

Walaupun tokoh utamanya perempuan semua, animasi kartunnya tidak dipenuhi oleh warna pink dan ungu. Warna-warnya yang cerah memang mencerminkan sebuah hari yang selalu cerah, Sunny Day.  Hadir dengan porsi kepala yang lebih besar dibandingkan tubuhnya, animasi film kartun ini tetap mampu tampil imut dan memikat anak-anak. Bagi orang dewasa yang menemani menonton, yaah lama-lama bosan juga karena adegan kejar-kejaran yang hampir selalu ada di setiap episodenya hanya cukup menegangkan bagi anak-anak saja hehehehehe.

Dengan tidak adanya konten dewasa pada Sunny Day, saya merasa aman membiarkan anak saya menonton film ini, meski terkadang saya merasa bosan setelah marathon melihat lebih dari 3 episode. Maka saya pribadi ikhlas menberikan film seri anak Sunny Day nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”.

Sumber: http://www.nickjr.tv

Serial The Witcher

Saya belum pernah membaca novel The Witcher, apalagi main video game The Witcher. Walaupun untuk video game saja sudah ada sejak 2007 dan novelnya sudah ada sejak 1993, Wuaaah sudah lama juga yaaa. Selama itupulalah saya tidak pernah mengetahui keberadaan The Witcher. Netflix adalah yang memperkenalkan The Witcher kepada saya. Sejak 2019, Netflix menayangkan film seri The Witcher di aplikasinya.

Seperti apa sih The Witcher itu? Serial ini mengambil latar belakang yang mirip dengan abad pertengahan di Eropa, eranya kerajaan Eropa berjaya. Kerajaan-kerajaan manusia berdiri di atas sebuah benua yang konon dahulu kala dikuasai oleh monster dan mahluk-mahluk dongeng seperti peri dan kurcaci.

Di sana, Geralt of Rivia (Henry Cavill) berkelana untuk melawan monster-monster yang mengganggu manusia. Kemampuan Geralt sebagai seorang Witcher memungkinkannya untuk melakukan berbagai sihir yang tidak dapat dilakukan oleh manusia biasa. Kalau saya lihat, Witcher itu berbeda dengan penyihir. Witcher memadukan kemampuan sihir dengan kemampuan berkelahi karena tubuh Witcher lebih kebal terhadap sihir tertentu dan relatif lebih kuat dari manusia pada umumnya.

Teorinya, seorang Witcher akan memperoleh imbalan dari setiap monster yang ia bunuh. Masalahnya, bagi Geralt, pengertian monster itu bukan hanya terpatri pada mahluk buas yang menyeramkan. Bukankah manusia sendiri dapat berperilaku seperti monster?

Melihat The Witcher, saya jadi teringat pula pada Game of Thrones. Kondisi yang diperlihatkan sangat mirip. Sebuah benua dengan berbagai pihak yang licik dan saling bunuh. Di sana terdapat pula berbagai adegan sadis dan dewasa lengkap dengan masalah-masalah yang gelap dan tabu.

Beruntung Serial The Witcher memiliki tokoh utama yang dijadikan patokan moral pada film ini. Sebagai tokoh utama, Geralt bukanlah orang suci, ia banyak pula melakulan berbagai hal yang dianggap dosa kalau dilihat dari sudut pandang agama. Namun jauh di lubuk hatinya, Geralt memiliki moral yang baik. Saya rasa hal inilah yang membuat Geralt berbeda. Ia dapat melakukan hal yang benar du tengah-tengah dunia yang penuh kenistaan. Sikapnya yang dingin dan cuek berhasil diperankan dengan sempurna oleh Hendry Cavill. Saya sama sekali tidak melihat Superman pada serial ini. Cavill benar-venar sudah menjadi seorang Witcher handal bernama Geralt. Jelas sudah karakter inilah bintang dari Serial The Witcher :).

 

Sebenarnya terdapat 2 karakter utama lain selain Geralt. Yennefer of Vengerberg (Anya Chalotra) dan Putri Cirilla (Freya Allan). Yennefer adalah penyihir dengan keteguhan hati yang kuat. Sementara itu Cirilla merupakan pewaris tahta kerajaan yang memiliki sebuah bakat khusus.

Saya kagum dengan bagaimana cara Serial The Witcher mengisahkan Geralt bersama dengan Cirilla dan Yennefer. Setiap episode tidak selalu dibuat dengan alur maju. Terdapar alur maju mundur terkait karakter-karakter di dalamnya. Semuanya dapat ditampilkan dengan sangat menarik dan jauh dari kata membingungkan hehehehe.

Sayang adegan perkelahian pada serial ini seperti belum didukung oleh dana yang mumpuni. Pertarungan antara Gerald dan monster-monster tidak terlalu spektakuler. Padahal bukankah profesi Gerald itu adalah pemburu monster? Terkadang monster-monster yang ada ditunjukkan dalam wujud yang masih menyerupai fisik manusia. Memiliki 2 kaki, 2 tangan, tapi wajahnya dibuat agak berbeda. Tidak ada bentuk monster yang ekstrim di sana. Beruntung adegan perkelahian antara Gerald dengan sesama manusia justru nampak keren, walaupun agak sadis.

 

Salah satu pesan moral dari The Witcher memang terkait wujud monster yang patut diwaspadai. Seburuk apapun wujudmu, kamu tidak dapat dianggap sebagai monster apabila masih ada kebaikan di dalam hatimu :). Saya sudah tidak sabar menanti episode terbaru dari The Witcher. Serial ini sopasti pantas untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”

Sumber: http://www.netflix.com

Serial Puppy Dog Pals

Film seri anak Puppy Dog Pals menampilkan petualangan 2 anak anjing bulldog lucu, yaitu Rolly (Sam Lavagnino) & Bingo (Issac Ryan Brown). Keduanya nampak imut dengan 2 mata besar dan senyuman lebarnya. Penampilan kedua karakter utama ini tentunya mampu memilkat anak-anak untuk langsung datang menonton Puppy Dog Pals.

Petualangan apa yang Rolly dan Bingo lakukan? Mereka bersedia melakukan apapun bagi majikan mereka Bob (Harland Williams). Demi Bob, kedua anjing mungil ini rela berkeliling dunia demi menolong atau menyenangkan hati Bob. Dengan dibantu oleh peralatan canggih dan robot anjing, Bingo & Rolly mampu menyelesaikan berbagai permasalahan. Tidak hanya itu, Rolly & Bingo pun dibantu oleh fakta bahwa mereka tinggal di sebuah dunia yang tidak terlalu memperdulikan passport, visa dan tiket. Sebuah dunia khayalan yang menyenangkan bagi para pecinta jalan-jalan hehehehehe.

Karena hal di ataslah, Puppy Dog Pals memang nampak sangat sederhana sekali. Film seri ini akan sangat memikat bagi anak kecil, tapi akan mulai membosankan bagi anak-anak yang mulai dewasa, termasuk orang tua yang menemani anak-anaknya menonton huhuhuhuhu.

31

Kalau dilihat dari segi pendidikan dan moral pun, Puppy Dog Pals terbilang sangat miskin. Film kartun Disney yang satu ini seolah hanya memberikan hiburan saja. Animasi yang bagus dan lucu nampaknya menjadi modal utama serial ini. Selebihnya ….. yaaa hampir tidak ada. Dengan demikian Puppy Dog Pals memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”.

Sumber: disneynow.com/shows/puppy-dog-pals