How to Train Your Dragon: The Hidden World (2019)

How to Train Your Dragon: The Hidden World (2019) mengambil setting setelah kejadian pada How to Train Your Dragon 2 (2014). Film inu kembali mengisahkan sekelompok Viking pengendara naga yang dipimpin oleh kepala suku muda mereka, Hiccup (Jay Baruchel). Hiccup dan kawan-kawan terus menyelamatkan naga-naga yang ditangkap pemburu naga, dan menampung naga-naga tersebut di Desa Berg, kampung halaman Hiccup. Semua warga Berg bersahabat dengan naga dan menjadikan naga sebagai bagian dari keluarga besar mereka. Di sana, naga-naga tersebut hidup bebas dan tidak diperbudak.

Semakin banyak naga yang Hiccup selamatkan, semakin memcolok pulalah Berg. Desa Viking ini akhirnya menjadi target berbagai pihak, termasuk Grimmel the Grisly (F. Murray Abraham). Grimmel merupakan pemburu dan pembunuh naga terkenal yang spesialisasinya membunuh naga jenis Night Fury. Di sini saya tidak melihat motif yang kuat dari Opa Grimmel, kenapa kok gemar sekali memburu Night Fury?

Kebetulan, Toothless, naga tunggangan Hiccup merupakan naga jenis Night Fury yang langka dan terkenal kuat. Toothless di sini berperan sebagai naga alpha yang memimpin seluruh naga di Berg. Kepemimpinan dan persahabatan Hiccup dan Toothless di Berg, menghadapi cobaan ketika hadir seekor Night Fury betina berwarna putih, menarik hati Toothless. Di samping itu, Hiccup terobsesi untuk memindahkan Berg ke sebuah tempat misterius dimana naga dan manusia dapat hidup damai tanpa menjadi target pemburu dan pembunuh seperti Grimmel.

Disinilah kedua sahabat beda jenis ini, harus menentukan arah masa depan mereka masing-masing. Manusia dan naga memang dapat bersahabat dan hidup damai, namun manusia akan selalu takut akan sesuatu yang berbeda dan kuat. Tidak semua manusia memiliki pemikiran yang sama seperti warga Berg. Akankah Hiccup dan Toothless berpisah?

Kehadiran Night Fury betina memang menjadi daya tarik utama film ini. Usaha Toothless memikat naga tersebut, terbilang lucu. Selain itu Hiccup dan Toothless nampak lebih keren dibandingkan penampilan mereka pada 2 film sebelumnya. Film ini memang berhasil menjadi penutup yang baik bagi sebuah Trilogi. Saya pribadi merasa bahwa How to Train Your Dragon: The Hidden World (2019) tidak membosankan, tapi tidak ada pula hal yang membuat saya berkata “wow” ketika sedang menontonnya.

Maka, saya ikhlas untuk memberikan How to Train Your Dragon: The Hidden World (2019) nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Film ini aman dan cocok ditonton seluruh anggota keluarga karena di sana terdapat pesan moral mengenai persahabatan ๐Ÿ˜‰

Sumber: https://howtotrainyourdragon.com

Iklan

How to Train Your Dragon 2 (2014)

Train Dragon 1

Film animasi How to Train Your Dragon 2 (2014) adalah kelanjutan dari film How to Train Your Dragon (2010). Seperti film terdahulunya, film ini masih menceritakan hunungan antar mahluk yang berbeda jauh yaitu naga dan manusia. Pada How to Train Your Dragon (2010) dikisahkan bagaimana buruknya hubungan antara naga dan penduduk desa Berg. Hal tersebut berubah ketika Hiccup Horrendous Haddock III, anak kepala suku Viking Berg, bertemu dengan naga jenis Night Fury yang seumuran dengan Hiccup, Toothless. Hiccup dan Toothless berhasil memperbaiki hubungan antara naga dan penduduk Berg sehingga pada awal film How to Train Your Dragon 2 (2014) dikisahkan bahwa naga dan penduduk Berg hidup rukun dan damai. Para naga diberi tempat tinggal dan makanan, hampir setiap warga Berg memiliki naga di rumahnya. Bahkan olahraga ketangkasan menunggang naga menjadi olahraga yang sangat populer di desa dulunya sangat benci dengan naga.

Train Dragon 11 Train Dragon 9 Train Dragon 2

Lalu bagaimana dengan Hiccup dan Toothless? Kedua sahabat ini berkelana melihat dunia, mencari dataran baru, wuuaah sepertinya itu merupakan kegiatan yang menyenangkan, andaikan saya memiliki naga seperti Toothless di rumah ;).

Train Dragon 16

Train Dragon 15

Train Dragon 17

Kedamaian yang dirasakan oleh penduduk Berg harus terhenti karena datangnya seorang ahli naga yang berniat membangun pasukan naga, Drago Bludvist namanya. Naga yang oleh penduduk Berg dijadikan sahabat, diperlakukan sebagai tentara oleh Drago. Drago sendiri bukanlah penyayang naga, ia sangat benci dengan naga sehingga memiliki kemampuan memaksa banyak naga tunduk padanya menjadi sebuah kepuasan tersendiri baginya.

Di sini Hiccup dan Toothles harus menghalau bala tentara naga milik Drago agar naga-naga sahabat penduduk Berg tidak diubah menjadi tentara oleh Drago. Pertarungan tidaklah mudah karena Drago dibantu oleh naga raksasa yang membuat banyak naga lain takluk dan bertekuk lutut padanya. Naga milik Drago tersebut memiliki kemampuan hipnotis yang membuat naga-naga lain menurut pada perintahnya, tidak terkecuali Toothless yang secara tidak sengaja melakukan dosa besar kepada Hiccup. Mampukah persahabatan Hiccup dan Toothless bertahan? Sebagai sebuah film animasi untuk segala umur, sopasti kebaikan akan menang, namin pertanyaannya adalah dengan cara apa kebaikan akan menang? Kekerasan atau diplomasi? Akankah Drago insaf? ๐Ÿ˜‰

Train Dragon 13

Train Dragon 12

Train Dragon 8

Train Dragon 7

Train Dragon 6

Dalam menghadapi Drago dan pasukan naganya, Toothless yang merupakan naga jenis night fury akan menunjukkan kekuatannya. Naga night fury adalah naga langka yang misterius dan ditakuti oleh banyak pemburu naga. Beberapa alasannya akan ditunjukkan pada film ini, Toothless memang lucu tapi bisa jadi buas juga kalau sahabatnya dilukai :).

Train Dragon 5

Sungguh menarik dan lucu melihat tingkah naga-naga dan penunggangnya yang masih remaja, tidak hanya Hiccup & Toothless ya. Ada karakter-karakter lain yang tingkahnya cukup lucu meskipun porsi tampilnya tidak sebanyak Hiccup dan Toothless, termasuk penunggang naga misterius yang ternyata adalah . . . . ๐Ÿ˜‰

Train Dragon 3Train Dragon 14 Train Dragon 4 Train Dragon 10

Film ini cukup lucu, menghibur, mendidik dan menyenangkan. Saya rasa film How to Train Your Dragon 2 (2014) layak mendapat nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”. Film ini layak untuk ditonton bersama keluarga dan cukup keren kalau ditonton di sinema 4D, kebetulan kemarin saya & istri menonton versi 4D-nya ;).