300: Rise of an Empire (2014)

300 Rise 1

Pada tahun 2006 lalu, saya sempat menonton film 300 (2006) yang menceritakan peperangan antara bangsa Yunani & bangsa Persia. Dikisahkan bangsa Yunani terpecah-pecah ke dalam berbagai negara kota. Negara kota yg terbesar adalah Sparta & Athena. Athena mengembangkan peradaban yang cinta damai dan tidak suka bertempur, mereka mengembangkab suatu sistem pemerintahan yang saat ini kita sebut demokrasi. Berkebalikan dengan Athena, Sparta mengembangkan budaya suka bertempur dan keras. Anak-anak Sparta sudah dididik untuk berkelahi sedari kecil, kota Sparta berisikan pejuang-pejuang yang haus darah.

Pada suatu masa, negri Persia yang dipimpin oleh raja Xerses berniat untuk menginvasi & menaklukkan Yunani. Xerses menebar ancaman bagi seluruh negara kota Yunani termasuk Sparta. Sudah dapat ditebak, bangsa Sparta pasti menolak mentah-mentah tawaran Raja Persia, Xerses, untuk tunduk & menyerah. Raja Sparta saat itu, Leonidas, memimpin 300 orang pejuang Sparta untuk menghalau ribuan tentara Persia yang datang. Pertempuran dilakukan sudut sempit sebuah ngarai yang disebut Gerbang Neraka. Karena lokasi pertempuran yang sempit, 300 pasukan Sparta dapat bertahan dan menghalangi pasukan Xerses sampai tetjadi sebuah penghianatan yang menyebabkan gugurnya raja Leonidas & ke-300 prajurit setianya. Keberanian 300 pejuang Sparta tersebut menjadi pemacu semangat bagi bangsa Yunani untuk melawan Persia yang jumlah kekuatan tempurnya di atas Yunani.

300 Rise 2

Nah pada bulan Maret ini, kelanjutan dari kisah pertempuran antara Yunani dengan Persia hadir kembali dalam film yang berjudul 300: Rise of an Empire (2014). Saya tergoda melihat trailer 300: Rise of an Empire (2014), sepertinya baguuuss, lebih bagus dari 300 (2006) mungkin. Jadi, ketika teman saya memberitahukan bahwa 300: Rise of an Empire (2014) sudah tayang di bioskop, saya langsung mampir ke bioskop ketika ada kesempatan. Kebetulan ada bioskop XXI dengan rete harga yg murah, baru buka di dekat rumah ;).

Awalnya saya pikir 300: Rise of an Empire (2014) akan mengisahkan kejadian setelah peristiwa di 300 (2006) berakhir. Ternyata 300: Rise of an Empire (2014) mengisahkan kisah pada periode sebelum, saat & setelah peristiwa 300 (2006) berlangsung namun dari sisi pejuang negara kota Athena. Awalnya dikisahkan asal mula mengapa raja Persia, Xerses (Rodrigo Santoro), ingin sekali menaklukan Yunani. Ayah Xerses, Darius (Igal Naor), dibunuh oleh seorang prajurit Athena yang bernama Themistokles (Sullivan Stapleton) dalam sebuah pertempuran yang disebut pertempuran Marathon. Api amarah & dendam Xerses juga semakin membesar karena pengaruh tangan kanannya, Artemisia (Eva Green).

300 Rise 21

300 Rise 13

300 Rise 23

300 Rise 22

Artemisia adalah Jendral kesayangan ayah Xerses yang kemudian menjadi tangan kanan Xerses. Meskipun berdarah Yunani, Artemisia sangat membenci Yunani karena perbuatan orang-orang Yunani kepadanya & keluarganya di masa kecil. Provokasi Artemisia berhasil, Xerses mengerahkan pasukannya untuk menginvasi Yunani lagi. Xerses memimpin langsung pertempuran melayan Sparta yang diceritakan pada film 300 (2006). Sementara itu Artemisia memimpin pertempuran di laut melawan Athena & beberapa sekutunya.

R3_V10F_72613_CO3_PULLS_01rl_0042 300 Rise 20 300 Rise 3

Themistokles, pahlawan Athena pada perang Marathon, ingin menyatukan seluruh negara kota Yunani yang saat itu masih terpecah-pecah, Themistokles yakin bahwa Yunani akan menang melawan Persia bila Yunani bersatu, sementara itu beberapa politisi Yunani lainnya berpendapat skeptis, memang di atas kertaa, kekuatan tempur Yunani akan tetap di bawah Persia, namun penentu kemenangan suatu perang bukan hanya jumlah, perkiraan dan data di atas kertas saja. Akankah usaha Themistokles untuk menyatukan Yunani berhasil? . . …. dari awal film, saya yakin berhasil, tapi akankah tokoh protagonisnya, Themistokles, tewas diakhir cerita seperti Leonidas pada 300 (2006)? Pertanyaan yang akan terjawab setelah menonton 300: Rise of an Empire (2014) sampai habis :).

R3_V10F_72613_CO3_PULLS_01rl_0025

300 Rise 12 300 Rise 15

Saya senang menonton 300: Rise of an Empire (2014) karena film ini bukanlah film action yang hanya mengumbar kekerasan & kesadisan saja, walaupun menurut saya film ini memang kurang pantas ditonton anak-anak di bawah 17 tahun, banyak darah-darah bertebaran dan adegan sadis dimana-mana. Selain menampilkan kekerasan, 300: Rise of an Empire (2014) juga menampilkan kecerdikan Themistokles dalam menghadapi armada laut pimpinan Artemisia yang jumlahnya jauh lebih banyak ketimbang armada laut yang dipimpin, perang taktik antara Themistokles & Artemisia cukup menarik & membuat saya betah duduk menonton film ini.

300 Rise 7 300 Rise 9 R1_V10D3_80613_CO3_PULLS_01rl_0012

300 Rise 17

300: Rise of an Empire

Cerita yang diangkat pada 300: Rise of an Empire (2014) diambil dari sejarah peperangan antara Yunani & Persia yang benar-benar terjadi di masa lampau, hanya saja cerita tersebut sudah diramu & dimodifikasi dengan versi yang berbeda, maklum 300: Rise of an Empire (2014) bukanlah film dokumenter jadi tidak 100% asli berdasarkan sejarah. Ada hal-hal tertentu yang dilebih-lebihkan & tidak ada di masa lampau.

300 Rise 6 300 Rise 4 300 Rise 5 300 Rise 8 300 Rise 10 300 Rise 11

Mirip seperti 300 (2006), film 300: Rise of an Empire (2014) juga menggunakan special efect yang membuat alam & latar belakang lokasi cerita menjadi lebih dramatis & lebay heheheheh. Awan, langit, ombak & penampakan alam lainnya nampak berbeda dengan film-film lainnya. Kostom yang dipergunakan juga menunjang tampilan latar belakang tersebut. Hanya saja sayangnya efek cipratan darahnya terlalu berlebihan sehingga cipratan darah tersebut tidak nampak asli.

Sebenarnya pada awalnya justru tampilan yang sangat mendramatisir tersebutlah yang menarik saya untuk menonton, tak disangka ternyata 300: Rise of an Empire (2014) memiliki cerita lebih bagus & menghibur dibanding 300 (2006). Olehkarena itulah 300: Rise of an Empire (2014) layak mendapat nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”.

Sumber: www.300themovie.com

Maem Bakmi Ketoprak Yunani yang Unik

Bakmi Toprak Yu Nani 1

Beberapa minggu lalu yang lalu, saya mencicipi salah satu masakan tradisional Solo yang baru saya dengan namanya, Bakmi Ketoprak Yunani. Wew, mie di campur ketoprak asal Yunani? Ternyata Yunani di sini adalah Yu Nani, nama pendiri warung Bakmi Ketoprak Yunani yang sudah sejak 1960-an berdiri tegak di Jl. Pandu Dewanata, daerah Kartopuran, Solo. Sebelum tiba ke warung Yu Nani yang asli, saya melihat banyak warung-warung bakmi ketoprak lain yang menggunakan nama Yunani, yaaaa Yunani KW-laaahh, hehehehe.

Warung Bakmi Ketoprak Yu Nani terbilang sederhana, bentuknya seperti warung tenda, hanya terdapat 2 meja panjang di dalam warung tersebut. Bakmi Ketoprak Yu Nani selalu ramai dipadati pengunjung yang sebagian besar adalah penduduk asli Solo, tidak seperti pengunjung Soto Gading 1 yang sudah punya nama, pengunjung Soto Gading 1 terlihat dari berbagai daerah.

Bakmi Toprak Yu Nani 2

Sebenarnya apa sih Bakmi Ketoprak Yu Nani itu? Bakmi Ketoprak Yu Nani terdiri dari potongan daging sapi, mie kuning, bihun, rambak, tahu, tempe, cakwe, kubis, touge, kacang merah, potongan sosis solo & taburan bawang goreng yang bernang & menyelam di dalam semangkuk kuah kaldu sapi yang hangat, yuuummmm, penampilan luarnya menggugah selera :).  Daging sapi yang dipergunakan Yu Nani, direbus lama di atas arang sehingga memiliki aroma khas yang lumayan ok. Sebelum menyantap daging sapi dan aneka bahan-bahan lain yang ada di dalam bakmi ketoprak, saya menambahkan irisan cabai, kecap dan jeruk nipis yang sudah disediakan di meja. Selain itu ada aneka hidangan tambahan lain tersedia di atas meja seperti lento, krupuk, lumpia, sosis solo dan lain-lain.

Bakmi Toprak Yu Nani 3 Bakmi Toprak Yu Nani 4

Rasa Bakmi Ketoprak Yu Nani sendiri terasa lumayan enak, bahan-bahan yang beraneka ragam menghasilkan kombinasi yang cukup harmonis, aroma daging sapinya cukup terasa & berhasil membangkitkan selera makan saya, slluuurp! :D. Oleh karena itu Bakmi Ketoprak Yu Nani layak mendapat nilai 3 dari skala maksimal 5 yang artinya “Lumayan”. Bakmi Ketoprak Yu Nani adalah hidangan Solo yang layak dikunjungi, baik nama maupun komposisi bahan sajian yang satu ini agak unik, ada kacang merahnya segala, inilah hal yang tidak saya temui di Jakarta :).

Percy Jackson: Sea of Monsters (2013)

Percy Jackson Sea of Monster

Pada tahun 2010 lalu, saya tertarik untuk menonton film tentang keturunan dewa-dewa Yunani, Percy Jackson & the Olympians: The Lightning Thief (2010). Film tersebut ternyata diambil dari novel karya Rick Riordan dengan judul yang sama. Percy Jackson & the Olympians: The Lightning Thief merupakan kisah pertama dari 5 kisah petualangan seorang remaja bernama Percy Jakson. Pada Percy Jackson & the Olympians: The Lightning Thief (2010), dikisahkan Percy Jakson (Logan Lerman), seorang remaja berumur 16 tahun yang menderita disleksia, tiba-tiba dikejar dan diburu oleh sekelompok mahluk yang hanya ada di dalam buku-buku tentang mitos Yunani. Ibu Percy adalah manusia biasa, namun ternyata ayah Percy merupakan seorang dewa, Poseidon. Manusia setengah dewa seperti Percy diburu oleh mahluk-mahluk yang memiliki dendam terhadap dewa-dewa penguasa Olympus. Demi keamanannya, Percy dikirimkan ke dalam kamp mahluk setengah dewa dengan dikawal oleh sahabatnya, Grover (Brandon T. Jackson) yang ternyata merupakan seorang satyr (mahluk setengah kambing). Di dalam kamp tersebut, tinggal manusia-manusia setengah dewa lain, namun Percy merupakan keturunan yang langka sebab Percy merupakan anak dari salah 1 dewa tertua & terkuat, yaitu Zeus, Poseidon dan Hades. Percy memiliki keuatan yang berhubungan dengan air dan lautan karena ayahnya, Poseidon merupakan dewa laut yang sangat kuat. Di dalam kamp, Percy & Grover bersahabat dengan anak dari dewi kebijakan Athena, Annabeth Chase (Alexandra Daddario). Kemudian Parcy, Grover & Annabeth terlibat dalam sebuah misi pencarian petir milik Zeus yang dicuri oleh anak dewa Hermes, Luke (Jake Abel). Percy dikisahkan berhasil merebut petir Zeus dari Luke dan menyelamatkan dunia dari kehancuran.

Percy Jackson Sea of Monster 1

Nah pada Percy Jackson: Sea of Monsters (2013), petualangan Percy sebagai putra Poseidon berlanjut. Kamp mahluk setengah dewa selama ini dilindungi oleh lapisan pelindung yang hanya dapat dilewati oleh mahluk setengah dewa. Monster-monster atau mahluk lain tidak akan dapat menembus lapisan pelindung tersebut. Lapisan pelindung tersebut berasal dari sebuah pohon yang disebut pohon Thalia. Lapisan pelindung kamp hancur ketika seseorang meracuni pohon Thalia. Pohon Thalia sekarat dan semakin hari semakin mendekati ajalnya.

Percy Jackson Sea of Monster 10

DF_03228.dng

Percy Jackson Sea of Monster 11

Konon sebuah lembaran bulu domba emas dapat dipergunakan untuk menyelamatkan pohon Thalia. Masalahnya, bulu domba emas tersebut terdapat di lautan yang disebut sea of monster, manusia biasa biasa mengenal sea of monster dengan nama segitiga bermuda. Percy dan kawan-kawan berkelana menuju ke segitiga bermuda untuk mencari bulu domba emas. Kali ini Percy tidak hanya didampingin oleh Grover dan Annabeth saja, ada 2 karakter utama yang menemani perjalanan Percy kali ini. Yang pertama adalah Clarisse (Leven Rambit), anak dewa perang Ares yang sangat kompetitif dan egois. Yang kedua adalah adik sebapak Percy, Tyson (Douglas Smith). Ayah Tyson adalah Poseidon, namun ibu Tyson bukanlah seorang manusia. Makan secara fisik, Tyson agak berbeda dengan penghuni kamp lainnya, mata Tyson hanya satu, di tengah.

Percy Jackson Sea of Monster 9 Percy Jackson Sea of Monster 2

Pada awalnya terdapat kekurang cocokan antara Percy dan Clarisse yang selalu bersaing dalam setiap kompetisi. Kemudian terdapat kekurang sukaan Annabeth terhadap Tyson yang bermata satu karena teman Annabeth semasa kecil pernah dibunuh oleh mahluk yang berpenampilan sama dengan Tyson. Pada akhirnya mereka harus bersatu padu, bekerjasama menemukan bulu domba emas demi kesembuhan pohon Thalia dan keamanan kamp mahluk setengah dewa. Akankah Percy dan kawan-kawan berhasil? yaaaa, namanya juga film fantasi untuk segala umur, pastilah jagoannya menang, hehehehe :mrgreen:.

Percy Jackson Sea of Monster 14 Percy Jackson Sea of Monster 12 Percy Jackson Sea of Monster 8

Setelah pemutaran Percy Jackson & the Olympians: The Lightning Thief (2010), akting Brandon T. Jackson sebagai Grover mendapat pujian, sementara akting Logan Lerman sebagai Percy mendapat kritikan karena dianggap kurang ekspresif. Baik di Percy Jackson & the Olympians: The Lightning Thief (2010) maupun di Percy Jackson: Sea of Monsters (2013), Saya sendiri melihat akting mas Brandon memang bagus, mimik mukanya pas sekali, tapi rasanya akting mas Loga tidak terlalu buruk kok. Saya pikir di film keduanya, pemeran Percy akan diganti, wah ternyata tidak. Percy, Grover & Annabeth hadri kembali dengan pemeran yang sama.

Percy Jackson: Sea of Monsters

Percy Jackson Sea of Monster 4

Menjelang tengah & akhir cerita Percy Jackson: Sea of Monsters (2013), saya agak mengantuk dengan jalan ceritanya, tidak ada kejutan dan terlalu khayal bagi saya, banyak hal-hal yang terlalu tidak masuk akal, mungkin ini karena saya belum baca versi bukunya karena versi buku biasanya lebih lengkap. Selain itu Percy Jackson: Sea of Monsters (2013) menampilkan kesalahan bodoh tokoh antagonis di film-film Holywood, tokoh protagonis berhasil ditangkap oleh tokoh antagonis, namun tidak langsung dibunuh, eeee ini malah diikat saja lalu diajak berbincang mengenai rencana jahat si tokoh antagonis, jiaah kapan mau menang kalau begini caranya. Kalau mau jadi penjahat mbok ya jangan setengah-setengah :P. Pantas saja mas Percy menang terus, penjahatnya kurang tega & kurang taktis.

Percy Jackson Sea of Monster 16 Percy Jackson: Sea of Monsters Percy Jackson Sea of Monster 3

Demi menampilkan mahluk-mahluk mitologi Yunani, efek spesial di Percy Jackson: Sea of Monsters (2013) cukup menghibur, keren juga. Saya sendiri memasukkan Percy Jackson: Sea of Monsters (2013) sebagai salah satu film yang layak ditonton di bioskop, lebih terasa visual dan suaranya, tooopppp :).

Percy Jackson Sea of Monster 15 Percy Jackson Sea of Monster 13

Percy Jackson Sea of Monster 18

Secara keseluruhan, saya rasa Percy Jackson: Sea of Monsters (2013) layak mendapat nilai 3 dari skalam maksimal 5 yang artinya “Lumayan”. Saya pribadi lebih senang dengan Percy Jackson & the Olympians: The Lightning Thief (2010) ketimbang Percy Jackson: Sea of Monsters (2013) :D.

Sumber: www.percyjacksonthemovie.com/us/