Hangat Segar Timlo Sastro, Hidangan Khas Solo

Timlo Sastro 1

Setelah menemani istri saya melahirkan di Jebres, Surakarta, saya mampir ke salah satu warung yang menyajikan kuliner khas Solo, Timlo Sastro. Timlo Sastro atau kadang disebut juga Timlo Balong, didirikan oleh Pak Sastro pada tahun 1950-an di belakang Pasar Gede Solo, Kampung Balong. Sampai saat ini Timlo Sastro dapat ditemui di:

  • Pasar Gede Timur No. 1-2, Balong, Solo, Jawa Tengah.
  • Jl. Dr. Wahidin 3 No. 5, Penumping, Solo, Jawa Tengah.

Warung Timlo Sastro tidak berbentuk seperti restoran mewah, melainkan warung sederhana yang cukup bersih. Hal ini tidak masalah bagi banyak orang karena kenikmatan Timlo Sastro cukup terkenal di sekitar Solo.

Timlo Sastro 7

Timlo Sastro 6

Saya pribadi baru kemarin mencicipi hidangan yang namanya timlo, namanya saja agak asing di kuping saya. Seperti apa Timlo Sastro itu? Sekilas Timlo Sastro mirip sup atau soto bening. Ati ampela, daging ayam, semur telur bebek dan sosis dimasukkan ke dalam semangkuk kuah kaldu ayam yang telah dicampur dengan bawang, pala dan lada. Paduan rasanya mampu memberikan sensasi gurih-gurih segar yang enak, ternyata timlo mantab juga rasanya, cocok dengan lidah saya. Ati ampela yang berenang di dalam kuah timlo tidak terasa amis tapi bagi teman-teman yang kurang suka ati ampela dapat memesan timlo tanpa ati ampela lhoo. Saya kemarin sendiri memilih untuk memesan timlo komplit. Saran saya, jangan pesan timlo tanpa sosis karena sosisnya Timlo Sastro beda, bukan sosis daging pada umumnya. Sosisnya Timlo Sastro berupa suwiran dada ayam yang dibungkus oleh semacam lapisan tepung loempia, layak dicoba ;).

Timlo Sastro 4

Untuk menemani timlo, terdapat hidangan tambahan lain seperti pangsit, tahu, sosis solo dan lain-lain. Saya pribadi lebih senang dengan sosis solo karena rasanya dapat menyatu dengan baik dan membuat timlo semakin nikmat di lidah yummmmm.

Timlo Sastro 2

Timlo Sastro 3

Timlo Sastro 5

Pengalaman saya di Timlo Sastro kemarin membuat saya ketagihan dan memasukkan Timlo Sastro sebagai salah satu makanan favorit saya di Solo. Timlo Sasto memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak” :).

Gurih Sedap Nasi Uduk Kebon Kacang A. Maulana

Kebon Kacang Maulana 1

Nasi uduk adalah hidangan tradisional Indonesia yang sampai saat ini dapat kita jumpai dengan mudah. Dari beberapa restoran nasi uduk yang pernah saya jumpai, Nasi Uduk Kebon Kacang A. Maulana merupakan salah satu restoran nasi uduk yang saya lihat cukup ramai dan lokasinya tidak jauh dari rumah saya. Sepengetahuan saya, Nasi Uduk Kebon Kacang A. Maulana dapat ditemui di:

  1. Jalan Pemuda No.03 (depan UNJ & Lab School), Pulo Gadung, Jakarta Timur, Telp. (021) 4716415.
  2. Jalan Raya Jatiwaringin, Jakarta Timur.

Berhubung Nasi Uduk Kebon Kacang A. Maulana menggunakan pola frachise jadi terkadang ada perubahan dan penambahan cabang dalam waktu yang terbilang cepat, saya kurang tahu ada di mana lagi cabang Nasi Uduk Kebon Kacang A. Maulana. Yang pasti, sejak dulu sampai sekarang saya selalu makan di Nasi Uduk Kebon Kacang A. Maulana yang terletak di depan UNJ, dekat dengan rumah dan mantan kampus saya dulu ;).

Nasi uduk yang Nasi Uduk Kebon Kacang A. Maulana sajikan, dhidangkan di atas daun. Rasanya memang gurih dan mantab, namun sayang porsinya kecil sekali, keponakan saya saya saja mampu menghabiskan 3 piring nasi uduk @__@.

Kebon Kacang Maulana 2

Nasi Uduk

Di samping seporsi nasi uduk yang kecil, tak lupa Nasi Uduk Kebon Kacang A. Maulana menyajikan pula sepisin sambal khusus yang merupakan ciri khas Nasi Uduk Kebon Kacang A. Maulana. Sambal tersebut terdiri dari sambal kacang berwarna kecoklatan dan sambal cabe berwarna kemerahan. Tak lupa sambal tersebut dilengkapi oleh sedikit kecap dan taburan bawang goreng, rasanya manis-manis pedas dan memiiliki aroma kacang yang sedap :).

Kebon Kacang Maulana 3

Sambal

Nasi uduk beserta sambalnya, tentunya kurang pas kalau hanya berdua saja masuk ke mulut kita. Di Nasi Uduk Kebon Kacang A. Maulana, terdapat aneka lauk pendamping nasi uduk seperti ayam goreng, udang goreng, tahu, tempe, ati, ampela, semur jengkol, sayur asem dan lain-lain. Istri saya sangat suka dengan udang goreng-nya karena kesegaran udang yang dipergunakan dan rasa udang yang khas cocok juga bila disantap dengan nasi uduk dan sambalnya. Saya sendiri biasanya memilih lauk sejuta umat, ayam goreng :). Ayam goreng yang digunakan Nasi Uduk Kebon Kacang A. Maulana adalah ayam pejantan, tapi dagingnya tetap empuk dan terasa sangat enak ketika dipadukan dengan nasi uduk dan sambalnya.

Kebon Kacang Maulana 4

Ayam Goreng & Udang Goreng

Semua lauk di atas sebenarnya tidak terlalu spesial kalau dimakan sendirian tanpa nasi uduk dan sambalnya. Menurut saya kekuatan utama Nasi Uduk Kebon Kacang A. Maulana adalah di sambalnya. Statusnya memang hanya pendamping, tapi paduan rasa yang sambal tersebut bantu tampilkan, jarang saya temui di restoran nasi uduk lainnya.

Saya lihat memang banyak restoran yang menggunakan nama nasi uduk kebon sirih dan setahu saya Nasi Uduk Kebon Sirih A. Maulana memang bukanlah yang pertama menggunakan nama tersebut. Terlepas dari keaslian nama nasi uduk kebon kacang yang dipergunakan, saya rasa restoran yang didirikan oleh keluarga Agung Maulana pada 2007 ini layak untuk mendapat nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak”.

Remboelan, Indonesian Soulfood

Remboelan 4

Beberapa bulan belakangan ini saya selalu melewati restoran yang dipenuhi oleh ibu-ibu berjilbab, entah arisan, entah kumpul-kumpul saja. Saya melihat hal ini di hari working days, hari dimana restoran-restoran lain biasanya sepi. Restoran yang saya lihat tersebut adalah Remboelan. Remboelan berdiri sejak 2011 dan saat ini sudah memiliki cabang di Kota Kasablanka, Plaza Senayan & Pondok Indah Mall.

Remboelan memiliki tempat yang nyaman dan dekorasi yang cukup bagus, memang layak untuk dijadikan tempat kumpul-kumpul. Pantas saja saya sering melihat beberapa rombongan makan di cabang Remboelan yang dekat dengan kantor saya.

Remboelan 3

Bagian Dalam Remboelan

Restoran dengan slogan Indonesian Soulfood ini menyajikan aneka masakan tradisional Indonesia yang kaya akan bumbu. Jarang sekali saya menemukan restoran seperti ini di Mall-Mall, kebanyakan restoran di sana adalah restoran yang menyajikan masakan “bule” :’D. Remboelan menyajikan hidangan Indonesia seperti nasi bakar, gado-gado, bistik, tumpeng, lumpia, rujak dan lain-lain.

Berdasarkan rekomendasi dari seorang kawan, saya akhirnya mencicipi nasi bakar peda di Remboelan. Di dalam nasi bakar tersebut, terdapat ikan peda dengan bumbu rempah yang yuummmm, lumayan enak. Ternyata, ada 1 hal yang secara tidak terduga saya temukan di dalam nasi bakar peda yang saya santap, ada petenya, yummm. Whaaa jarang-jarang nih ada restoran mall menyajikan hidangan yang mengandung pete, hehehe. Berhubung saya suka sekali dengan pete, maka saya semakin lahap menyantap nasi bakar peda saya. Pete yang digunakan tidak terlalu banyak sehingga tidak perlu khawatir akan baunya nafas anda setelah keluar dari Remboelan ;). Walaupun sedikit, rasa dan aroma pete cukup pas ketika dipadukan dengan ikan peda yang asin-asin gurih, sambal yang sedikit pedas dan aroma daun pembungkus nasi bakar, lumayan juga :D. Hidangan ini membangkitkan memori saya ketika kecil dulu, saya kadang makan nasi dengan pete, ikan peda dan sambal terasi bersama orang tua saya.

Remboelan 2

Nasi Bakar Peda

Untuk minuman, saya baru mencicipi es kopi jelly, lumayan enak, jelly-nya melimpah, tapi tidak terlalu spesial. Sebenarnya terdapat aneka menu minuman lain seperti wedang ronde, es kelapa degan, es teler dan lain-lain. Yaaah mungkin lain kali saya akan mencicipi salah satunya :).

Remboelan 1

Es Kopi Jelly

Remboelan adalah salah satu restoran yang menurut saya layak untuk mendapat nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Melestarikan budaya bangsa adalah kewajiban kita semua dan Remboelan adalah salah satu restoran yang berani tampil dengan masakan khas Indonesia di tengah-tengah invasi kuliner dari luar negeri, baguslahhh, tak semua restoran bagus di Mall bagus harus menghidangkan hidangan luar negeri khan? 😉