Shaun the Sheep Movie (2015)

Shaun the Sheep merupakan film seri anak-anak yang sudah ada sejak 2007. Film seri ini merupakan spin-off dari film seri Wallace and Gromit. Karena kepopulerannya, Shaun the Sheep akhirnya menelurkan spin-off lain yaitu film seri Timmy Time. Tapi sayang, Timmy Time kok ya menggambarkan anak yang agak nakal ya. Memang sih Timmy kreatif dan banyak akalnya, tapi yaaa sering kali polahnya terkesan seperti anak nakal. Timmy jelas berbeda dengan karakter Shaun.

Sesuai dengan judulnya Shaun the Sheep mengisahkan mengenai kehidupan seekor domba bernama Shaun di Peternakan Mossy Bottom, sebuah peternakan tradisional di Inggris Utara. Di sana, Shaun bersahabat dengan anjing peternakan yang bernama Bitzer. Shaun dan Bitzer selalu bekerja sama untuk menyelesaikan masalah-masalah yang timbul tanpa sepengetahuan Si Peternak.

Nah, pada Shaun the Sheep Movie (2015), terjadi sebuah insiden yang membuat Si Peternak (John Sparkes) mengalami kecelakaan di Kota. Ia pun mengalami hilang ingatan dan terdampar di kota karena ia tersesat tanpa membawa identitas. Shaun (Justin Fletcher), Bitzer (John Sparkes), dan kawan-kawan kemudian pergi ke kota untuk membawa pulang Si Peternak yang sudah merawat mereka sejak kecil.

Dalam perjalanannya, terdapat beberapa komedi situasi yang … yaaaah tidak terlalu lucu. Kecerdikan Shaun nampak biasa dan tidak menonjol. Tapi patut diakui bahwa ada bagian yang menyentuh pada akhirnya karena film ini bercerita mengenai “keluarga”.

Versi film layar lebar dari Shaun the Sheep ini tetap menggunakan dialog yang minim sekali, seperti versi film serinya yaaah kata-kata yang keluar praktus hanya mbeee, guk guk, gggrrr dan sejenisnya :’D. Tapi film ini tatap komunukatif kok. Ini merupakan ciri khas dari film Shaun the Sheep. Justru akan sangat aneh kalau Shaun the Sheep Movie (2015) dibuat dengan banyak dialog.

Gambarnya pun menggunakan teknik animasi stop-motion. Jadi, boneka dan alat peraga yang terbuat dari bahan clay modeling, diubah-ubah posisinya sehingga menghasilkan gambar animasi yang unik, mirip tanah liat. Saya rasa ini merupakan spesialisasi dari film-film produksi Aardman Animations, perusahaan sama yang memproduksi pula Wallace and Gromit, Chicken Run (2000) dan Timmy’s Time.

Secara keseluruhan, Shaun the Sheep Movie (2015) cukup menghibur meskipun kurang “Wow” yaaa. Film ini pantas untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Film ini cocok untuk ditonton bersama keluarga tercinta.

Sumber: http://www.shaunthesheep.com

Iklan