Mencicipi Nasi Uduk & Ayam Goreng Kampung Melayu

Kampung Melayu 1

Dalam perjalanan pulang, saya selalu melewati warung kaki 5 yang sepertinya lumayan penuh. Nasi Uduk dan Ayam Goreng Kampung Melayu, begitulah tulisan di spanduk kuning yang ada di depan warung. Warung sederhana ini buka di sore dan malam hari, lokasinya ada di Jl. Abdullah Syafe’i, Kampung Melayu, Jakarta Timur (di bawah jembatan penyemberangan, tepat di seberang Seven Eleven dan tak jauh dari Terminal Kampung Melayu).

Lokasi Warung

Lokasi Warung

Di sana, kita dapat memilih hidangan yang ingin kita santap sebelum dimasak ulang oleh pelayannya, semua bisa langsung diambil dari etalase yang terletak di salah satu sudut warung, nampaknya semua sudah dibumbui dan separuh matang. Pilihan yang dapat kita pilih antara lain adalah ayam, tahu, tempe, sate paru, sate usus dan lain-lain.

Kampung Melayu 4

Etalase dari Luar

Etalase dari Dalam

Etalase dari Dalam

Ayam gorengnya lumayan empuk dan gurih meskipun agak kecil ukurannya. Sate parunya pun lembut dan lumayan enak. Sate usunya agak garing dan renyah, saya kurang suka. Tahu dan tempenya bagaimana? Belum sempat saya cicipi, hehehehe.

Sate Paru, Sate Usus dan Ayam Goreng

Sate Paru, Sate Usus dan Ayam Goreng

Lauk-lauk di atas dihidangkan dengan ditemani oleh nasi uduk yang berporsi, mungil, gurih dan lumayan terasa aroma pandannya. Jangan lupa tambahkan sambal dan bumbu kacang yang khas. Sambalnya tidak pedas sama sekali, justru agak masam, sedangkan bumbu kacangnya sedikit manis.

Nasi Uduk

Nasi Uduk

Sambal & Bumbu Kacang

Sambal & Bumbu Kacang

Paduan rasa dari nasi uduk, lauk, sambal dan bumbu kacangnya terasa lumayan enak namun tidak terlalu spesial bagi saya pribadi v(^_^)v. Dengan demikian, Nasi Uduk & Ayam Goreng Kampung Melayu hanya dapat memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”.

Iklan

Nyate di Sate Blora Kalimalang

Sate Blora 1

Sejak saya kecil dulu, saya sering sekali melewati daerah Kalimalang Jakarta Timur. Di sana, saya selalu melihat warung sate yang bernama Sate Blora. Konon Sate Blora yang satu ini sudah ada sejak1952, sebelum Sate Blora Cirebon yang terletak di Rawamangun hadir di Jakarta. Saya rasa tidak ada hubungan diantara keduanya karena menunya saja tidak persis sama, namanya saja yang mirip.

Sate Blora 2

Bagian Samping Sate Blora

Sate Blora 3

Bagian Dalam Sate Blora

Walaupun tidak menggunakan hotplate seperti sate kambing yang Sate Blora Cirebon sajikan, sate kambing yang Sate Blora sajikan menggunakan daging yang terasa empuk dan segar. Rasanya terasa lebih mantab ketika dibakar dengan tingkat kematangan yang pas dan bumbu kecap yang mantab, Wwwuuuih enak rasanya :).

Sate Kambing

Sate Kambing

Akantetapi, sate bukanlah menu favorit saya di Sate Blora, menu favorit saya adalah sop kambingnya. Sop kambing Sate Blora hadir dengan kuah sop yang gurih dan tidak membuat saya eneg. Daging dan jeroan kambing yang Sate Blora gunakan pun empuk dan bukan bagian kambing yang “aneh-aneh” :). Yuuumm pokoknya enak, apalagi kalau disantap disaat hujan deras.

Sate Blora 4

Sop Kambing

Selain kedua menu di atas, saya pernah mencicipi menu gule kambing di sana. Daging kambingnya empuk dan kuah gule-nya terasa manis-manis gurih tapi manisnya sedikit berlebih dan tidak ada rasa pedasnya, rasa santan agak dominan di sini. Paduan rasanya terbilang biasa dan sopasti gule bukanlah hidangan favorit saya di Sate Blora.

Gule Kambing

Gule Kambing

Menu apa yang pertama kali saya santap di Sate Blora? Soto Betawi jawabnya. Soto betawinya cukup gurih dan isinya terbilang empuk dan tidak membuat mual meskipun terdiri dari berbagai jeroan. Lumayanlaaah, tapi agak berbahaya kalau dimakan setiap hari, sudah kuahnya santan, isinya jeroan dan daging, awas kolesterol :’D.

Soto Betawi

Soto Betawi

Berdasarkan pengalaman saya di atas, Sate Blora layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak”. Oooh ya, Sate Blora Kalimalang ini terletak di Jl. Raya Kalimalang, Pondok Kelapa, Durensawit, Jakarta Timur (tidak jauh dari Bank Mandiri, Giant Ekspres Kalimalang dan Jembatan Kapin).

Lokasi Sate Blora

Lokasi Sate Blora

Nostalgia Ayam Goreng Kremes Suharti

Suharti 1

Ayam Goreng Suharti termasuk restoran tempo dulu yang dahulu kala jarang saya kunjungi, bukan karena rasa masakannya kurang enak yaaa, tapi karena pada waktu itu harganya memang termasuk mahal bagi keluarga saya :’D. Restoran Ayam Goreng Suharti pada awalnya berdiri pada tahun 1962 dengan menggunakan nama Ayam Goreng Mbok Berek. Pada waktu itu Ayam Goreng Mbok Berek memang populer dan kepemilikannya agak nano-nano. Kepemilikan antara 1 cabang Ayam Goreng Mbok Berek bisa saja berbeda dengan cabang lainnya meskipun menggunakan loga dan nama restoran yang sama. Kemudian pada tahun 1972, barulah nama Ayam Goreng Suharti dipergunakan. Ibu Suharti, sang pemilik, akhirnya berani melepaskan diri dari nama besar Mbok Berek. Wuuaah, restoran ini memang sudah besar sejak saya belum lahir yaaa. Bertahun-tahun kemudian, saya dan istri saya singgah di salah satu cabang restoran Ayam Goreng Suharti untuk menyantap ayam goreng kremesnya. Kondisi restorannya agak jadul yaaa, tapi tak apalah, yang penting bersih ;).

Suharti 3

Bagian Dalam Ayam Goreng Suharti

Hidangan unggulan dari Ayam Goreng Suharti tentunya adalah ayam goreng kremes Suharti. Kita dapat memesan 1 ekor besar ayam goreng kremes atau cukup setengah ekor saja. Ayam goreng tersebut dibalut oleh kremesan yang terasa gurih. Kenikmatan hidangan tempo dulu ini semakin terasa ketika saya memadukan potongan daging ayam dan kremesannya dengan sambal merah yang terasa manis dan tidak terlalu pedas, yuuummmmm, enak!

Suharti 2

Setengah Ekor Ayam Goreng Kremes

Ahhh pantas saja restoran asal Yogyakarta ini masih terus bertahan sampai sekarang meskipun ada dualisme kepemilikan. Restoran Ayam Goreng Suharti yang lambangnya ada gambar perempuannya dimiliki oleh Ibu Suharti sendiri. Sedangkan restoran Ayam Goreng Suharti yang lambangnya menggunakan gambar ayam adalah milik mantan suami Ibu Suharti. Konon hal ini terjadi karena perselisihan diantara Ibu Suharti dengan mantan suaminya yang berakhir dengan perceraian. Sekarang, keduanya tetap menjual produk yang sama dengan nama yang sama. Pada kenyataannya, saya lebih sering menemukan cabang Ayam Goreng Suharti yang menggunakan lambang ayam. Berikut cabang-cabang Ayam Goreng Suharti yang saya ketahui:

  1. KH. Wahid Hasyim No. 51, Menteng, Jakarta Pusat.
  2. KH. Noer Ali No. 253, Bekasi Selatan, Jawa Barat.
  3. Kesehatan No.2, Bintaro,Jakarta Selatan.
  4. Dewi Sartika No. 237, Cawang, Jakarta Timur.
  5. Cilandak KKO No.3, Cilandak, Jakarta Selatan.
  6. Cipaganti No. 171, Cipaganti, Bandung, Jawa Barat.
  7. Pesanggrahan No. 15A, Puri Kembangan, Puri Indah, Jakarta Barat.
  8. Lodaya No.1, Lengkong, Bandung, Jawa Barat.
  9. Raya Kutoarjo KM. 4, Kutoarjo, Yogyakarta.
  10. Raya Jati Nangor No. 242, Bandung, Jawa Barat.
  11. Jalan Riau No. 38 – 40, Pekanbaru, Riau.
  12. Siliwangi No. 576, Semarang, Jawa Tengah.
  13. Raya Serpong Ruko SR1 No.26 – 27, Serpong, Banten.
  14. Tomang Raya No. 54, Tomang, Jakarta Barat.
  15. Kapten Tendean No. 13, Jakarta Selatan.
  16. Lakda Adisucipto No. 208, Yogyakarta.
  17. Pemuda No. 3A, Rawamangun, Jakarta Timur.
  18. Panglima Polim No. 4, Jakarta Selatan.
  19. Serpong Raya, Ruko Villa Melati Mas, Serpong, Banten.
  20. Johar No. 26, Jakarta Pusat.
  21. H. M. Joyomartono No. 33, Margahayu, Bekasi Timur, Jawa Barat.
  22. Melawai XIII, Jakarta Selatan.

Terlepas dari prahara pecah kongsi yang menimpa Ayam Goreng Suharti, saya tetap puas dengan rasa hidangannya dan ikhlas untuk memberikan Ayam Goreng Suharti nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak” :).

Sedapnya Hidangan Khas Palembang di Putra Sriwijaya

Putra Sriwijaya

Ketika mengetahui saya pindah rumah ke daerah Kenari, sepupu saya yang suaminya orang Palembang langsung merekomendasikan restoran khas Palembang yang katanya adalah salah satu restoran Palembang palung enak di Jakarta. Letaknya memang tudak jauh dari rumah saya yaitu tepatnya di Graha IJW, Jl. Proklamasi No. 9, Jakarta Pusat. Restoran Putra Palembang memiliki tempat yang bersih & relatif nyaman. Begitu masuk saya langsung disambut oleh senyuman pelayan-pelayan restoran berseragam merah.

Putra Sriwijaya 2

Bagian Dalam Putra Sriwijaya

Putra Sriwijaya 1

Bagian Dalam Putra Sriwijaya

Dari daftar menu Puta Sriwijaya, restoran ini menyajikan berbagai hidangan SumSel seperti pindang ikan patin, tekwan, pindang ikan salai, brengkes tempoyan, es kacang merah, ikan seluang goreng, pempek, kue maksuba dan lain-lain. Saya pun baru sempat mencicipi pindang ikan patin, tekwan dan es kacang merah.

1 mangkuk pindang ikan patin terdiri dari 1 poting ikan patin dan kuah hangat yang penampilannya cukup ok. Daging ikan patinnya banyak, sangat lembut serta tidak amis. Sementara itu kuahnya terasa asam-asam segar dan anehnya saya suka, biasanya saya tidak suka makanan ikan berkuah yang rasanya agak asam. Ada sebuah rasa khas yang baru saya temui di pindang ikan patin Putra Sriwijaya :).

Putra Sriwijaya 3

Pindang Ikan Patin

Tekwan yang Putra Sriwijaya sajikan terasa lembut dan enak, kuahnya sedikit gurih dan pas di lidah saya. Cukup sedap kalau dimakan di musim hujan;).

Putra Sriwijaya 4

Tekwan

Es kacang merah ala Putra Sriwijaya terdiri dari kacang merah yang diberi sirup, susu dan es. Diluar dugaan saya, ternyata es kacang merah tersebut rasanya enak, awalnya saya pikir rasanya akan biasa-biasa saja. Rasa manis dan tekstur khas kacang merah mampu bersatu dengan pas. Ini adalah hidangan favorit istri saya di Putra Sriwijaya.

Putra Sriwijaya 5

Es Kacang Merah

Menurut saya, Putra Sriwijaya sudah sepantasnya untuk mendapat nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak”. Sudah pasti saya akan mengulang kunjungan saya ke Putra Sriwijaya. Selain enak, lokasinya dekat rumah ;).

Remboelan, Indonesian Soulfood

Remboelan 4

Beberapa bulan belakangan ini saya selalu melewati restoran yang dipenuhi oleh ibu-ibu berjilbab, entah arisan, entah kumpul-kumpul saja. Saya melihat hal ini di hari working days, hari dimana restoran-restoran lain biasanya sepi. Restoran yang saya lihat tersebut adalah Remboelan. Remboelan berdiri sejak 2011 dan saat ini sudah memiliki cabang di Kota Kasablanka, Plaza Senayan & Pondok Indah Mall.

Remboelan memiliki tempat yang nyaman dan dekorasi yang cukup bagus, memang layak untuk dijadikan tempat kumpul-kumpul. Pantas saja saya sering melihat beberapa rombongan makan di cabang Remboelan yang dekat dengan kantor saya.

Remboelan 3

Bagian Dalam Remboelan

Restoran dengan slogan Indonesian Soulfood ini menyajikan aneka masakan tradisional Indonesia yang kaya akan bumbu. Jarang sekali saya menemukan restoran seperti ini di Mall-Mall, kebanyakan restoran di sana adalah restoran yang menyajikan masakan “bule” :’D. Remboelan menyajikan hidangan Indonesia seperti nasi bakar, gado-gado, bistik, tumpeng, lumpia, rujak dan lain-lain.

Berdasarkan rekomendasi dari seorang kawan, saya akhirnya mencicipi nasi bakar peda di Remboelan. Di dalam nasi bakar tersebut, terdapat ikan peda dengan bumbu rempah yang yuummmm, lumayan enak. Ternyata, ada 1 hal yang secara tidak terduga saya temukan di dalam nasi bakar peda yang saya santap, ada petenya, yummm. Whaaa jarang-jarang nih ada restoran mall menyajikan hidangan yang mengandung pete, hehehe. Berhubung saya suka sekali dengan pete, maka saya semakin lahap menyantap nasi bakar peda saya. Pete yang digunakan tidak terlalu banyak sehingga tidak perlu khawatir akan baunya nafas anda setelah keluar dari Remboelan ;). Walaupun sedikit, rasa dan aroma pete cukup pas ketika dipadukan dengan ikan peda yang asin-asin gurih, sambal yang sedikit pedas dan aroma daun pembungkus nasi bakar, lumayan juga :D. Hidangan ini membangkitkan memori saya ketika kecil dulu, saya kadang makan nasi dengan pete, ikan peda dan sambal terasi bersama orang tua saya.

Remboelan 2

Nasi Bakar Peda

Untuk minuman, saya baru mencicipi es kopi jelly, lumayan enak, jelly-nya melimpah, tapi tidak terlalu spesial. Sebenarnya terdapat aneka menu minuman lain seperti wedang ronde, es kelapa degan, es teler dan lain-lain. Yaaah mungkin lain kali saya akan mencicipi salah satunya :).

Remboelan 1

Es Kopi Jelly

Remboelan adalah salah satu restoran yang menurut saya layak untuk mendapat nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Melestarikan budaya bangsa adalah kewajiban kita semua dan Remboelan adalah salah satu restoran yang berani tampil dengan masakan khas Indonesia di tengah-tengah invasi kuliner dari luar negeri, baguslahhh, tak semua restoran bagus di Mall bagus harus menghidangkan hidangan luar negeri khan? 😉

Batagor Kingsley, Batagor Beken dari Bandung

Kingsley 1

Beberapa hari yang lalu saya dan keluarga berkunjung ke Bandung untuk menghadiri resepsi pernikahan salah satu rekan satu angkatan saya di FT UI. Sepulangnya dari acara resepsi tersebut, saya ingin mencari makanan yang tidak terlalu kenyang namun lezat ; ). Saya bukan termasuk penduduk Jakarta yang sering berlibur ke Bandung, jadi terpaksa saya menanyakan kepada teman-teman saya tentang makanan khas Bandung apa yang kira-kira pas untuk saya santap sebelum saya pulang ke Jakarta. Mayoritas dari mereka menjawab Batagor Riri dan Batagor Kingsley, 2 nama merk batagor yang sudah sering saya dengar. Well kali ini saya memilih untuk singgah di Batagor Kingsley yang terletak di Jalan Veteran no 25, Bandung. Gerai Batagor Kingsley tersebut terlihat ramai dan bersih, tapi kurang pas untuk “nongkrong”.

Kingsley 6

Bagian Dalam Batagor Kingsley

Batagor Kingsley menyajikan siomay goreng, batagor goreng, batagor kuah, baso campur, batagor baso kuah dan lain-lain. Saya baru sempat mencicipi batagor goreng, siomay goreng dan batagor kuah Kingsley. Semuanya memiliki tekstur yang lembut dan kenyal. Aroma ikan memang tidak terlalu tercium, namun rasanya cukup terasa. Khusus untuk batagornya, tahu yang dipergunakan sangat lembut dan empuk, mantab. Istri saya pun ketagihan dengan batagor kuahnya. Kuahnya memang seperti kuah kaldu biasa, namun rasanya dapat menyatu dengan baik bila dikawinkan dengan batagor yang berenang di dalam kuah tersebut, yuuumm, lumayanlaaah.

Kingsley 4

Batagor Kuah

Kingsley 3

Siomay Goreng

Kingsley 2

Batagor Goreng

Seperti batagor-batagor dan siomay-siomay di tempat lain, terdapat sambal kacang, kecap, cuka dan sambal yang menemani. Namun tidak ada yang spesial dari bumbu-bumbu tambahan tersebut. Keunggulan batagor dan siomay Kingsley memang dari batagor atau siomay itu sendiri, pantaslah nama Kingsley sudah terkenal sampai ke Jakarta.

Kingsley 5

Saus, Sambal, Cuka

Secara keseluruhan, hidangan yang Batagor Kingsley sajikan layak untuk mendapat nilai 3 dari skala maksimal 5 yang artinya “Lumayan” ;).

Bubur Ayam Bunut Siliwangi, Legenda Bubur Khas Sukabumi

Bunut Siliwangi 1

Bubur Ayam Bunut adalah bubur ayam yang sudah lama terkenal di daerah Sukabumi. Awalnya, H. To’i mendirikan Bubur Ayam Bunut di dekat Rumah Sakit Bunut Sukabumi pada tahun 1981. Sekarang, Rumah Sakit Bunut sudah berganti nama menjadi Rumah Sakit Umum Syamsudin SH. Bubur Ayam Bunut pun sudah berganti generasi dan tidak berjualan lagi di dekat Rumah Sakit tersebut. Generasi yang berjualan pun sudah berganti, salah satu kerabat atau keturunan H. To’i berjualan Bubur Ayam Bunut di daerah Puncak sebagaimana pernah saya kisahkan pada tulisan saya beberapa bulan yang lalu, https://aliefworkshop.wordpress.com/2012/07/14/makan-bubur-ayam-bunut-yuuuk.

Nah, bagaimana dengan Bubur Ayam Bunut yang di Sukabumi? Sekarang, Bubur Ayam Bunut sudah pindah ke Jl. Siliwangi No. 93/191, Sukabumi, JaBar. Telp. 0266-221325. Agar tidak tertukar dengan Bubur Ayam Bunut yang lain, Bubur Ayam Bunut ini disebut Bubur Ayam Bunut Siliwangi.

Bunut Siliwangi 4

Peta Bubur Ayam Bunut Siliwangi

Kondisi restoran Bubur Ayam Bunut Siliwangi lebih bagus daripada Bubur Ayam Bunut yang biasa saya santap di Puncak. Tempatnya lebih luas, lebih ramai dan menu-menunya lebih beraneka ragam. Berhubung Bubur Ayam Bunut Siliwangi terkenal akan menu buburnya, jadi yaaa sopasti saya dan keluarga langsung memesan bubur ayam setelah mendapat tempat duduk. Ketika saya tiba di sana, restorannya agak penuh jadi harus menunggu sebentar. Mungkin hal ini disebabkan karena pada waktu itu Sukabumi masih dipengaruhi suasana mudik dan halal bi halal ;).

Bunut Siliwangi 5

Bagian Dalam Bubur Ayam Bunut SIliwangi

Kalau saya lihat, sebagian besar pengunjung Bubur Ayam Bunut Siliwangi memesan bubur ayam dan keroket. Bubur ayam yang disajikan menggunakan bubur dengan kekentalan yang pas dan menggunakan topping suwiran daging ayam, krupuk, emping, usus, telur muda, ati dan ampela. Bubur Ayam Siliwangi sepertinya menggunakan resep bumbu Bubur Ayam Bunut versi lampau dengan beberapa perubahan. Kok saya tau? Semasa kecil saya memang sering sekali ke Sukabumi dan mampir di Bubur Ayam Bunut atau Bubur Ayam Odeon, nama panjang saya pun sampai menggunakan nama salah satu daerah di Sukabumi, maklum orang tua saya sempat tinggal agak lama di sana sebelum kami hijrah ke Jabodetabek, hehee. Paduan rasa buburnya Bubur Ayam Bunut Siliwangi memang bisa dibilang enak dan gurih namun dibandingkan dengan Bubur Ayam Bunut versi dulu, saya lebih suka dengan Bubur Ayam Bunut versi dulu karena dulu rasa dan aroma ayamnya lebih terasa, selain itu porsi topping-nya pun lebih melimpah.

Bunut Siliwangi 2

Bubur Ayam Spesial

Mengikuti jejak sebagian pengunjung lain, saya menyantap bubur ayam saya dengan keroket. Keroket yang berwarna kecoklatan dengan bentuk yang lumayan panjang, berhasil menggugah selera makan saya, seperti enak nihh. Keroketnya cukup renyah dan berisi mihun yang lumayan ok, meskipun tidak terlalu spesial :). Agak beda saja, saya belum pernah memakan bubur ayam dengan keroket.

Bunut Siliwangi 3

Keroket

Selain 2 menu di atas, Bubur Ayam Bunut Siliwangi menyajikan menu-menu lain seperti tulang ayam, nasi goreng spesial, sop buntut goreng, nasi timbrl komplit, ayam goreng penyet dan lain-lain. Khusus untuk menu tulang ayam, itu adalah santapan favorit sepupu saya, tapi baru kali ini tulang ayam masuk ke dalam daftar menu dan harus bayar, biasanya tulang ayam itu gratis karena dianggap sisa dan tidak semua orang suka. Menurut saya, Bubur Ayam Bunut Siliwangi sudah menerapkan modernisasi dalam mengelola restorannya. Walaupun bubur ayam yang disajikan Bubur Ayam Bunut Siliwangi tetap terasa lumayan enak, modernisasi yang telah dilakukan membuat bubur ayam yang dihidangkan menjadi tidak seenak dahulu kala. Olehkarena itulah saya hanya dapat memberi Bubur Ayam Bunut Siliwangi nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Bagaimanapun juga, setahu saya Bubur Ayam Bunut Siliwangi termasuk salah satu bubur ayam paling ramai dan paling enak di Sukabumi :).