Abuba Steak, It’s My Steak

Abuba 1

Restoran steak Abuba atau Abu Bakar didirikan oleh Pak Abu Bakar sekitar tahun 90-an. Berawal dari warung steak yang sangat sederhana di daerah Kemang, kemudian pindah ke daerah Cipete dan sekarang sudah memiliki banyak cabang seperti:

  1. Bintaro Utama 3A, Blok DC 1, No 61, Bintaro, Tangerang Selatan, Banten. Telp. 021-7353829.
  2. Achmad Sobana (Bangbarung Raya ) No. 1, Bantar Jati, Bogor, Jawa Barat. Telp. 0251-8362691.
  3. Alternatif Cibubur No. 99, Harjamukti, Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Telp. 021-84591023.
  4. Boulevard Raya Blok BA IV No. 37-39, Gading Serpong, Tangerang, Banten. Telp. 021-54205212/13.
  5. Boulevard Raya Blok FY No. 1-2, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Telp. 021-45844273.
  6. Cipete Raya No. 14A, Jakarta Selatan. Telp. 021-7512337.
  7. Gajah Mada Ruko GM No. 149 A-B-D. Gajah Mada, Jakarta Pusat. Telp. 021-6593333.
  8. Greenville Blok AS No. 30, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Telp. 021-5603966.
  9. K.H. Wahid Hasyim No. 120 Jakarta Pusat. Telp. 021-31935655.
  10. Pelajar Pejuang 45 No. 70, Bandung. Telp. 022-7335240.
  11. Pluit Indah Raya No. 168, Jakarta Utara. Telp. 021-66698381.
  12. Prabu Dimuntur No. 12, Bandung. Telp. 022-4233290.
  13. Raya Matraman Raya No 22, Kebon Manggis, Jakarta Timur. Telp. 021-29827717.
  14. Setiabudi No. 170, Bandung. Telp. 022-2044105.
  15. Suryo No. 36 Blok Q3, Jakarta Selatan. Telp. 021-72797413.
  16. Tebet Barat Dalam No. 50, Jakarta Selatan. Telp. 021-83793184.
  17. Rukan Sinpasa Commercial Blok SA 32-33 Summarecon, Bekasi, Jawa Barat. Telp. 021-29572233.

Saya masih ingat, pertama kali saya menyantap Steak Abuba adalah di restoran Abuba yang terletak di Cipete. Pada waktu itu bentuk restorannya masih sederhana dan penuh asap pemanggangan steak. Walaupun begitu, kenikmatan steaknya telah berhasil membuat sepupu saya yang kurus, menghabiskan 2 porsi steak :’D.

Sekarang, saya dan istri saya beberapa kali mampir ke restoran Abuba dekat rumah kami yang kondisinya sudah jauh lebih baik dibandingkan restoran Abuba yang dahulu kala saya kunjungi di Cipete. Tempatnya lebih bagus, nyaman dan enak untuk berkumpul bersama keluarga.

Bagian Dalam Abuba Menteng

Bagian Dalam Abuba Menteng

Bagian Dalam Abuba Matraman Lantai 1

Bagian Dalam Abuba Matraman Lantai 1

Bagian Dalam Abuba Matraman Lantai 2

Bagian Dalam Abuba Matraman Lantai 2

Terus terang saya agak lupa apakah rasa steaknya masih sama seperti dulu atau tidak. Yang pasti kita dapat memilih bagian daging sapi yang kita inginkan seperti sirloin, tenderloin, rib eye dan T bone. Kita juga memilih asal daging tersebut apakah lokal atau Selandia Baru atau Amerika. Seperti restoran steak pada umumnya, tak lupa kita dapat memilih tingkat kematangannya apakah rare, medium rare, medium, medium well atau well done.

Nahhh terakhir, kita dapat memilih 1 diantara 3 saus yang Abuba miliki yaitu saus barbecue, saus blackpepper dan saus jamur. Saus barbecue terasa agak asam dan memiliki aroma barbecue yang sedap, sayang saya agak bosan dengan saus ini karena saya sering menggunakan saus yang serupa untuk membuat burger di rumah. Saus blackpepper menggunakan merica tapi tidak terasa pedas bagi saya pribadi. Saus jamur terasa manis dan menggunakan sedikit jamur yang lembut, inilah saus favorit saya di Abuba, yummmm :).

Tenderloin Selandia Baru dengan Saus Jamur

Tenderloin Selandia Baru dengan Saus Jamur

T Bone Lokal dengan Saus Jamur

T Bone Lokal dengan Saus Jamur

Tenderloin Selandia Baru dengan Saus Barbecue

Tenderloin Selandia Baru dengan Saus Barbecue

Tenderloin Lokal dengan Saus Jamur

Tenderloin Lokal dengan Saus Jamur

Rib Eye Selandia Baru dengan Saus Blackpepper

Rib Eye Selandia Baru dengan Saus Blackpepper

abuba-13

Rib Eye US dengan Saus Jamur

Tak hanya ditemani oleh saus-saus di atas saja, steak yang Abuba hidangkan ditemani pula oleh sayuran dan potato wedges. Sayurannya terasa segar dan bukan sayuran beku pendamping steak yang biasa kita temukan di supermarket. Rasa sayurannya benar-benar beda dan melimpah. Istri saya sampai ketagihan dengan sayurannya Abuba, sampai-sampai ia memesan mixed vegetables & potato wedges ;).

Mixed Vegetables & Potato Wedges

Mixed Vegetables & Potato Wedges

Aneka Bumbu Tambahan

Aneka Bumbu Tambahan

Secara keseluruhan Abuba masih dapat dikatakan sebagai salah satu restoran steak yang mampu menyajikan steak terenak di Jakarta. Inilah alasan kenapa saya memberikan Abuba nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak”. Yaaaaa Abuba memang benar-benar steak yang sesuai dengan lidah saya, Abuba is my steak.

Iklan

Menyantap Hidangan Khas Amerika-nya American Grill

American Grill 1

Ketika masih SMA dulu, sempat ada restoran yang populer namun terkenal mahal, Sizzler namanya. Sekarang semua cabang Sizzler di Jakarta sudah berganti nama menjadi American Grill. American Grill nampaknya tidak memiliki afiliasi lagi dengan Sizzler yang di Amerika sana. Sampai saat ini, American Grill dapat kita temui di:

  • Terminal 2F Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, Tangerang, Banten.
  • Mall Artha Gading, Great Eagle Building Ground Floor, Jl. Artha Gading Selatan No. 1, Jakarta Utara.
  • Plaza Semanggi, Ground Florr Lobby Lift (Pintu Timur), Jakarta Selatan.
  • Jl. Tanjung Karang No.2 (beside UOB Plaza), Jakarta Pusat.
  • Mall Taman Anggrek, Jl. Letjen S. Parman, Kav. 21 (depan ice skating), Jakarta Barat,
  • Business Hotel Lobby Jakarta, Jl. Tomang Raya No. 51, Tomang, Jakarta Barat.
    Pondok Indah Mall 1, Jl. Metro Pondok Indah, Jakarta Selatan
American Grill 4

Bagian Dalam American Grill

American Grill 3

Bagian Dalam American Grill

American Grill 2

Bagian Dalam American Grill

Restorannya nyaman dan pas untuk dijadikan tempat berkumpul. Saya suka dengan dekorasi dan kondisi restoran secara keseluruhan. Namun apakah hidangan American Grill sebagus tempatnya?

Meskipun sudah tidak berafiliasi, sistem American Grill masih tetap mengikuti Sizzler. Apabila kita memesan menu utama seperti varian steak, chicken, fish, seafood & patty, kita dapat menyantap sepuasnya fresh fruit, soup, hot appetizer, salad & dessert bar yang biasanya terdapat di bagian tengah restoran, tinggal pilih mau ambil yang mana. Supnya cukup enak bila dipadukan dengan roti yang saya peroleh beberapa saat setelah memesan menu utama ;). Pilihannya cukup banyak dan lengkap, lumayannn, dapat dijadikan pendamping menu-menu utama.

American Grill 8

Fresh Fruit, Soup, Hot Appetizer, Salad & Dessert Bar

American Grill 10

Salad Bar & Soup Bar

American Grill 6

Roti

American Grill 5

Salad yang Saya Ambil 🙂

American Grill 12

Salad & Buah

American Grill 11

Desert Bar

Jenis menu utama yang American Grill tawarkan cukup beraneka ragam seperti spicy grilled chicken, western sizzling steak, hibachi chicken, teriyaki chicken, spicy grilled fish, teriyaki grilled fish, crumbed fish, calamary fry, shrimp fry, new york steak, teriyaki new york steak, teriyaki beef patty, casper chicken, fish nugget, beef patty & sebagainya. Selain steak, kita dapat memesan 2 menu utama ke dalam 1 piring, kombinasi 2 menu ini disebut combo.

Combo spicy grilled chicken & beef patty adalah hidangan American Grill yang baru sempat saya cicipi. Dalam 1 piring saya mendapatkan spicy grilled chicken, beef patty, mashed potatoes & semangka. American Grill memang menyajikan hidangan dengan cita rasa Amerika, jadi tidak heran kalau menu yang saya santap ini rasanya agak hambar atau tawar bagi lidah Indonesia saya. Saya perlu membubuhkan garam & merica agar menu combo tersebut memiliki rasa yang lebih. Walaupun kurang “berbumbu”, bahan-bahan yang dipergunakan terasa segar dan empuk. Beef patty memiliki jamur di bagian atasnya, rasanya tidak terlalu spesial. Spicy grilled chicken memiliki kulit yang sedikit gurih, saya lebih suka ini dibandingkan beef patty ;). Mashed potatoes yang disajikan pun terasa lembut dan harum di mulut, saya suka dengan aromanya.

American Grill 9

Combo Spicy Grilled Chicken & Beef Patty

American Grill 7

Merica & Garam

Menurut saya, American Grill layak untuk mendapat nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Oh yaa, ada 1 lagi keunggulan American Grill, konon semua steak American Grill dimasak tanpa minyak, tanpa pewarna dan tanpa pengawet ;).

RM. Kusuma Sari, Restoran Lawas yang Terus Bertahan

Kusuma Sari 1

Ketika berlibur ke Solo kemarin, saya kembali mampir ke Rumah Makan Kusuma Sari yang konon sudah hadir di Solo sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu. Sebenarnya kedatangan saya kemarin bukanlah kali pertama saya mampir ke Kusuma Sari. Sekitar setahun yang lalu, saya bersama keluarga besar saya pun sempat mampir ke Kusuma Sari. Rumah makan ini memang direkomendasikan oleh banyak orang sehingga setiap saya ke Solo, pasti saja ada kerabat yang merekomendasikan Kusuma Sari.

Saat ini rumah makan yang sudah merambah ke bisnis cathering ini terletak di Jl. Yos Sudarso No. 91, Solo. Bagian dalamnya bersih dan bagus, tapi harga makanannya termasuk ekonomis menurut saya pribadi :D.

Kusuma Sari 2

Bagian Dalam Kusuma Sari

Hidangan yang Kusuma Sari sajikan adalah hidangan kumpeni tempo doeloe seperti kroket, resoles, zupha soup, soup galantin, selat segar, huzarensla, steak, hotplate, kusuma sari ice cream dan lain-lain. Saya sendiri baru sempat mencicipi kroket mayonaise, selat segar, kroket lombok, beef barbeque, marinated pepper steakes krim pinokio, es leci & kusuma sari ice cream.

Kroket merupakan hidangan paling enak di Kusuma Sari. Baik kroket lombok maupun kroket mayonaise, keduanya memiliki bagian isi yang sangat lembut dan gurih, yummm, kroket paling enak yang pernah saya makan :).

Kusuma Sari 3

Kroket

Selat segar, atau lebih populer dengan nama selat solo, yang disajikan Kusuma Sari terdiri dari buncis, wortel, selada, kentang, telur, tomat, daging sapi dan mayonaise. Tidak lupa bahan-bahan tersebut diguyur oleh kuah yang terasa sedikit manis. Wujud hidangan yang 1 ini tertata dengan rapi dan cantik. Sayang rasanya tergolong standard dan terlalu “becek” bagi saya. Sampai tulisan ini saya tulis pun, saya belum menemukan selat segar yang istimewa bagi lidah saya.

Kusuma Sari 4

Selat Solo

Beef barbeque dan marinated pepper steak sama-sama disajikan di atas hotplate dan terdiri dari irisan daging sapi, potongan kentang dan sayuran. Yang membedakan diantara keduanya adalah bumbu beef barbeque agak sedikit manis masam, sedangkan bumbu marinated pepper steak menggunakan saus lada hitam dan terasa sedikit pedas, sayang saus lada hitamnya terlalu cair sehingga rasanya kurang mantab. Tapi saya tetap lebih suka marinated pepper steak dibandingkan beef barbaque. Sampai saat ini saya memang belum menemukan menu main course Kusuma Sari yang menonjol.

Kusuma Sari 7

Beef Barbeque

Kusuma Sari 6

Marinated Pepper Steak

Kusuma sari ice cream terdiri dari beberapa rasa ice cream yang Kusuma Sari miliki ditambah wafer di bagian pinggirnya. Rasanya lumayan enak dan menyegarkan terutama bagian es krim yang rasanya rasa tutty fruty, cocok dengan lidah saya :). Sementara itu es krim pinokio hadir dengan bentuk yang unik, tapi yaa pada dasarnya es krim tersebut merupakan 1 sekop es krim dengan wafer. Tidak ada yang spesial dari rasanya. Berbeda nasib dengan es leci, es lecinya ternyata terasa enak loh. Air rasa lecinya tidak terlalu manis, dan 2 buah leci yang terdapat di sana cukup berhasil menambah kenikmatan minuman yang satu ini.

Kusuma Sari Ice Cream, Es Krim Pinokio & Es Leci

Secara keseluruhan, saya puas dengan kunjungan saya ke Kusuma Sari. Rumah makan lawas ini layak untuk mendapat nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Lumayanlahh untuk dijadikan tempat berkumpul. Selain makanannya lumayan, tempatnya nyaman dan harganya cukup ekonomis.

Meat Me, Steak to Die for

Meat Me 1

Beberapa hari yang lalu, saya bersama dengan istri mencicipi restoran Meat Me yang terletak di dekat kantor saya dan tempat tinggal saya, sumpah setiap hari saya pasti lewat resroran itu hehehe. Meskipun baru berdiri pada 2013 lalu, Meat Met sudah memiliki cabang di Lippo Mall Kemang, The Breeze BSD City, Menteng Square Apartment dan Mall Kota Kasablanka. Dekorasinya bagus dan nampak eksklusif, baik di bagian dalam maupun di bagian luarnya.

Meat Me 9

Bagian Dalam Meat Me

Meat Me 8

Butchery

Di dalam Meat Me sendiri, kita dapat membeli daging, sosis dan olahan daging lainnya. Meat Me memang bukan hanya restoran steak atau steakhouse, tapi merangkap juga sebagai toko daging atau yang di Afrika Selatan disebut butchery. Daging yang tersedia di Meat Me adalah daging segar yang berasal dari Jepang, Selandia Baru, Amerika Serikat dan Australia. Kita dapat memilih potongan striploin, tenderloin, rib eye, porter house atau T-Bone dalam peringkat (marbling 1 sampai 12) dan berat yang bermacam-macam sesuai dengan keinginan kita.

Meat Me 6

Aneka Daging pada Butchery

Meat Me 5

Aneka Sosis & Daging Olahan pada Butchery

Meat Me 4

Potongan Daging pada Butchery

Daging yang sudah kita pilih dapat langsung dimasak oleh pihak Meat Me dengan tingkat kematangan sesuai dengan keinginan pengunjung, saya sendiri lebih senang medium rare, lebih juicy ;). Kemudian Meat Me memberikan beberapa pilihan saus steak seperti bbq sauce, mushroom sauce, blackpepper sauce, japanese, jack daniels & chimichurri. Sayang saus-saus tersebut terasa sedikit “kurang berani” bagi lidah Indonesia saya, sedikit kurang terasa bumbunya. Namun yang namanya saus ya hanya pelengkap saja sehingga saus tersebut tidak terlalu merusak rasa steak Meat Me secara keseluruhan. Dengan daging yang berkualitas tinggi dan pembakaran yang pas, saya tetap merasakan hidangan steak yang istimewa walaupun steak tersebut tidak terlalu berbumbu, enak juga ternyata ;). Tak lupa Meat Me menyediakan saus sambal, tomat, Jepang, merica dan garam di setiap meja. Saya pun termasuk pengunjung yang membubuhkan merica ke atas steak yang saya pesan, supaya lebih terasa spicy. Saya sempat ketagihan dengan hidangan steaknya Meat Me sampai-sampai saya membeli voucher diskonnya Meat Me sebanyak 2 kali untuk 2 kali makan hehehehe. Bagaimana pun juga, harga steak di Meat Me relatif mahal bagi saya pribadi. Yaaah ada harga, ada rupa :’D.

Meat Me 3

Australian Black Angus Rump Steak

Meat Me 7

Saus Sambal, Tomat, Jepang, Merica, Garam

Meat Me 2

Australian Angus Striploin Steak

Selain steak, Meat Me menyajikan pula sup, salad, pizza, risoto, burger & sandwitch. Saya baru sempat mencicipi burger-nya. Rasanya biasa saja, tidak spesial, saya lebih suka Burger King hehehe.

Meat Me 10

Burger

Secara keseluruhan, saya puas dengan kunjungan saya ke Meat Me. Rasanya Meat Me layak untuk mendapatkan nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak” :D.

**************************************Update13/02/2016**************************************
Cabang Meat Me yang di Apartemen Menteng Square sudah tutup

Makan Malam Romantis di Le Bridge

Le Bridge 0

Le Bridge sudah sejak lama berdiri di area Taman Impian Jaya Anco, namun baru kemarin saya makan di sana. Biasanya hanya lewat saja, atau foto-foto di pantai dekat Le Bridge. Restoran ini cukup menarik perhatian saya sebab jalan masuknya unik, kita harus melewati jembatan kayu yang lumayan panjang, dari pinggir pantai menuju bagian tengah laut. Le Bridge memang terletak di bagian luar area pantai, mendekati laut. Bentuknya seperti tenda besar berwarna putih. Jembatan panjang di muka restoran inipun sering menjadi objek foto-foto para pengunjung Taman Impian Jaya Ancol. Tapi banyak juga yang hanya berani foto-foto saja di luar, tidak berani masuk ke dalam. Kenapa? Takut mahal? :P.

Le Bridge 1

Le Bridge di Sore Hari

Le Bridge 2

Le Bridge di Malam Hari

Awalnya saya pikir harga makanan di Le Bridge mahal. Setelah masuk ke dalam, ternyata harganya relatif tidak jauh berbeda dengan harga tempat makan lain di dalam area Taman Impian Jaya Ancol. Plus kebetulan kemarin ada promosi voucher Disdus di Le Bridge, lumayan, diskoooon ; ). Hahaha mentang-mentang diskon, baru berani masuk dan mencicipi :P.

Setelah masuk ke dalam mau apa lagi? Ya pesan makanan lah :). Cara memesan menu di Le Bridge mirip dengan cara memesan makanan di foodcourt. Kita melihat dan memilih dulu menu yang akan kita pesan di bagian muka Le Bridge. Kemudian kita bayar dan menerima papan antrian mungil. Nah barulah setelah itu kita memilih ingin duduk di mana atau bisa juga yang memesan dan bayar di loket 1 orang, sementara teman-temannya yang lain memilih tempat duduk. Berhubung Le Bridge terletak sedikit ke arah tengah laut, maka bersiaplah menghadapi tiupan angin laut. Walaupun anginnya lumayan kencang tapi masih dalam batas wajar kok ;). Suasana bagian dalam Le Bridge nyaman dan romantis, apalagi di malam hari, Cocok sekali untuk candle light diner dengan pasangan ;).

Le Bridge 4

Pemandangan dari Dalam Le Bridge

Le Bridge 9

Bagian Dalam Samping Le Bridge

Le Bridge 3

Kasir Le Bridge

Le Bridge 5

Bagian Dalam Belakang Le Bridge

Menu yang dihidang Le Bridge adalah menu western seperti steak, pasta, burger, aneka desert, aneka juice dan lain-lain. Diantara berbagai menu tersebut, menu andalan Le Bridge adalah steak. Terdapat beraneka ragam steak seperti tenderloin steak, sirloin steak, gindara steak, salmon steak dan lain-lain. Steak dapat diminta untuk masak matang atau separuh matang. Tidak seperti restoran dengan spesialisasi steak, steak di Le Bridge tidak memiliki pilihan saus. Saus yang disajikan terasa lumayan enak tapi agak standard, rasanya mirip dengan saus steak barberque biasa. Quality control di Le Bridge nampaknya harus diperbaiki juga sebab kemarin steak yang disajikan kepada saya dan ibu saya agak gosong bagian bawahnya sementara steak yang dimakan oleh bapak saya tidak gosong dan terasa lebih enak :(.

Le Bridge 8

Tenderloin Steak

Contoh menu lainnya adalah gordon bleu. Menu yang dapat ditemui di restoran lain ini tidaklah spesial rasanya. Keju dan daging yang ada di dalam gorengan tepung tidak terlalu terasa. Walaupun sudah ditambah saus khusus dan sambal pun rasanya masih biasa saja.

Le Bridge 6

Sebagaimana telah disebutkan di atas, Le Bridge menyajikan aneka pasta. Nah Fettucine smoked beef adalah salah satunya. Makanan yang saya prediksi akan terasa biasa saja ini ternyata terasa uenaaak. Aroma smoked beef terasa pada setiap gigitan walaupun smoked beef-nya tidak terlalu banyak. Tidak hanya menggunakan smoked beef, fettucine ini dibalut oleh saus kental yang terbuat dari campuran keju dan susu, hhhmmmm paduannya passs sekali. Ditambah tersedianya garlic bread & parutan keju tambahan untuk ditaburkan semakin melengkapi kenikmatan sajian ini. Fix sudah, fettucine smoked beef adalah menu favorit saya di Le Bridge :).

Le Bridge 7

Fettucine Smoked Beef

Untuk minuman, Le Bridge menyajikan juice beserta minuman modifikasi. Juicenya biasa saja, tidak sekental juice buatan rumah saya :P. Sementara itu minuman modifikasi yang pernah saya minum adalah vanila Coconut yang merupakan paduan dari kelapa dan vanila, well rasanya agak manis dan biasa saja.

Le Bridge 10

Strawberry Smoothies, Avocado Juice & Strawberry Juice

Menurut saya, hidangan-hidangan Le Bridge layak mendapat nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Secara keseluruhan, kedatangan saya di Le Bridge kemarin cukup memuaskan dan layak untuk diulang lagi. Boleh juga kapan-kapan candle light diner berdua dengan istri di Le Bridge ;).

Belajar Steakology di Tebet \(^3^)/

Steakology

Steakology adalah restoran yang terletak di Jl. Tebet Raya No. 38, Jakarta Selatan dan buka pada pukul 12 siang sampai 10 malam. Sesuai namanya, menu andalan Steakology adalah steak, … pelajaran steak mungkin ya? Belakangnya pakai ology-ology-an mirip Anthropology, Biology atau Psychology soalnya :). Saya sendiri baru mengetahui keberadaan restoran ini setelah melihat diskon livingsocial, maklum anak modis, modal diskon :mrgreen:.

Ketika tiba di Steakology hari sabtu lalu, saya dan keluarga tidak dapat tempat duduk di bagian dalam. Kebetulan tempatnya sedang ramai, entah memang setiap sabtu ramai atau karena sedang ada diskon yaaa :D. Akhirnya saya dapat tempat duduk di bagian terluar, yaaaa, tak apalah daripada tidak duduk.

Steakology 4

Ruang Duduk

Setelah memesan dan menanti beberapa saat, akhirnya pesanan kami tiba. Kalau dilihat dari ukuran, steaknya Steakology kecil ukurannya, kurang cocok untuk menu buka puasa atau bagi orang-orang yang sedang lapar berat. Ukuran steaknya Steakology ada kecil, sedang dan besar. Steak dengan ukuran kecil itu menurut saya terlalu kecil, kalau ada istilah nasi kucing, well ini steak kucing :P, cocok bagi kaum hawa yang sedang diet. Nah kalau steak dengan ukuran sedang, agak lebih besar meski tetap hampir dipastikan akan gagal mengenyangkan perut saya kalau saya sedang lapar poool. Steak dengan ukuran besar barulah steak dengan ukuran yang menurut saya lazim di sajikan oleh restoran steak lain seperti Joni Steak atau Steak 21. Meski daging yang dipergunakan steak Steakology itu relatif kecil & merupakan daging lokal, tingkat keempukannya tidak kalah dengan daging import looh :D.

Steakology 2

Pembakaran Steak

Seperti biasa, setelah kita memesan steak, entah itu ribeye, sirloin atau bagian lain dari sapi yang biasa dibuat steak, kemudian kita ditanyakan tingkat kematangan, lalu tipe sayuran pendamping serta kentangnya mau yang french fries atau yang lain. Kemudian terakhir, mau menggunakan bumbu apa? Nah Steakology memiliki 7 bumbu steak yang mereka namai “Keajaiban Saus ala Steakology”. Awalnya hanya ada 7 jenis saus, namun sekarang sudah bertelur menjadi lebih dari 7 :mrgreen:. Saus-sausnya antara lain adalah:

  1. Bearnaise (asam manis). Saus Romantis dari Perancis. Rasanya creamy dan gurih asam. Dibuat dari mentega cair, kuning telur, cuka dan rempah-rempah. Merupakan saus favorit beberapa orang, tapi bukan saus favorit saya :P. Rasanya terlalu asam, namun cukup oke kalau dimakan dengan daging steaknya. Jangan makan saus ini tanpa daging steaknya, rasanya asammmm.
  2. Mushroom (gurih keju). Saus yang dibuat untuk steak dan dibukukan pertama kali tahun 1864. Dibuat dari krim, jamur, butter, pepper dan rempah-rempah. Termasuk saus yang banyak dipesan oleh para pengunjung.
  3. Barbeque (manis pedas). Ditemukan oleh Columbus. Saus pedas manis ini dibuat dari pasta tomat, vinegar, liquid smoke, kulit jeruk, lada dan gula.
  4. Sambal Matah (pedas). Sambal khas pedas Bali yang terdiri dari bawang merah, daaun jeruk, bawang putih dan cabe rawit.
  5. Sambal Hijau (pedas). Sambal dengan bahan dasar cabe rawit hijau, cabe rawit keriting dan cabe hijau besar. Hmmm rasanya agak aneh…sedikit asam, tidak pedas sama sekali, kurang oke.
  6. Saus Kari (gurih pedas). Saus yang terbuat dari bawang merah, bawang putih, cabe merah, kunyit dan rempah-rempah.
  7. Saus Opor (gurih). Saus yang terbuat dari bawang merah, bawang putih, kunyit dan rempah-rempah dicampur santan.
  8. Rattle Snake (pedas lada). Saus ini dibuat dari racikan Jalapeno, mustard, tobasco dan rempah-rempah. Terdengar eksentrik karena namanya diambil dari jenis ular berderik.
  9. Teriyaki (manis asin). Teknik memasak saus ala Jepang dengan dipanggang. Terbuat dari kecap asin, cuka Jepang dan gula dengan perbandingan tertentu.
  10. Pesto (gurih rempah) . Saus Italia ini adalah saus khas dari Genoa yang sudah dikenal sejak zaman romawi kuno. Pesto adalah racikan dari daun basil, minyak zaitun, parmesan dan pistachio.
  11. Black Pepper (pedas lada). Saus berbahan dasar lada hitam. Mulai dikenal sebagai salah satu bahan masakan pada tahun 1840 oleh bangsa Eropa. Ini jenis saus favorit saya, setiap ke restoran steak, saya pasti pesan saus ini :D. Butiran-butiran ladanya benar-benar masih terlihat, saus black pepper-nya Steakology benar-benar istimewaaa.
  12. Cafe de Paris (asam manis). Saus dengan bahan dasar mentega dicampur dengan daun Rosemary dan aroma Thyme.
  13. Saus Rendang (gurih pedas). Saus yang terbuat dari bawang merah, bawang putih, kunyit, cabe merah dan rempah-rempah yang dicampur dengan santan. Walah bukannya inimah sama saja dengan makan rendang saja ya? hehehehe
  14. Lemon Egg Sauce (asam manis). Saus yang terbuat dari sari buah lemon, susu, kuning telur dan keju.
Steakology 7

Steak Ukuran Kecil dengan Saus Sambal Hijau

Steakology 6

Steak Ukuran Kecil dengan Saus Bearnaise

Steakology 5

Steak Ukuran Sedang dengan Saus Black Pepper

Apakah sausnya benar-benar ajaib? Menurut saya … ya tentu saja. Sausnya beraneka ragam dan kental, jadi rasanya benar-benar nyata sesuai rasa kombinasi masing-masing saus. Favorit saya tetaplah black pepper, mantabb baik kalau dimakan dengan daging steaknya atau digado hehehehe.

Selain steak, ada menu-menu lain di Steakology seperti nachos, burger, fettuccine, spaghetti dan lain-lain. Aneka minumannya disajikan dengan gelas yang cukup unik dan memiliki rasa yang lumayan oke, seperti lemon tea, cappuccino, teh karamel dan lain-lain.

Steakology 8

Nachos

Steakology 3

Dapur Minuman

Steakology 1

Lemon Tea & Caramel Tea

Saya akui kelebihan Steakology adalah pada sausnya, namun kelemahan Steakology adalah pada ukuran dagingnya, daging sapi mahal yah bro x___x. Secara garis besar rasanya Steakology layak mendapat nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”.

Maem Bestik-nya Wong Solo Neng Harjo Bestik

Bestik Harjo 1

Beberapa waktu yang lalu, saya berkunjung ke Solo untuk menghadiri acara keluarga. Kunjungan ke Solo tentunya kurang lengkap kalau tidak dilengkapi dengan wisata kuliner. Salah satu famili saya menyarankan saya untuk mencicipi Harjo Bestik. Harjo Bestik menyajikan bestik Solo sebagai menu andalannya. Ada yang mengatakan bahwa bestik berasal dari kata beufstuk, makanan Belanda yang terdiri dari daging sapi dan kuah. Ada juga yang mengatakan bahwa bestik berasal dari kata beef steak. Saya sendiri berpikir bahwa bestik Solo yaaaa sama saja dengan beef steak, pengucapannya mirip sekali. Ketika sepiring bestik hadir di meja saya, saya agak heran, kok agak beda yaaaa. Ternyata bestik itu bukan steak saudara-saudara, kenapa? karena bestik yang dihidangkan di Harjo Bestik ternyata dapat berupa daging sapi cincang, telur, brutu, daging ayam, lidah dan rempela ati yang dibanjiri oleh kuah manis gurih kecoklatan plus selada, wortel dan kentang. Kuahnya “becek”, kegemaran sebagian besar orang Solo :).

Bestik Harjo 3

Bestik Campur

Bestik Harjo 4

Bestik Daging

Menurut lidah Jakarta saya, bestiknya Harjo Bestik memiliki rasa yang gurih & unik namun terlalu manis & kuahnya terlalu “becek”, hehehehe. Saya sendiri baru sempat mencicipi bestik daging dan bestik campur. Konon, menurut orang-orang, menu Bestik Harjo yang enak adalah bestik lidah dan elek-elekan. Elek-elekan? jelek-jelekan? nama yang unik :D. Elek-elekan memang tidak ada di menu, namun kita dapat memesannya di Bestik Harjo. Elek-elekan sebenarnya merupakan sisa lidah sapi yang sudah tidak terpakai lagi, sisa lidah tersebut kemudian digoreng kering hingga terasa renyah-renyah gurih.

Harjo Bestik merupakan salah satu kaki 5 penjual bestik Solo yang dapat kita jumpai di:

  • Jl. Dr. Radjiman, sebelah timur dari perempatan Pasar Kembang, Surakarta, Telp. 081804544472.
  • Jl. Veteran, depan Pasar Gading, Surakarta.
  • Jl. Veteran, sebelah barat perempatan Gemblegan, Surakarta.
Bestik Harjo 2

Bagian Dalam

Meski tidak terlalu cocok dengan lidah Jakarta saya, Harjo Bestik nampaknya cocok dengan lidahnya warga Solo, tempatnya tidak sepi loooh. Harjo Bestik layak mendapat nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Kalau sedang berkunjung ke Solo, jangan lupa mampir di Harjo Bestik :).