Enola Holmes (2020)

Dari berbagai novel dan film Sherlock Holmes yang pernah saya lihat, saya hanya mengetahui bahwa Mycroft Holmes adalah satu-satunya saudara Sherlock. Baru kali inilah saya diperlihatkan karakter Enola, adik perempuan dari Sherlock dan Mycroft. Enola Holmes memang tidak ada di dalam novel Sherlock Holmes asli karya Sir Arthur Conan Doyle. Karakter Enola ternyata memang ciptaan Nancy Springer melalui novelnya. Baru pada tahun 2020 inilah Enola hadir dalam bentuk film pada Enola Holmes (2020).

Sudah pernah menonton Serial Stranger Things? Millie Bobby Brown tampil sebagai salah satu pemeran utama serial tersebut. Kali ini ia harus memerankan Enola Holmes, seseorang dengan karakter yang sangat berbeda dengan karakter yang perankan Millie pada Serial Stranger Things. Enola hadir sebagai karakter yang aktif, mandiri, ceria dan cerdas. Ia bukanlah anak perempuan biasa. Kemampuannya dalam memecahkan masalah, sudah dapat disetarakan dengan Sherlock Holmes (Henry Cavill).

Pada saat itu Sherlock sudah dikenal sebagai detektif terkenal. Sementara itu Mycroft Holmes (Sam Claflin) mampu memegang jabatan tinggi di Kepolisian Inggris. Enola tidak serta merta tenggelam di bawah bayang-bayang nama besar kedua kakaknya. Ia bahkan mampu menunjukkan kekuatannya sebagai wanita.

Latar belakang Enola Holmes (2020) adalah Inggris di sekitar tahun 1800-an. Sebuah era dimana emansipasi wanita belum seperti sekarang. Wanita-wanita muda diajarkan berpakaian dan berprilalu sopan, untuk kemudian menikah dan menjadi ibu yang baik. Hal ini sangat berbeda dengan Enola yang berjiwa bebas. Sejak kecil, Enola diajarkan sebuah konsep dimana wanita bisa dan bebas menjadi apa saja yang mereka mau. Didikan ibu dari Enola memang berbeda dengan cara ibu-ibu lain pada saat itu.

Sebuah konflik muncul ketika ibu Enola menghilang tanpa kabar. Sebagai wali Enola yang baru, Mycroft hendak mengubah pola pendidikan Enola. Enola pun memilih untuk kabur dari rumah. Dalam pelariannya, ia menemukan sebuah misteri yang secara tak langsung berhubungan dengan hilangnya ibu Enola.

Emansipasi wanita menjadi topik utama dari Enola Holmes (2020). Unsur misteri memang sangat kental melekat pada film ini. Namun pemecahan misteri itupun tetap menunjukkan betapa kuatnya kaum wanita yang diwakili oleh Enola Holmes. Jelas sudah, film ini bukanlah film misteri biasa. Bukan karena kejutan atau misterinya yang keren. Melainkan karena balutan feminism yang rapi pada setiap bagiannya. Millie Bobby Brown pun mampu menampilkan tokoh Enola dengan sangat baik. Enola berhasil menampilkan karakter wanita yang kuat dan pantas menjadi tokoh utama film ini. Dengan demikian, Enola Holmes (2020) layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”.

https://www.netflix.com/id-en/title/81277950

Serial Sherlock

Sherlock1

Siapa yang tak kenal Sherlock Holmes? Detektif Inggris paling terkenal di dunia. Pada awalnya, tokoh karangan Sir Arthur Conan Doyle ini muncul di majalah-majalah pada tahun 1887. Latar belakang kisah-kisah Sherlock Holmes pun seputaran Inggris era 1880-an sampai 1914-an. Kemudian Sherlock muncul di novel-novel dan beberapa film, salah satunya adalah film seri produksi BBC yaitu Sherlock.

Pada serial Sherlock, dikisahkan bahwa Sherlock Holmes (Benedict Cumberbatch) hidup di abad 21. Bersama-sama dengan sahabat karibnya, Dr. John Watson (Martin Freeman), Sherlock menangani berbagai kasus misterius. Pada awalnya kasus-kasus yang Sherlock tangani merupakan kasus-kasus yang pernah dikisahkan Sir Arthur Conan Doyle zaman dahulu kala, tapi kisah tersebut diadaptasi sehingga cocok dengan keadaan abad 21, bukan abad 18. Adaptasi dari kisah-kisah ini cukup menghibur karena dilakukan dengan takaran yang tepat. Kemudian mulai muncul kisah-kisah yang tidak dikisahkan pada cerita Sherlock Holmes asli karya Sir Arthur Conan Doyle. Kisah-kisah tersebut juga termasuk lumayan bagus, dapat membuat saya penasaran.

Sherlock2

Sherlock7

Sherlock Sherlock12

Lama kelamaaan nama Sherlock semakin meroket dan dikenal publik Inggris, ia pun menghadapi lawan-lawan yang semakin menantang seperti Jim Moriarty (Andrew Scott) dan Charles Augustus Milverton (Lars Mikkelsen). Keduanya merupakan tokoh antagonis cerdik yang mampu membuat Sherlock mati langkah. Saya melihat penyelesaian tak terduga dari Sherlock ketika menghadapi keduanya meskipun saya melihat beberapa celah pada beberapa ceritanya. Pada beberapa kesempatan, rasanya kedua lawan Sherlock tersebut memiliki kesempatan dan kekuatan untuk membunuh Sherlock, tapi Sherlock tetap hidup karena lawannya terlalu banyak bicara atau terlalu menikmati persaingan melawan Sherlock :’D.

Sherlock15

Sherlock10

Yaaah, lawan-lawan Sherlock memang agak eksentrik seperti Sherlock. Menurut saya, keunikan serial Sherlock produksi BBC  ini dibandingkan Sherlock-Sherloc-kan lainnya adalah karakter eksentrik Sherlock holmes yang Benedict Cumberbatch bawakan. Sherlock Holmes versi Benedict agak arogan, sombong, narsis, anti sosial, seenaknya sendiri dan kurang pintar dalam hal perasaan. Di sinilah gunanya Watson, Watson dapat menyeimbangkan kekurangan Sherlock tersebut sehingga Sherlock dapat memanfaatkan ketelitian dan kecemerlangan otaknya untuk memecahkan kasus yang ada di depan mata. Sherlock memiliki istana pikiran yang mampu menghasilkan analisa cemerlang khas Sherlock Holmes.

Sherlock8

Sherlock5

SHERLOCK

Sherlock6

Aaahhh sayang kedekatan Sherlock dengan Watson terkadang dianggap seperti hubungan gay bagi beberapa rekan saya yang memiliki fantasi agak menyimpang :P, saya rasa kedekatan mereka masih dalam batas wajar. Dahulu kala, ketika LGBT belum seperti sekarang ini, melihat 2 sahabat pria kemana-mana berdua bukanlah hal yang “mencurigakan”. Sekarang? yaaah jadi ada praduga aneh-aneh, apalagi kalau keduanya belum menikah, kalaupun sudah menikah nanti dibilang AC-DC :P.

Sherlock14

Terlepas dari hal di atas, serial Sherlock mampu menghibur saya. Terlebih lagi serial ini lebih memilih untuk menghasilkan episode yang jam tayangnya lebih panjang daripada menghasilkan episode-episode dengan jam tayang yang lebih singkat tapi terus bersambung. Tak heran kalau dalam 1 musim pemutaran Sherlock, hanya ada 3 episode. Saya kurang suka dengan serial-serial yang bersambuuuuung terus di setiap episodenya, kecuali kalau serial tersebut memang benar-benarrr menarik. Walaupun bukan serial detektif terbaik yang pernah saya tonton, Sherlock masih layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus” :).

 Sumber: www.bbc.co.uk/programmes/b018ttws