Perjalanan Berliku Berburu Stroller Perdana Kami

Diantara berbagai perlengkapan bayi, kereta bayi atau stroller dapat menjadi salah satu barang yang dicari oleh hampir setiap pasangan suami istri yang akan atau sudah memiliki bayi meskipun benda yang satu ini sebenarnya tidak wajib dimiliki. Maksud penggunaan stroller tentunya berbeda bagi setiap keluarga. Bagi saya, stroller akan dipergunakan tidak hanya di dalam rumah, tapi ketika kita membawa dedek bayi ke luar rumah juga. Lama kelamaan pegal juga kalau harus menggendong. Memang sih, beberapa mall di Jakarta sudah menyediakan penyewaan stroller gratis, tapi kan tidak semuanya, rasanya stroller gratis hanya tersedia di mall-mall yang agak mewah, itupun kebersihannya entah ok atau tidak, yaaah namanya juga dipakai bergantian x_x.

Sebagian famili dan kawan saya mengatakan bahwa stroller itu berguna dan terpakai. Tapi sebagian lagi berpendapat bahwa stroller itu tidak terpakai karena anak mereka tidak betah di dalam stroller. Bingung? Sooopasti, apalagi kami belum pernah memiliki stroller sebelumnya. Saya jadi ingat, ketika saya bayi dulu, saya menggunakan Stroller besar berwarna merah, heheheh, nah itu sepertinya terpakai. Setelah dipikir-pikir, aaahh sepertinya stroller akan terpakai juga asalkan strollernya nyaman, toh budgetnya ada . . . . . . . Pemikiran saya perihal budget tadi, ada di benak saya ketika saya belum melihat semua varian stroller-stroller yang ada di pasaran :’P.

Saya dam istri berburu stroller setelah pada akhir tahun lalu istri saya baru saja melahirkan anak pertama kami. Sebelum ia melahirkan, sebetulnya kami sudah beberapa kali pergi melihat-lihat stroller di ITC Cempaka Mas dan Bekasi Square. Karena kami masih belum berpengalaman, maka kami datang tanpa memiliki kriteria mau stroller yang seperti apa. Di sana kami melihat bahwa mayoritas toko-toko memajang dan menjual stroller-stroller merk Chocolatte, Elle, Baby Elle dan Aprica. Pada masa-masa awal perburuan stroller, setahu kami stroller merknya ya hanya 4 itu, harganya sekitar ratusan ribu hingga dua jutaan, yaaah masih cocok di kantong ;). Sewaktu itu sebenarnya kami tertarik pada stroller Elle Malibu 2 karena dapat dipergunakan oleh bayi yang baru lahir, dapat sekaligus berfungsi menjadi baby carrier, dapat didorong bolak balik 2 arah, terlihat cukup kokoh dan harganya terjangkau. Pada waktu itu kami hampir memutuskan untuk membeli Elle Malibu 2 seharga 1,3 juta. Namun ada rasa ragu karena yang tersedia hanya warna pink saja, tidak ada warna lain yang lebih netral. Berdasarkan hasil USG, anak kami memang kemungkinan besar perempuan, lha tapi bagaimana kalau tiba-tiba keluar laki-laki? Masak pakai stroller pink @__@.

Elle Malibu 2

Elle Malibu 2

Beberapa bulan kemudian, setelah putri pertama kami lahir dan berumur 3 bulan, dimulailah kembali perburuan stroller, eeng iing eeeng :D. Kami langsung berangkat menuju ITC Cempaka Mas untuk mencari Elle Malibu 2 warna pink. Godaan baru muncul ketika kami melihat Baby Elle Citylite 2 yang ringan dan nampak bagus. Elle Malibu 2 ternyata lebih berat dan ketika dilipat memakan tempat yang lebih banyak dibandingkan Baby Elle Citylite 2. Mengingat ketika pergi keluar rumah kami tidak selalu menggunakan mobil yang besar, tapi sering juga menggunakan mobil hatchback yang mungil, maka nampaknya kurang pas kalau kami membeli Elle Malibu 2 yang besaaaar.

Baby Elle Citylite 2 pun pada waktu itu dapat ditawar sampai ke harga Rp. 940.000 di toko online. Kami datang langsung ke toko di ITC untuk melihat dan menyentuh langsung barang yang hendak dibeli. Kalau di toko online ternyata bisa lebih murah yaaaa lebih baik beli di toko online saja ;). Karena pada waktu itu dedek bayi ikut kami bawa, maka ia dapat kami coba letakkan di dalam Baby Elle Citylite 2, seperti apa sih jadinya? Dan hasilnya ternyata kurang ok karena stroller ini terlalu kecil bagi putri saya yang memang agak besar dan panjang untuk bayi berumur 3 bulan. Ia nampak tidak bebas bergerak di sana, sempit. Nah kalau dia diletakkan di dalam Elle Malibu 2, ia tidak kesempitan tapi yaaa Elle Malibu 2 kan tidak muat dan repot kalau dibawa-bawa menggunakan mobil mungil kami :(. Karena bingung, maka kami kembali ke rumah, bertapa menunggu ilham hendak membeli stroller yang seperti apa karena paling tidak sekarang ini kategori dari stroller yang hendak kami cari semakin bertambah.

Kemudian kebingungan kami semakin bertambah setelah kami berburu stroller di Mothercare Kelapa Gading, ITC Kuningan, Mothercare Kokas dan yukibabyshop.com. Whaaaa ternyata stroller itu merk, fungsi dan harganya beragam yaa @__@. Ada merk Quinny, Mamas Papas, Joie, GB. Peg Perego, Combi, Maclaren, Pliko, Nuna, Bogaboo, Silver Cross, Mima, Combi dan lain-lain. Harga stroller ternyata banyak juga yang sampai di atas 5 juta, bahkan saya lihat ada yang sampai puluhan juta, ampun DJ hohohoho.

Berdasarkan pengamatan-pengamatan di berbagai toko tersebut, maka kami akhirnya memiliki kriteria dari stroller yang akan menjadi stroller perdana kami, yaitu:
1. Memiliki ukuran bagian dalam yang luas sehingga putri kami tidak kesempitan ketika berada di dalam stroller.
2. Memiliki dimensi yang kecil dan berat yang ringan ketika dilipat sehingga dapat masuk ke dalam bagasi mobil kami yang mungil. Banyak stroller-stroller mahal yang gagal memenuhi kategori ini. Yaaah mungkin logikanya adalah kalau mampu membeli stroller mahal, ya berarti mampu membeli mobil yang agak luas untuk jalan-jalan dengan anak.
3. Dapat didorong bolak balik dua arah sehingga dedek bayi dapat ditaruh di dalam stroller sambil melihat orang yang mendorong stroller tersebut. Dengan demikian kami dapat berinteraksi dengan bayi kami ketika kami sedang jalan-jalan menggunakan stroller.
4. Dapat dipasang mendatar sehingga bayi baru lahir dan bayi 3 bulan dapat menggunakan stroller tersebut. Ada beberapa stroller yang hanya dapat dipergunakan oleh anak 6 bulan ke atas.
5. Memiliki rangka yang kokoh dan kuat.
6. Memiliki bentuk yang menarik. Paling tidak bentuk strollernya tidak terlalu ketinggalan zaman sehingga tidak malu-maluin misalkan kami bawa ke tempat kerja istri atau resepsi pernikahan.
7. Harganya tidak lebih 5 juta, kalau bisa jauh lebih rendah dari angka 5 juta hehehehe. Rasanya terlalu berlebihan bila kami harus merogoh lebih dari 5 juta hanya untuk stroller yang kami sendiri tidak tahu akan benar terpakai atau tidak.
8. Rodanya tidak perlu yang besar karena toh kami kemungkinan besar hanya akan menggunakan stroller di rumah, mall atau klinik tempat praktek istri saya. Stroller beroda besar dapat dipergunakan di jalanan aspal dengan lebih nyaman, kalau hanya ke mall saja ya tidak terlalu perlu.
9. Tidak berwarna biru. Biru itu warna laki-laki, kasian ah kalau putri kami harus menggunakan stroller warna biru.

Saya yakin tidak mungkin ada stroller yang 100% mampu memenuhi kemauan kami di atas. Pasti terdapat kelemahan dan kami harus mau mentolelir itu. Pada akhirnya terdapat beberapa kandidat kuat calon stroller perdana kami yang mampu paling tidak mendekati beberapa kriteria yang tadi telah saya sebutkan, yaitu;

Baby Elle Citylite 2
Stroller besutan Baby Elle yang satu ini terbilang ringan, murah (bisa kurang dari sejuta), dapat didorong bolak balik 2 arah, dapat digunakan bayi berumur 3 bulan dan disainnya menarik terutama yang berwarna unggu. Ketika dilipat, stroller inipun nampak tidak terlalu besar. Tapi yaaa seperti pernah saya bahas sebelumnya di atas, Baby Elle Citylite 2 hanya memiliki ukuran seatbox 46 cm x 27 cm. Memang sih putri saya tidak akan selalu ada di dalam stroller, tapi kalau dia merasa kesempitan dan tidak nyaman di sana, yaaa bisa jadi dia tidak betah dan otomatis stroller ini masa pakainya akan pendek, sayang khan.

Baby Elle Citylite 2

Baby Elle Citylite 2

Quinny Zap Xtra 2
Melihat kelemahan pada Baby Elle Citilite 2 terkait ukuran seatbox-nya, Quinny Zap Xtra 2 mampu mengatasi itu karena stroller yang satu ini luas sekali seatboxnya yaitu 62 cm x 81 cm, putri saya terlihat nyaman ketika ditaruh di dalam Quinny Zap Xtra 2 meskipun harus ditambahkan bantalan. Seatbox Quinny Zap Xtra 2 memang hadir tanpa bantalan dan agak njeglong bentuknya sehingga untuk bayi berumur 3 bulan yang membutuhkan posisi tidur lurus, harus ada tambahan bantalan bayi. Opsi lain kalau tidak mau menggunakan bantalan tambahan adalah mengganti seatbox dengan car seat maxi cosi. Quinny Zap Xtra 2 memang compatible dengan car seat maxi cosi, ada adaptornya lho. Kalau saya perhatikan, desain Quinny Zap Xtra 2 terbilang lebih keren dibandingkan Citilite 2, namun kok seatbox-nya nampak agak tipis yaa. Melihat reputasi Quinny yang buatan luar negeri dan ada situs resminya, saya yakin seatbox tersebut akan kuat dan awet menahan berat putri saya :). Perlu dicatat pula, walaupun seatbox stroller ini besar ukurannya, dimensi Quinny Zap Xtra 2 ketika dilipat terbilang kecil lho, rasanya inilah stroller dengan dimensi lipatan terkecil yang pernah saya lihat :). Berbeda jauh dengan Quinny Zap yang kalau dilipat harus dipecah 2 dan memakan tempat. Sayang harga Quinny Zap Xtra 2 terbilang lumayan mahal bagi saya yaitu sekitar 5 juta plus harus membeli bantalan tambahan yang nyaman atau car seat maxi cosi untuk bayi dibawah 6 bulan, pas sekali atau bahkan sedikit di atas limit budget saya untuk stroller. Yaaah ada harga, ada rupa hehehehe.

Quinny Zap Xtra 2 Merah Berbagai Posisi

Quinny Zap Xtra 2 Merah Berbagai Posisi

Quinny Zap Xtra 2 Dilipat

Quinny Zap Xtra 2 Dilipat

Mamas Papas Urbo 2
Sesaat sebelum saya dan istri memutuskan untuk membeli Quinny Zap Xtra 2, saya berpapasan dengan dengan pasangan suami istri yang menggunakan sebuah stroller berbahan stainless stell yang kokoh dengan handle kulit yang nampak mewah. Setelah berbincang-bincang dengan mereka, ternyata mereka menggunakan stroller Mamas Papas Urbo 2. Saya dan istri langsung suka begitu melihat penampilan Mamas Papas Urbo 2. Didukung dengan pilihan warna yang memikat, stroller ini nampak lebih kokoh dan mewah dibandingkan Baby Elle Citilite 2 atau Quinny Zap Xtra 2. Kalau dilihat dari ukuran seatbox dan dimensi ketika dilipat, Mamas Papas Urbo berada diantara Baby Elle Citilite 2 dan Quinny Zap Xtra 2, tapi putri kami masih terlihat nyaman ketika kami masukkan ke dalam seatbox Mamas Papas Urbo 2 yang berukuran 53 cm x 83 cm.

Aneka Warna Mamas Papas Urbo 2

Aneka Warna Mamas Papas Urbo 2

Stroller18

Om Kanye West Pakai Urbo 2

Stroller16

Tante Kim Pakai Urbo 2

Mamas Papas Armadillo Flip
Mamas Papas Armadillo Flip merupakan alternatif yang sedikit lebih murah dari Mamas Papas Urbo 2 dengan lipatan yang sedikit lebih mudah dari Mamas Papas Urbo 2, namun memiliki ukuran seatbox yang sedikit lebih luas dari Mamas Papas Urbo 2. Wujud dan fungsi Mamas Papas Armadillo Flip mirip dengan Mamas Papas Urbo 2, tapi Mamas Papas Armadillo Flip tidak memiliki rangka stainless steele dan tidak memiliki pegangan kulit sehingga Mamas Papas Urbo 2 nampak lebih eksklusif daripada Mamas Papas Armadillo Flip.

Mamas Papas Armadillo Flip

Mamas Papas Armadillo Flip

Saya dan istri sudah melihat langsung kandidat-kandidat kuat di atas, namun kami tetap bimbang mau pilih yang mana. Kami pun melihat video contoh penggunaan di youtube dan review-review dari para pengguna. Yaaah kedua hal itu cukup membantu memberi kejelasan dari produk yang akan dibeli meskipun beberapa review agak kurang netral, seperti barisan sakit hati tidak kesampaian beli stroller merk tertentu heheheh. Kalau memang membeli Mamas Papas Sola yaa tidak perlu berlebihan mengejek Mamas Papas Urbo, sampai-sampai gambar Urbo lebih banyak dipajang di review-nya ketimbang Urbo :’P. Kalau memang kurang setuju akan penggunaan stroller berharga puluhan juta yang agak besar dimensinya, yaaa tak perlulah diulang-ulang keburukannya ditulis, harusnya untuk 4 musimlah, mobilnya tak muatlah, itu diulang-ulang. Hidup adalah pilihan dan pilihan kami akhirnya mengerucut kepada Quinny Zap Xtra 2 dan Mamas Papas Urbo 2 :).

Kalau dilihat dari luas seatbox dan tingkat kepraktisannya, Quinny Zap Xtra 2 lebih unggul. Kalau dilihat dari kekokohan dan penampilan, Mamas Papas Urbo 2 lebih unggul. Dan pemenangnya. . . . . adalah. . . . . . Mamas Papas Urbo 2 :).

Nah sekarang mau beli Mamas Papas Urbo 2 di mana yaahh? Setelah lihat sana-sini, ternyata harga Mamas Papas Urbo 2 yang termasuk paling ekonomis ada di yukibabyshop.com, babysandmom.com dan http://www.sweetmomshop.com. Lucunya, kok yukibabyshop.com dan babysandmom.com memiliki alamat yang sama yaaaaah? Toko yang sama dengan 2 situs yang terpisah. Keduanya sama-sama beralamat di Jl. Daan Mogot Raya KM 20 Nomor 42, Tangerang (dekat Polsek Batu Ceper). Sementara itu http://www.sweetmomshop.com beralamat di komplek Pluit Timur Blok D Utara No. 9, Jakarta Utara. Mana yang saya pilih? Mau ke Barat atau Utara? Diantara pilihan warna yang Mamas Papas tawarkan di Urbo 2, kami senang dengan warna camel dan Donna Wilson. Berhubung babysandmom.com memiliki Mamas Papas Urbo 2 Donna Wilson, maka kami berangkat ke arah Barat menuju babysandmom.com atau yukibabyshop.com. Warna camel sendiri habis, mayoritas toko menjual warna magenta.

Mamas Papas Urbo 2 Donna Wilson

Mamas Papas Urbo 2 Donna Wilson

Perjalanan menuju babysandmom.com yang konon terletak tak jauh dari Polsek Batu Ceper cukup panjang bagi saya, sudah seperti pergi ke planet lain :’D. Aaahhh tapi itu setimpal, di sana terdapat banyak pilihan stroller dan akhirnya kami tetap jadi membeli Mamas Papas Urbo 2 Donna Wilson.

Sampai Juga di babysandmom.com

Sampai Juga di babysandmom.com

Stroller tersebut cukup memuaskan dari segala aspek kecuali dari sisi dimensi ketika dilipat. Ketika dilipat, stroller ini muat untuk ditaruh di bagasi Honda Jazz atau Isuzu Panther. Namun bila diletakkan di bagasi Honda Brio yang super sempit, saya harus memecah stroller menjadi 2 bagian dan memcopot salah satu roda depan. Jadi bagian dorongannya diletakkan di dalam bagasi, sedangkan seatbox-nya diletakkan di tempat duduk. Yaaah, kalau mau muat semua ke dalam bagasi Honda Brio yah harusnya beli Quinny Zap Xtra 2. Yah hidup adalah pilihan, semua ada positif negatifnya. Sebenarnya hasil lipatan Mamas Papas Urbo 2 tidak terbilang jumbo untuk ukuran stroller. Saya rasa, bagasi Honda Brio memang super mungil hehehehehe.

Stroller Perdana Kami

Stroller Perdana Kami

Stroller Perdana Kami

Stroller Perdana Kami

Stroller Perdana Kami

Stroller Perdana Kami

Stroller Perdana Kami

Stroller Perdana Kami

Stroller Perdana Kami

Stroller Perdana Kami

Stroller Perdana Kami

Stroller Perdana Kami

Stroller Perdana Kami

Stroller Perdana Kami

Stroller Perdana Kami

Stroller Perdana Kami

Stroller Perdana Kami

Stroller Perdana Kami

Gagang Stroller Perdana Kami di Bagasi Honda Brio

Dorongan Stroller Perdana Kami di Bagasi Honda Brio

Seatbox Stroller Perdana Kami di Bagasi Honda Brio

Seatbox Stroller Perdana Kami di Bagasi Honda Brio

Dengan demikian, berakhirlah petualangan saya dan istri dalam berburu stroller perdana kami. Walaupun Mamas Papas Urbo 2 dapat digunakan hingga anak umur 3 tahun, tidak menutup kemungkinan kami akan membeli stroller pocket yang mungil tapi untuk anak-anak 6 bulan ke atas karena posisinya hanya bisa duduk. Well, sampai jumpa di perburuan berikutnya. . . ;). Oooh yaa ada yang tahu siapa itu Mba Donna Wilson? Saya membeli Mamas Papas Urbo 2 Donna Wilson karena suka dengan corak warnanya, entah siapa itu Mba Donna :’D.

Who is Mba Donna Wilson?

Who is Mba Donna Wilson?

Sumber: www.bambinogoodies.co.uk, www.dailymail.co.uk, www.everythingmomandbaby.com, www.pinterest.com, www.pushchairexpert.com, www.quinny.com, www.mamasandpapas.com, http://www.minhasdikas.com, www.beddingsquare.com.au.

Tips & Trik Microsoft Excel

Pada waktu SMP dulu, saya diajarkan untuk menggunakan program komputer WS untuk menghasilkan tulisan yang biasanya pada akhirnya akan dicetak. Selain WS, saya pun diajarkan Lotus yang biasa dipergunakan untuk melakukan perhitungan masal dan bentuknya tabel. Sekarang, WS dan Lotus sudah tinggal sejarah. Fungsi WS sudah tergantikan oleh Microsoft Word dan fungsi Lotus sudah tergantikan oleh Microsoft Excel. Sewaktu saya kuliah, saya sering sekali menggunakan Microsoft Word dan merasa bahwa Microsoft Excel tidak terlalu berguna. Setelah bekerja, saya baru merasakan betapa bermanfaatnya Microsoft Excel karena sehari-hari saya sering melakukan olah data. Olah data secara masal akan lebih mudah dengan bantuan fitur-fitur yang Microsoft Excel berikan. Dari ratusan fitur-fitur tersebut berikut fitur-fitur Microsoft Excel yang paling sering saya pergunakan.

1. Formula vlookup
Vlookup dipergunakan untuk melakukan pencocokan dan menampilkan pasangan karakter yang hendak ditampilkan. Berikut cara-caranya:

a. Misalkan saya memilki 2 Sheet yaitu Sheet Report1 dan Sheet No TCR. Saya ingin mencari tahu isi kolom Site ID dan Status dari HCR No. pada Sheet No TCR. Jawabannya sebenarnya ada pada Sheet Report1, di sana terdapat pasangan-pasangan dari setiap Site ID, Status dan HCR No. Dengan vlookup, pencocokan masal dapat dilakukan dengan cepat.
Excel1 Excel2

b. Pilih kolom yang ingin kita ketahui nilainya dari pencocokan, lalu cari VLOOKUP pada Name Box yang ada di sekitar kiri atas dan tekan Enter. Berikutnya akan muncul Function Arguments.

Excel3

c. Sort nilai yang akan dicocokkan, dalam kasus ini seluruh kolom A pada Sheet No TCR.

Excel4

d. Masukkan nilai sumber pencocokkan pada Table_array, dalam kasus ini adalah seluruh kolom A dan B pada Sheet Report1.

Excel5

e. Masukkan berapa kolom yang diperlukan dari kolom HCR No. ke kolom Site ID pada Col_index_num, dalam kasus ini nilai 2 yaitu kolom A & B pada Sheet Report1. Misalkan yang hendak dicari adalah GM Area dari HCR No. , maka Col_index_num nilainya 7 yaitu jumlah kolom dari kolom A sampai kolom G pada Sheet Report1.

Excel6

f. Masukkan angka 0 yang artinya False pada Range_lookup agar pencocokan dilakukan untuk nilai yang sama persis, bukan mendekati. Nantinya hasil akan keluar bisa nilai A pada Sheet Report1 sama persis dengan nilai A pada Sheet No TCR.

Excel7

g. Nilai B2 Sheet No TCR sama dengan nilai B9 Sheet Report1 karena nilai A2 Sheet No TCR dan A9 Sheet Report1 sama-sama HCR00023 nilainya.

Excel8

h. Berikut hasilnya bila cara yang sama diberlakukan untuk mencari nilai kolom B & C Sheet No TCR.

Excel92. Formula Menemukan Durasi Waktu
Saya biasa menggunakan TODAY pada pengurangan waktu untuk memperoleh nilai durasi hari yang terhitung sampai tanggal terkini, tanggal ketika file excel tersebut dibuka. Berikut cara-caranya:

a. Misalkan saya ingin memasukkan ke dalam kolom D, informasi akan durasi hari dari dari yang ditunjukkan oleh kolom C hingga hari ketika saya membuka file Excel tersebut. Pada kolom cell D2, saya masukkan formula =TODAY()-C2 sehingga muncul sebuah deretan informasi tapi masih dalam bentuk tanggal, bukan hari.

Excel10b. Pada cell D2, lakukan klik kanan mouse, lalu pilih “Format Cells…” dan mengganti kategori menjadi “Number” sehingga muncullah durasi dalam satuan hari pada cell D2 :). Karena saya membuat contoh ini pada 31-8-2015, maka muncul angka 50 pada D2.

Excel11

Excel12

Excel13

c. Lakukan “copy” dan “paste” cell D2 ke dalam cell-cell di bawahnya sehingga diperoleh durasi hari pada kolom D.

Excel14

3. Formula If

Ahhhh if adalah formula yang ada pada berbagai bahas pemrograman seperti C++, Pascal, Basic dan kawan-kawan. Mirip seperti pada bahasa pemrograman, if pada Excel dipergunakan untuk menentukan nilai benar atau salah dari hasil ekpresi logika. Formulanya kurang lebih seperti ini: = if(ekspresi logika;nilai benar;nilai salah). Formula ini dapat dibuat bertingkat atau nested seperti ini: =if(ekspresi logika;nilai benar;if(ekspresi logika 2;nilai benar;if(…. dan seterusnya maksimal sampai 8 tingkat. Formula ini dapat digunakan bersambung di kolom atau cell lain pula. Agar lebih jelas, berikut contohnya:

a. Misalkan saya ingin mengelompokkan nilai-nilai pada kolom D apakah termasuk kecil sekali atau kecil atau sedang atau besar atau besar sekali dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Nilai D adalah Kecil Sekali bila nilainya lebih kecil sama dengan 0.
  2. Nilai D adalah Kecil bila nilainya lebih besar dari 0 dan lebih kecil sama dengan dari 100.
  3. Nilai D adalah Sedang bila nilainya lebih besar dari 100 dan lebih kecil sama dengan dari 200.
  4. Nilai D adalah Besar bila nilainya lebih besar dari 200 dan lebih kecil sama dengan dari 300.
  5. Nilai D adalah Besar Sekali bila nilainya lebih besar dari 300 dan lebih kecil sama dengan dari 400.
  6. Nilai D adalah Error bilai nilainya lebih besar dari 400.

Excel38

b. Masukkan nilai =IF(D2<=0;”Kecil Sekali”;IF(D2<=100;”Kecil”;IF(D2<=200;”Sedang”;M2))). Pada contoh kali ini, saya coba buat contoh untuk formula if yang bersambung ke cell lain, dalam hal ini cell M2. Karena pengelompokkannya terdiri dari 6 aturan, maka sebenarnya semua dapat dimuat dalam 1 formula tanpa harus bersambung.

Excel39

c. Masukkan =IF(D2<=300;”Besar”;IF(D2<=400;”Besar Sekali”;”Error”)) pada cell M2.

Excel40

d. Lakukan copy dan paste pada cell-cell di bawahnya dan diperoleh hasil pengelompokan pada kolom L. Kolom M hanyalah coretan untuk contoh penggunaan formula if yang bersambung.

Excel41

4. Grafik
Dalam setiap laporan atau presentasi, saya sering harus membuat grafik dari tabel data yang cuantik :P. Ahhhh, supaya lebih jelas, berikut contohnya:

a. Misalkan saya ingin membuat grafik dari data pada beberapa cell di kolom A dan D seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah.

Excel15

b. Sort cell-cell tersebut lalu pilih menu “Insert” sehingga muncul pilihan jenis grafik apa yang ingin ditampilkan. Misalkan grafik batang yang hendak ditampilkan, maka pilihlah “Column” dan varian dari grafik batangnya, apakah yang datanya dijejerkan? Apakah yang datanya dijadikan dalam 1 batang Apakah bentuk batangnya tajam-tajam?

Excel16

c. Misalkan jenis grafik batang yang dipilih adalah grafik batang yang tidak tajam dan datanya dibuat berjejer tidak disatukan dalam 1 batang, maka akan muncul gambar seperti di bvawah ini.

Excel17

d. Warna yang otomatis muncul biasanya biru, tapi itu bisa diubah dengan memilih warna-warna lain yang terletak pada menu “Design”.

Excel18

e. Bosan dengan warna yang itu-itu saja? Yuk kita coba tambahkan variasi yang dapat mempercantik grafik. Lakukan klik kanan pada gambar grafik dan pilih “Format Chart Area”.Excel19

f. Pilih “Fill” lalu silahkan pilih jenis variasi yang hendak dibubuhkan pada grafik.

Excel20

Excel21

5. Pivot
Pivot digunakan untuk membuat pengklasifikasian bertingkat sekelompok data. Inilah salah satu fungsi yang sering saya pergunakan untuk memperoleh jumlah dari beberapa data yang disajikan terpisah namun masih dalam 1 tabel data yang sama, bingung? Aaaahhhh supaya jelas, berikut contohnya:

a. Misalkan saya ingin mengetahui berapa tiket HCR berstatus solved yang dibuat oleh Alief Cakep untuk GM Area Route 2 dan berapa tiket berstatus open yang dibuat oleh Tono untuk GM Area Route 1. Kemudian saya ingin melihat bagaimana perbandingan jumlah creator, status dan GM Area dengapn meisahan setiap Mgr. Area dalam 1 grafik yang sama. Data tiket HCR ada pada kolom A, data creator ada pada kolom E, data status ada pada kolom G, data GM Area ada pada kolom H dan data Mgr. Area ada pada kolom I. Maka pertama-tama pilih “Insert” lalu “Pivot Table” dan Pivot Chart”.

Excel22

b. Pilih semua cell pada kolom A, E, G, H dan I, atau boleh juga semua kolom asalkan terdapat kolom A, E, G, H dan I di dalamnya.

Excel23

c. Perhatikan pilihan judul kolom yang terletak di bawah tulisan “Choose fields to add to report”, posisinya ada di bagian kanan. Di antara pilihan tersebut, tarik “Created by” (judul kolom E) dan “GM Area” (judul kolom H) ke dalam kotak yang berjudul “Row Labels”. Lalu tarik pula “HCR No.” (judul kolom A) ke dalam kotak yang berjudul “Values”. Kemudian tarik “Status” (judul kolom G) ke dalam kotak “Column Labels”. Terakhir, tarik “Mgr. Area” (judul kolom H) ke dalam kotak “Report Filter”.

Excel24

d. Diperoleh data bahwa tiket HCR berstatus solved yang dibuat oleh Alief Cakep untuk GM Area Route 2 adalah sebanyak 1. Sedangkan tiket berstatus open yang dibuat oleh Tono untuk GM Area Route 1 adalah sebanyak 1.

Excel25

e. Muncul grafik yang dipisahkan berdasarkan data Mgr. Area.

Excel26

6. Text to Column
Seringkali saya memperoleh deretan data yang bentuknya tidak rapi atau ideal ketika di paste ke Excel. Di sanalah fungsi text to column dapat dipergunakan, berikut contohnya:

a. Misalkan saya hendak memisahkan karakter sebelum huruf R dengan karakter sesudah huruf R pada semua cell di kolom H. Pilih “Data”, kemudian “Text to Column”.

Excel33

b. Pilih “Delimited”.

Excel34

c. Pilih “Other” lalu masukkan “R” pada cell kosong disamping pilihan “Other”. Cell kosong tersebut hanya dapat dimasukkan 1 karakter, bukan kata apalagi kalimat.

Excel35

d. Lihat “Data Preview” apakah sudah sesuai dengan yang diharapkan? Kalau sudah, pilih “Finish”.

Excel36

e. Karakter sebelum huruf R akan muncul di kolom H dan karakter setelah huruf R akan muncul di sebelah kolom H yaitu kolom I.

Excel37
7. Formula SEARCH dan MID

Gabungan formula Search & Mid dapat dipergunakan untuk menampilkan potongan karakter dari cell lain dengan karakter/kata/kalimat sebagai tanda pemisah, berikut contohnya:

a. Misalkan saya ingin menampilkan di kolom K, 5 karakter setelah kata-kata CR dari semua cell di kolom A.

Excel30

b. Masukkan formula =MID(A2;SEARCH(“CR”;A2);5) pada K2. Pada formula ini, SEARCH dipergunakan untuk mencari kata-kata CR pada kolom A2 itu ada pada karakter keberapa dihitung dari karakter pertama. Kemudian informasi tersebut dipergunakan untuk melengkapi fungsi MID sehingga diperoleh 5 karakter setelah kata-kata CR pada A2. Pada contoh di bawah ini, saya masukkan pula SEARCH(“CR”;A2) pada J2 untuk melihat hasil dari fungsi SEARCH sebelum digabungkan dengan fungsi MID.

Excel31

c. Lakukan copy paste pada cell-cell di bawahnya sehingga kita memperoleh hasil seperti di bawah ini.

Excel32

 

Sekian kumpulan fitur-fitur Excel yang relatif sering saya pergunakan di kantor. Semoga bermanfaat :).

Tips Mencari Rumah

Memiliki rumah adalah pilihan tempat tinggal nomor 1 bagi mayoritas orang Indonesia, termasuk saya. Rumah yang saya maksud di sini adalah rumah yang sudah berdiri, entah itu rumah second atau rumah baru gress. Keuntungan membeli rumah yang sudah jadi antara lain adalah dapat ditinggali dengan cepat, kecuali kalau rumah barunya sedang dibangun pengembang atau rumah bekasnya sedang direnovasi.

Kelebihan dan kekurangan dari rumah yang dipilih semuanya bergantung dari lokasi, lingkungan, harga dan lain-lain. Kesemuanya adalah pedang bermata dua, bisa jadi merupakan keuntungan, bisa jadi merupakan kekurangan.

Yang pasti, rumah itu berdiri di atas tanah yang kian hari harganya terus naik. Dari segi finansial, untuk jangka panjang, membeli rumah tetap relatif lebih menguntungkan daripada membeli apartemen ;). Tapi memilih rumah yang pas untuk kita tidaklah mudah, saya pernah merasakannya :’D. Berikut hal-hal yang menjadi pertimbangan saya ketika mencari rumah dulu:

1. Lokasi, Lokasi & Lokasi
Lokasi saya tulis 3 kali, bukan sekali, karena lokasih adalah hal yang paling penting dalam memilih rumah. Lokasi dari rumah yang kita pilih sebaiknya strategis. Tapi strategis dalam hal apa? Strategis itu subjektif sekali loooooh. Strategis dalam hal kenaikan harga di masa depan, atau strategis dalam hal jauh dekatnya ke tempat-tempat tertentu.
Strategis dalam hal kenaikan harga tentunya sangat menggiurkan. Biasanya rumah yang seperti ini memiliki lokasi yang beberapa tahun kedepan akan ada fasilitas tambahan dibangun di dekatnya seperti pusat perbelanjaan, jalan tol dan lain-lain. Memprediksikan hal-hal yang seperti ini sulit namun tidak mustahil. Saya sendiri pernah membeli rumah yang pada saat saya beli hanya terdapat 2 mall dan 1 akses gerbang tol di dekatnya, kemudian sekitar 5 tahun kemudian sudah ada 6 mall, 1 akses gerbang tol di dekat rumah yang saya beli. Harga rumah pun melonjak sekitar 4 kali lipat :). Entah kapan saya bisa menemukan yang seperti itu lagi, susahhh.
Nah strategis dalam hal jaraknya dengan tempat-tempat tertentu pastilah setiap orang tidak sama. Ada yang lebih memilih kalau rumahnya dekat dengan kantor atau dekat dengan rumah famili. Perlu diingat bahwa ada kalanya kita pindah tempat kerja, jadi kalau memilih rumah berdasarkan jaraknya ke kantor, rasanya kurang pas, tapi kalau terlalu jauh dari kantor ya kurang bagus juga, bisa tua di jalan nanti x_x. Sebaiknya seimbang saja, relatif tidak jauh dari kantor atau rumah famili.
Bagaimana kalau kita pendatang dan tidak punya famili? Biasanya pasti kita bertanya kepada teman yang tinggal di kota tersebut perihal lokasi mana yang strategis. Nah disinilah biasanya muncul pendapat-pendapat lebay yang terlalu membangga-banggakan tempat tinggal masing-masing, pokoknya lokasi tempat tinggal saya lebih baik dari lokasi mana pun di Bumi :P. Apabila hal ini terjadi, sebaiknya cukup ingat saja plus minusnya, tetaplah objektif dan jangan terpancing apalagi langsung terhipnotis, dengarlah pendapat orang lain juga :).

2. Pendanaan
Harga rumah semakin hari semakin mahal. Hampir dipastikan karyawan biasa seperti saya harus kredit ke bank apabila ingin memiliki rumah di Jabodetabek, wilayah yang jaraknya dari kantor, relatif masuk akal untuk saya tempuh setiap hari. Kalau dulu saya masih mampu membeli rumah di Bekasi, maka junior-junior saya sekarang mungkin mampunya membeli rumah-rumah yang lebih ke pinggir lagi. Olehkarena itulah, saran saya bagi teman-teman yang baru mulai bekerja, kalau bisa, kredit rumahlah dahulu, baru kredit kendaraan kemudian. Harga rumah akan terus naik, harga kendaraan akan turun per tahunnya.
Membeli rumah dengan tunai memang akan lebih murah dibandingkan dengan kredit ke bank karena ada bunga bank. Masalahnya apakah kita memiliki dana sebesar itu saat akan membeli rumah? Kalau tidak, ya terpaksa meminjam dana dari bank melalui KPR (Kredit Pemilikan Rumah).
Kalau mengajukan permohonan KPR ke bank, sebaiknya langsung ajukan permohonan kepada lebih dari 1 bank. Kenapa? Biasanya maksimal bank hanya meminjamkan 70% dari harga rumah untuk rumah pertama. Kalau kita sedang mencicil properti lainnya, maksimal bank hanya akan meminjamkan 60% dari harga rumah. Harga rumah yang dimaksud disini adalah harga rumah menurut estimator bank yang bersangkutan. Nah hasil taksiran ini bermacam-macam, tidak sama untuk setiap bank sehingga dana yang cair pun berbeda-beda untuk setiap bank. Kalau kita mengajukan permohonan ke beberapa bank, maka kita akan memiliki opsi dalam waktu yang singkat. Belum tentu pemilik rumah yang hendak kita beli, bersedia menunggu terlalu lama lho.
Persyaratan KPR relatif serupa tapi tak sama untuk setiap bank. Berdasarkan pengalaman saya, berikut persyaratan KPR:
a. WNI dan berdomisili di Indonesia
b. Telah berusia 21 tahun atau telah menikah.
c. Memiliki Pekerjaan dan Penghasilan Tetap sebagai pegawai tetap/wiraswasta/profesional dengan masa kerja/usaha minimal 1 tahun.
d. Memiliki NPWP Pribadi.
Setiap bank memiliki kebijakan dan persyaratan lain yang tentunya tidaklah sama. Yang sama adalah pasti ada bunganya, eeeng inggg eeeng x__x. Wahduh, bunga bank ada yang fix untuk beberapa tahun pertama, ada pula yang fluktuatif mengikuti BI rate. Sayangnya kalau rate naik, bunga akan naik tapi kalau rate turun bunganya ogah ikutan turun, kira harus rajin komplain :(.
Dana yang kita cicil ke bank pun ada yang berbentuk piramida, ada pula yang berbentuk piramida terbalik. Singkat kata, dari total dana yang kita cicil pada tahun pertama, bisa saja 90%-nya digunakan untuk membayar bunga bank, 10%-sisanya dipergunakan untuk membayar hutang pokok. Bank ingin cepat untung dan tetap untung besar apabila kita ingin melunasi KPR sebelum waktunya. Harga rumah terus naik dan bank juga ingin mengambil keuntungan dari keadaan ini. Kalau ada jalan lain, sebaiknya tidak usah KPR.
Saran saya adalah sebaiknya kita cari pinjaman dana dari saudara terdekat dahulu, pinjaman tanpa bunga. Lumayan khan kalau bisa dapat, asalkan kita tetap amanah, jangan mentang-mentang dana dari famili dekat, tidak dibayar-bayar, bisa rusak tuh hubungan persaudaraannya ;’/.

4. Sumber Informasi
Bagimana kita mengetahui rumah mana saja yang dijual? Cara yang paling tradisional adalah berkeliling mencari rumah yang dipasangi spanduk dengan tulisan “Dijual”. Wahh tapi itu sangat melelahkan yaaaa.
Cara yang murah meriah dan cukup tepat adalah meminta bantuan satpam untuk mencarikan rumah yang dijual. Biasanya satpam-satpam memiliki info yang akurat untuk hal ini. Komisinya pun tidak semahal broker rumah. Tapi cakupan wilayahnya tidak besar dan mereka tidak bisa diajak diskusi mengenai KPR dan lain-lain.
Kalau meminta bantuan broker rumah, sudah pasti kita akan ditanyakan perihal anggaran dan spesifikasi dari rumah yang dicari. Cakupan wilayah pencarian luaaaasss tapi komisinya besaaaarrr, amit-amit deh. Banyak rumah di lingkungan rumah orang tua saya harganya “rusak” gara-gara broker rumah :'(. Broker rumah dapat berperan mencarikan rumah, dapat pula berperan menjualkan rumah. Harga rumah menjadi mahal, mahal karena mereka menjanjikan bahwa mereka mampu menjualkan sebuah rumah dengan harga yang tinggi. Selain ini komisi mereka pun membuat harga rumah yang sudah dibuat tinggi tersebut semakin tinggi :(. Sebenarnya tidak semua broker rumah melakukan hal ini, ada juga broker rumah yang lebih rasional dan fair. Membeli lewat broker rumah ada positifnya juga lho, mereka membantu proses KPR, surat-surat dan lain-lain. Pas sekali bagi teman-teman yang ingin cepat dan tidak repot. Semoga teman-teman ketemu dengan broker rumah yang tidak terlalu memberatkan :).
Pertama kali saya berhubungan dengan broker rumah adalah ketika saya mencari rumah lewat internet. Daripada mencari iklan rumah di koran, lebih praktis mencarinya di internet. Selain karena dapat dengan mudah dibuka di HP, saya suka mencari rumah melalui internat karena di sana saya dapat langsung melihat gambar, alamat, harga dan detail-detail lainnya. Search-nya pun dapat difilter semau kita. Berikut daftar situs pencarian rumah yang pernah saya pergunakan:
http://www.trovit.co.id
http://www.urbanindo.com
http://www.rumah123.com
http://www.rumahku.com
http://www.kaskus.co.id
http://www.olx.co.id
http://www.rumah.com
http://www.propertiproperti.com
http://www.griyakita.com
carirumah.net
http://www.lamudi.co.id
rumahdijual.com
http://www.rumahcitra.com
Jangan kaget kalau disana banyak terdapat broker rumah karena memang lebih banyak broker rumahnya ketimbang pemilik rumah langsung ;). Kalau ada rumah yang kita minati sebaiknya langsung telefon saja karena bisa saja rumah yang diiklankan langsung laku atau bisa saja itu iklan palsu. Iklan agar kita menghubungi yang bersangkutan. Nanti dia akan menanyakan spesifikasi rumah yang kita cari. Dia akan bantu carikan dengan imbalan dalam bentuk komisi ;). Mencari rumah itu tidak mudah looh, ada kalanya kita memang membutuhkan bantuan dari broker profesional.
Sebenarnya iklan di situs-situs jual rumah tidak hanya berisikan broker atau pemilik langsung, ada pula pihak marketing dari real estate, mulai dari real estate kecil-kecilan sampai yang sudah punya nama. Tidak ada salahnya membeli rumah dari real estate kecil-kecilan, siapa tahu cocok ;).

5. Kualitas Rumah
Membeli rumah baru dari siapapun, baik dari real estate kecil-kecilan maupun real estate ternama membutuhkan pengawasan yang teliti. Apakah spesifikasi dari rumah baru yang dibeli sesuai dengan perjanjian dimuka? Contohnya adalah apakah dengan menggunakan batako di lantai 1, rumah tersebut dapat direnovasi menjadi rumah 2 lantai dikemudian hari? Apa yang harus dilakukan? Pastilah berbeda untuk setiap kasus.
Kalau kita membeli rumah dari perorangan, pastilah akan ada biaya renovasi keluar dari kantong kita, yaaaah namanya juga rumah bekas.
Kemungkinan-kemungkinan ini harus dijadikan bahan pertimbangam ketika akan membeli rumah. Syukur-syukur gejala ketidak beresan dapat terlihat dimuka. Terkadang, ada gejala yang tidak terlihat kasat mata karena si penjual sangat jago memoles rumah yang hendak dijualnya.
Pengalaman seorang kawan saya, dia membeli rumah dan sekitar 3 bulan kemudian salah satu bagian rumah tersebut miring. Semakin lama, semakin miring, hanya waktu robohnya saja yang belum nampak x__x. Saran saya adalah berdoa dan berusaha. Teliti sebelum membeli dan berdoa sebelum tanda tangan surat jual beli di kantor notaris ;).

6. Waspada Terhadap Penipu!
Penipu ada dimana-mana, ketika dulu saya sedang mencari rumah saya beberapa kali berpapasan dengan penipu. Secara garis besar ada 2 jenis kasus terkait hal ini.
Kasus pertama adalah ketika saya melihat iklan rumah dijual dengan harga yang sangat murah. Iklan tesebut dilengkapi dengan spesifikasi rumah, alamat rumah, gambar rumah. Dari alamatnya saya tahu itu dekat rumah orang tua saya, namun karena iklan dipasang pada pagi hari, saya sudah terlanjur ke kantor. Sekitar 1 jam setelah iklan dipasang, saya mencoba telefon si pemasang iklan beberapa kalo. Namun sayang, nada sibuk saja yang saya dapatkan. Ketika menjelang jam makan siang, saya coba telefon lagi dan hasilnya ada yang menjawab. Ketika saya menanyakan perihal rumah yang dijual, si penjual mengatakan bahwa tadi pagi rumah tersebut sudah ada yang lihat dan langsung bayar DP. Kemudian dia mengatakan kepada saya bahwa kalau saya minat serius, sebaiknya transfer uang DP ke dia saat ini juga sebelum DP dari orang yang katanya sudah melihat rumah tadi pagi, lunas terbayarkan. Siapa yang tercepat memberikan DP, dialah yang disahkan menjadi pembelinya. Bah, belum lihat rumah, belum ketemu langsung kok minta transfer uang??? Karena curiga, saya desak untuk bertemu sekarang juga atau paling tidak alamat lengkap rumah yang dijual supaya famili saya saja yang datang langsung untuk melihat-lihat. Apa jawabnya? 1000 alasan dikeluarkan, pokoknya intinya si penjual ini mengaku bahwa dia tidak mau pusing-pusing lagi, kalau minat transfer saja, kalau tidak ya silahkan tutup telefon. Saya pun memilih untuk menutup telefon. Keesokan harinya, karena penasaran, saya menghampiri alamat dari rumah yang katanya dijual itu dan apa hasilnya? Tidak ada rumah yang dijual dia alamat tersebut. Ya, sah! Si penjual yang kemarin saya telefon adalah penipu. Beberapa minggu kemudian saya melihat aksi penjual dengan modus yang sama. Saya tetap berusaha menelefon karena siapa tahu benar-benar ada penjual yang sedang butuh dana cepat. Tapi kalau si penjual langsung minta transfer tanpa saya lihat dahulu rumahnya, maka saya memilih mundur dengan alasan takut ditipu dan tidak percaya dengan si penjual :).
Kasus kedua adalah ketika saya telah menghubungi si penjual dan sudah setuju untuk bertemu di depan runah yang dijual. Sayangnya, saya tidak dapat masuk ke dalam rumah tersebut dengan alasan rumah tersebut sedang dikontrakan dan kontraknya baru akan habis bulan depan. Sebelum saya datang, sudah ada orang lain yang melihat ke dalam, jadi tak elok rasanya kalau di hari yang sama saya masuk lagi ke dalam. Si pengontrak pastilah tidak senang. Alhasil saya hanya dapat melihat bagian depan rumah secara langsung tapi informasi sisanya dalam wujud foto saja. Kemudian si penjual mengatakan bahwa calon pembeli yang datang sebelum saya sudah mentransfer DP untuk pembelian rumah tersebut dengan harga tertentu. Apabila saya berminat, maka saya diminta untuk membayar DP untuk pembelian dengan harga di atas harga yang sudah disetujui oleh si penjual dan calon pembeli sebelum saya. Saya pribadi langsung menolak meskipun rumah tersebut memang dijual dengan harga awal sedikit di bawah harga rata-rata, tidak terlalu mencurigakan. Masalahnya apakah rumah tersebut benar-benar milik si penjual? Kalaupun benar milik si penjual, apakah benar rumah tersebut sedang dikontrakkan? Jangan-jangan itu hanya alasan supaya saya tidak melihat kelemahan dari rumah tersebut, entah dalamnya sudah keropos, lapuk, miring atau . . . Kalaupun rumah tersebut dalam kondisi baik dan memang benar sedang dikontrakkan, apakah si penjual dapat saya percaya? Saya rasa tindakan si penjual yang menawarkan saya untuk membeli dengan harga yang lebih tinggi dari calon pembeli sebelum saya, bukanlah tindakan gentelmen, calon pembeli sebelum saya tersebut sudah lunas membayar DP lho, saya pun diperlihatkan kuitansinya. Nanti kalau saya sudah lunas membayar DP, jangan-jangan saya akan “dikhianati” seperti calon pembeli sebelum saya, ogaaah.
Dari kedua contoh kasus di atas, pada intinya jangan mentransfer uang kepada siapapun sebelum kita benar-benar melihat langsung rumah yang akan dibeli. Selain itu kita juga harus tahu betul bahwa yang bersangkutan adalah pemilik sah dari rumah yang dijual. Jangan mau ditekan untuk memutuskan suatu hal dengan terburu-buru. Usaha boleh maksimal, tapi kalau itu rumah memang bukan rezeki kita, apa mau dikata ;).

7. Kondisi Lingkungan
Lingkungan dari rumah yang akan kita beli tentunya sangat penting karena hal ini akan mempengaruhi tingkat kenyamanan ketika kita menghuni rumah tersebut nantinya. Apakah lingkungannya rawan kejahatan? Apakah lingkungannya merupakan sarang bandit? Lingkungan dapat mempengaruhi kita juga terutama bagi kawan-kawan yang memiliki anak. Nanti anak-anak saya akan bergaul dengan anak yang seperti apa ya kalau tinggal di rumah itu? Anak-anak yang berpendidikan atau anak-anak tukang mabuk? Hal ini harus dipikirkan juga, jangan sampai menyesal dikemudian hari.

8. Probabilitas Terjadinya Bencana
Bencana memang tak dapat ditolak, tapi manusia harus berusaha mencegahnya. Kalau kita memang besar di suatu daerah tertentu, kita pasti tau daerah mana yang rawan banjir dan daerah mana yang rawan longsor. Tapi bagimana dengan orang luar daerah yang belum tahu apa-apa? Cobalah bertanya kepada tukang becak, warung atau tukang ojeg terdekat mengenai kondisi daerah rumah yang akan kita beli. Jangan bertanya kepada pemilik rumah atau broker rumah. Biasanya mereka akan bengatakan bahwa rumah tersebut bebas banjir. Kalaupun daerah dekat rumah tersebut sudah terkenal langganan banjir, biasanya mereka akan “ngeles” yaaa hanya jalannya yang banjirlah, yaaa sudah ada BKT-laaah, yaaa sudah ada tanggul-laaaah, yaaa . . . . yang pasti rumahnya belum tenggelam :P. Tapi kalau teman-teman tidak keberatan apabila harus menghadapi banjir tahunan atau 4 tahunan, ya tidak masalah ;).

9. Gengsi
Di setiap daerah pasti ada suatu wilayah yang dianggap bergengsi bagi beberapa orang tertentu. Contohnya adalah Jakarta Selatan, Bintaro, Cinere.
Jakarta Selatan saya akui memang relatif lebih hijau dibandingkan dengan kawasan Jakarta lainnya tapi tidak semua wilayah di Jakarta Selatan itu lebih baik. Saya ingat ada beberapa teman sekolah dulu yang merasa hebat karena rumahnya masuk Jakarta Selatan padahal lokasi rumahnya super macet, banjir dan aksesnya kurang baik. Bagi si empunya merasa bangga, tapi bagi teman-temannya yang sudah datang ke sana merasa prihatin. Di sini saya kadang merasa sedih :P.
Agak lebih ke Selatan Jakarta lagi ada wilayah yang disebut Bintaro. Bintaro memang masuk ke dalam wilayah Jakarta Selatan tapi kemudian bermunculan perumahan-perumahan di selatan Bintaro original dengan menggunakan nama perumahan yang ada kata-kata Bintaro-nya. Lama kelamaan daerah yang dulunya masuk Serpong coret pun diakui sebagai Bintaro, Bintaro KW :P. Nama Bintaro terus digunakan mungkin karena gengsi dan lebih menjual? Buktinya beverapa orang yang tinggal di wilayah Bintaro KW kalau ditanya rumahnya dimana pasti akan menjawab Bintaro padahal rumahnya sudah masuk Tangerang Selatan atau Serpong :). Selama 4 tahun bekerja di wilayah Bintaro KW, saya akui pertumbuhannya sangat pesat, harga tanahnya naik dengan cepat juga, cocok untuk investasi :). Sayang ada pertimbangan-pertimbangan pribadi lain yang membuat saya enggan untuk membeli properti di sana.
Tidak jauh berbeda dengan Bintaro KW, ada sebuah wilayah yang bernama Cinere. Cinere itu masuk Depok looooh, tapi kenapa kebanyakan teman-teman saya yang tinggal di Cinere selalu menyebut Cinere sebagai lokasi rumahnya, bukan Depok. Sementara itu mayoritas teman-teman saya yang tinggal di wilayah lain tapi termasuk Depok, menyebutkan Depok sebagai lokasi rumahnya. Apakah mungkin karena Cinere lebih terkenal? Maaf tapi bagi saya pribadi, Cinere itu terasa jauuuuuhh dari kantor atau tempat tinggal saya, hehee. Jadi tidak semua orang memiliki respon yang wow ketika mendengar kata Cinere. Banyak sekali famili saya yang tinggal di sana sehingga saya memang beberapa kali merasakan perjalanan menuju Cinere.
Mohon maaf bagi teman-teman yang rumahnya di Jakarta Selatan, Bintaro atau Cinere, contoh di atas adalah contoh gengsi lokasi. Ini hanya pendapat pribadi dari seseorang yang sudah terlanjur nyaman tinggal di Jakarta Pusat. Saya rasa dari sudut pandang lain pastilah ada yang mengatakan bahwa Jakarta Pusat bergengsi atau tidak nyaman atau rawan maling atau . . . tapi menurut saya pribadi, Jakarta Pusat sama seperti wilayah-wilayah lainnya, ada baik dan buruknya. Sebaiknya jangan memasukkan faktor gengsi ketika sedang mencari rumah, baik gengsi lokasi, bentuk rumah, lingkungan dan lain-lain. Lingkungan bergengsi yang penuh artis, belum tentu lingkungannya sehat bagi keluarga kita. Bentuk rumah yang keren, siapa tahu justru mudah bocor atau rusak karena desainnya aneh-aneh.

Akhir kata, sebaiknya lihatlah poin nomor 1 sampai 8 di atas. Poin nomor 9? Jangan dijadikan pertimbangan, jadikanlah pengingat saja agar jangan membeli rumah karena gengsi. Tapi belilah karena hal lain terlepas apakah rumah tersebut memiliki gengsi dalam hal tertentu dan bagi orang-orang tertentu. Selamat berburu rumah ;).

Hari Gini Masih Nyebarin Hoax? (Part 1)

Di era modern ini, sudah lazim bagi kita untuk berkomunikasi melalui pesan tulisan elektronik seperti SMS, BBM, Line, Whatsapp, Kakao, WeChat dan lain-lain. Sudah beberapa kali pula kita menerima pesan berantai kepada banyak orang yang lazim disebut broadcast message. Beberapa dari broadcast message tersebut ada yang bermanfaat, menolong dan menambah pengetahuan kita. Namun ada pula yang sesat, tidak benar, berisi fitnah yang lazim disebut hoax. Sungguh disayangkan, rasanya lama kelamaan, saya lebih sering menerima broadcast message yang berisi hoax ketimbang broadcast message yang benar.

Secara tata bahasa, hoax biasanya berisi ajakan untuk meneruskan pesan tersebut kepada orang lain, selain itu biasanya pesan hoax tidak memuat sumber berita yang valid. Kalau dilihat dari isinya, pesan hoax biasanya berisikan akan sesuatu yang to good to be true, menakjubkan, mengagetkan atau justru meresahkan serta kadang mengandung ejaan yang salah atau typo.

Berikut contoh dari beberapa hoax yang pernah ada:

1. Kisah Nyata Asal Usul Kanker Rahim
Berikut isi broadcast message mengenai asal usul kanker rahim yang pernah saya terima.

Hoax 1

Hhhhhmmm… ada ajakan untuk menyebarkan, isi pesan ini cukup menakjubkan dan tidak ada sumbernya. Katanya hasil riset, kalau begitu siapa nama penelitinya? Dari lembaga apa? Apa merodologi penelitiannya? Pernahkan diterbitkan pada journal ilmiah terkemuka? Saya tidak menemukan link yang dapat menjawab pertanyaan saya tersebut. Saya pun tidak memiliki latar belakang di bidang medis. Jadi, apa yang saya lakukan ketika menerima pesan di atas? Saya bertanya kepada yang tahu sebelum menghakimi bahwa pesan tersebut adalah hoax. Bagaimana komentar dokter kenalan saya ketika saya menunjukkan isi pesan tersebut? Beliau tertawa sambil berkata “Gak nyambung, ngawur, sok tau banget. Siapa tu yang ngirim ke kamu? Hahahahaha”. Naaah kan, nama baik si penyebar juga akan ikut tercoreng deh, walaupun mungkin dia tidak sengaja menyebarkan pesan hoax tersebut.

2. Waspada Pencoblosan
Beberapa hari sebelum pencoblosan pemilu 2014 lalu, saya sempat menerima pesan seperti di bawah ini.

Hoax 2

Ini memang hanya sebuah ide tapi sayang kenapa kok yang memiliki ide ini bersifat pengecut, tidak berani menunjukkan diri bahwa ini adalah ide dari dia, siapakah dia? Yang ada kok hanya ajakan untuk menyebarkan pesan tersebut saja?
Sehubungan dengan isi pesan yang mengatakan bahwa sebaiknya kita memeriksa surat suara di depan panitia atau petugas TPS, saya tidak mengalami hal tersebut di TPS tempat saya memilih. Petugas TPS berkali-kali mengatakan bahwa apabila ketika sudah sampai bilik kita menemukan bahwa surat suaranya rusak atau sudah dibolongi, silahkan ditukarkan lagi, tidak masalah. Kita tidak perlu memeriksa surat suara yang kita terima di depan panitia, tidak perlu paranoid begitu. Jadi, bagi saya pribadi, pesan ini adalah hoax, tidak terbukti, palshuuuuu :P.
Walaupun isi beritanya tidak terlalu heboh tapi dapat menggiring asumsi bahwa akan banyak kecurangan pada pemilu yang dapat memperkeruh suasana, terlepas dari benar atau tidaknya terjadi banyak kecurangan pada pemilu lalu. Ucapan dan pikiran orang secara tak sadar bisa menjadi doa lhooo, hati-hati.

3. Website Berita Palsu
Beberapa hari sebelum KPU mengumumkan hasil resmi pemilihan presiden 2014, sempat beredar pesan seperti di bawah ini.

Hoax 3

Berita di atas adalah berita yang heboh dan membingungkan. Kok dua-duanya mundur? Australia akan menyerang Indonesia? Waduh ada apa ini? Ada link sumber beritanya pula, waah sumber beritanya seperti alamat web berita ternama yaaaa. Wah wah wah, semakin canggih saja nih penyebar hoax kita :P.
Coba buka salah satu link dari pesan tersebut, sebagai contoh link News Flash 02: http://liputan6.com–news.com/jokowi-resmi-mengundurkan-diri/. Kalau saya coba buka link tersebut, maka akan keluar halaman berikut.

Hoax 3aWow kereeen, web-nya liputan6.com langsung muncul dengan kalimat berita dan format seperti sebuah berita ditampilkan. Tapi kok dibagian atasnya ada tulisan Com–News? Apaan tuh? Kemudian saya coba meng-klik pilihan Home pada halaman tersebut dan munculah tampilan seperti di bawah ini.

Hoax 3bSimsalabim, yang keluar bukan Home dari website Liputan6.com tapi justru Home dari sebuah website lain yang bernama com–news.com. com–news.com bukanlah liputan6.com ataupun tribunnews.com. Tulisan http://liputan6.com–news.com/jokowi-resmi-mengundurkan-diri/ yang tertera pada broadcast message yang saya terima, bukanlah judul dari sebuah link berita dari website liputan6.com tapi itu hanyalah sebuah judul dari link halaman sebuah website lain yang bernama com–news.com. Yang namanya judul dari sebuah link dapat kita buat sesuka hati mau menggunakan nama apa saja, yang penting orang tertarik untuk membukanya & menganggap bahwa berita yang ditampilkan adalah berita dari situs ternama seperti liputan6.com atau tribunnews.com, bukan situs yang memang ditujukan untuk “mengerjai” seperti com–news.com. Kalau kita coba buka halaman About pada website com–news.com, maka akan dapat dilihat bahwa tujuan utama pembuatan com–news.com adalah sebagai lelucon, berita yang dimuat di com–news.com memang merupakan berita yang diharapkan dapat membuat orang terkejut. Sayangnya tidak semua orang tahu bahwa ini hanya lelucon, bagaimana bila orang yang dikirimkan tidak tahu bahwa ini merupakan lelucon dan langsung menyebarkannya kepada beberapa orang lain yang  juga tidak tahu menahu mengenai apa itu com–news.com? Kacauuuu x__x.

Pesan-pesan sampah di atas ini disebarkan oleh teman atau saudara kita yang tidak tahu menahu mengenai ketikbenaran dari pesan yang mereka sebarkan :(. Motif yang membuat pesan hoax tersebut bermacam-macam, mulai dari politik, iri sampai iseng. Yang pasti dosa si pembuat, cukup besar yaaa hehehehe. Saya harap tulisan saya ini menjadikan kita semua semakin waspada dan selektif dalam menyebarkan sebuah informasi. Kalau kurang tau, janganlah malu bertanya kepada ahlinya. Lebih baik bertanya dan browsing dulu daripada sok tahu menyebarkan pesan sampah kepada orang-orang yang kita kenal. Taruhannya nama baik kita juga lhooo. ;). Hari gini masih nyebarin hoax?

Aksi Kriminal di Dalam Mikrolet

Mikrolet 4

Sebagai warga Jakarta yang setiap hari langganan naik Mikrolet, saya beberapa kali mendengar atau bahkan melihat sendiri bagaimana aksi kriminal terjadi di dalam angkutan kota tersebut. Berikut aksi kejahatan yang terjadi di dalam Mikrolet:

1. Kejadian Pertama
Berikut saya coba paparkan aksi copet yang klasik tapi masih mampu memakan korban. Biasanya si calon korban berada di pojok, penumpang yang duduk di pojok biasanya melihat ke arah jalanan yang berlawanan dengan posisi penumpang di sebelahnya. Misalkan kondisi sebuah Mikrolet seperti digambarkan di bawah ini.

Copet Mikrolet 1

Taruhlah si calon korban kita namakan Alief Cakep dengan posisi di pojok belakang :P. Si C, si D, si E kompak memalingkan pandangan ke arah jalan luar yaitu arah X dengan harapan si calon korban terpengaruh ikut-ikutan melihat arah X. Ketika si calon korban lengah, si A langsung mengambil handphone, dompet atau benda berharga lain milik si calon korban. Setelah mendapatkan barang dari si calon korban, si A langsung mengoper barang hasil rampasan ke si B. Tak lama, si A dan si B turun keluar dari Mikrolet pura-pura sudah sampai tempat tujuan. Biasanya si A membawa tas yang besaaaar atau jaket yang tebaaal. Jaket atau tas tersebut diletakkan di paha untuk menutupi tangannya. Tips saya ketika menghadapi copet ini adalah:
a. Jangan menaruh barang berharga di saku. Taruhlah semua barang berharga di satu tempat yang dapat diawasi.
b. Waspadalah terhadap orang yang duduk di sebelah kita, pastikan tangannya tetap terlihat ;). Banyak orang memangku tas besar di dalam Mikrolet tapi mereka-mereka ini belum tentu copet, jangan berprasangka buruk terhadap semua orang. Saya sendiri selalu membawa tas yang besar, maklum tuntutan pekerjaan hehee.

2. Kejadian Kedua
Nah kali ini saya akan paparkan juga aksi penipuan klasik yang sudah pernah ada sejak jaman bapak saya masih muda. Berdasarkan pengalaman pribadi, aksi ini dilakukan di dalam Mikrolet yang sepi seperti di tunjukkan gambar di bawah ini.

Copet Mikrolet 2

Si A membawa sebuah bungkusan panjang berwarna coklat yang tiba-tiba digerak-gerakan sendiri oleh si A agar seolah-olah ada sesuatu di dalam bungkusan yang ia bawa. Kemudian terjadilah dialog yang kurang lebih sebagai berikut:
A: Aduh pak, bu maafin yah berisik *pasang tampang malu*
B: Wah situ bawa apa pak?
A: Ini nihh, saya dikasih burung sama majikan saya. Majikan saya mau pindah ke luar negri, jadi saya dapet semacam hadiah perpisahan tapu au nih burung apa yak? Saya mau jual aja ke pasar burung.
A: Waah kebetulan saya hobi burung pak. Boleh saya lihat itu burung apa?
B: Silahkan pak, tapi ga bisa lebar-lebar yaaa, takut lepas *membuka bungkusan hitam ke arah A tapi penumpang lain tifak bisa lihat*
B: Hhhmmm burungnya cukup langka itu pak, mo dilepas brapa?
A: 1 juta pak. Majikan saya kan orang kaya, piaraannya pasti mahal harganya.
B: Cuman sejuta??? Wah murah banget, sinih jual ke saya saja yaaa pak yaaa *pasang tampang ngiler*
A: Aduh gimana yaa? Pasar burungnya harus oper angkot lagi ya . . .
B: Saya ada uang panjer nih 500 ribu, sisanya saya ambil di bank dulu gimana pak?
A: Aduh 1 juta cash sajalah pak atau handphone seharga segutuan saya juga mauuu
B: Aduuuh sayang sekali saya lagi ga bawa duit. HP saya ini juga ga nyampe 500 ribu harganya *sambil melirik penumpang lain*
A: eeemmm gimana yaaa?
B: Wah kalo udah sampe pasar burung, harganya bisa 3 juta tuh!
A: Saya ga serakah pak, kalo ada yg brani bayar sejuta saya udah puas *sambil melirik penumpang lain termasuk saya*.
Naaahh, kebetulan pada saat itu tidak ada penumpang yang merespon. Semua cuek, bodo amet :P. Sadar bahwa tipuan mereka gagal. Si A, si B dan, tanpa diduga-duga, si C turun bersamaan di tempat yang sama. Tempat mereka turun itu bukanlah pasar burung dan tidak ada angkot menuju pasar burung yang melewati tempat tersebut :P. Gagal yaaa? Cup cup cup jangan nangus yeee. Tips saya menghadapi penipuan ini adalah tetap cerdas dan jangan serakah ;).

3. Kejadian Ketiga.
Baiklah, kali ini saya akan membahas taktik copet di dalam Mikrolet yang menggunakan cara mengalihkan perhatian pura-pura mencari barang yang sengaja dijatuhkan di bawah kursi penumpang Mikrolet. Taktik ini tidak hanya dilakukan di Mikrolet yang padat tapi dilakukan pula di Mikrolet yang sepi. Taruhlah misalkan kondisi suatu Mikrolet seperti gambar di bawah ini. Nama-nama yang dipergunakan bukanlah nama yang sebenarnya yaa, hanya contoh saja ;).

Copet Mikrolet 3

Si Alief tiba-tiba memandang ke bagian bawah bangku penumpang seolah-olah sedang mencari uangnya yang tudak sengaja jatuh. Biasanya ada penumpang yang secara refleks ikut-ikutan melihat ke bawah membantu mencarikan uang Alief yang katanya jatuh. Nah pada saat itulah sang eksekutor, si Agus mengambil barang milik si Acong yang lengah karena menonton penumpang lain yang membantu Alief mencari uang di kolong bangku. Saran saya pribadi, kalau melihat ada penumpang lain yang uangnya atau barang lain miliknya jatuh, jangan berprasangka butuk, tetap waspada dan biarkan ia mencari barangnya sendiri. Egois? Ya, biarlah, ini Jakarta bung! 😛

Dari berbagai contoh kejadian di atas, saya harap kita semua dapat semakin waspada, bukan malah memusuhi atau berprasangka buruk kepada penumpang lain loh. Akhir kata semoga tulisan ini bermanfaat dan Mikrolet dapat menjadi angkutan umum yang semakin aman nyaman bebas dari aksi kriminal, terutama di saat menjelan hari raya seperti sekarang ini. Semakin mendekati hari raya Lebaran atau Natal, biasanya semakin banyak copet gentayangan di dalam angkutan umum :(.

Aksi Copet di Trotoar Jalan

Kali ini saya akan menbahas tentang aksi copet yang dilakukan tidak di dalam angkutan umum atau pasar, tapi di trotoar jalan biasa yang terlihat aman. Copet zaman sekarang tidak mentargetkan dompet lagi sebagai sasaran, tapi handphone atau smartphone, mungkin karena relatif mudah dijual. Selain itu, bisa jadi harga smartphone lebih besar dibandingkan dengan jumlah uang yang ada di dompet.

Pada suatu hari, saya sedang berjalan kaki di daerah Semanggi, sekitar bagian luar pagar Universitas Atma Jaya. Saya sedang berjalan di trotoar dengan smartphone saya letakkan di dalam saku kanan celana jeans saya. Pada waktu itu, saya baru saja turun dari bus kota dan hendak jalan kaki ke Plaza Semanggi. Ketika sedang berjalan, sekonyong-konyong datang si A dari arah kanan seolah-olah ia baru saja turun dari bus dengan posisi menuju ke arah saya untuk berjalan di trotoar.

Copet 1

Awalnya posisi si A ada di belakang saya.

Copet 2

Karena gaya jalannya seperti orang kesurupan, akhirnya si A berhasil menyusul saya sehingga si A berjalan di bagian depan kanan saya. Sampai saat itu ia masih  berjalan lurus searah dengan arah jalan saya.

Copet 3

 Tiba-tiba ada tangan menggenggam bagian bawah celana kiri saya, ternyata itu tangan si B yang datang dari arah belakang kiri, alasannya adalah untuk mencegah terinjaknya kacamatanya oleh kaki kiri saya. Weleh? Kok bisa tiba-tiba itu kacamata jatuh di depan saya? Aneh sekali. Berhubung ada tangan di kaki kiri saya, otomatis saya berhenti dan mengalihkan pandangan ke kaki kiri saya. Naaah pada saat yang bersamaan, si A tiba-tiba berhenti dan berbalik arah sambil menyenggol bagian kanan celana saya. Si A berpura-pura mau menyebrang atau menyetop kendaraan umum yang datang dari arah belakang.

Copet 4

Beruntung, saat itu saya baru saja menerima telepon dengan terburu-buru sehingga saya belum sempat memasukkan smartphone saya ke dalam sarungnya sehingga smartphone saya posisinya tertumpuk di bawah sarung samartphone saya. Si A hanya berhasil mengambil sarung smartphone saya yang sudah bulukan dan memang hendak saya cari penggantinya di Plaza Semanggi :D.

Pada dasarnya komplotan copet ini hanya terdiri dari si pengalih perhatian yaitu si B, si eksekutor yaitu si A dan biasanya ada si penjaga yang biasa ada di sekitar proses pencopetan terjadi. Wujud si eksekutor dan si penjaga biasanya tidak terlalu menonjol, penampakannya seperti orang lain di sekitarnya, tidak terlalu dekil dan tidak terlalu necis. Sementara itu wujud si pengalih perhatian bermacam-macam. Berdasarkan cerita beberapa teman saya, ada yang mengalihkan perhatian si calon korban dengan pura-pura muntah atau pura-pura pingsan, pokoknya yang heboh-heboh dan lain daripada yang lain :’D.

Saran saya, jangan letakan dompet di kantong kanan celana, copet-copet langsung hijau matanya melihat ada benjolan berbentuk seperti smartphone di kantong depan celana. Sebaiknya masukan saja ke dalam tas, letakan tas tersebut di bagian depan dan tetap waspada. Jangan terlalu peduli terhadap kejadian aneh yang ada di sekitar kita. Boleh peduli, asal tetap waspada terhadap barang bawaan kita. Semoga bermanfaat & kita semua terhindar dari aksi copet di manapun kita berada :).

Perpanjang Passport di Kanim Bekasi

Passport adalah salah satu surat atau buku yang wajib dimiliki bagi warga negara Indonesia yang hendak ke luar negeri, termasuk saya ;). Saya adalah pemegang passport hijau 48 halaman yang biasa saya pergunakan bila berwisata ke negeri orang. Passport hijau tersebut memiliki masa berlaku selama 5 tahun, nah bagaimana bila masa berlakunya habis? Harus diperpanjang di kantor imigrasi tentunya. Proses perpanjangan passport dapat dilakukan minimal 6 bulan sebelum masa berlaku habis dan maksimal 2 tahun setelah masa berlaku habis.
Saya lihat ada beragam variasi kasus pengurusan passport, saya tidak akan membahas pengurusan passport yang bersifat umum pada tulisan ini karena hal tersebut sudah ada di website resmi Direktorat Jendral Imigrasi. Saya akan membahas mengenai kasus pengurusan passport hijau saya yang baru saya laksanakan pada bulan Juni 2014 di kantor imigrasi Bekasi dengan metode on-line. Direktorat Jendral Imigrasi terus membuat perbaikan akan prosedur pembuatan passport sehingga pengalaman saya ini bisa saja berbeda dengan pengalaman teman-teman yang mengurus passport pada bulan yang berbeda atau bahkan pada tahun yang berbeda.
Baiklah, mari kita mulai dari awal. Pertama-tama saya melakukan input data lewat website http://www.imigrasi.go.id. Kemudian saya melakukan pembayaran di Bank BNI, lalu saya datang ke kantor imigrasi Bekasi untuk verifikasi dokumen asli, foto dan wawancara. Terakhir, mengambil passport. Berikut detailnya:

1. Input Data Online
Hal yang pertama saya lakukan adalah membuka www.imigrasi.go.id lalu memilih Layanan Publik>>Layanan Online>>Layanan Passpor Online.

Passport Online 1

Kemudian saya memilih Pra Permohonan Personal

Passport Online 2

Berhubung saya melakukan permohonan passport baru karena passport lama saya sudah habis masa berlakunya, maka saya mengisi dengan data seprti ditunjukkan pada gambar di bawah ini.

Passport Online 3

Perhatikan Jenis Permohonan, pastikan kita memilih sesuai dengan alasan kenapa kita memohon passport baru. Perhatikan juga jenis passport yang kita inginkan, passport 48 halaman perorangan adalah passport yang biasa dipergunakan untuk berwisata ke luar negeri dengan masa berlaku 5 tahun, passport 24 halaman perorangan adalah passport yang biasa dipergunakan untuk bekerja di luar negeri atau umroh dengan masa berlaku 3 tahun dan Epassport 48 halaman adalah passport dengan chip di dalamnya yang biasa dipergunakan untuk berwisata ke luar negeri dengan masa berlaku 5 tahun. Di masa depan, semua orang harus menggunakan Epassport sehingga pemeriksaan keimigrasian dapat lebih efisien. Namun negara yang sudah mendukung penggunaan Epassport belum banyak, Kantor Imigrasi (Kanim) yang saat ini melayani pembuatan Epassport pun hanya Kanim Jakarta Pusat & Jakarta Barat.

Setelah semua data sudah ditulis dengan benar, saya menekan pilihan Lanjut yang ada di bagian bawah layar sehingga muncul halaman sebagai berikut.

Passport Online 4

Isilah kolom di atas sesuai KTP & KK (Kartu Keluarga) yang dimiliki. Setelah selesai, saya memilih pilihan Lanjut yang ada di bagian bawah layar sehingga muncul tampilan upload dokumen. Kita harus men-scan dokumen-dokumen untuk di-upload ke dalam database website Imigrasi. Yang pertama dilakukan adalah memilih jenis scan-an dokumen yang akan di-upload, lalu folder tempat dokumen tersebut berada dan terakhir pilih Upload.

Passport Online 6

 Dari sekian banyak pilihan, kita tidak perlu meng-upload semuanya. Saya sendiri hanya meng-upload Copy KTP WNI, Copy Kartu Keluarga dan Copy Akte Kelahiran. Semuanya saya scan dan saya convert menjadi grayscale (hitam putih) dalam format JPG sesuai ketentuan dari pihak imigrasi. Ukuran maksimal dari dokumen yang di-upload berukuran antara 500 kb sampai 1,8 Mb, tidak boleh kurang dari 500 kb dan tidak boleh lebih dari 1,8 Mb. Kalau resolusi dari gambar yang kita kirim kurang baik atau blur, biasanya kita diminta untuk mmengirim ulang gambar yang lebih jelas.

Passport Online 5

Setelah selesai meng-upload, saya meilih pilihan Lanjut yang ada di bagian bawah kiri layar sehingga muncul halaman Informasi Kedatangan di Kanim. di sini, saya memilih di Kanim mana saya akan melakukan sesi wawancara, foto dan pengambilan passport. Walaupun bukan warga Bekasi, saya memilih untuk mengurus passport di Kanim Bekasi. Kenapa kok Kanim Bekasi? Kanim Bekasi memang hanya Kanim tingkat 3 yang tentunya lebih sederhana dibandingkan Kanim tingkat 2 atau 1, tapi saya dapat informasi bahwa Kanim yang terletak di pinggiran kota Jakarta, biasanya relatif lebih sepi daripada Kanim yang terletak di tengah kota Jakarta ;). Selain itu, saya juga memilih tanggal berapa saya datang ke Kanim Bekasi. Setelah langkah ini selesai, saya mendapatkan konfirmasi bahwa proses pendaftaran saya sedang diperiksa.

Passport Online 8

Apabila proses pendaftaran kita dianggap sukses, kita akan mendapat notifikasi berupa email dari spri@imigrasi.go.id. Email tersebut akan dikirimkan ke alamat email yang kita masukkan ketika mendaftar di website imigrasi.

Passport Online 9

Saya kemudian mencetak kedua lembar pra permohonan yang dilampiran pada email tersebut. Pada lembar tersebut terdapat detail mengenai biaya pembuatan passport yang harus saya bayar di BNI, tanggal kedatangan ke Kanim dan alamat dari Kanim tempat saya akan mengurus passport.

Passport Online 10

Urutan dari langkah-langkah di atas dapat saja berubah tetapi pada intinya yaa tidak jauh berbeda, saya dengar bahwa akan ada kenaikan harga pembuatan passport untuk pemohon yang mendaftar sebulan setelah saya melakukan pendaftaran ini, selain itu, urutan pemilihan Kanim dan tanggal pada website imigrasi pada saat saya memposting tulisan ini sudah sedikit berubah tata letaknya dibandingkan pengalaman saya pada akhir Mei 2014 lalu.

2. Bayar ke BNI
Pembayaran dapat dilakukan di cabang BNI terdekat dengan membawa kedua lembar pra permohonan dari spri@imigrasi.go.id. Walaupun pada lembar pra permohonan disebutkan bahwa pemohon harus melakukan pembayaran di Cabang BNI terdekat sebelum jadwal hari kedatangan ke Kanim, sebaiknya kita secepatnya melalukan pembayaran setelah menerima email yang berisi tanda terima pra permohonan, saya anjurkan 1 sampai 3 hari setelah mendapat email tersebut. Saya pernah bersantai ria dalam melakukan pembayaran dan hasilnya, status pra permohonan saya sudah berubah menjadi cancel sehingga BNI tidak dapat menerima pembayaran saya dan saya harus melakukan pendaftaran on-line lagi, huffff. Hal inilah yang menyebabkan pembuatan passport saya jadi mundur sekitar 2 minggu.

3. Judgement Day, Datang ke Kantor Imigrasi Bekasi.
Hohohoho, akhirnya tiba saatnya bagi saya untuk melakukan proses foto dan wawancara di Kanim Bekasi. Perlu diingat bahwa maksimal toleransi kedatangan ke Kanim Bekasi adalah 7 hari setelah jadwal kedatangan yang tertera pada lembar pra permohonan. Kalau lewat dari 7 hari, uang yang sudah kita bayar ke BNI hangus dan kita harus mendaftar ulang dari awal. Melihat resiko yang ada, saya memilih untuk datang sesuai dengan tanggal kedatangan yang tertera pada lembar pra permohonan, 19 Juni.
Sebelum berangkat ke Kanim Bekasi, jangan lupa untuk membawa materai, alat tulis, lembar pra permohonan, tanda bukti pembayaran dari BNI, lebaran asli dan fotocopy dari dokumen yang diupload pada web imigrasi ketika dulu mendaftar. Perhatikan fotocopy dari KTP atau SIM, fotocopy-nya harus diperbesar dan tetap berada di dalam lembaran kertas, jadi tidak dipotong. Hal ini dapat ditanyakan kepada tukang fotocopy, pasti mereka sudah faham ;). Sudah siap? Ayooo berangkat ke Kanim Bekasi. Wow, tunggu dulu, dimana letak Kanim Bekasi? Kanim Bekasi terletak di belakang GOR Bekasi, Jalan Jendral Ahmad Yani, Bekasi. Gedungnya memang tidak terlihat dari jalan utama, saya sarankan untuk masuk lewat jalan masuk GOR Bekasi yang terletak di seberang BCA.

Passport Kanim Bekasi 0

Peta Kanim Bekasi

Passport Kanim Bekasi 1

Papan Petunjuk di Depan Pintu Masuk GOR

Kanim ini memang tidak semewah Kanim Jakarta Timur tapi halamannya cukup luas. Meskipun pelayanan baru dimulai pada pukul 8 pagi dan pada lembar pra permohonan saya diminta datang pada pukul 8 pagi hingga 11 siang, saya datang ke Kanim Bekasi sekitar pukul 6:45 pagi. Hhhmmmm, sesampainya di sana, sudah banyak orang mengantri tapi lebih manusiawi daripada yang saya alami di Kanim Jakarta Timur sekitar tahun 2013. Tidak ada orang yang antri berdiri di depan pagar, hampir semua duduk di dalam warung kecil yang terletak di depan Kanim Bekasi, sebagian sambil sarapan bubur atau lontong sayur ; ). Kok tidak antri berbaris seperti di Kanim Jakarta Timur? Ya, Saya pun tidak antri berdiri tapi saya meletakkan lembar pra permohonan saya yang sudah saya nomori pada tumpukan kertas-kertas yang ada di bagian dalam sebuah warung yang terdapat di depan Kanim Bekasi. Nanti ketika pagar Kanim Bekasi sudah dibuka, tumpukan kertas tersebut dibawa ke meja depan gedung kantor Kanim Bekasi yang sebelah kiri dari pintu gerbang. Ini berlaku hanya bagi orang yang daftar on-line atau daftar tidak via on-line tapi tinggal melakukan wawancara dan foto saja.

Passport Kanim Bekasi 10

Jam Operasional Kanim Bekasi

Passport Kanim Bekasi 2

Warung Depan Kanim Bekasi

Passport Kanim Bekasi 3

Pagar Kanim Bekasi

Nah bagi orang yang melakukan pendaftaran secara manual, tidak on-line, maka ia harus pergi menuju gedung Kanim Bekasi yang di sebelah kanan dari pintu gerbang untuk melakukan pendaftaran secara manual dengan menggunakan kertas-kertas dan harus tulis tangan, weeeh, ogaaaah. Antrian dilakukan dengan menuliskan nama pada secarik kertas yang ada di depan gedung tersebut. Setahu saya, Kanim Bekasi hanya melayani 120 orang per hari, kalau nomor antriannya sudah lebih dari 120, …. yaaa terpaksa disuruh balik lagi besok pagi x__x. Kasihan yaaa yang daftar manual, haduuuh.

Passport Kanim Bekasi 6

Pendaftar Manual Sebelum Loket Dibuka

Passport Kanim Bekasi 11

Pendaftar Manual Setelah Loket Dibuka

Berdasarkan pengalaman saya, jangan tertipu oleh pemohon lain yang seolah-olah lebih tahu. Saya melihat bagimana seorang ibu-ibu yang sudah daftar on-line, justru ikutan antri di loket untuk pendaftaran manual hanya karena beliau mendapatkan infomasi sesat dam sok tahu dari pemohon lain. Banyak loooh pemohon di Kanim Bekasi yang tidak tahu apa itu daftar on-line, jadi di Kanim Bekasi ini lebih banyak pemohon yang datang dari pendaftaran metode manual dibandingan pendaftaran metode on-line. Saran saya, percayalah kepada tukang parkir gondrong yang berjaga-jaga di depan pintu gerbang atau pegawai Kanim Bekasi yang dapat ditanyai. Harusnya ada bagian informasi di bagian muka Kanim Bekasi yaaaa. Pemohon yang baru pertama datang kan bingung, ini yang benar bagaimana, harus kemana, harus bagaimana. Apalagi passport itu diurus setiap sekitar 5 tahun sekali :’/.
Beruntung pada waktu itu saya bertanya kepada tukang parkir dan mengabaikan saran seorang pemohon lain yang bersikeras bahwa saya harusnya antri di gedung sebelah :P. Berbekal informasi tukang parkir ditambah papan tanda panah di area halaman Kanim Bekasi yang terlihat dari luar pintu gerbang, saya yakin bahwa keputusan saya menumpuk lembar pra permohonan untuk antri di gedung yang terletak di sebelah kiri dari pintu gerbang adalah keputusan yang tepat.

Passport Kanim Bekasi 7

Petunjuk Gadung

Setelah tumpukan kertas-kertas uang ada di warung dibawa ke depan kantor, akan dilakukan pemanggilan bagi pemohon yang sudah menumpuk kertas tersebut mulai pukul 8 pagi.

Passport Kanim Bekasi 4

Meja Depan Gedung Kiri

Passport Kanim Bekasi 5

Tumpukan Dokumen yang Sudah Dinomori Termasuk Lembar Pra Permohonan Saya

Passport Kanim Bekasi 8

Antrian Gedung Kiri Sebelum & Sesudah Loket Dibuka, Lebih Nyaman Dari Gedung Kanan

Passport Kanim Bekasi 9

Ruang Pelayanan Gedung Kiri

Di sana, saya menyerahkan fotocopy KTP, fotocopy bukti bayar BNI dan fotocopy Kartu Keluarga untuk disatukan dengan lembar pra permohonan untuk dikumpulkan oleh petugas yang duduk di dekat pintu masuk. Saran saya, meskipun ternyata tidak diminta semua, siapkan saja fotocopy KTP, KK dan dokumem-dokumen lain yang diupload pada waktu kita melakukan pendaftaran on-line. Setelah itu, barulah saya mendapatkan nomor antrian untuk antri di loket 1.

Passport Kanim Bekasi 13

Loket 1

Dari 23 orang pemohon yang antri lebih dahulu dari saya, hanya 7 orang yang melakulan pendaftaran secara on-line dan ikut duduk manis di depan loket 1 menunggu nomor antrian dipanggil. Bagaimana dengan pemohon lainnya? Mereka adalah pemohon yang mendaftar secara manual dan diarahkan untuk menunggu nomor antriannya dipanggil di loket 3 untuk wawancara dan foto, hari itu merupakan hari kedua mereka datang ke Kanim Bekasi. Sedangkan bagi saya, hari itu merupakan hari pertama saya datang ke Kanim Bekasi. Nah disinilah terasa sekali kelebihan melakukan pendaftaran via on-line, jumlah kedatangannya lebih sedikit, tidak perlu banyak-banyak tulis tangan pula. Meski demikian, para pemohon on-line termasuk saya, diharuskan juga menulis tangan surat pernyataan yang dilengkapi dengan materai setelah saya menerima nomor antrian loket 1, tak apalaaah sedikit tulis-tulis sambil menunggu nomor saya dipanggil. Yaaah paling tidak menulis tangannya tidak sebanyak pemohon manual ;’).

Passport Kanim Bekasi 12

Surat Pernyataan Bagi Pemohon Online

Di loket 1, dilakukan verifikasi terjadap data pendukung yang kita upload ke dalam website imigrasi ketika melakukan pendaftaran. Nanti kita akan diminta untuk menunjukkan dokumen asli termasuk bon asli pembayaran di BNI.
Naaaah setelah selesai dari loket 1, kita kembali diminta menghubungi petugas Kanim Bekasi yang ada di dekat pintu masuk untuk meminta nomor antrian loket 3. Ngapain? Untuk wawancara dan foto tentunya. Sayangnya, nomor antrian loket 3 kita pasti akan betada di bawah nomor antrian para pemohon manual yang sejak awal langsung masuk antrian loket 3, tidak antri di loket 1 dulu. Tenang saja, sekali panggil, loket 3 langsung memanggil 5 pemohon. Sebelum pukul 10 pagi pun saya sudah dipanggil untuk masuk ke loket 3.

Passport Kanim Bekasi 14

Nomor Antrian Loket 1 dan Loket 3

Di dalam loket 3, pertama-tama saya difoto dan diambil sidik jarinya. Bagi pemohon pria yang tidak mengenakan kemeja atau baju yang kurang rapi, disediakan jas agar terlihat rapi ketika difoto nanti. Setelah foto, dilakukan wawancara. Pada sesi wawancara ini dilakukan rekonfirmasi mengenai data pribadi dan untuk apa kita membuat passport. Pertanyaan yang diajukan kepada saya antara lain adalah Bikin passport-nya mau pergi ke mana mas? Perpanjangan passport ya? Ini pernah ke Mesir, Turki, Cina, Jepang dan lain-lain bagimana caranya? Untuk apa? Backpaker ya? Berhubung saya memang tidak ada tujuan yang aneh-aneh, maka sesi tanya jawab ini terbilang mudah dan saya diberikan lembar pengambilan passport. Saya diminta untuk datang kembali ke Kanim Bekasi pada tanggal 24 Juni siang untuk mengambil passport baru saya :). Oh yaaa, bagi warga negara asing, loket 3-nya terpisah yaaaa, mirip suatu ruangan kecil. Saya melihat banyak orang-orang Korea & Jepang hilir mudik dari ruangan tersebut. Maklum, di Bekasi kan banyak pabriknya orang Korea & Jepang.

Passport Kanim Bekasi 17

Ruang Foto Untuk Orang Asing

Passport Kanim Bekasi 16

Loket 3 yang Saya Masuki

Passport Kanim Bekasi 18

Bagian Dalam Loket 3

Passport Kanim Bekasi 19

Lembar Pengambilan Passport

4. Pengambilan Passport di Kanim Bekasi
Pada tanggal 24 Juni siang, saya ada rapat penting sehingga tidak dapat pergi ke Kanim Bekasi. Pengambilan passport baru dapat dilakukan mulai pada pukul 1:30 siang. Whaaaa, bagi para pekerja kantoran pasti ini susah ya :(. Tenaaaang pengambilan dapat diwakilkan oleh yang namanya tercantung di kartu keluarga, asalkan yang mengambilkan membawa KTP asli dan KK. Kalau diwakilkan oleh orang yang namanya tidak tercamtum di Kartu Keluarga (KK), maka butuh surat kuasa lengkap dengan materai. Berhubung orang-orang di rumah saya tidak ada yang dapat mengambilkan, maka saya datang sendiri ke Kanim Bekasi pada tanggal 27 Juni siang. Nampaknya masih ada toleransi bagi keterlambatan pengambilan passport. Setibanya di Kanim Bekasi, saya menumpuk lembar pengambilan passport di depan loket 1 tempat saya melakukan verifikasi data beberapa hari yang lalu. Ketika dipanggil, saya hanya diminta menunjukkan KTP asli saja, kemudian passport baru saya langsung diserahkan oleh petugas loket 1 :). Huaaaaaa, akhirnya selesai, passport sudah di tangan, mau jalan ke mana lagi kita? ;).

Passport Kanim Bekasi 20

Tumpukkan Lembar Pengambilan Passport di Loket 1

Secara garis besar saya puas dengan pelayanan Kanim Bekasi yang bebas dari calo, kondisi ini sangat berbeda dengan kedatangan saya ke Kanim lain beberapa tahun lalu. Walaupun Kanim Bekasi hanya merupakan Kanim tingkat 3, tapi rasanya pilihan saya untuk memilih mengurus passport saya di Kanim ini merupakan pilihat yang tepat :). Padahal saya warga Jakarta lhoooo, untunglah sudah ada sistem online, kalau tidak saya mungkin terpaksa mengurusnya di Kanim Jakarta Timur yang tetap tidak senyaman Kanim Bekasi meskipun Kanim Jakarta Timur lebih megah dan ber-AC.

Sebenarnya, sistem online-nya pun masih memiliki banyak kekurangan di sana dan di sini, tapi saya melihat ada itikad dari Direktorat Jendral Imigrasi untuk melakukan perbaikan dalam proses pembuatan passport. Semoga semuanya semakin baik, bukan semakin mundur seperti proses pembayaran PBB yang dulu bisa bayar via ATM tapi sekarang justru harus ke Bank daerah, hehee.

Tips Memilih Gedung Pernikahan

Siapa yang tidak ingin menikah? Sebagian besar dari kita pasti ingin menikah. Berbagai prosesi atau acara pernikahan memakan biaya & tenaga yang tidak sedikit. Menurut saya, hal yang paling krusial dan sebaiknya paling pertama dilakukan dalam merencanakan acara pernikahan adalah pemilihan gedung, tentunya pemilihan lokasi/gedung ini mulai dilakukan ketika kita sudah punya calon suami/istri yaa :P.

Kenapa gedung? Karena lokasi/gedung tempat rangkaian acara pernikahan akan mempengaruhi harga katring, dekorasi, fotografi dam lain-lain. Setiap gedung memiliki peraturan masing-masing. Ada gedung yang membebaskan penyewa untuk memilih vendor manapun dalam mendukung acara pernikahan yang diadakan. Ada juga gedung yang membebankan biaya tambahan bila penyewa menggunakam vendor pendukung di luar pilihan vendor rekanan dari gedung yang bersangkutan. Wah macam-macam deh pokoknya, kita harus banyak tanya sana sini.

Ketika saya akan melaksanakan resepsi pernikahan di Jakarta, saya sempat survey-survey beberapa gedung di Jakarta, rumah saya terlalu mungil untuk menampung tamu undangan. Gedung-gedung yang menjadi favorit, kadang sudah dibooking sejak sekitar 6 bulan sampai setahun sebelum tanggal pelaksanaan resepsi pernikahan @__@, parahhhh. Berdasarkan pengalaman saya kemarin, berikut langkah-langkah pemesanan gedung untuk resepsi pernikahan:

1. Booking tanggal & waktu

Pembookingan tanggal & waktu, dapat dilakukan lewat telefon atau harus datang. Sebagian besar gedung-gedung yang saya telefon, menerima pembookingan lewat telefon. Namun ada juga gedung yang mengharuskan saya untuk datang ke kantornya untuk mengisi formulir. Kalau tanggal dan jam yang kita inginkan sudah dibooking oleh orang lain namun orang tersebut belum membayar DP, maka kita bisa dimasukkan ke dalam waiting list. Apabila sampai batas waktu tertentu, biasanya seminggu, orang yang sudah booking tetap belum membayar DP, maka statud booking orang tersebut hangus & orang yang masuk ke dalam waiting list dapat melakukan booking sesuai antrian waiting list-nya, siapa yang pertama.

2. Bayar DP Atau Bayar Lunas

Pertimbangkan baik-baik gedung, tanggal dan waktu yang sudah kita booking. Apakah posisi gedungnya cukup bersahabat? Apakah parkir gedungnya mudah? Apakah kapasitas gedungnya sesuai dengan jumlah orang yang hendak diundang? Apakah langit-langit ruangan gedungnya cukup tinggi? Apakah para undangan akan banyak menghabiskan minuman kalau acaranya dilaksanakan pada siang hari? Apakah para tamu mudah menemukan lokasi gedung apabila acaranya dilaksanakan pada malam hari? Apakah harga sewa gedung dapat didiskon? Bagaimana peraturan gedung terhadap pilihan vendor dekorasi, kathering, fotografi dan vendor-vendor pendukung lain yang kita pilih? Apakah pesta yang dilakukan di gedung itu, sering atau biasa disusupi oleh tamu gelap atau tamu yang tak diundang? Itulah pertanyaan-pertanyaan yang menjadi bahan pertimbangan saya ketika sudah membooking & masuk waiting list beberapa gedung di Jakarta. Pikir baik-baik & jangan sampai menyesal :). Kalau sudah ok dengan 1 gedung, bayarlah DP-nya sebelum terlambat. Atau bisa juga langsung dilunasi, daripada kelupaan & mencegah kita plin-plan. Maklum, biasanya resepsi pernikahan penuh konflik x__x.

 

Dari beberapa gedung yang ada di Jakarta, berikut gedung-gedung yang sempat saya cek ricek untuk menjadi tempat saya melangsungkan resepsi:

1. Patra Jasa – Yudhistira Room. Alamat: Jl. Gatot Subroto Kav. 32-34, Jakarta, 12950. Tlp: 62215217100, 62215217222 Fax: 62215228084 Keterangan sewa gedung untuk resepsi atau akad atau acara pernikahan:

  • Kapasitas 1500 orang untuk standing party
  • Tamu bayar parkir sendiri
  • Langit-langitnya tinggi, full karpet & wallpaper yang bagus sehingga ruangan kelihatan megah
  • Booking perlu 6 bulan sampai setahun, saya sendiri tidak kebagian untuk booking di Patra Jasa

2. Perum Bulog – GSG Oryza. Alamat: Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.49, Jakarta Selatan Tlp: 021-5252209 ext 2024 Fax: 021-5256410 Keterangan sewa gedung untuk resepsi atau akad atau acara pernikahan:

  • Di tempat inilah sepupu saya melangsungkan resepsi, saya sempat mengincar tempat ini tapi tidak dapat, booking bisa via telefon tapi ngantrinya bisa sampai setahun, hiks
  • Bisa sewa dengan lobby (kapasitas 1000 orang) atau tanpa lobby (kapasitas 700 orang) akan tetapi sayangnya lobby & ruang utama tetaplah terpisah jadi tidak menyatu hanya saja kalau kita menyewa dengan lobby maka tamu masuk lewat pintu utala, sedangkan kalau kita menyewa tanpa lobby makan tamu masuk lewat pintu samping
  • Listrik 42,000 KVA dengan cadangan generator 880 KVA
  • Dimensi pelaminan 14m x 4m x 0,3m
  • Kapasitas parkir untuk 300 mobil tapi para tamu dikenai undangan
  • Tinggi ruangan kurang tinggi

3. Puri Ardhya Garini. Alamat: Jl. Raya Protokol Halim Perdana Kusuma, Jakarta. Tlp: 021-8006322, 021-8019194 Keterangan sewa gedung untuk resepsi atau akad atau acara pernikahan:

  • Lokasinya bagus tapi tidak ada angkot yang melewati tempat ini
  • Anak dari teman-teman ibu saya banyak yang melangsungkan resepsi pernikanan di Puri Ardhya Garini, namun harga sewa yang di atas budget saya menyebabkan saya batal menyewa tempat ini, toh yang diadakan di Jakarta adalah acara Ngunduh Mantu, hehee

Gedung 2 4. Graha Kencana BKKBN. Alamat: Jl Permata No 1 Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur Tlp: 021-8009045 Keterangan sewa gedung untuk resepsi atau akad atau acara pernikahan:

  • Kapasitas 500 – 1000 orang standing party
  • Untuk booking tidak bisa lewat telefon, harus datang langsung dan mengisi beberapa formulir
  • Langit-langitnya agak pendek untuk bagian depannya, bapak saya kurang sreg, jadi kami batal menyewa tempat gedung BKKBN

5. Gedung Wanita (BKOW). Alamat: Jl. Raden Inten II No. 90-91, Duren Sawit, Jakarta Timur Tlp: 021-8652874, 021-8652875 Keterangan sewa gedung untuk resepsi atau akad atau acara pernikahan:

  • Sangat dekat dengan rumah orang tua saya
  • Harga ekonomis & tidak perlu antri untuk booking
  • Kapasitas sekitar 1000 orang standing party
  • Sayang ruangannya agak panas kalau dipergunakan di siang hari padahal acara saya kana dilaksanakan di siang hari, otomatis saya tidak menyewa tempat ini. Selain itu, saya ingat sekali dulu acara perpisahan SMP saya diadakan di gedung ini, agak aneh aja yah kalau gedung tempat perpisahan SMP menjadi gedung tempat resepsi.

6. Pewayangan Kautaman TMII. Alamat: Jl. Raya Pintu I, Taman Mini Indonesia Indah Tlp: 021-87796316 ext 107/117 Keterangan sewa gedung untuk resepsi atau akad atau acara pernikahan:

  • Ok, disinilah tempat saya melangsungkan resepsi pernikahan saya, booking bisa via telefon asalkan marketingnya sudi menjawab :P. Kalau mau bookin sebaiknya datang langsung saja di hari kerja, untuk booking di gedung ini tidak mesti antri setahun kok, saya sendiri dapat hari sekitar 3 bulan dari hari saya booking
  • Saya suka karena langit-langit gedung ini tinggi
  • Kapasitas gedung untuk standing party adalah 1000-2500 orang.
  • Kita dapat menyewa bersama dengan teater terbukanya atau tidak. Perbedaannya tidaklah terlalu jauh sebab kalaupun teater terbukanya tidak kita sea, teater terbuka tersebut masih dapat dipergunakan bagi tamu untuk berdiri, tapi teater terbuka tidak boleh dipergunakan untuk menaruh makanan
  • Pemakaian vendor di luar rekanan dapat biaya tambahan
  • Pemakaian karpet merah lebih dari … meter
  • Kalau acara dihadiri oleh pejabat negara, dikenai biaya tambahan, wewww
  • 300 buah kursi
  • Sound system 10 mic
  • Power listrik 10000 Watt
  • Ruangan ber-AC & lightning sudah terpasang
  • Terdapat ruang VIP
  • Karpet jalan maksimal 84 m, apabila hendak lebih dari itu akan dikenakan biaya tambahan
  • Seperti gedung-gedung lain pada umumnya, apabila kita menggunakan vendor lain selain vendor rekanan gedung Pewayangan Kautaman, maka akan ada biaya ekstra. Menurut saya pribadi, vendor-vendor rekanan gedung Pewayangan Kautaman sudah merupakan vendor yang berkualitas bagus baik vendor makanan, dekorasi sampai fotografi. Saya kemarin menggunakan vendor Puspa untuk makanan, Safira Maharani untuk dekorasi. Semua memuji makanannya, puaaasssss 🙂

Gedung 1

 

Alhamdulillah acara resepsi saya sudah selesai dengan cukup memuaskan meskipun tetap ada kekurangan. Selamat memilih gedung :).

 

Tips Memilih Undangan Pernikahan

Sebuah acara pernikahan tentuka tidak akan ramai apabila tamu yang datang sedikit. Agar para tamu mau datang, mereka harus diberikan undangan yang tepat tapi tentunya tidak membuat kantong mempelai kebobolan. Teman-teman yang seumuran dengan saya sebenarnya cukup mudah diundang, bisa melalui email atau facebook atau SMS. Namun bagaimana dengan orang-orang yang sudah tua? Sopasti mereka harus diberikan undangan fisik. Walaupun undangan fisik itu tidak mendukung go green, ketika akan melangsungkan resepsi pernikahan kemarin, saya berburu undangan fisik, bagaimana ya caranya?

Berdasarkan pengalaman beberapa bulan yang lalu, hal plaing pertama yang saya lakukan adalah melihat beberapa undangan yang pernah mampir ke rumah, adakah yang modelnya bagus & sesuai dengan selera?

Dari beberapa undangan pernikahan tersebut, saya catat nama & informasi dari vendor yang membuat undangan tersebut. Biasanya di bagian bawah undangan, terdapat nama vendor beserta alamat, email & nomor telefonnya. Untuk mengetahu harga & detail lain dari undangan yang pernah kita terima, kita dapat hubungi vendor undangan tersebut dan tinggal menyebutkan siapa nama mempelai dari model undangan yang pernah kita terima, biasanya mereka menyimpan databasenya.

Selain itu, saya juga survei di internet & datang langsung ke beberapa tempat penjual undangan di Pasar Kalibata. Banyak sekali hal-hal yang harus ditanyakan kepada vendor undangan menyangkut harga & kualitas undangan. Biasanya harga & kualitas itu berbanding terbalik yaaah x__x.

Berikut adalah beberapa hal yang mempengaruhi harga suatu undangan:

  • Apakah menggunakan huruf timbul atau tidak.
  • Apakah menggunakan lulisan cetak emas/perak atau tidak sama sekali.
  • Undangan Hardcover/softcover. Kalau softcover biasanya bisa laminating atau tidak, namun baik dilaminating ataupun tidak, harganya tetap lebih murah daripada hardcover.
  • Pakai ucapan terimakasih yang berupa kertas kecil atau tidak.
  • Tingkat kesulitan dari model undangan.
  • Kuantitas undangan yang dipesan.
  • Ukuran undangan.  Beberapa toko ada yg memiliki jangka ukuran standard tertentu dimana bila undangan pesanan kita masih memiliki ukuran di dalam jangka ukuran tersebut, biayanya sama. Namun bila diluar, baru lah dikenakan biaya. Contoh ukuran standard adalah antara 0x0 sampai 25×15, bila ukuran undangan pesanan kita ada di dalam range 0x0 sampai 25×15, tidak kena biaya tambahan, namun selain itu kena biaya tambahan.
  • Berat kertas.
  • Jenis kertas.
  • Warna cetak, apakah 1 warna, 2 warna, 3 warna atau full color.
  • Sudah termasuk finishing atau belum. Maksud termasuk Finishing adalah bila sudah termasuk penempelan label nama undangan yang sudah rapi diketik & undangan tersebut sudah dimasukkan ke dalam plastik, tinggal kirim saja. Label nama yang dipergunakan juga sering disebut dengan istilah Tom Jerry sebab merk label yang biasa ditempelkan di undangan bermerk Tom & Jerry. Label tersebut ada yang berwarna putih polos, ada pula yang transparan.

Setelah memilih model undangan & vendor undangan, kemarin saya langsung bayar DP (Down Payment). Setelah itu saya & vendor undangan melakukan diskusi mengenai disain, warna dan detail undangan lainnya sampai terjadi kesepakatan atau acc desain. Kadang untuk model tertentu hanya tersedia warna tertentu saja. Sebelum acc, biasanya vendor mencetak 1 contoh fisik untuk kita tinjau apakah sudah memuaskan atau belum. Kalau sudah memuaskan, maka dapat dilanjutkan untuk pencetakan masal dan biasanya kita diminta untuk membayar sekitar 50% dari biaya total. Pembayaran lunas dilaksanakan ketika semua undangan sudah tiba di rumah saya. Contoh fisik ini sangat penting untuk ditinjau, jangan percaya kata-kata bahwa ini hanya contoh jadi kalau ada yang jelek, nanti diperbaiki ketika cetak masal. weeehhh, gombal tuuh! Pokoknya contoh fisik harus sempurna & bagus sesuai kesepakatan, daripada ketika sudah cetak masal eh ternyata salah semua, waduuhhh.

Naaahhh ada lagi hal yang paling menyebalkan dari vendor-vendor undangan yang saya lihat, mereka sering sekali menyelesaikan order undangannya mepet dengan hari H, sudah mepet waktu hasilnya belum tentu benar, kadang ada salah disana & disini. Mungkin sengaja diselesaikan ketika menjelang hari H yaahhh supaya kalaupun ada salah-salah, konsumen agak maklum atau “terpaksa” menerima saja. Ini berdasarkan pengalaman pribadi & beberapa teman saya loooh. Payaaaahhhh.

Untuk mencegah hal ini, adabaiknya panitia pernikahan yang mengurusi undangan, secepatnya menyelesaikan diskusi desian dengan vendor undangan agar proses pencetakan masal dapat secepatnya dilaksanakan. Setahu saya, semua vendor undangan itu mencetak masal undangan ke perusahaan percetakan lain.Selain itu, sebaiknya jangan memilih vendor undangan di tempat yang jauh, apalagi beda kota. Selain biaya pengiriman yang membutuhkan biaya juga, sebaiknya ada panitia yang sesring mungkin datang ke kantor vendor undangan untuk “menekan” mereka agar dapat menyelesaikan order undangan kita sesuai kesepakatan. Awalnya saya tidak percaya bahwa sebagian vendor undangan sebegitu ngawur kerjanya sampai saya mengalami sendiri.

Undangan pernikahan saya sendiri hasilnya cukup memuaskan, namun sayang proses dari diterimanya contoh cetak fisik undangan sampai hasil cetak masal benar-benar tiba di rumah orang tua saya, dipenuhi dengan ketegangan & pakai acara marah-marah dengan vendor undangan yang dengan sangat menyesal telah saya & istri saya pilih pada waktu itu. Semoga tulisan ini bermanfaat & tidak ada yang salah memilih vendor undangan pernikahan :).

Tips Memilih Cincin Kawin

cincin kawin

Cincin kawin adalah salah satu hal yang biasa disematkan di jari mempelai pada suatu acara pernikahan. Kalau di agama saya, sebenarnya tidak ada hukumnya harus ada cincin kawin, yang penting ada ijab kabul yang sah, akantetapi jaman sekarang ini sudah menjadi hal yang umum bahwa cincin kawin itu ada walaupun tidak semua pasangan yang sudah menikah menggunakan cincin tersebut setiap hari, terutama kaum Adam :).

Pemakainan cincin kawinpun tidak ada yang baku meski setahu saya mayoritas orang mengenakannya di jari manis sebelah kiri. Kenapa jari manis? Konon, arteri atau pembuluh nadi mengalir dari jari manis ke jantung, cinta yang dilambangkan oleh cincin kawin ikut mengalir ke seluruh tubuh. Sayangnya setahu saya tangan kiri itu jarang dipergunakan … kecuali untuk .. maaf …. cebok heheheh, makanya saya sendiri lebih memilih menyematkan cincin kawin saya di tangan kanan, tak apalah melawan mainstream sekali-kali ;).

Tidak hanya kepercayaan mengenai di jari tangan mana cincin kawin akan disematkan, terdapat berbagai kepercayaan juga akan model cincin pernikahan yang dipilih, mulai dari yang harus lurus polos, tidak boleh ada beda warna, harus rata halus dan lain-lain. Masing-masing kepercayaan melambangkan simbol-simbol yang entah benar atau hanya takhayul saja. Yaaa semua itu bergantung pada kepercayaan dari keluarga & pasangan yang memakainya. Agak pusing kalau semuanya dituruti, karena kita pasti menginginkan cincin dengan model yang bagus juga bukan?

Perlu diingat, dalam memilih model kita harus menyesuaikan biaya, selain itu apakah cincin tersebut dimaksudkan untuk dikenakan setiap hari atau tidak karena kalau cincin kawin tersebut dimaksudkan untuk dikenakan setiap hari, sebaiknya kita tidak memilih model cincin yang menggunakan batu-batu permata yang terlalu mencolok, maklum kita kan tinggal di Indonesia yang keamanannya tidaklah terlalu baik :(, Biasanya toko-toko perhiasan menjual cincin kawin dalam paket sepasang, yang 1 versi perempuan & 1 lagi versi laki-laki, senada tapi tidak sama. Cincin laki-laki biasanya lebih simpel dan sederhana, sementara cincin perempuan lebih … ajaib bentuknya @_@.

Saya sendiri sempat bingung dalam memilih model cincin kawin, ingin yang bentuknya seperti apa? Banyak sekali model cincin yang saya lihat di brosur atau di internet atau di toko langsung. Perlu diingat, model cincin kawin yang kita lihat di brosur atau gambar, belum tentu cocok di jari kita, jari orang-orang itu beda loh bentuknya, ada yang buntet, lurus panjang-panjang, banyak bulunya dan lain-lain. Saran saya, sebaiknya cobalah menggunakan cincin dengan model yang kita inginkan di jari kita dulu, lihat baik-baik apakah terlihat pantas atau tidak. Ada juga model cincin kawin yang kalau di gambar terlihat keren tapi ketika dikenakan di jari kita terlihat aneh huhuhuhuhuhu…. Oh iyaaa apapun modelnya, jangan lupa membubuhkan nama pasangan di bagian dalam cincinnya yak :P.

Nah selain model, bahan dari cincin pernikahan merupakan sesuatu yang patut dijadikan bahan pertimbangan. Sepengetahuan saya, cincin pernikahan ada yang terbuat dari emas, perak, platinum, palladium & titanium. Setiap bahan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Berikut akan saya coba bahas satu per satu.

1. Emas
Emas adalah logam mulia yang sudah sejak dahulu kala digunakan sebagai bahan untuk membuat cincin kawin atau cincin pertunangan. Menggunakan emas sebagai bahan cincin cukup taktis secara ekonomi karena harga emas terus naik dan harga cincin yang terbuat dari emas akan memiliki nilai jual yang tidak jatuh dibandingkan cincin yang terbuat dari bahan lain. Jadi apabila kita dalam kondisi finansial yang kurang baik, dengan berat hati kita dapat menjual cincin emas yang kita miliki.
Cincin emas yang kita jual tentunya memiliki harga yang lebih rendah dibandingkan emas batangan karena ketika kita membeli cincin emas, ada harga jasa pembuatan cincin emas dengan model tertentu, plus harga dari batu yang menempel pada cincin tersebut bila model cincin yang dipilih menggunakan jenis batu tertentu. Nah ketika kita menjual cincin emas, yang dihargai hanyalah kadar emasnya saja karena model cincin selalu berubah, cincin yang kita jual biasanya akan dilebur lagi oleh toko mas dan diambil emasnya.
Ketika cincin emas dilebur, emas akan terpisah dari logam campurannya. Karena sifatnya yang cenderung lembek, emas biasanya dicampur dengan logam lain untuk dibentuk menjadi cincin atau perhiasan lain. Kadar emas yang terdapat pada suatu cincin nikah emas beraneka ragam besarnya & orang awam seperti saya tidak akan dapat membedakan cincin nikah emas dengan kadar emas 70% (30% logam lain, 70% emas), atau 99% (1% logam lain, 99% emas), semakin besar kadar emasnya, semakin sederhana pula bentuk cincinnya, maklum emas kan lunak dan cenderung sulit dibentuk. Biasanya kadar emas dinyatakan pula dalam satuan karat, emas murni disebut 24 karat, emas 24 karat biasanya sebutan untuk emas berkadar 99%. Nah Bagaimana dengan kadar dari cincin emas18 karat atau 19 karat misalnya? Begini hitungannya 18/24 × 100% = 75% dan 19/24 × 100% = 79,16% (mendekati 80%). Jadi jangan bingung bila ada penjual di toko emas yang menggunakan istilah karat-karatan, kadang mereka menggunakan itu ketika kita nawar, jangan skah hitung yaaa, cincin emas nikah dari emas itu tidak murah lhooo, pernikahan yang dilangsungkan pun tentunya diharapkan menjadi yang terakhir.
Olehkarena itu pastikan toko mas tempat kita membeli cincin nikah adalah penjual yang terpercaya. Karena mantan pacar (baca: istri saya) adalah seseorang yang tidak tahan logam campuran cincin emas, maka dia akan merasa gatal ketika menggunakan cincin emas yang kadarnya di bawah 80%-an, yaaah jadi semacam detektor kadar emas berjalan jadinya heheheheh. Dengan sangat menyesal, kami menemui banyak penjual emas yang tukang bohong di Jakarta, bilangnya cincin emas yang ditawarkan memiliki kadar 99% emas, tapi kok istri saya merasa gatal ketika mecobanya, nah ketahuan deh bohongnya! :D.
Toko yang menjual cincin kawin dari emas memang sangat banyak, tidak seperti cincin kawin yang terbuat dari bahan lainnya. Saya sendiri bingung kalau pergi ke toko emas. Kita dapat memilih aneka cincin emas dengan model-model yang beraneka ragam plus warna yang berbeda. Cincin nikah emas jaman sekarang tidak hanya berwarna kuning, ada cincin emas putih. Cincin emas putih memang disukai oleh beberapa pasangan namun cincin yang terbuat dari emas putih kadar emasnya pastilah di bawah cincin emas kuning dan selisih antara harga beli dengan harga jualnya tidak sebagus cincin emas kuning.
Baik terbuat dari emas putih ataupun emas kuning, cincin nikah emas memang paling banyak digemari. Namun dalam Islam, laki-laki tidak diperbolehkan menggunakan emas. Memang banyak perdebatan akan hal ini, tapi daripada salah, saya pribadi memilih untuk tidak menggunakan cincin nikah dari emas karena alasan ini. Pastilah ada alasan di luar logika manusia yang menyebabkan aturan ini ada di agama saya. Karena ini berhubungan dengan keyakinan saya pribadi, maka pastilah akan ada perbedaan dengan teman-teman pembaca mengenai hal ini :). Ada teman-teman saya yang tetap memilih cincin nikah emas karena menurutnya toh cincin nikah tidak akan dipergunakan setiap saat, cobalah lihat di sekeliling kita, berapa persen pria yang pergi keluar rumah dengan menggunakan cincin kawinnya? Kalau di Jabodetabeh sih sedikit sekali :D.

2. Perak
Perak adalah alternatif bagi pasangan yang menginginkan cincin kawin berwarna putih dengan anggaran terbatas. Logam perak relatif rebih lunak dan murah, warnanya pun sekilas mirip dengan emas putih atau platinum atau loga-logam lain yang lazim dipergunakan sebagai bahan untuk membuat cincin kawin. Sifat perak yang lunak memungkinkannya untuk dibentuk dengan disain-disain unik yang sulit dibentuk bila menggunakan logam lainnya.
Sayang sekali sifat perak yang lunak tersebut juga membuat cincin nikah perak mudah gepeng atau berubah bentuk, wewww. Selain itu, lama kelamaan cincin perak pun kadang berwarna kehijauan, mengalami korosi & pudar bila tidak dikrom, dibersihkan & dirawat dengan baik, berbeda dengan cincin nikah emas, palladium dan lain-lain. Menurut saya cincin emas perak cocok bagi pasangan yang kelak ingin meng-upgrade cincin kawinnya & ingin menghemat.

3. Platinum atau Platina
Saya hanya memiliki 1 kata untuk cincin kawin berbahan platinum, mahaaaaaal. Ya, harga cincin nikah platinum harga per gramnya hampir 2 kali lipat harga per gram cincin kawin emas padahal harga jualnya jauuh sekali, toko yang menjual cincin kawin platinum, tidak bersedia membeli cincin dari bahan platinum, lucu yah. Konon hal ini disebabkan proses pembuatan cincin platinum yang sulit. Setahu saya, cincin kawin platinum berwarna putih, cenderung agak berat, kuat, keras tapi tidak sekeras titanium, tidak mudah teroksidasi seperti perak dan sulit dicari. Di Jakarta saja, setahu saya hanya Toko Kaliem di Blok M yang menjual cincin kawin platinum. Saya pribadi malas menggunakan logam platinum sebagai cincin kawin saya, rasanya cincin nikah platinum hanya menang digengsi saja, itupun kalau ada yang menanyakan cincin yang kita pakai terbuat dari apa, sebab sekilas cincin nikah platinum wujudnya hampir sama dengan cincin kawin dengan bahan dari logam lain yang lebih murah :(.

4. Palladium
Cincin kawin palladium adalah alternatif bagi pasangan yang tidak iklas mengeluarkan uang bagi cincin kawin Platinum :D. Sifatnya tidak jauh berbeda dengan cincin kawin platinum namun harganya lebih ekonomis. Hanya saja bahan palladium lebih sensitif terhadap suhu dan menjadi rapuh ketika sudah di-resize. Well paling tidak mencari cincin kawin palladium tidak sesulit mencari cincin kawin platinum. Di kawasan Blok M saja relatif banyak toko emas yang menjual cincin kawin palladium, kebanyakan siy yang logat penjualnya berlogat Padang, rata-rata bisa pesan 3 minggu langsung jadi, hehehehehe.

5. Titanium
Palladium masih kurang ekonomis? baiklah, titanium solusinya. Titanium juga memiliki wujud & sifat yang mirip dengan platinum tetapi cincin kawin yang terbuat dari titanium tidak dapat di-resize & dibentuk model yang aneh-aneh karena titanium adalah logam yang amat sangat keras sekali, plus harganya lebih murah dibandingkan platinum ataupun palladium ;). Sifatnya yang keras justru saya sukai, melambangkan cinta yang kuat, eeaaa pret :P. Selain itu sudah lama saya ingin menggunakan logam titanium di jari saya, jenis logam yang ada di tubuh Wolverine (karakter komik Marvel), kereeennn :D. Namun sayang sekali mencari cincin kawin titanium di Jakarta itu susyah sekaleee, saya belum menemukan toko perhiasan atau emas yang menjual cincin kawin titanium, adanya toko on-line seperti cincintitanium.blogspot.com, dan lapak-lapak lain di kaskus.

Setelah melihat berbagai jenis cincin akhirnya saya menggunakan cincin titanium dan istri saya menggunakan cincin emas dengan model yang …. agak beda heheheheh, harusnya siy senada ya modelnya, kemarin waktunya agak mepet & harus cepat jadi yaaaa yang ada saja sesuai selera masing-masing, beda kota pula x_x. Mungkin suatu saat nanti kami akan meng-upgrade cincin kami dengan mempertimbangkan kembali hal-hal yang baru saya tulis di atas ini :’D.