Mulan (2020)

Hua Mulan (花木蘭) merupakan legenda dari negeri Tingkok yang sampai saat ini masih diperdebatkan keberadaannya. Apakah Mulan merupakan tokoh karangan atau tokoh nyata? Terlepas dari itu, Mulan telah beberapa kali diangkat ke dalam berbagai media. Kurang lebih ceritanya mirip. Ketika negeri kampung halaman Mulan berperang, ayah Mulan yang sudah tua diharuskan ikut maju ke medan tempur. Mulan kemudian menyamar menjadi pria dan ikut bertempur membela tanah airnya.

Pemberdayaan wanita selalu menjadi topik utama dari kisah petualangan Mulan. Mulan hidup di jaman kerajaan dimana para wanita diharapkan untuk menjadi istri yang baik. Mampu mengurus rumah tangga beserta anak-anak. Menjadi tentara kerajaan, bukanlah hal yang lazim pada saat itu. Maka Mulan menjadi lambang pemberdayaan wanita di tengah-tengah dominasi pria.

Mulan (1998) versi animasi Disney, merupakan salah satu film putri Disney favorit saya. Pesan moralnya dapat, romansanya dapat, komedinya juga dapat. Apakah Mulan (2020) akan sama bagusnya dengan Mulan (1998)?

Cerita boleh sama, tapi cara penyampaian dan eksekusi dapat merubah segalanya. Mulan (2020) bisa jadi dikatakan sebagai versi live action dari Mulan (1998). Ceritanya bisa dibilang mirip. Hanya saja Mulan (2020) seolah menghilangkan hal baik dari Mulan (1998) dan menggantinya dengan hal yang kurang ok.

Saya mulai dari sisi komedi. Kehadiran naga mungil yang mendampingi petualangan Mulan memang berhasil membuat Mulan (1998) lebih menghibur. Banyak sekali humor-humor jenaka yang dilontarkan sang naga. Bagaimana dengan Mulan (2020)? Karakter naga ini tidak ada, dan tak ada sosok penggantinya. Otomatis Mulan (2020) terasa lebih serius dan kering dari yang namanya komedi.

Unsur romansa yang biasa dihadirkan pada kisah-kisah Mulan pun, relatif hilang pada Mulan (2020). Saya pribadi tidak ada masalah akan hal ini. Hanya saja, saya merasa seperti ada seorang tokoh pria yang “nanggung”. Entah maksudnya dia hendak dijadikan love interest dari Mulan atau apa. Jatuhnya sih jadi agak janggal.

Dari sisi adegan aksinya, Mulan (2020) memang nampak cantik dan bagus. Semuanya nampak realistis dan tepat takarannya. Yah, rasanya inilah satu-satunya poin positif dari Mulan (2020).

Sayang, adegan yang lumayan ok, harus bekerja keras mendukung jalan cerita yang penuh lubang. Terdapat beberapa bagian yang terlihat terlalu dipaksakan. Perubahan sikap dari karakternya, terlalu drastis dan kurang masuk akal x_x.

Bagaimana dari sisi pesan moralnya? Inilah bagian terburuk dari Mulan (2020) :(. Saya mulai dari pesan moral positifnya ya. Mulan tampil sebagai wanita mandiri yang berbakti kepada orang tua dan cinta tanah air. Bayangkan saja, ia berani menyamar menjadi pria demi menggantikan posisi ayahnya di program wajib militer kerajaan. Sayang semuanya seolah-olah Mulan lalukan tanpa melihat apakah kerajaan yang ia dukung, berada di pihak yang benar atau tidak. Pada Mulan (1998), tidak tanggung-tanggung, lawan Mulan adalah kerajaan lain yang ingin menginvasi dan menjajah tanah air Mulan. Jahat? Jelassss, Mulan pada Mulan (1998) terlihat membela pihak yang benar.

Bagaimana posisi Mulan pada Mulan (2020)? Sekilas, dikisahkan bahwa lawan dari kerajaan Mulan merupakan sekumpulan dari suku-suku yang wilayahnya dikuasai oleh sang kaisar, pemimpin kerajaan tempat Mulan tinggal. Tak lupa kaisar pun telah membunuh kepala suku mereka di masa lalu. Yang terjadi adalah benih dari yang sang kaisar tanam dahulu kala. Tidak ada kisah yang menyatakan bahwa sang kaisar melakukan ini demi kebaikan atau hal-hal lain yang menunjukkan bahwa kaisar tidak salah. Kalau kita balik, bisa saja lawan-lawan Mulan hanyalah suku-suku yang menuntut kemerdekaan atas kampung halaman mereka. Tidak semua manusia yang penampilan fisiknya menyeramkan, memiliki hati yang buruk bukan?

Kesan di atas semakin dipertegas ketika pemeran Mulan pada Mulan (2020) menyatakan dukungannya atas tindakan repesif kepolisian Hongkong terhadap para demonstran. Mulan (2020) memang dirilis di tengah-tengah ketengangan antara penduduk Hongkong dengan pemerintah Cina daratan.

Saya sangat suka dengan Mulan (1998), tapi saya kurang suka dengan Mulan (2020). Kedua film tersebut boleh mengambil legenda yang sama, bahkan keduanya sama-sama buatan Disney. Tapi hasilnya ternyata sangat berbeda. Maaf dear Disney, bagi saya, Mulan (2020) hanya memperoleh nilai 2 dari skala maksimum 5 yang artinya “Kurang Bagus”.

Sumber: movies.disney.com/mulan-2020

Zhong Kui: Snow Girl and the Dark Crystal (2015)

钟馗伏魔: 雪妖魔灵 (2015) atau Zhong Kui Fu Mo: Xue Yao Mo Ling (2015) atau Zhong Kui: Snow Girl and the Dark Crystal (2015) mengisahkan bagaimana Zhong Kui (Chen Kun) mempertahankan kristal hitam agar tidak direbut oleh para siluman neraka yang datang ke kota Hu. Kristal tersebut berisikan roh-roh manusia dan dapat dipergunakan untuk merebut tahta kerajaan langit. Keseimbangan antara 3 dunia yaitu langit, bumi dan neraka, terancam.

Zhong Kui 20

Zhong Kui 11

Zhong Kui 15

Zhong Kui 18

Zhong Kui 16

Sebenarnya kristal hitam adalah milik raja neraka, namun ia menyalahgunakan kristal tersebut sehingga Zhong Kui ditugaskan oleh dewa dari kerajaan langit untuk mencuri kristal tersebut dari neraka. Ia mendapat dukungan dari Zhang Daoxian (Winston Zhao), seorang dewa yang memberikan kekuatan kepada Zhang Kui.

Zhong Kui 9

Zhong Kui 8

Zhong Kui 12

Zhong Kui 22

Zhong Kui 19

Untuk merebut kembali kristal hitam tersebut, raja neraka mengutus Salju Kecil (Li Bingbing), seorang siluman wanita yang pernah menjadi kekasih Zhong Kui di masa lalu ketika Zhong Kui belum menjadi pembasmi siluman. Melihat Salju Kecil, Zhong Kui ingat kembali akan masa-masa bahagia yang ia lewati bersama Salju Kecil. Akankah Zhong Kui mampu menjaga keseimbangan antara 3 dunia?

Zhong Kui 21

Zhong Kui 24

Zhong Kui 14

Zhong Kui 3

Yaaah … seperti biasa, saya tidak akan menuliskan spoiler di sini ;). Yang pasti, kita sudah dapat menebak bahwa kebenaran pastilah menang. Hanya saja, kita tak dapat menebak berapa besar harga yang harus dibayar untuk memperoleh kemenangan. Akhir dari Zhong Kui: Snow Girl and the Dark Crystal (2015) memang sedikit sedih, tapi jalan ceritanya lumayan ok.

Zhong Kui (鍾馗) sendiri sebenarnya cukup dikenal di dalam komunitas Tionghoa. Gambar-gambar Zhong Kui sering ditempelkan di depan pintu atau dinding dengan tujuan agar tidak ada siluman yang berani menghampiri. Mitos mengenai Zhong Kui diawali di masa dinasti Tang, Zhong Kui muda mati bunuh diri setelah difitnah pada sebuah ujian negara. Hal ini diceritakan juga pada Zhong Kui: Snow Girl and the Dark Crystal (2015) dan menjadi bagian cerita yang merupakan twits bagi teman-teman yang tidak tahu legenda Zhong Kui.

Zhong Kui 26

Zhong Kui 23

Zhong Kui 5

Zhong Kui 17

Yang saya sayangkan dari kisah legenda Zhong Kui ini adalah special effect-nya. Special effect-nya masih kaku dan kurang halus, gambaran siluman yang ditampilkan terkadang terlalu kartun dan kurang halus menyatu dengan latar belakangnya. Tapi bagaimana pun juga special effect-nya tetap di atas film-film lebay ala Indosiar yang para karakternya didubbing meskipun artis-artinya mampu berbahasa Indonesia :P.

Zhong Kui 10

Zhong Kui 2

Zhong Kui 25

Secara keseluruhan film hasil patungan antara rumah produksi Cina & Amerika ini mampu memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya” Lumayan”. Rasanya Zhong Kui: Snow Girl and the Dark Crystal (2015) masih layak untuk dijadikan hiburan di waktu senggang :).

Outcast (2014)

imageBeberapa hari yang lalu saya menonton film produksi Cina, Kanada & Amerika yang berjudul Outcast (2014). Sebenarnya kalau dilihat dari judul, trailer dan poster, Outcast (2014) kurang menarik. Tapi kehadiran Nicolas Cage & Hayden Christensen, 2 nama yang relatif tak asing bagi saya, memberikan sedikit harapan bagi Outcast (2014), sepertinya boleh juga untuk ditonton.

Dikisahkan Jacob (Hayden Christensen) & Gallain (Nicolas Cage) ikut berperang pada perang salib di Timur Tengah. Jacob yang pada saat itu berperan sebagai pemimpin pasukan mengambil keputusan yang mengakibatkan timbulnya korban-korban tak berdosa. Keputusan Jacob tersebut memberikan trauma & perseteruan bagi Jacob & Gallain. Kedua kesatria ini pun berpisah dan mengambil jalan masing-masing.

imageimageBertahun-tahun kemudian, jauh di negeri Tiongkok, terjadi kudeta terselubung yang dilakukan oleh Shing (Andy Oh). Shing marah dan membunuh ayahnya, sang raja, karena tahta kerajaan bersama dengan segel kerajaan diwariskan kepada adik laki-laki Shing yang masih kecil. Sang pangeran kecil pun diburu oleh Shing dan ia hanya mendapat bantuan dari Lian (Yifei Liu), kakak perempuannya yang sekaligus merupakan adik Shing juga. Dibutakan oleh ambisi dan keserakahan, Shing melakukan berbagai cara untuk menangkap kedua adiknya tersebut.

imageimageDi tengah-tengah pelariannya, sang pangeran kecil dan tuan putri bertemu dengan Jacob yang akhirnya bersedia melindungi keduanya. Terdesak oleh kejaran pasukan Shing, Jacob terpaksa meminta bantuan Gallain yang sudah beralih profesi menjadi ketua sekelompok gerombolan bandit. Disini, Jacob dan Gallain kembali bertemu untuk bekerja sama.

imageimageimageimageimageSayang sekali saya tidak melihat chemistry diantara Jacob dan Gallain. “Dosa” kedua kesatria tersebut pun tidak nampak menyeramkan, kurang ditonjolkan. Alur cerita Outcast (2014) tergolong membosankan dan tidak ada gregetnya sama sekali, flat. Adegan perkelahian dan penyelesaian dari Outcast (2014) pun terkesan sangat biasa sekali. Sayang ya, padahal kan latar belakang Outcast (2014) adalah Tiongkok tempo dulu, kenapa tidak ada unsur kungfu di Outcast (2014)? Yang saya lihat hanyalah film aksi kebule-bulean yang mengambil latar negeri Tiongkok. Yahhh sorry to say, nampaknya Outcast (2014) hanya layak untuk mendapat nilai 2 dari skala maksimum 5 yang artinya “Kurang Bagus”.

Sumber: http://www.arclightfilms.com