Mblusuk-Mblusuk di Warung Selat Mbak Lies

Walaupun terletak tak jauh dari rumah mertua saya, baru sekitar bulan lalu saya mampir ke Warung Selat Mbak Lies. Warung ini sudah beberapa kali diliput oleh Stasiun TV dan direkomendasikan oleh Om saya yang pernah tinggal di Solo. Lokasinya ternyata agak “ngumpet” di sebuah jalan kecil, Jalan Veteran, Gang II, Nomor 42, Serengan, Solo.

Bentuk warung yang sudah berdiri sejak 1987 ini, memang agak unik. Seluruh warung dipenuhi oleh -koleksi-koleksi keramik milik Ibu Wulandari Kusmadyaningrum atau Mbak Lies. Pada beberapa bagian keramik, terdapat tanda tangan beberapa artis yang pernah berkunjung. Bagi beberapa pengunjung, dekorasi Warung Selat Mbak Lies dijadikan tempat foto-foto karena keunikannya tersebut.

Bagaimana dengan hidangannya? Sesuai judulnya, pengunjung memiliki selat sebagai hidangan andalannya. Selat berasal dari kata slaatje atau salad, hidangan yang biasa disantap orang-orang Belanda di masa penjajahan. Warga pribumi, ingin meniru hidangan tersebut tapi disesuaikan dengan lidah pribumi sehingga jadilah selat yang berkembang saat ini.

Warung Selat Mbak Lies sendiri menyajikan 2 jenis selat yaitu selat bestik dan selat gelatine. Berdasarkan rekomendasi dari famili saya, pada kunjungan pertama saya, saya mencicipi selat gelatine kuah segar. Hidangan ini terdiri dari potongan wortel, buncis, kentang, telur pindang, rolade daging, mustard, bawang dan selada. Kalau digabung, rasanya agak flat dengan sedikit rasa manis dan gurih di sana. Rolade dagingnya terasa agak dominan dengan rasa gurih yang lumayan enak, selain itu tidak ada yang terlalu spesial di sana. Lidah Jakarta saya mungkin tidak terlalu cocok dengan hidangan khas Jawa Tengah ini :’D.

Mungkin lain kali saya akan kembali ke sana untuk mencici menu lainnya. Sementara ini, saya rasa Warung Selat Mbak Lies layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Not bad-laaaah :).

Iklan

Menyantap Hidangan Timur Tengah di Marakez Cafe

Marakez1

Setelah istri saya melahirkan di Solo, otomatis istri dan anak saya yang baru lahir akan tinggal di Solo untuk beberapa bulan. Dengan demikian saya pun sering bolak balik Jakarta-Solo untuk menengok mereka. Nah ketika saya sedang di Solo kemarin, saya singgah di Marakez Cafe, sebuah restoran Timur Tengah yang terletak di Jl. Untung Surapati No. 76, Solo, Jawa Tengah. Restorannya nyaman dengan menyediakan ruangan VIP, ruangan biasa dan taman. Pengunjung dapat memilih mau makan di mana.

Bagian Dalam Marakez

Bagian Dalam Marakez

Hidangan yang Marakez sajikan antara lain adalah nasi goreng kambing, nasi mahdi, mugalgal kambing, shish tawook dan lain-lain. Untuk minuman, terdapat aneka minuman dengan nama yang unik seperti sunset in kashmir, baghdad in love dan lain-lain.

Nasi goreng kambingnya Marakez menggunakan daging kambing yang lumayan banyak dan empuk. Minyak saminnya terasa sekali, mantabbbb. Rasanya ini termasuk salah satu nasi goreng kambing paling enak yang pernah saya makan ;).

Nasi Goreng Kambing

Nasi Goreng Kambing

Nasi mahdinya Marakez memiliki aroma tomat yang harum di dalam rongga mulut saya. Rasanya sendiri gurih-gurih lembut dan terasa lebih enak lagi ketika dipadukan dengan kambing bakar yang empuk dan enaaaaak.

Nasi Mahdi

Nasi Mahdi

Mugalgal kambing merupakan hidangan yang baru pertama kali saya cicipi. Hidangan ini terdiri tumisan bawang, tomat, paprika, daging kambing, merica dan bumbu lainnya. Sebagai pendampingnya, tak lupa terdapat roti bundar yang agak kenyal tapi terasa lembut. Paduan rasanya lumayan enak, rasanya agak sedikit pedas, pedasnya merica bukan cabai.

Mugagal Kambing

Mugalgal Kambing

Shish tawook merupakan jenis kebab yang disajikan dengan tusukan seperti sate. Tusukan kebab tersebut terdiri dari daging kambing, paprika, tomat, bawang dan lain-lain. Seperti mugalgal kambing, shish tawook ditemani pula oleh roti yang bundar dan putih. Kemudian terdapat nanas, timun dan bumbu putih yang diletakkan terpisah dari tusukan kebab dan roti. Penampilannya cantik dan menggugah selera, tapi bagaimana cara memakannya? Waduuuh, saya juga tidak tahu. Yang tempo lalu saya lakukan adalah mengambil bagian dari sate kebab dan roti untuk kemudian digabungkan dengan nanas, timun dan bumbu putuh satu per satu menggunakan tangan. Salah? Aaahhh cuek saja, rasanya tetap enaaaak kok. Kekenyalan roti menyatu dengan baik ketika bertemu dengan kambing bakar yang harum dan empuk. Tak lupa bumbu putih, entah namanya apa, memberikan rasa yang semakin enak. Sayuran dan potongan buah yang ada pun terasa enak ketika bertemu dengan roti dan bumbu putih tersebut. Saya tidak menyesal mencicipi shish tawook di Marakez, rasanya memuaskan ;).

Shish Tawook

Shish Tawook

Minuman baghdad in love merupakan campuran antara yogurd dan strawberry dengan buah cerry diatasnya. Rasanya asam-asam segar. Saya pribadi kurang suka sih heheheh.

Minuman sunset in kashmir terdiri dari tiramisu, whipcream, coklat dan buah cerry. Rasa manis whipcream, aroma kopi ringannya tiramisu beserta rasa coklat terasa pas sekali. Wwwuuuiiihhh rasanya cocok bagi saya dan istri saya, inilah minumam favorit kami di Marakez :).

Sunset in Kashmir & Baghdad in Love

Sunset in Kashmir & Baghdad in Love

Secara keseluruhan, saya puas dengan beberapa kunjungan saya ke Marakez. Tempatnya nyaman dan makanannya enak. Marakez layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak” :).

Hangat Segar Timlo Sastro, Hidangan Khas Solo

Timlo Sastro 1

Setelah menemani istri saya melahirkan di Jebres, Surakarta, saya mampir ke salah satu warung yang menyajikan kuliner khas Solo, Timlo Sastro. Timlo Sastro atau kadang disebut juga Timlo Balong, didirikan oleh Pak Sastro pada tahun 1950-an di belakang Pasar Gede Solo, Kampung Balong. Sampai saat ini Timlo Sastro dapat ditemui di:

  • Pasar Gede Timur No. 1-2, Balong, Solo, Jawa Tengah.
  • Jl. Dr. Wahidin 3 No. 5, Penumping, Solo, Jawa Tengah.

Warung Timlo Sastro tidak berbentuk seperti restoran mewah, melainkan warung sederhana yang cukup bersih. Hal ini tidak masalah bagi banyak orang karena kenikmatan Timlo Sastro cukup terkenal di sekitar Solo.

Timlo Sastro 7

Timlo Sastro 6

Saya pribadi baru kemarin mencicipi hidangan yang namanya timlo, namanya saja agak asing di kuping saya. Seperti apa Timlo Sastro itu? Sekilas Timlo Sastro mirip sup atau soto bening. Ati ampela, daging ayam, semur telur bebek dan sosis dimasukkan ke dalam semangkuk kuah kaldu ayam yang telah dicampur dengan bawang, pala dan lada. Paduan rasanya mampu memberikan sensasi gurih-gurih segar yang enak, ternyata timlo mantab juga rasanya, cocok dengan lidah saya. Ati ampela yang berenang di dalam kuah timlo tidak terasa amis tapi bagi teman-teman yang kurang suka ati ampela dapat memesan timlo tanpa ati ampela lhoo. Saya kemarin sendiri memilih untuk memesan timlo komplit. Saran saya, jangan pesan timlo tanpa sosis karena sosisnya Timlo Sastro beda, bukan sosis daging pada umumnya. Sosisnya Timlo Sastro berupa suwiran dada ayam yang dibungkus oleh semacam lapisan tepung loempia, layak dicoba ;).

Timlo Sastro 4

Untuk menemani timlo, terdapat hidangan tambahan lain seperti pangsit, tahu, sosis solo dan lain-lain. Saya pribadi lebih senang dengan sosis solo karena rasanya dapat menyatu dengan baik dan membuat timlo semakin nikmat di lidah yummmmm.

Timlo Sastro 2

Timlo Sastro 3

Timlo Sastro 5

Pengalaman saya di Timlo Sastro kemarin membuat saya ketagihan dan memasukkan Timlo Sastro sebagai salah satu makanan favorit saya di Solo. Timlo Sasto memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak” :).

Kreasi Hidangan Italia, Meksiko & Amerika di Warung Orange

Warung Orange 1

Ketika sedang mengurus undangan ngunduh mantu dulu, saya sering melewati Jl. Kapten Mulyadi, Solo. Di sana saya melihat sebuah restoran yang warnanya mencolok, serba oranye. Sesuai warna bagian depannya, restoran tersebut bernama Warung Orange. Nah ketika beberapa hari yang lalu saya mudik ke Solo, keponakan-keponakan saya merekomendasikan Warung Orange. Tempatnya ok meskipun konon proses penyajian makannya terkadang agak lama. Karena kebetulan lokasi Warung Orange itu dekat dengan rumah mertua saya, beberapa hari yang lalu saya  mampir ke Warung Orange.

Bagian dalamnya bernuansa oranye, bersih dan nyaman :). Pada salah satu temboknya terdapat papan tulis yang mencantumkan beberapa menu tambahan yang dapat berubah setiap saat. Menu-menu tambahan tersebut memang tidak tercantum di buku menu.

Warung Orange 4

Bagian Dalam Warung Orange

Warung Orange 3

Bagian Dalam Warung Orange

Warung Orange 6

Papan Tulis

Kalau saya lihat, nama-nama hidangan Warung Orange agak aneh-aneh, tidak umum. Tapi itulah yang membuat saya penasaran akan bentuk dan rasanya. Hidangan yang Warung Orange sajikan sepertinya adalah kreasi hidangan Italia, Meksiko dan Amerika. Saya sendiri baru sempat mencicipi beef patty steak, chicken quesadilla, white chocolate cheese cake, lime in crime dan leche de mango.

Beef patty steak merupakan daging sapi cincang yang dilapisi keju dan ditemani oleh saus lada hitam, kentang dan sayuran. Meskipun saya kurang suka dengan penampilannya yang agak aneh, saya suka dengan paduan antara daging dan lapisan kejunya, apalagi setelah ditambah dengan saus lada hitam yang ketal, yuummmm enakk, lada hitamnya sangat terasa, I like it.

Warung Orange 8

Beef Patty Steak

Chicken quesadilla memiliki penampilan yang mengingatkan saya akan hidangan yang saya lihat di Istambul dulu. Hidangan ini terdiri dari tortilla-tortilla berukurang kecil yang di dalamnya terdapat daging ayam, jamur, paprika dan keju. Rasa daging ayamnya terasa dan gurihnya keju menambah keistimewaan chicken quesadilla.

Warung Orange 10

Chicken Quesadilla

White chocolate cheese cake termasuk ke dalam hidangan pencuci mulut yang tidak ada di menu, bentuknya setengah lingkaran dan berwarna putih. Saya suka dengan kombinasi antara coklat putih dan keju yang dimiliki white chocolate cheese cake, apalagi ketika saya menyendok bagian tengahnya, terdapat semacam selai rasa buah, yummmmm :). Selain white chocolate cheese cake, Warung Orange juga menyajikan berbagai hidangan pencuci mulut lain yang nampaknya enak-enak tapi belum sempat saya cicipi, yaaah mungkin lain kali kalau saya ke Solo lagi hehehehe.

Warung Orange 11

Warung Orange 2

Aneka Desert

Warung Orange 5

Another Aneka Desert 🙂

Untuk minuman, saya baru sempat mencicipi lime in crime dan leche de mango. Lime in crime mirip dengan jeruk nipis peras, sedangkan leche de manggo memiliki rasa mangga yang dominan. Keduanya tidak terlalu spesial.

Warung Orange 7

Lime in Crime & Leche de Mango

Secara garis besar, saya puas dengan kunjungan saya ke Warung Orange, atau yang sering ABG-ABG Solo sebut dengan singkatan WO. WO layak untuk mendapat nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak”. Lain kali saya akan mampir lagi di WO untuk mencicipi kreasi es krim nitrogen-nya, ketika saya terakhir ke WO tidak sengaja saya melihat peralatan untuk membuat es krim nitrogen ;).

RM. Kusuma Sari, Restoran Lawas yang Terus Bertahan

Kusuma Sari 1

Ketika berlibur ke Solo kemarin, saya kembali mampir ke Rumah Makan Kusuma Sari yang konon sudah hadir di Solo sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu. Sebenarnya kedatangan saya kemarin bukanlah kali pertama saya mampir ke Kusuma Sari. Sekitar setahun yang lalu, saya bersama keluarga besar saya pun sempat mampir ke Kusuma Sari. Rumah makan ini memang direkomendasikan oleh banyak orang sehingga setiap saya ke Solo, pasti saja ada kerabat yang merekomendasikan Kusuma Sari.

Saat ini rumah makan yang sudah merambah ke bisnis cathering ini terletak di Jl. Yos Sudarso No. 91, Solo. Bagian dalamnya bersih dan bagus, tapi harga makanannya termasuk ekonomis menurut saya pribadi :D.

Kusuma Sari 2

Bagian Dalam Kusuma Sari

Hidangan yang Kusuma Sari sajikan adalah hidangan kumpeni tempo doeloe seperti kroket, resoles, zupha soup, soup galantin, selat segar, huzarensla, steak, hotplate, ice cream dan lain-lain. Saya sendiri baru sempat mencicipi kroket mayonaise, selat segar, kroket lombok, beef barbeque, marinated pepper steak & kusuma sari ice cream.

Kroket merupakan hidangan paling enak di Kusuma Sari. Baik kroket lombok maupun kroket mayonaise, keduanya memiliki bagian isi yang sangat lembut dan gurih, yummm, kroket paling enak yang pernah saya makan :).

Kusuma Sari 3

Kroket

Selat segar, atau lebih populer dengan nama selat solo, yang disajikan Kusuma Sari terdiri dari buncis, wortel, selada, kentang, telur, tomat, daging sapi dan mayonaise. Tidak lupa bahan-bahan tersebut diguyur oleh kuah yang terasa sedikit manis. Wujud hidangan yang 1 ini tertata dengan rapi dan cantik. Sayang rasanya tergolong standard dan terlalu “becek” bagi saya. Sampai tulisan ini saya tulis pun, saya belum menemukan selat segar yang istimewa bagi lidah saya.

Kusuma Sari 4

Selat Solo

Beef barbeque dan marinated pepper steak sama-sama disajikan di atas hotplate dan terdiri dari irisan daging sapi, potongan kentang dan sayuran. Yang membedakan diantara keduanya adalah bumbu beef barbeque agak sedikit manis masam, sedangkan bumbu marinated pepper steak menggunakan saus lada hitam dan terasa sedikit pedas, sayang saus lada hitamnya terlalu cair sehingga rasanya kurang mantab. Tapi saya tetap lebih suka marinated pepper steak dibandingkan beef barbaque. Sampai saat ini saya memang belum menemukan menu main course Kusuma Sari yang menonjol.

Kusuma Sari 7

Beef Barbeque

Kusuma Sari 6

Marinated Pepper Steak

Kusuma sari ice cream terdiri dari beberapa rasa ice cream yang Kusuma Sari miliki ditambah wafer di bagian pinggirnya. Rasanya lumayan enak dan menyegarkan terutama bagian es krim yang rasanya rasa tutty fruty, cocok dengan lidah saya :).

Kusuma Sari 5

Kusuma Sari Ice Cream

Secara keseluruhan, saya puas dengan kunjungan saya ke Kusuma Sari. Rumah makan lawas ini layak untuk mendapat nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Lumayanlahh untuk dijadikan tempat berkumpul. Selain makanannya lumayan, tempatnya nyaman dan harganya cukup ekonomis.

Bakso Alex, Bakso Sapi Asli dari Solo

Bakso Alex 1

Satu lagi kuliner Solo yang sempat saya cicipi beberapa minggu yang lalu, Bakso Alex. Bakso memang bukanlah hidangan khas kota Solo, tapi berdasarkan rekomendasi temannya istri sepupu saya, akhirnya saya dan keluarga mampir ke salah satu cabang Bakso Alex yang ada di Solo. Bakso Alex sendiri sebenarnya sudah memiliki  4 cabang yaitu:

  1. Jl. Gajah Mada No. 62, Solo. Tlp. 081567800004.
  2. Jl. Yosodipuro No. 12B, Solo. Tlp. 087836300004.
  3. Jl. Sidoluhur,Cemani, Sukoharjo. Tlp. 087836300004.
  4. Timur “Monumen Pancasila”, Karanganyar. Tlp. 08122988575.

Hidangan yang ditawarkan Bakso Alex tidak beraneka ragam, hanya bakso halus dan bakso urat. Rasa baksonya sendiri lumayan enak, rasa daging sapinya cukup terasa tanpa menghadirkan aroma sapi yang terlalu menyengat. Banyak pengunjung yang memesan bakso uratnya, tidak heran kalau saya sering kehabisan bakso urat ketika berkunjung ke Bakso Alex.

Bakso-bakso tersebut tidak berenang sendirian di dalam kuah lutut sapi yang hangat & gurih, tapi ditemani pula oleh mie, bihun dan pangsit goreng. Sementara itu daun sawi yang biasanya disajikan di dalam kuah, justru disajikan terpisah di atas pisin kecil. Ada beberapa pengunjung yang menyantap bakso dengan nasi putih, mungkin supaya lebih kenyang hehehehe.

Bakso Alex 2

Bakso Halus

Kombinasi rasa bakso khas Bakso Alex dengan berbagai bahan lain yang disajikan, terasa pas dan lumayan enak. Olehkarena itulah Bakso Alex layak mendapat nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”.

Segarnya Dawet Telasih Bu Dermi

Dawet Bu Dermi

Beberapa hari yang lalu, saya mampir ke Pasar Gede Solo untuk membelikan beberapa bumbu masakan titipan tante saya. Di tengah-tengah pasar yang penuh dan panas, saya lihat ada beberapa lapak dawet telasih. Mereka ada di suatu area yang berdekatan dan menggunakan papan nama berupa spanduk besar dan tulisan yang menyala. Nah, jangan tertipu atau salah lapak, dawet yang terkenal di Pasar Gede Solo adalah Dawet Telasih Bu Dermi. Meskipun papan namanya relatif kecil, Dawet Telasih Bu Dermi selalu dipadati oleh banyak pengunjung. Saya pun tahu tentang Dawet Selasih Bu Dermi dari istri saya yang memang orang Solo, kalau tidak saya pasti sudah nyasar ke lapak dawet lain.

Meskipun penuh sesak, saya rela mengantri demi dawet yang konon mampu bertahan hingga 3 generasi. Banyak pengunjung yang rela menikmati kesegaran dawetnya Bu Dermi sambil berdiri. Makluuum, tempat duduknya sedikit sekali. Jangan harap untuk memperoleh kenyamanan di lapak yang sempit tersebut.

Dari penampilannya, Dawet Telasih Bu Dermi kurang menarik, sekilas terlihat hanya berupa mangkuk kecil berisi air dingin berwarna putih. Air tersebut adalah santan cair dan santan kental. Di dalamnya terdapat biji telasih, bubur ketan hitam, bubur sumsum, tape ketan dan cendol. Bahan-bahan yang dipergunakan menggunakan bahan natural, bahkan hijaunya cendol diperoleh dari perasan daun suji.

Dawet Bu Dermi 2

Dawet Bu Dermi 3

Penampilan Dawet Telasih Bu Dermi bertolak belakang dengan rasanya. Dawet ini adalah dawet terenak & tersegar yang pernah lidah saya cicipi. Bahan-bahannya terasa lembut. Rasa segar dan rasa manis yang passs dari air santan putihnya semakin membuat saya ketagihan. Waaah pantas saja banyak pengunjung pasar yang rela berdesak-desakan di depan lapaknya Dawet Telasih Bu Dermi :).

Bagi yang kurang senang dengan suasana pasar, dapat mengunjungi cabang lain Dawet Telasih Bu Dermi yang ada di Monumen Pers, Jl. Ir. Djuanda, Beteng/PGS, Wedangan Pak Gendut Solo Baru dan Festival Kuliner Mall Solo. Semuanya ada di Solo, bukan Jakarta apalagi Bekasi :’P. Bagi yang mau memesan Dawet Telasih Bu Dermi dalam jumlah besar, dapat menghubungi 0271-665493, 0271-622552, 08122650302. Harga yang murah dan kombinasi rasa yang mantab membuat saya ikhlas untuk memberikan Dawet Telasih Bu Dermi nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak”. Recommended pokoke ; ).