Maem Bakmi Ketoprak Yunani yang Unik

Bakmi Toprak Yu Nani 1

Beberapa minggu lalu yang lalu, saya mencicipi salah satu masakan tradisional Solo yang baru saya dengan namanya, Bakmi Ketoprak Yunani. Wew, mie di campur ketoprak asal Yunani? Ternyata Yunani di sini adalah Yu Nani, nama pendiri warung Bakmi Ketoprak Yunani yang sudah sejak 1960-an berdiri tegak di Jl. Pandu Dewanata, daerah Kartopuran, Solo. Sebelum tiba ke warung Yu Nani yang asli, saya melihat banyak warung-warung bakmi ketoprak lain yang menggunakan nama Yunani, yaaaa Yunani KW-laaahh, hehehehe.

Warung Bakmi Ketoprak Yu Nani terbilang sederhana, bentuknya seperti warung tenda, hanya terdapat 2 meja panjang di dalam warung tersebut. Bakmi Ketoprak Yu Nani selalu ramai dipadati pengunjung yang sebagian besar adalah penduduk asli Solo, tidak seperti pengunjung Soto Gading 1 yang sudah punya nama, pengunjung Soto Gading 1 terlihat dari berbagai daerah.

Bakmi Toprak Yu Nani 2

Sebenarnya apa sih Bakmi Ketoprak Yu Nani itu? Bakmi Ketoprak Yu Nani terdiri dari potongan daging sapi, mie kuning, bihun, rambak, tahu, tempe, cakwe, kubis, touge, kacang merah, potongan sosis solo & taburan bawang goreng yang bernang & menyelam di dalam semangkuk kuah kaldu sapi yang hangat, yuuummmm, penampilan luarnya menggugah selera :).  Daging sapi yang dipergunakan Yu Nani, direbus lama di atas arang sehingga memiliki aroma khas yang lumayan ok. Sebelum menyantap daging sapi dan aneka bahan-bahan lain yang ada di dalam bakmi ketoprak, saya menambahkan irisan cabai, kecap dan jeruk nipis yang sudah disediakan di meja. Selain itu ada aneka hidangan tambahan lain tersedia di atas meja seperti lento, krupuk, lumpia, sosis solo dan lain-lain.

Bakmi Toprak Yu Nani 3 Bakmi Toprak Yu Nani 4

Rasa Bakmi Ketoprak Yu Nani sendiri terasa lumayan enak, bahan-bahan yang beraneka ragam menghasilkan kombinasi yang cukup harmonis, aroma daging sapinya cukup terasa & berhasil membangkitkan selera makan saya, slluuurp! :D. Oleh karena itu Bakmi Ketoprak Yu Nani layak mendapat nilai 3 dari skala maksimal 5 yang artinya “Lumayan”. Bakmi Ketoprak Yu Nani adalah hidangan Solo yang layak dikunjungi, baik nama maupun komposisi bahan sajian yang satu ini agak unik, ada kacang merahnya segala, inilah hal yang tidak saya temui di Jakarta :).

Maem Wedangan yang Bagus, Bersih, Nyaman & Enak di Cafe 3 Tjeret Solo

Cafe Tiga Tjeret 1

Ketika masih kuliah di Semarang dulu, saya & kawan sekosan saya kadang pergi makan kucingan di malam hari. Di Solo, kucingan dikenal dengan nama hik atau wedangan. Kucingan atau wedangan yang saya tahu, hadir dalam bentuk gerobak dagangan sederhana dimana kita dapat membeli aneka makan dalam porsi yang mungil di dalam gerobak tersebut. Mungkin karena porsinya yang mungil, orang Semarang menyebutnya kucingan, porsinya porsi kucing hehehe.

Ketika pergi ke Solo beberapa minggu yang lalu, saya direkomendasikan oleh kakak ipar saya untuk mengunjungi wedangan yang bernama Cafe Tiga Tjeret. Cafe Tiga Tjeret terletak di Ngarsopuro, seberang Pura Mangkunegaran, tepatnya di jalan Ronggowarsito No. 97, Solo. Ketika tiba di Cafe Tiga Tjeret, saya tidak menemukan gerobak atau tikar lesehan, namun sebuah cafe yang cukup besar dengan dekorasi bergaya urban, gaya anak mudalaah. Tata cara pemesanan di Cafe Tiga Tjeret tidak terlalu berbeda dengan warung kucingan yang biasa saya santap di Semarang. Kita tidak memilih makan dari gerobak, namun dari deretan meja-meja yang ada di dalam Cafe Tiga Tjeret. Kemudian kita dapat meminta petugas Cafe Tiga Tjeret untuk menghangatkan hidangan yang sudah dipilih dengan menggunakan pembakaran. Setelah membayar menu yang sudah kita pilih, kiata dapat memilih tempat duduk untuk menanti hidangan selesai dihangatkan. Sambil menunggu, kita dapat internetan menggunakan wifi gratisan dari Cafe Tiga Tjeret. Saya sendiri tidak sempat memanfaatkan fasilitas ini karena hidangan yang saya pesan cukup cepat proses penyejiannya, baru duduk sebentar, eeee makanannya sudah diantar ke hadapan saya, yummm.

Cafe Tiga Tjeret 3

Antrian Memilih Makanan

Cafe Tiga Tjeret 4

Pembakaran

Cafe Tiga Tjeret 7

Hidangan Sampai di Meja 🙂

Makanan yang tersedia di Cafe Tiga Tjeret antara lain berupa nasi & lauk pauk. Untuk menu nasinya berupa bungkusan daun pisang yang tentunya berisi nasi, mulai dari nasi oseng, nasi bandeng, nasi oseng, nasi terik, nasi teri hingga nasi granat yang kata super pedas tapi … well menurut saya tidak terlalu pedas :P. Lauk pauknya sendiri memiliki varian yang sangaaaaat banyak, yaitui botok telur asin, pisang goreng, ceker ayam, roti bakar, sosis solo, perkedel, tahu bacem, sate hati ayam, sate telur puyuh, sate brutu, sate usus ayam, sate kulit ayam, sate kikil, sate koyor, sate kikil, martabak, telur dadar, tempe mendoan, pepes ayam pepes ikan dan lain-lain, wuuuaaahh macem-macem yaaa, jauh lebih banyak daripada wedangan pada umumnya. Saya pribadi paling suka dengan aneka sate jeroannya, sosis solonya juga oceh, wuuaaah aneka masakan di Cafe Tiga Tjeret terasa gurih manis dan cucok dengan lidah saya :). Hidangan tersebut ditemani sambal yang menurut saya pribadi tidak terlalu pedas sehingga cocok bagi rekan-rekan yang tidak tahan pedas.

Cafe Tiga Tjeret 2

Aneka Nasi

Cafe Tiga Tjeret 5

Aneka Lauk Pauk

Makanan yang disajikan memang memiliki porsi yang mungil tapi ukurannya tetap relatif lebih besar ketimbang porsi di warung kucingan dekat rumah saya di Jakarta sana :D. Selain itu makanan yang disajikan tentunya lebih bersih dan higienis . . . plus murahhh sekali bagi saya pribadi, seorang turis lokal asal Jakarta hohohoho.

Sementara itu untuk minuman, kita dapat memesan minuman yang dapat menghangatkan badan seperti jahe kecik, wedang bandrek, wedang cokelat jahe, wedang jahe kecik, wedang beras kencur, wedang jeruk tape dan lain-lain. Selain minuman hangat, Cafe Tiga Tjeret juga menyajikan minuman yang menyegarkan seperti es puter durian. Minumannya tidak terlalu istimewa, yaa standar-standar saja.

Cafe Tiga Tjeret 6

Wedang Jahe

Cafe Tiga Tjeret menampilkan atmosfer yang nyaman dan enak untuk berkumpul bersama teman atau keluarga, dekorasinya nampak lebih bagus di malam hari. Pelayanannya juga cukup memuaskan :D. Secara keseluruhan, Cafe Tiga Tjeret pantas mendapat nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak”. Cafe Tiga Tjeret merupakan solusi bagi penggemar wedangan yang menginginkan tempat makan wedangan yang bagus, bersih, enak & nyaman :).

Mencicipi Sedapnya Soto Gading 1 Solo

Setiap singgah ke kota Solo, eyang saya pasti mampir ke cabang Soto Gading yang pertama yaitu Soto Gading 1. Restoran tersebut terletak di dekat kraton, tepatnya di Jl. Brigjen Sudiarto No. 75, Gading, Solo. Entah kenapa harus ke cabang yang itu. Sebenarnya Soto Gading sudah memiliki cabang lain, kalau tidak salah :). Meski cabangnya banyak, namun konon rasanya lebih enak di cabang yang pertama yaitu yang terletak di Jl. Brigjen Sudiarto itu. Entah benar atau tidak, tapi saya sendiri hanya pernah mampir ke cabang Soto Gading yang pertama saja, belum pernah ke cabang lainnya :).

Restoran Soto Gading 1 terlihat selalu penuh, apalagi pada waktu tanggal merah, om saya sempat tidak dapat tempat duduk, beliau terpaksa beli dibungkus untuk dimakan di rumah. Bentuk restoran Soto Gading 1 termasuk sederhana tapi bersih. Di bagian muka terdapat petugas peracik soto dan di sekitarnya terdapat meja dan bangku kayu.

Soto Gading 6

Pada setiap meja, terdapat piring plastik berisi aneka hidangan tambahan yang beranekaragam, seperti tempe, sosis solo, sate udang, tahu, empal, sate daging sapi, sate uritan, sate brutu, perkedel, sate kerang, galantin, sate usus, bakwan dan lain-lain. Wuuahh banyak juga yaaa jenisnya :). Hidangan ini dimaksudkan untuk menemani soto gading khas kota Solo yang terkenal sampai ke kuping saya.

Soto Gading 2 Soto Gading 3 Soto Gading 5

Sebagai menu utama di restoran ini, soto gading dapat disajikan secara terpisah dari nasi atau tercampur dengan nasi, tergantung selera pengunjung :). Soto gading terdiri dari irisan daging ayam, soun, potongan kentang, potongan tomat yang ditaburi oleh seledri, hhmmm sederhana sekali isinya. Kuah dari soto gading sendiri berwarna bening, rasanya agak seperti kaldu ayam, tidak terlalu gurih, ringan. Sejujurnya rasa soto gading terasa kurang berbumbu bagi lidah saya sehingga saya harus menambahkan garam, kecap manis dan sambal ke mangkok saya. Namun hal ini agak sedikit terobati sebab soto gading terasa lumayan enak ketika dimakan dengan aneka lauk pauk yang tersedia di setiap meja, not bad laah :D.

Soto Gading 4 Soto Gading 1

Secara keseluruhan, Soto Gading 1 layak mendapat nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Hangatnya soto gading semakin nikmat ketika dimakan pada waktu hujan, slurrppp hhmmmm.