Serial Sofia the First

Seperti pernah saya bahas pada Frozen (2013), Walt Disney sudah memiliki banyak film putri-putrian. Nah untuk pertama kalinya, Disney memiliki putri yang masih kecil sekali. Sofia (Ariel Winter) pada film seri anak Sofia the First merupakan putri termuda yang dimiliki Disney. Ia dikisahkan sebagai anak biasa yang tiba-tiba menjadi anggota keluarga kerajaan Enchancia setelah ibunya, Miranda (Sara Ramirez) menikahi Raja Rolland II (Travis Willingham). Tidak hanya memiliki ayah tiri baru, kini Sofia memiliki 2 kakak tiri baru yaitu si kembar, Pangeran James (Zach Callison) dan Putri Amber (Darcy Rose Byrnes). Pada awal-awal episodenya, Putri Amber sepertinya akan menjadi tokoh antagonis. Tapi lama kelamaan, Putri Amber mau menerima Sofia sebagai sudaranya. Disney nampaknya ingin mengajarkan bahwa saudara tiri atau orang tua tiri itu, belum tentu jahat loh.

Saya masih ingat film-film Indonesia era 80-an yang selalu menokohkan saudara tiri dan orang tua tiri sebagai pribadi yang jahat. Ini adalah anggapan salah yang sudah seharusnya dihapuskan. Menanamkan nilai ini sejak kecil, adalah hal yang baik bagi anak-anak.

Selain itu, Sofia the First pun mengajarkan bahwa persahabatan dan kebaikan akan menang melawan kejahatan dan rintangan apapun heheheh, sesuatu yang kelise sih. Sofia memang selalu berhasil menyelesaikan segala masalah yang ada dengan kebaikan, kedewasaan dan kegigihannya. Selain Putri Amber, ada beberapa karakter lain yang pada awalnya berniat jahat kepada Sofia, lalu kemudian luluh dan menjadi teman Sofia. Padahal Sofia tidak memiliki kekuatan apa-apa loh, ia hanya berbekal kalung ajaib yang dapat membuatnya berkomunikasi dengan binatang.

Putri-putri Disney yang lain, terkadang mengunjungi Sofia untuk memberikan bimbingan. Cinderella, Yasmin, Mulan, Belle, Ariel, Aurora, Putri Salju, Rapunzel dan Tiana, pernah hadir mengunjungi Sofia. Permasalahan yang Sofia hadapi memang terkadang agak pelik dan hampir tidak mungkin diselesaikan oleh anak sekecil Sofia. Tapi yaaaah, semua dapat selesai dan selalu ada akhir bahagia di sana. Semua serba mudah ditebak sehingga cerita pada serial ini agak membosankan bagi penonton dewasa.

Tapi penonton cilik sepertinya akan senang melihat Sofia the First yang menggunakan kerajaan Eropa sebagai latar belakangnya. Tentunya ada tambahan unsur sihir, kuda terbang dan hal-hal ajaib di mana-mana. Semua disajikan dengan animasi yang cantik dan nyanyian yang penuh kegembiraan.

Menelaah semua hal di atas, saya rasa Sofia the First masih layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Not bad laaaah.

Sumber: disneynow.go.com/shows/sofia-the-first

Iklan

Serial Diva

Berawal dari mencari tontonan yang sehat dan berbahasa Indonesia bagi anak, saya menemukan beberapa video singkat produksi PT. Kastari Sentra Media, sebuah perusahaan lokal yang memproduksi konten-konten anak-anak. Mereka menayangkan konten mereka di Youtube, Vidio dan kepingan VCD. Video singkat mereka yang saya lihat adalah video Diva dan Pupus yang belajar huruf hijaiyah, berdoa dan menyanyi. Ini adalah tontonan yang sehat bagi anak muslim Indonesia.

Kemudian, sepertinya pihak Kastari membuat serial yang lebih plural dan dapat dinikmati oleh anak-anak dari berbagai agama dan suku yaitu Diva The Series atau Serial Diva. Tokoh utamanya masih Diva dan kuncingnya, Pupus Kanopus. Di sini, Diva Cantika Putri yang asli Banten dan beragama Islam, sehari-hari bermain bersama-sama dengan teman-temannya yang berasal dari agama dan suku yang berbeda. Ada Mona “Mona” Dariani yang orang tuanya berasal dari Yogyakarta, Febiola “Febi” Hatumena yang orang tuanya berasal dari Ambon, Putu Surya Nugraha yang orang tuanya berasal dari Denpasar, Tomi “Tomi” Bagaskara yang orang tuanya berasal dari Jakarta. Diva, Tomi dan Mona, beragama Islam. Febi beragama Kristen. Sedangkan Putu beragama Hindu. Mereka mengajarkan bahwa kita semua dapat bersahabat walaupun memiliki perbedaan suku dan agama, jangan mau kalah dengan anak-anak ah.

Tidak hanya suku dan agama, masing-masing karakter memiliki sifat yang berbeda. Sebuah hal yang pasti akan anak-anak kita hadapi di dunia nyata. Mona hobinya makan dan sering menghabiskan uang jajannya untuk makanan, Putu suka menolong tapi terkadang agak pelit, Tomi manja dan kadang mau menang sendiri, Febi ramah dan suka berbagi. Diva sendiri memiliki sifat yang lebih stabil dan ada di tengah-tengah, tidak terpolar seperti teman-teman lainnya. Cerita dan konflik yang dihadirkan terbilang mendidik dan menghibur bagi anak-anak. Sepengetahuan saya, tidak ada konten dewasa pada serial yang satu ini. Semuanya dibungkus dalam bahasa Indonesia dan latar belakang yang sangat Indonesia sekali.

Hanya saja, dari segi animasi, memang wujud Serial Diva ini masih terbilang sederhana untuk kartun keluaran baru. Tidak bisa dibilang jelek, tapi tidak bisa juga dibilang bagus. Jangan bandingkan dengan animasinya Ipin dan Upin yang budgetnya besar yaaa.

Menurut saya, Serial Diva yang berbahasa Indonesia ini pantas untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”. Di tengah-tengah gempuran film kartun asing, konten lokal seperti ini rasanya layak untuk didukung ;).

Sumber: kastarianimation.com

Serial Paw Patrol

Film seri anak Paw Patrol bercerita mengenai petualangan Ryder (Jaxon Mercey) dan keenam anjingnya. Keenam anjing Ryder dapat berbicara dan dilengkapi oleh tas punggung dan kendaraan super canggih. Masing-masing anjing memiliki spesialisasi tertentu, jadi kendaraan dan perlengkapan yang mereka bawa tidaklah sama. Ada Chase (Max Calinescu) yang keahliannya terkait polisi dan mata-mata. Lalu ada Marshall (Drew Davis) yang keahliannya terkait pemadam kebakaran dan paramedis. Kemudian ada Skye (Kallan Holley) yang keahliannya terkait dunia penerbangan. Turut serta ada Zuma (Alex Thorne) yang keahlianya terkait wilayah perairan. Lalu ada Rubble (Devan Cohen) yang keahliannya terkait konstruksi. Terakhir ada Rocky (Samuel Faraci) yang keahliannya terkait daur ulang. Pada perkembangan cerita selanjutnya, terdapat pula beberapa anjing lain yang membantu Ryder seperti Everest (Berkley Silverman) yang keahliannya terkait salju dan Tracker (David Lopez) yang keahliannya terkait kehutanan. Paw Patrol memang mengambil latar belakang sebuah dunia dimana anjing-anjing dapat berbicara dan memiliki keahlian tertentu untuk membantu manusia yang memeliharanya.

Memang apa sih yang sehari-hari Ryder lakukan? Ryder melakukan segala jenis pertolongan, mulai dari mengantarkan peliharaan yang hilang, menolong kucing yang terjebak di atas pohon, sampai mencari benda yang hilang. Jadi film ini lebih fokus ke arah “menolong”. Bukan menumpas kejahatan seperti film superhero atau polisi-polisian. Kalaupun ada tokoh antagonis, itupun minor dan tidak nampak terlalu jahat.

Ceritanya cukup mendidik, aman ditonton anak kecil dan mudah dipahami. Tapi, kadang cerita yang Paw Patrol angkat seakan terkesan memudahkan dan sedikit asal-asalan. Saya sering sekali menemukan “lubang-lubang” di dalam ceritanya. Ok saya tahu target penonton Paw Patrol memang anak kecil dan dunia Paw Patrol adalah dunia khayalan. Tapi mbok ya alur logika berfikirnya jangan terlalu melompat. Contoh ya, misalkan Paw Patrol harus mengantarkan kucing ke kota. Jalan ke kota ada ke kiri dan ke kanan. Mereka dikisahkan, memilih untuk belok kiri tanpa alasan yang jelas. Ada apa kalau belok kanan tidak dikisahkan dengan gamblang padahal jalan ke kanan itu lebih dekat dan aman, aneeeeeeeh.

Tapi, bagaimanapun juga, animasi yang lucu dan menarik berhasil memikat anak sehingga serial anak yang satu ini berhasil menjadi salah satu serial favorit anak saya :’D. Paw Patrol layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”.

Sumber: http://www.pawpatrol.com

Serial Extra History

 

Extra History merupakan sebuah serial produksi Extra Credits yang mengisahkan mengenai sejarah dari seorang tokoh, sebuah kerajaan, sebuah sistem, sebuah benda dan sebuah peristiwa penting dari seluruh penjuru dunia. Semua ditampilkan dalam bentuk kartun sederhana yang menarik. Tapi jangan harap untuk melihat kartun sekelas kartun-kartunnya Pixar atau Walt Disney yaa. Kartun di sini merupakan kartun sederhana yang informatif. Ditambah dengan narasi yang enak didengar dan santai, Extra History dapat menampilkan potongan sejarah dengan cara yang tidak membosankan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Memang, karena yang ditampilkan Extra History merupakan potongan, jadi terdapat beberapa hal yang tidak diceritakan. Bagaimanapun juga, penonton Extra History tidak semuanya mahasiswa jurusan Sejarah bukan ;). Detail yang terlalu berlebih atau terlalu kurang, dapat membuat semuanya menjadi membosankan. Dari serial ini, saya memperoleh tontonan santai yang dapat mempertajam pengetahuan saya.

Pada setiap episodenya, terdapat sentilan dan ungkapan yang memancing penontonnya untuk berpikiran kritis. Bukankah sejarah biasanya ditulis oleh pemenang? Mungkinkah ini benar kalau dilihat pakai logika? Terkadang sejarah memang diambil dari sebuah sumber yang mana ditulis berdasarkan sudut pandang sumber tersebut. Jadi, ya memang akan selalu ada sedikit ruang untuk perdebatan.

Terkadang, di sana terdapat pula celetukan mengenai hal-hal yang digambarkan oleh film-film Hollywood terkadang tidak sesuai dengan catatan sejarah. Yaaah, selama ini saya sendiri memang sering menonton film yang kisahnya diambil dari potongan sejarah. Terkadang film-film seperti ini sudut pandang dan kisahnya agak digeser-geser agar lebih menarik. Namanya juga film komersil, bukan film dokumenter ;). Kalau terlalu kaku dengan catatan sejarah, yah nanti tidak laku di bioskop dong.

Nah Extra History sendiri, sebenarnya dapat dikatakan sebagai kartun dokumenter yang bercerita tentang sejarah. Serial ini tentunya tidak hadir di bioskop atau stasiun TV lokal kita. Setelah sempat berpindah-pindah “rumah”, saat ini Extra History dapat ditemukan di patreon, youtube.com dan beberapa saluran TV on-line/off-line luar negeri lainnya. Saya pribadi biasa menonton serial ini di youtube saja, gratis hehehehe.

Sangat jarang saya dapat menemukan sebuah tontonan yang dapat menghibur sekaligus memperluas pengetahuan saya. Serial Extra History layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”. Teman-teman yang belum pernah menontonnya, coba tonton episode mengenai Senguku Jidai, itu episode Extra History favorit saya ;).

Sumber: becausegamesmatter.com

Serial Legion

Setelah beberapa kali memunculkan berbagai karakter komiknya ke dalam serial TV, kali ini Marvel kembali menghadirkan serial superhero yang berkaitan erat dengan X-Men, yaitu serial Legion. Apa kaitan Legion dengan X-Men? Tokoh utama Legion, David Haller (Dan Stevens), adalah kerabat dari salah satu anggota tetap X-Men.

Pada awalnya David tidak menyadari akan kekuatan supernya. Semua peristiwa aneh yang ia alami sejak kecil, didiagnosa sebagai penyakit kejiwaan oleh para dokter. David dirawat disebuah rumah sakit jiwa sampai sebuah insiden terjadi di sana. Seketika itu juga pihak pemerintah dan sekelumpok organisasi mutant misterius, datang mencari David.

Sama seperti pada X-Men, perlakuan pihak pemerintah kepada mutant tidaklah menyenangkan. David akhirnya melarikan diri dari rumah sakit dan berlindung di dalam organisasi mutant misterius yang dipimpin oleh Melanie Bird (Jean Smart). Mereka bermukim di Summerland yang dikelilingi oleh hutan. Di sana David bertemu dengan mutant-mutant lain seperti Sydney Barrett (Rachel Keller), Ptonomy Wallace (Jeremie Harris), Cary Loudermilk (Bill Irwin), Kerry Loudermilk (Amber Midthunder), Oliver Bird (Jermaine Clement) dan lain-lain. Masing-masing memiliki kekuatan yang unik, namun konon kekuatan David lah yang terbesar.

Di Summerland, David mempelajari akan kekuatan supernya. Melanie dan kawan-kawan menduga bahwa diagnosa para dokter jiwa yang memeriksa David, salah besar. Gejala kejiwaan yang David alami adalah kekuatan super David yang belum David pahami. Untuk mahami kekuatannya, David harus menyelami alam pikirannya. Semua ada di dalam pikiran David, alam bawah sadar yang banyak sekali ditampilkan pada serial ini. Terkadang David sendiri tidak dapat membedakan antara khayalan, alam pikiran dan dunia nyata.

Berbeda dengan film superhero Marvel lainnya, serial Legion banyak mengeksplorasi dan menggabungkan dunia alam bawah sadar. Terkadang saya pikir, Serial Legion relatif lebih mirip dengan serial Twin Peaks ketimbang serial Agent of S.H.I.E.L.D. atau Daredevil. Sebuah serial superhero yang unik dengan visual, editing dan jalan cerita yang dibuat sedemikian rupa sehingga penonton tidak terlalu bingung meskipun memiliki cerita yang sebenarnya membingungkan, banyak dunia khayalan di sana.

Pada umumnyanya, saya kurang cocok dengan tipe film yang seperti Legion ini, penuh dunial surealis yang blur dan tak jelas. Seolah membawa saya ke dalam pikiran ajaib si tokoh utama. Tapi untuk Legion, saya dapat menikmati serial ini, menanti siapa lawan utama David sebenarnya. Saya rasa visualisasi Legion patut diacungi jempol. Tidak terlalu menggunakan banyak special effect tapi penempatannya pas sehingga terlihat bagus.

Saya rasa serial Legion layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Tapi perlu diingat bahwa serial Legion bukanlah tontonan anak-anal walaupun kisahnya didasarkan dari cerita komik ;).

Sumber: http://www.fxnetworks.com/region-fx

Serial Mr. Robot

robot1

Pernah menonton V for Vendetta (2005)? Atau membaca versi novel grafisnya? Kisah mengenai revolusi dengan simbol topeng ini cukup mudah diingat karena keunikannya. Masyarakat bangkit bersama-sama akibat aksi pemberontakan oleh seorang misterius, berbuntut lengsernya sebuah rezim. Sekitar tahun 2015 lalu, hadir sebuah serial yang ratif mirip dengan V for Vendetta (2005), judulnya Mr. Robot.

Siapa Mr. Robot? Mr. Robot adalah karakter misterius yang menggunakan topeng monopoli. Heh? Topeng monopoli? Kalau teman-teman pernah melihat permainan monopoli yang original, makan teman-teman pasti melihat karakter kakek tua yang menggunakan setelan jas, nah wajah si kakek tersebut sangat mirip dengan topeng Mr. Robot.

robot10

Apa yang Mr. Robot lakukan? Ia memimpin sekelompik hacker untuk menumbangkan sistem dunia yang hanya memperkaya segelintir orang. Sebagaimana kita lihat sendiri, saat ini untuk memperoleh yang kita kehendaki, terkadang kita harus berhutang. Sukur-sukur kalau ada yang mau meminjamkan. Nah bagaimana kalau tidak? Walaupun sopasti kena bunga, ya terpaksa berhutang ke bank atau lembaga keuangan alternatif lainnya. Dengan sistem ini maka sudah bukan hal baru ketika seseorang harus berhutang demi membeli rumah, menyekolahkan anak, memulai sebuah usaha, membeli kendaraan dan lain-lain. Dari seluruh masyarakat dunia, pastilah ada segelintir orang yang menikmati hasil dari hutang-hutang tersebut. Inilah yang Mr. Robot lawan dan ingin tumpas.

Berbeda dengan V for Vendetta (2005) yang menggunakan jalan kekerasan, Mr. Robot lebih memilih menggunakan kelemahan pada sistem komputer demi mencapai tujuannya. Pada pemutaran perdana serial Mr. Robot, perusahaan E menjadi target utamanya karena perusahaan E merupakan perusahaan yang menguasai segalanya sedemikian rupa sehingga banyak penduduk dunia yang berhutang dan atau memiliki ketergantungan terhadap perusahaan E. Pada episode-episode berikutnya, akan terpapar alasan pribadi Mr. Robot kenapa perusahaan E yang dia targetkan. Bukankah ada perusahaan lain yang seperti perusahaan E?

Perlawanan Mr. Robot ditampilkan melalui kacamata seorang Elliot Alderson (Rami Malek), seorang ahli komputer yang anti-sosial, mengalami depresi berkepanjangan dan ketergantungan kepada narkoba. Elliot direkrut masuk ke dalam fsociety oleh Mr.Robot yang bentuk fisiknya diperankan oleh Christian Slater. Fsociety sendiri merupakan kelompok hacker yang ingin memicu sebuah revolusi melawan sistem perekonomian dunia. Dalam prosesnya, Elliot banyak sekali mengalami konflik dengan Mr. Robot sebab Elliot masih ragu akan rencana besar Mr. Robot padahal rencana besar Mr. Robot sangat bergantung kepada kemampuan Elliot sebagai seorang hacker.

robot7

robot11

robot6

robot2

robot9

robot8

Saya melihat banyak kejutan pada serial Mr. Robot karena kelainan dan penyakit yang Elliot derita. Berhubung mayoritas cerita pada serial ini disajikan melalui kacamata seorang Elliot maka semuanya akan dipengaruhi oleh kondisi fisik dan mental Elliot.

robot5

robot3

robot12

robot13

Bukan hanya konsep ceritanya yang bagus, tapi penyajiannya pun pas sehingga secara keseluruhan serial Mr. Robot layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”. Namun Mr. Robot tidak pantas ditonton anak-anak karena mengandung hal-hal yang sifatnya dewasa, jadi jangan ajak anak-anak menonton serial ini :).

Sumber: www.whoismrrobot.com

Serial Supergirl

supergirl-1

Supergirl merupakan superhero dari DC Comics dengan kostum yang sangat mirip dengan Superman, bedanya hanya pada bagian rok Supergirl saja. Tidak hanya kostumnya saja yang mirip, kekuatan super mereka pun identik. Yaah bisa dibilang Supergirl adalah Superman versi perempuan. Kemiripan ini terjadi karena pada dasarnya Superman dan Supergirl sama-sama berasal dari planet Kripton yang sudah hancur. Mereka sama-sama memperoleh kekuatan dari matahari yang menyinari planet kita ini.

Apa hubungan antara Supergirl dan Superman? Supergirl atau Kara Zor-El (Melissa Benoist) ternyata adalah sepupu Superman atau Kal-El. Ketika Kripton meledak, Kara berhasil lolos dengan menggunakan kapsul menyelamat dan seharusnya ia bertugas untuk melindungi Kal-El yang usianya lebih muda. Namun tidak seperti Kal-El yang langsung mendarat di Bumi, kapsul Kara justru terjebak di zona Phantom sehingga Kara terjebak di sana tanpa menua sedetikpun.

Sekitar 24 tahun kemudian, Kara akhirnya dapat lolos dari zona Phantom dan mendarat di Bumi. Setibanya di sana, Kal-El sudah dewasa dan menjadi Superman. Di sinilah awal mula kisah serial Supergirl. Dikisahkan bagaimana asalmula Kara berusaha memanfaatkan kekuatan supernya agar berguna bagi lingkungan sekitarnya. Ia pun berusaha untuk melepaskan diri dari bayang-bayang kejayaan Superman yang sangat dominan. Perlahan tapi pasti, Kara berubah menjadi Supergirl yang dapat diandalkan oleh penduduk kota National ketika bahaya datang.

supergirl-2

supergirl-13

supergirl-9

supergirl-7

supergirl-11

Kalau Batman tinggal di Gotham, Superman di Metropolias, Flash di Central dan Arrow di Starling, nah Supergirl memilih National sebagai tempat tinggalnya. Mirip dengan Superman, sehari-harinya Supergirl menggunakan identitas samaran yaitu Kara Danvers yang bekerja sebagai asisten Cat Grant (Calista Flockhart) di CatCo Worldwide Media kota National, perusahaan media masa mirip Dailly Planet di Metropolis. Aaahhh identitas rahasia yang sekali-lagi sangat mirip dengan identitas rahasia Superman. Kara hanya melepaskan ikat rambut dan kacamata ketika berubah menjadi Supergirl. Di era tahun 70-an, penyamaran seperti itu mungkin masih ampuh. Tapi ini sudah abad 21, yaa ampun, mana mungkin bisa. Bos Kate, Cat Grant, saja hanya membutuhkan beberapa episode untuk mengetahui indentitas Supergirl. Saya rasa karakter Cat relatif lebih unik dan menonjol sepanjang pemutaran perdana serial Supergirl. Sayang pada musim pemutaran kedua Supergirl, Cat memutuskan untuk pergi dan menyerahkan kursi pimpinan Catco Worldwide Media kepada James Olsen (Mehcad Brooks).

supergirl-6

Sama seperti serial The Flash, si karakter utama jatuh cinta kepada tokoh berkulit gelap yang secara fisik tidak rupawan, tapi pada serial tersebut dibuat seolah-olah menjadi “rebutan” :’D. Nah, kalo Flash memiliki Iris West, Supergirl memiliki James Olsen. Dengan wujud Supergirl yang cantik, sepertinya hal ini tidak seimbang dengan Mas Olsen. Olsen praktis tidak memiliki kelebihan yang terlalu menonjol sepanjang saya menonton serial Supergirl.

Satu hal unik yang Olsen lakukan adalah ikut-ikutan menjadi superhero. Dengan menggunakan kostum besi dan perisai, Olsen berubah menjadi Guardian. Sebenarnya Guardian versi komik merupakan Captain America kawe 2 karena kemampuannya sama tapi kostumnya berbeda. Untunglah penampilan Olsen sebagai Guardian relatif bagus.

Saya perhatikan kostum superhero-superhero pendamping yang muncul pada serial Supergirl, lebih bagus dibandingkan serial Arrow. Pada serial Arrow, banyak tokoh tambahan yang menggunakan kostum bertopeng tapi terkesan asal-asalan, kurang elok bagi film seri yang diproduksi di abad 21.

Pada Supergirl, selain Guardian, hadirpula Martian Manhunter, Lar Gand, Bizarro, Siobhan Smythe dan…. Superman. Whaa, Superman sampai diterbangkan DC Comics ke kota National demi mendongkrak serial sepupunya hehehehehe. Bagaimanapun juga kehadiran mereka mampu menambah warna serial Supergirl.

supergirl-4

supergirl-5

supergirl-8

Kalau diliat dari segi cerita, Supergirl memang relatif hambar, kurang greget dan tidak mampu membuat saya penasaran. Yaaaa biasa saja, sebuah kisah superhero dengan kostum dan special effect yang bagus, tak lebih dari itu.

supergirl-15

supergirl-3

Secara keseluruhan, serial Supergirl masih layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Masih bisa dijadikan hiburan diwaktu senggang bersama keluarga meakipun mau diapakan juga, pamor Supergirl tidak akan menyamai pamor Superman.

Sumber: http://www.warnerbros.com/tv/supergirl